Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Empat Iblis Sekawan


__ADS_3

Sementara itu di Lembah Ukam, Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabutan bersama Dewi Selendang Kuning dan ketiga adik sepergurunanya telah melanjutkan perjalanan mereka menuju markas Cakra Bima dan Ujang Seta.


Namun langkah mereka berlima tertahan ketika Empat Iblis Sekawan yang merupakan orang-orang suruhan Cakra Bima dan Ujang Seta.


"Ha ha ha...! Hebat....! Hebat....! Kalian bisa mengalahkan Pembunuh Bayaran Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa, sungguh di luar dugaan kami. Tapi langkah kalian hanya akan sampai di sini, karena saat ini kalian sedang berhadapan dengan Empat Iblis Sekawan!" kata salah seorang dari empat orang yang bertubuh kekar itu, yang berkata adalah Ronggo, Sedangkan Lingkar Langit dan kedua temannya tampak ikut tertawa memandang remeh Anggala dan ke lima gadis cantik di belakangnya.


"Begini saja anak muda, kami akan membiarkan kau melewati kami, dengan syarat tinggalkan empat orang gadis itu bersama kami untuk jadi teman kami bersenang-senang! Ha ha ha...!" sambung Lingkar Langit dengan di iringi tawa terbahak-bahak ketiga temannya.


"Kak Anggala, sebaiknya Kakak lanjutkan perjalanan. Biar ketiga cecunguk ini dinda dan Kenanga yang menghadapinya!" terdengar datar suara Wulan Ayu.


"Baiklah. Dinda hati-hati!" ujar Anggala, setelah itu Pendekar Naga Sakti pun melesat secepat kilat melewati Empat Iblis Sekawan.


Keempat laki-laki bertubuh kekar itu tampak terdiam melihat kecepatan gerakan Pendekar Naga Sakti yang di luar dugaan mereka.


"Siapa sebenarnya pemuda itu, kecepatannya sudah mencapai tingkat kesempurnaan?" desis Ronggo dalam hati.


"Sekarang kami lah lawan kalian, kisanak!" terdengar datar suara Wulan Ayu dengan sekali gerakan Bidadari Pencabut Nyawa itu sudah berada sekitar dua tombak di depan Ronggo.


Sedangkan Kenanga melesat ke depan Lingkar Langit, selendang kuning Kenanga masih berupa tongkat.


Seruni dan Nila Sari tampak melesat ke depan dua orang lainnya, begitu juga dengan Ambara Wati tampak terpaksa berhadapan dengan salah seorang teman Ronggo.


"Ha ha ha...! Arga Kirana, kau tampaknya istimewa. Kau mendapat hadiah dua gadis cantik!" kata Lingkar Langit.


"Ha ha ha...! Tampaknya begitu Lingkar," jawab Arga Kirana sambil tertawa.


Sementara Tirta Yasa tampak tersenyum memandang si cantik Ambara Wati di depannya, pikiran kotor laki-laki bertubuh kekar itu mulai timbul.


Anggala yang sempat melihat sekilas kepandaian Empat Iblis Sekawan itu dengan ilmu 'Mata Malaikat'.nya tampak mengurungkan niatnya meneruskan perjalanan, Pendekar Naga Sakti melompat ke atas sebatang pohon yang cukup tinggi dan rindang.


"Hup!"

__ADS_1


Tirta Yasa melesat ke arah Ambara Wati dengan cukup cepat tangannya yang membentuk cakar menyambar ke arah dada gadis itu.


"Hiyaaa...!"


Ambara Wati cepat-cepat mengibaskan pedangnya ke arah tangan Tirta Yasa yang mengarah ke dadanya. Tirta Yasa cukup terkejut, ia cepat menarik telapak tangannya ke belakang.


"Heh! Kau cukup cepat gadis cantik! He he he..!" tawa Tirta Yasa sambil kembali menyerang Ambara Wati dengan sebuah cakaran.


Sret!


"Ahkh..!"


Ambara Wati terhuyung ke samping tampak daging putih mulusnya mengucur darah, tidak sampai di situ saja Tirta Yasa kembali menyerang ke arah Ambara Wati dengan sebuah tendangan. Gadis itu cepat melintangkan pedangnya.


Bet!


Trang!


"Hiyaaa...!"


Sret!


"Ahkh!"


Tirta Yasa mengeluh ketika bahu kanannya terserempet ujung pedang Ambara Wati itu. Tirta Yasa yang kesal dengan cepat berputar dan memberikan sebuah tendangan yang bertenaga dalam tinggi.


Buak!


"Ahkh...!"


Ambara Wati mengeluh sebelum tubuhnya terpental ke samping, gadis itu cepat melompat berdiri. Namun Ambara Wati kembali terhuyung dengan darah menyembur dari mulutnya.

__ADS_1


Tirta Yasa berniat melompat ke arah Ambara Wati, tangan kanannya tampak hendak menyentuh dada gadis itu.


"Buak!


"Ahkh!"


Tirta Yasa terhuyung mundur sekitar tiga tombak ke belakang wajahnya tampak memerah menahan amarah.


"Bangsat! Kau berani membokongku, anak muda!"


"Apa manusia sepertimu, harus di tata kramai manusia laknat!"


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment


Dan Votenya teman-teman.

__ADS_1


Terima kasih banyak.



__ADS_2