
Wiguna alias si Golok Gagak Kembar tampak berdiri paling depan di antara ketiga temannya. Prasaja tampak bergerak maju kedekat tiga temannya yang lain.
"Kalian berniat main keroyokan ya? Majulah, jika kalian ingin ku beri pelajaran juga?" tantang Wulan Ayu tampak begitu tenang.
"Hup!" sekali lompatan saja Pendekar Naga Sakti yang dari tadi berada di depan pintu warung Ki Syarip telah berada di samping Wulan Ayu.
"Apa kakak boleh ikut bermain, Dinda?" tanya Anggala sambil tersenyum, tangan kanannya tampak memegang sepotong ubi rebus. Begitu santainya Pendekar Naga Sakti malah enak-enakan memakan ubi rebus itu.
"Terserah kakaklah," jawab Wulan Ayu sambil tersenyum siku kanannya menyikut pelan tangan kiri Anggala.
Sret!
Wiguna tampak menghunus sepasang golok berukuran sedang yang dari tadi tersampir di pinggangnya.
"Kalian harus menyerahkan nyawa kalian karena berani mengganggu orang-orang Perguruan Gagak Hitam!" geram Wiguna sambil melintangkan kedua goloknya di depan dada.
"Kami tidak peduli siapa kalian, kisanak. Kami hanya membela orang-orang yang lemah yang selalu kalian tindas!" balas Anggala sengit.
"Prasaja, kau hadapi gadis itu bersama Lumbang Geni, Aku bersama Wangsa dan Majangka akan menghabisi pemuda tengik itu!" ujar Wiguna pada prasaja.
"Baik, Kak," jawab Wiguna menyetujui. Lumbang Geni pun maju kesamping Prasaja untuk menghadapi Wulan Ayu.
"Sebaiknya kalian semua hadapi aku. Terlalu sedikit menghadapi tiga orang!" jawab Anggala sambil tersenyum tipis.
"Bangsat! Heeaaahh...!" Wiguna yang bertubuh bongsor yang selalu di panggil gendut oleh Dirga melesat begitu cepat ke arah Anggala.
Walau tubuhnya gendut, namun gerakan Wiguna begitu ringan dan sangat cepat. Kedua golok di tangannya langsung menebas cepat ke arah Pendekar Naga Sakti.
Kedua golok Wiguna berseliuran di udara langsung mengincar leher Pendekar Naga Sakti.
__ADS_1
Trang! Trang!
"Heh!" betapa terkejutnya Wiguna ketika goloknya tidak di hindari oleh Anggala. Kedua golok di tangan si Golok Gagak Kembar bagai mengenai sebuah patung batu, jangankan membuat luka dan memenggal kepala Pendekar Naga Sakti tergores pun tidak.
Plak!
Satu tamparan keras ke arah pipi Wiguna, membuat laki-laki bertubuh bongsor itu tersurut mundur, wajahnya tampak memerah antara menahan amarah dan perih.
"Heaaa....!" Wiguna langsung merangsek sambil menikamkan golok di tangan kanannya ke arah dada kiri Anggala. Namun Anggala tidak berusaha mengelak maupun menangkis, ia membiarkan saja golok di tangan Wiguna itu mengenai tubuhnya.
Trang!
"Ah!" Wiguna mengeluh merasakan tangannya bergetar dan kesemutan. Hampir saja genggaman tangan Wiguna di gagang goloknya terlepas.
"Hap!" Wiguna bergerak cepat, sebelum keseimbangan berubah ia melakukan sebuah tendangan depan ke arah perut Anggala. Tapi lagi-lagi Anggala hanya diam dan tersenyum menyambut serangan si Golok Gagak Kembar itu.
Bung!
"Akgh!"
Prasaja dan Majengka maupun Wangsa dan Lumbang Geni tampak agak ragu menyerang, setelah melihat Wiguna jadi mainan Anggala.
"Heh! Kalian hanya jadi penonton ya? Bantu Aku!" bentak Wiguna tampak gusar melihat ke empat orang adik seperguruannya hanya jadi penonton.
"Ayo, Wangsa!" ujar Lumbang Geni sambil melompat ke arah Pendekar Naga Sakti seraya menyorongkan kepalan tangan meninju. Namun Anggala hanya menggeser sedikit tubuhnya ke samping kanan dan begitu cepat tangan kanannya menarik lengan Lumbang Geni, Sehingga.
Gubrak!
"Akgh!"
__ADS_1
Lumbang Geni tampak jatuh terjerambat hingga tertelungkup di tanah. Lumbang Geni tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. ia seakan tidak percaya melihat tubuhnya sudah berada di tanah.
Sring!
Majengka dan Wangsa langsung menghunus goloknya, sedangkan Prasaja langsung menghunus dua trisula berukuran sebatas lengan dengan ukiran kepala gagak di pangkalnya.
"Nah, gitu dong. Sekalian saja kalian maju!" tantang Anggala sambil tersenyum tipis. Pendekar Naga Sakti yang menggunakan lmu 'Baju Besi Emas'. tingkat delapan belas tentu saja tidak merasa gentar dengan keroyokan kelima orang Perguruan Gagak Hitam tersebut.
"Haaa.....!" Wiguna tiba-tiba membentak keras sambil melemparkan kedua goloknya ke arah Anggala. Kedua golok Wiguna itu tampak di selubungi cahaya berwarna kuning kemerahan.
Swing! Swing!
Wuk! Wuk!
Kedua golok Wiguna itu terbang berputar-putar dan mengincar kepala Pendekar Naga Sakti.
"Golok Terbang Membelah Bukit!"
Prasaja tampak terkejut mengenali ilmu golok yang digunakan oleh Wiguna itu. Prasaja langsung melompat menjauh karena tidak ingin jadi sasaran kedua golok terbang Wiguna itu.
Ilmu 'Golok Terbang Membelah Bukit'. memang sebuah ilmu yang sangat di inginkan oleh para murid Perguruan Gagak Hitam, karena ilmu golok yang satu ini dapat menembus perisai musuh yang kuat sekalipun.
Anggala cepat melentingkan tubuhnya menghindari cercaan kedua golok Wiguna yang mengarah ke lehernya.
"Hiyaaat....!" Pendekar Naga Sakti begitu cepat meningkatkan tenaga dalamnya. Begitu menjejak tanah ia langsung menghentakkan telapak tangannya ke depan, dua cahaya putih membentuk cakar melesat cepat menyongsong kedua golok yang terbang lagi kearahnya.
Baaammm.....!!
.
__ADS_1
.
Bersambung....