Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Perguruan Alam Jagat


__ADS_3

Kita tinggalkan pertarungan Pendekar Naga Sakti dengan Lodra si Topeng Hitam. Lembah Jagat, sebuah lembah yang begitu tenang, jauh dari hiruk pikuk dunia persilatan. Perguruan Alam Jagat adalah sebuah perguruan kecil, namun mempunyai beberapa orang murid yang mempunyai kepandaian di atas rata-rata.


Perguruan Alam Jagat hanya mempunyai murid kurang dari tiga puluh orang, semua murid Perguruan Alam Jagat adalah murid yang di pilih langsung oleh sepasang pendekar kawakan dunia persilatan netral yaitu Datuk Rambut Putih dan Datuk Rambut Merah.


Sepasang Pendekar itu pernah terkenal dengan gelar Pendekar Rambut Putih dan Pendekar Rambut Merah.


Suasana tenang yang sedang di lalui Perguruan Alam Jagat tampaknya akan segera berakhir, karena Pendekar Naga Hitam dan Setan Merah Pencabut Nyawa sedang menuju tempat itu.


Tampak sekitar lima belas orang murid muda Perguruan Alam Jagat sedang sibuk berlatih ilmu pedang dan ilmu olah kanuragan, seorang murid kelas atas sedang mengawasi adik-adik sepergurunanya berlatih. Pemuda itu bernama Singa Rudra seorang murid kesayangan Datuk Rambut Merah dan Datuk Rambut Putih.


"Blabang Geni, kalau kau sudah lelah sebaiknya beristirahat dulu, ku lihat kau berlatih dari pagi. Apa kau tidak lelah?" tegur Singa Rudra pada adik seperguruan satu tingkat di bawahnya, Blabang Geni.


"Ha ha ha...! Kak Rudra, aku sedang mengasah kemampuan pedangku, aku ingin cepat menguasai jurus 'Pedang Jagat'. tingkat tiga seperti, Kak Singa Rudra," jawab Blabang Geni sambil tertawa, Blabang Geni akhirnya mengakhiri latihannya dan duduk minum air putih di samping Singa Rudra.


Baru saja Blabang Geni meneguk secangkir air putih, tiba-tiba ada dua bayangan melesat ke depan para murid Perguruan Alam Jagat yang lagi berlatih.


"Siapa kalian? Kenapa masuk perguruan ini bagai setan yang tidak di undang!" bentak salah seorang murid.


"Ha ha ha...! Sebenarnya aku tidak ingin ber urusan dengan Pendekar kelas bawah, sebaiknya kalian menyingkir!" gertak Setan Merah Pencabut Nyawa.


"Kurang ajar! Kau berani sesumbar di Perguruan Alam Jagat! Heaaa...!" murid Datuk Rambut Putih itu langsung melompat menyerang ke arah Setan Merah Pencabut Nyawa.


Tap!


Begitu cepat dan tangkas Setan Merah Pencabut Nyawa menangkap kepalan tinju pemuda itu.


"Hup!


Pemuda itu berusaha menarik tangannya, namun usahanya tidak membawa hasil, tenaga dalamnya jauh di bawah tenaga dalam Setan Merah Pencabut Nyawa.


"Ahkh..!"


Pemuda itu mengeluh, keringat sebesar biji jagung mulai membasahi bajunya, namun usahanya belum juga berhasil menarik kepalan tinjunya yang bagai terpatri di genggaman tokoh hitam itu.


"Huh!"


Setan Merah Pencabut Nyawa menyentak tangannya ke depan, adik seperguruan Singa Rudra dan Blabang Geni itu terpental sekitar tiga tombak ke tanah.


Bruk!


Pemuda itu sampai jatuh bergulingan, begitu bangun tampak pemuda itu memegangi kepalan tinju kanannya yang terasa sakit.


"Hiyaaa...!"


Lima orang murid Perguruan Alam Jagat langsung berlompatan ke arah Fhatik dan Saga Lintar, namun kedua tokoh hitam itu hanya tersenyum tipis. Sekali mereka bergerak, seluruh murid yang menyerang mereka berjatuhan ke tanah dan mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Ayo, apa ada lagi yang mau mencoba kami?!" tantang Pendekar Naga Hitam sambil tersenyum tipis, tentu saja para murid yang belum sempat menyerang menjadi gentar, apalagi melihat teman-teman mereka begitu mudah di pecundangi.


"Hiyaaa...!"


Singa Rudra dan Blabang Geni langsung melesat ke arah Pendekar Naga Hitam dan Setan Merah Pencabut Nyawa, serangan kedua pemuda itu cukup berbahaya, sehingga kali ini kedua pendekar itu terpaksa menangkis.


Tap! Tap!


Fhatik cepat menapaki tendangan Singa Rudra yang mengandung tenaga dalam tinggi. Sedangkan Saga Lintar menangkis serangan Blabang Geni dengan pukulan tinjunya.


"Siapa kalian? Kami tidak pernah punya urusan dengan orang dunia persilatan, baik golongan hitam dan golongan putih. Kenapa kalian membuat onar di Perguruan Alam Jagat ini?!" tanya Singa Rudra dengan suara datar namun dengan nada cukup tinggi.


"Ha ha ha...! Rupanya tiga tahun ini Perguruan Alam Jagat sudah mempunyai murid yang berkepandaian tinggi, atau kau sudah lupa tiga tahun yang lalu?"


"Kau Saga Lintar, si Setan Merah Pencabut Nyawa?" Singa Rudra baru menyadari.


"Ha ha ha...! Ingatan mu cukup bagus anak muda, aku kembali untuk mengambil pedang jagat!" kata Setan Merah Pencabut Nyawa sambil tertawa.


"Hmm...! Apa kau lupa, kau sudah di kalahkan oleh guru kami, hah!" bentak Singa Rudra sengit.


"Ha ha ha..! Anak muda, lain dulu lain sekarang. Sebaiknya kau panggil dua tua bangka itu kesini dan serahkan pedang langit dan pedang bumi, kami akan membiarkan Perguruan ini tetap berdiri utuh. Ha ha ha...!" tawa Setan Merah Pencabut Nyawa.


"Hadapi kami dulu, kisanak!" tantang Singa Rudra sambil membuka kuda-kuda dan memainkan jurus 'Tapak Jagat'.


"Ha ha ha..! Apa kau tidak sayang pada nyawamu, anak muda?" jawab Pendekar Naga Hitam sambil tertawa.


"Baiklah, jika para kakek jompo itu tidak keluar, tidak ada salahnya melayani kalian bermain-main. Iya'kan Lintar?"


"Ha ha ha...! Ku rasa kau benar, Naga Hitam!" sambut Setan Merah Pencabut Nyawa dengan tawa terkekeh.


"Majulah, atau aku yang lebih dulu?" tantang Pendekar Naga Hitam. Singa Rudra pun melompat menyerang Fhatik.


"Tap! Tap!


Fhatik langsung mengadu dua telapak tangannya dengan Singa Rudra, adu tenaga dalam pun tak terelakkan.


Dess...! Dess!


"Huakh...!"


Singa Rudra langsung terpental sambil memuntahkan darah segar.


"Kak Rudra...!" teriak Blabang Geni langsung melompat menerjang ke arah Pendekar Naga Hitam dengan tendangan bertenaga dalam tinggi.


"Hup!"

__ADS_1


Pendekar Naga Hitam cepat menggeser tubuhnya ke samping dua langkah menghindari tendangan kaki Blabang Geni.


"Kak Rudra.. Kakak tidak apa-apa, Kak?" tanya Blabang Geni sambil membantu Singa Rudra berdiri. Sedangkan Setan Merah Pencabut Nyawa hanya tertawa terkekeh melihat murid Datuk Rambut Putih dan Datuk Rambut Merah di kalahkan dengan begitu mudah oleh Fhatik.


"Ha ha ha...! Anak muda, kami ke sini tidak berniat menghabisi kalian. Kami ke sini hanya ingin mengambil pedang langit dan pedang bumi, cepat panggil kakek-kakek jompo itu...!" kata Setan Merah Pencabut Nyawa dengan tawa menggelegar.


"Kurang ajar! Kau harus di beri pelajaran! Hiyaaa...!" Blabang Geni langsung menghunus pedang yang ada di balik pinggangnya, dan langsung menyerang Setan Merah Pencabut Nyawa.


Set! Set!


"Ha ha ha...! Anak muda, kau tidak akan mampu memotong sehelai rambutku! Ha ha ha ha...!" tawa Setan Merah Pencabut Nyawa sambil bergerak kesana kemari menghindari pedang Blabang Geni.


"Hih..!"


Tap! Tap!


Buak!


"Akgkh...!'


Begitu sigap dan begitu lincah Setan Merah Pencabut Nyawa menghindar Sabetan pedang Blabang Geni, sambil meliukkan tubuhnya ke samping Setan Merah Pencabut Nyawa menghind4ai tusukan pedang yang mengarah ke dadanya. Kedua telapak tangan Setan Merah Pencabut Nyawa menapaki pergelangan tangan Blabang Geni, secepat kilat kakinya menerjang perut Blabang Geni, pemuda itu pun langsung terpental ke tanah.


Saat Setan Merah Pencabut Nyawa hendak mendekati Blabang Geni, sebuah senjata rahasia beterbangan ke arah Setan Merah Pencabut Nyawa.


Set! Set! Set!


"Heh...!"


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment

__ADS_1


Dan Votenya teman-teman.


Terima kasih banyak.


__ADS_2