
Sementara itu Simbar Buana dan Bidadari Gendeng ,
dan Para pendekar golongan putih yang lain, telah terlibat pertarungan sengit dengan para Anggota Partai Lembah Kematian, yang bagaikan pasukan prajurit yang siap berperang.
Pertarungan yang mirip pertempuran itu semakin memanas, walaupun Si Kapak Iblis membawa anggota yang telah terlatih dan cukup berkepandaian cukup tinggi.
Wulan Ayu dan Bidadari Gendeng, yang bertarung berdampingan, menghajar setiap musuhnya yang ada di depan mereka, satu persatu anggota Partai Lembah Kematian jatuh ke tanah, dan mengalami luka dalam dan luka luar.
Kebanyakan dari mereka yang telah terluka tidak sanggup berdiri lagi, sang Senopati Agung Arya Geni berkelebat menghajar musuh musuhnya dengan Jurus Jurus pedang terbangnya, kecepatan
pedang itu sulit di lihat mata telanjang, sehingga anggota Partai Lembah Kematian banyak yang terluka dan tewas di hajar Pendekar Pedang Terbang itu.
Sedangkan Aruni dan Jaka Kelana bertarung menggunakan Jurus jurus pedang mereka, mereka begitu gesit berkelebat kesana kemari, menghadapi setiap serangan musuh musuhnya.
Tak hanya bertahan mereka malah mampu menyerang balik, pada musuh yang mengeroyok mereka.
Begitu pun dengan Sri Kemuning, bertarung dengan pedang di tangannya, Senopati pasukan wanita itu, menghajar setiap musuh yang ada di dekatnya.
Melihat temannya banyak yang terluka, anggota Partai Lembah Kematian yang lain mengubah cara bertarung mereka, mereka mundur dan mengadakan serangan pemisahan, dan serangan secara serentak.
"Hup...!"
__ADS_1
Pendekar Cambuk Sakti atau Simbar Buana, terpaksa melompat ke belakang menghindari serangan pedang anggota Partai Lembah Kematian, yang menyerangnya secara serentak.
"Bangsat..! mereka melakukan serangan secara bersama, tampaknya aku harus memakai senjata andalan ku ini," guman Pendekar Cambuk Sakti itu.
Sret...!
Pendekar Cambuk Sakti atau Simbar Buana, menarik Cambuk Pusaka Tirta Kencana, pemberian gurunya itu.
Ctar....!
Ctar.....!
"Aaaa.....!"
"Heaaa....!"
Sret....!"
"Hih.....!"
Wulan Ayu atau Bidadari Pencabut Nyawa, terserempet pedang para pengeroyok yang memakai taktik serangan secara bersamaan itu.
__ADS_1
"Kurang ajar...! Kalian merubah taktik ya..!" guman Bidadari cantik itu sambil berjumpalitan di udara, menghindari serangan musuhnya, yang tidak memberi celah padanya.
"Hiyaaat....!"
Si Bidadari cantik kekasih Pendekar Naga Sakti itu, melompat ke belakang beberapa tombak, dan bersiap dengan Jurus Pedang andalannya, 'Jurus Pedang Kayangan'. Dan 'Jurus Baju Besi tingkat sepuluh.
Bidadari Pencabut Nyawa itu melesat kedepan menyongsong serangan musuh musuhnya itu, dengan kecepatan bak kilat menyambar, sehingga anggota Partai Lembah Kematian yang menyerang ke arahnya bermentalan ke tanah.
Pedang Elang Perak di tangan Wulan Ayu atau Bidadari Pencabut Nyawa itu, berkelebat dengan sangat cepat ke arah anggota Partai Lembah Kematian, yang ada di hadapannya, sehingga musuh musuhnya itu sulit melihat kemana arah serangan Si Bidadari Pencabut Nyawa itu.
"Heh....!"
Jaka Kelana Pendekar Srigala Putih, dan Aruni pun mengalami hal yang sama, sepasang pendekar muda itu harus berjumpalitan menghindari serangan musuh musuh mereka, dan terpaksa melompat mundur, beberapa tombak ke belakang.
"Mundur Aruni, Kakak akan menggunakan Jurus Ajian Srigala Es'...!" ujar Jaka Kelana, ia pun meningkatkan tenaga dalamnya, dan merapal 'Jurus Ajian Srigala Es'. Sehingga udara di sekitar nya mulai berubah dingin, walau cahaya matahari mulai terik, matahari sedang naik ke atas kepala.
Para pengeroyok itu, segera meningkatkan tenaga dalam yang mereka miliki, untuk menekan hawa dingin aura Ajian Srigala Es milik Pendekar Srigala Putih itu.
Tangan Pendekar Srigala Putih, berubah mengeluarkan cahaya putih, memancarkan cahaya, dan memberikan dampak udara dingin, membuat tubuh menggigil, beberapa orang Anggota Partai Lembah Kematian, yang memiliki tenaga dalam di bawah tiga puluh persen, mulai kedinginan dan memilih mundur dari tempat itu.
Namun karena Pendekar Srigala Putih, menggunakan lebih dari separuh tenaga dalamnya, sehingga para Anggota Partai Lembah Kematian, yang memiliki tenaga dalam rendah, menjadi patung es tanpa sempat melarikan diri.
__ADS_1
Bersambung.......