Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Tiga Elang. Amukan Pendekar Naga


__ADS_3

Heaa...!!" Empat anak buah Si Payan Kembar melompat sambil mengayunkan golok di tangan mereka ke arah Pendekar Naga Sakti dan dua Pendekar Tongkat Naga Emas.


Trang!


"Heh!


Salah seorang anggota Perampok Hutan Kematian itu ternganga melihat golok di tangannya bagai mengenai besi ketika menyentuh tubuh Pendekar Naga Sakti.


Buak!


"Aaakh...!"


Belum sempat perampok itu berbuat apa-apa. Tendangan kaki kanan Pendekar Naga Sakti tepat menghantam dada sang perampok. Perampok melenguh tertahan di iringi tubuhnya nyungsek ke tanah.


"Hiaaa...!"


Empat orang lainnya melompat secara serentak ke arah Pendekar Naga Sakti namun dengan sigap dan tangkas nya Pendekar Naga Sakti menangkis dan menghindari serangan empat orang perampok itu. Kali ini tampaknya Pendekar Naga Sakti tidak mau memberi kesempatan musuh yang memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi itu.


"Hiaaa...!"


Bentakan nyaring Pendekar Naga Sakti mengiringi gelegar lidah petir menyambar ke arah para pengeroyoknya itu. Empat orang perampok yang tidak menyangka akan di serang dengan kesaktian tingkat tinggi itu tidak sempat menghindar.


Ctar! Ctar! Ctar!


Blaaar....!"


"Aaaa....!!"


Ke empat anak buah Si Payan Kembar itu terpental ke tanah dengan pakaian hitam bagai terbakar. Ke empat perampok itu langsung tewas seketika.


"Wah...! Pendekar Naga Sakti kami tidak kebagian lagi ya! Ha ha ha...!" Kata Aryaguna sambil tertawa terkekeh di ikuti sang Kakak Raka Adiwangsa.


Sementara itu Kamandaka yang terlibat pertarungan sengit dengan si Payan Kembar masih mengadu kesaktian, tampak setiap sabetan dan tikaman Payan Kembar si botak dapat di tahan dengan jurus-jurus tongkat naga emas di tangan Kamandaka.


"Heaaah....! Kau boleh juga anak muda, tidak sia-sia Pertapa Sakti Tongkat Emas menjadikan mu muridnya," Cecar Si Payan Kembar sambil terus menyerang ke arah Kamandaka.


Trang! Trang!


Wut...! Wut....!


Sha...!"


"Kau pandai menyanjung agar aku lengah si botak! Jangan harap!" Balas Kamandaka tanpa mengurangi perhatiannya.


Setiap serangan Si Payan Kembar selalu dapat di patahkan Kamandaka. Walau Kamandaka belum berhasil mendesak.


"Hup..!"

__ADS_1


Si Payan Kembar melompat ke belakang sekitar tiga tombak dengan bersalto dua kali di udara. Si Payan Kembar menjejak tanah dan menyilangkan sepasang payan kembarnya di depan dada.


"Ayo anak muda seberapa tinggi kesaktianmu!" Ujar Si Botak Payan Kembar dengan nada dingin penuh aura membunuh. Si Botak Payan Kembar dengan meningkatkan tenaga dalamnya ke arah senjata andalannya. Si Payan Kembar menyiapkan pukulan andalannya. 'Ajian Payan Neraka Membakar Bumi'.


Kedua Payan Kembar di tangan Si Botak itu mengeluarkan cahaya merah menyala membentuk api yang membara. Tempat itu berubah panas dan di sinari cahaya semburat kemarahan.


"Pukulan Payan Neraka Membakar Bumi'. Guman Kamandaka membathin. Kamandaka langsung menyiapkan 'Jurus Tongkat Naga Emas Membendung gelombang'. Tingkat lima nya. Kamandaka mengerahkan lebih dari lima puluh persen tenaga dalam yang ia miliki.


"Heaaa.......!!"


Bentakan melengking keluar dari mulut Si Botak Payan Kembar dengan begitu nyaring. Seketika itu pula tubuhnya melesat bagai kilat ke arah Kamandaka. Payan Kembar di tangan Si Botak yang di selubungi cahaya merah itu itu menikam dua arah di tubuh Kamandaka.


"Hiyaaa....!"


Kamandaka pun melompat menyongsong dengan tongkat naga emasnya teracung ke depan dengan di selubungi cahaya putih kebiruan.


Wuss....!!"


Trang! Trang!


Bleebb....!


Blesss....!


Blaaamm......!!!"


Dua cahaya beradu si udara dua kekuatan pun mengadu kekuatan. Ledakan besar mengguncang tempat itu. Debu dan tanah berhamburan ke udara. Burung-burung yang berada di sekitar tempat itu berterbangan. Begitu hewan hutan yang lain berlarian menjauh.


"Hup..!"


Pendekar Naga Sakti cepat melompat dan menahan laju gerakan tubuh Kamandaka yang terpental ke arah mereka bertiga. Kedua adik seperguruan Kamandaka pun tidak tinggal diam. Mereka berdua langsung menghampiri Kamandaka dan Anggala.


"Kak Kamandaka. Kau terluka," Ungkap Raka Adiwangsa sambil memegangi bahu Kamandaka.


"Tidak apa-apa Raka, aku hanya mengalami sedikit luka dalam," Jawab Kamandaka sambil berusaha tersenyum.


"Jangan paksakan dirimu Sobat. Biar si Botak itu saya yang urus, tampaknya dia tidak bisa di ajak berunding lagi," Ucap Pendekar Naga Sakti sambil merogoh sakunya dan memberikan segini pil pada Raka Adiwangsa, "Berikan ini pada Kamandaka, itu akan membantunya sembuh dengan cepat," Tambah Pendekar Naga Sakti setelah itu ia pun melesat cepat ke depan Si Payan Kembar.


Raka Adiwangsa berniat berbicara namun niatnya di urungkan. Melihat Pendekar Naga Sakti telah melesat ke depan dengan begitu cepat.


"Hati-hati! Sobat..!" Seru Aryaguna.


"Terima kasih banyak Sobat!" Jawab Pendekar Naga Sakti dari kejauhan. Kini jaraknya dengan si Payan Kembar tinggal sekitar tiga tombak lagi.


"He he...! Sekarang Kau yang mau adu kesaktian denganku Pendekar Naga Sakti! Ayo!" Tantang Si Payan Kembar dengan dengan nada tinggi. Si Payan Kembar merasa besar kepala karna berhasil memukul mundur Kamandaka dengan pukulan andalannya.


"Sekarang aku lawanmu Botak!" Geram Pendekar Naga Sakti dengan begitu dingin. Pendekar Naga Sakti adalah tipe seorang pendekar yang pemarah bila melihat orang lain terluka atau jadi korban penjahat atau golongan hitam di depannya.

__ADS_1


"Hari ini Hari Kematianmu Pendekar Naga Sakti!"


Clep..! Clep..!


Si Payan Kembar menancapkan kedua payannya ke tanah dan menyilangkan tangannya di depan dada. Si Botak membentuk sepasang cakar di depan dadanya.


"Ajian Cakar Neraka Membakar Jiwa!!"


Bentakan SI Botak Payan Kembar dengan begitu nyaring di iringi tangannya di sentakan ke arah atas kepalanya. Kedua cakar telapak tangan Si Botak Payan Kembar dengan begitu langsung di selubungi cahaya merah membentuk bola api sebesar bola kaki.


Hawa panas menyelimuti tempat itu. Ketiga murid Pertapa Sakti Tongkat Emas terpaksa menekan hawa panas itu dengan hawa murni yang mereka punya.


Sedangkan Pendekar Naga Sakti yang tampak mulai di penuhi kemarahan tidak mempedulikan hawa panas itu. Hawa kesaktian pedang naga sakti menyelubungi tubuhnya. Sehingga tubuh Pendekar Naga Sakti mengeluarkan cahaya putih kebiruan.


"Kau tidak akan ku maafkan lagi Botak!" Ujar Pendekar Naga Sakti begitu dingin walau hawa panas bagai membakar tempat itu.


Pendekar Naga Sakti meningkatkan tenaga dalamnya hingga melebihi tingkat enam puluh persen. Cahaya kuning menyelubungi kedua telapak tangannya. 'Jurus Tapak Naga Tingkat tujuh langsung di siapkan Pendekar Naga Sakti. Amarah Pasukan Naga.


Pendekar Naga Sakti merapatkan tangannya di depan dada. Angin kencang langsung menderu menyapu tempat itu. Cahaya kuning membentuk sekitar empat ekor naga mengambang di atas kepala Pendekar Naga Sakti.


"Hah..!


Si Botak Payan Kembar tampak agak terkejut melihat aura pukulan Pendekar Naga Sakti itu. Namun Si Payan Kembar tidak mau mundur, ia lantas meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.


"Heaaa....!!"


Pendekar Naga Sakti perlahan mengambang ke udara dengan kedua telapak tangan masih merapat di depan dada. Setelah berada di udara Pendekar Naga Sakti perlahan membuka kedua tangannya dan merentangkan ke samping kiri dan kanan.


"Hiyaaa....!!"


Swoosss....!


Swoss....!!


Si Botak Payan Kembar dengan begitu cepat melesat menyerang ke arah Pendekar Naga Sakti yang masih mengambang di udara itu. Melihat Si Payan Kembar menyerang bagai roket Pendekar Naga Sakti melesat mundur jauh ke angkasa.


Begitu jarak Pendekar Naga Sakti dan Si Payan Kembar cukup jauh, Pendekar Naga Sakti meluncur deras ke bawah dengan kedua telapak tangannya ke depan dada. Empat batangan naga itu berkeliling di sekitar tubuhnya.


Wuss....!


Wusss.....!


.


.


Bersambung...

__ADS_1


.


.


__ADS_2