
Sementara itu, di Perguruan Belati Kembar, matahari yang telah tenggelam di upuk barat, malam pun mulai menyelimuti, bunyi jangkrik dan cacing saling sahut menyahut memecah kesunyian senja itu.
.
Para murid Perguruan Belati Terbang itu tidak banyak yang berkeliling, hanya yang bertugas ronda saja yang berkeliling perguruan. Para murid yang lain banyak yang berada di tempat peristirahatan, pikiran mereka berkecamuk, kawan-Kawan mereka yang pergi bersama Sesepuh Kala Ireng belum juga kembali.
.
Tampak suasana di dalam sebuah bangunan besar yang membentuk aula pertemuan, Datuk Sesepuh Kala Abang tampak mondar mandir, hilir mudik di tengah ruangan itu. Pikiran Kala Abang mulai tidak menentu ketakutan dan keraguannya mulai datang. Karna sang adik belum juga kembali sampai saat ini.
.
Sedangkan Sesepuh Kala Pati tampak duduk di sebuah kursi di tengah ruangan besar itu. Kala Pati sebenarnya juga merasakan hal yang sama, namun ia hanya bisa mengharap yang terbaik untuk kakaknya Kala Ireng.
.
Di tengah hutan tampak salah seorang Anggota Kelompok Golok Terbang berlari dengan terseok seok, darah masih mengucur dari luka di dada sebelah kanannya. Tampak sebuah pisau belati terbang tertancap di dada nya.
.
Anggota Kelompok Golok Terbang itu berlari dari pohon ke pohon, ia berusaha berpegangan pada setiap batang pohon agar tubuhnya tidak jatuh ke tanah. Ia berlari sekuat tenaga ke arah gerbang Perguruan Belati Terbang itu.
.
Beberapa orang murid yang sedang berjaga melihatnya, mereka lansung berlari dan memberikan pertolongan pada senior mereka itu.
"Apa yang terjadi kak?" Tanya salah seorang murid yang berjaga itu, "Cepat bukakan pintu kami mau masuk!" timpalnya lagi sambil memapah kakak seperguruan nya itu. Beberapa orang temannya tanpa banyak tanya lansung membuka pintu gerbang itu.
.
Tanpa banyak tanya lagi mereka lansung menuju aula pertemuan Perguruan Belati Terbang itu. Begitu melihat para muridnya masuk ke aula itu, Kala Abang lansung menemui anggota Kelompok Golok Terbang itu.
.
"Apa yang terjadi Bano? Mana yang lain dan gurumu Kala Oreng?" Kala Abang mencerca pertanyaan pada muridnya yang bernama Bano itu.
__ADS_1
"Ma.. Maafkan saya guru... Guru sese.. Sesepuh Kala Ireng tewas bersama yang lain," jawab Bano dengan terbata-bata.
"Apa..!?" Kala Abang setengah tidak percaya kalau adiknya Kala Ireng telah tiada, pantas dari tadi perasaaan nya tidak menentu.
.
"Kanda Kala Ireng.. Awas Kau Pendekar Naga Sakti! Aku pasti akan membunuhmu, ke ujung dunia pun aku akan mengejarmu," geram Kala Pati terdengar serak suaranya. Amarah dan dendam kini bercampur aduk menjadi satu, "Kanda! Kita harus membalas kematian Kanda Kala Ireng! Apa pun caranya?"
.
"Ya... Tentu saja adikku, kita pasti akan membalas kematian Kandamu Kala Ireng," jawab Kala Abang sambil memeluk Kala Pati menumpahkan kesedihannya.
"Cepat Bawa Bano ke ruang pengobatan, obati dia!" perintah Kala Pati pada murid-murid nya itu.
.
"Baik! Guru.!"
Para muridnya itu lansung membawa Bano yang terluka itu ke ruang pengobatan, untuk mendapatkan pengobatan. Sedangkan Kala Abang dan Kala Pati masih tinggal di dalam aula besar itu, kedua beradik ity saling menumpahkan kesedihan mereka. Kedua tokoh Perguruan Belati Terbang itu tampak begitu sedih dan marah, kini urusan mereka dengan Pendekar Naga sakti menjadi dendam kusumat yang wajib di balaskan. Apa pun taruhannya.
.
"Ya Kau Benar, kita harus memanggil Si Pedang Maut dan dan Si Pedang Terbang dari Bukit Penyamun," Kala Abang membenarkan.
.
"Si Kapak Iblis dan Nyai Saweti, juga harus di beri tau Kanda," timpal Kala Pati.
"Ya, esok pagi kirimkan merpati pengirim pesan pada mereka. Katakan Kita menunggu mereka untuk menguburkan Kala Ireng!" kata Kala Abang, matanya merah menambah keseraman wajah Kala Abang.
.
Si pedang Maut adalah putra Kala Abang ia sedang bersemedi di gua ular bersama sang adik Si Pedang terbang. Kedua putra Kala Abang itu sedang memperdalam ilmu nya bebarapa tahun ini.
.
__ADS_1
Si Pedang Maut yang bernama asli Damar Suta, dan Si Pedang Terbang bernama Kindar Saka. Keduanya adalah putra Kala Abang bersama Nyi Laras Santang seorang pendekar wanita yang terkenal kesadisannya bergelar Si Cakar Beracun.
.
Nyi Laras Santang Mengasingkan diri ke hutan Larangan, setelah berpisah dengan Kala Abang. Nyi Laras Santang telah bertahun-tahun menghilang dari dunia Persilatan, semasa hidupnya dulu Kala Ireng lah adik ipar yang paling sering mengunjungi sang kakak ke hutan Larangan.
.
SI Kapak Iblis, yang bernama asli Sarmada, dia putra Kala Pati dengan Nyi Saweti Keduanya tinggal di Bukit Panampuian.
.
"Kita kumpulkan keluarga kita Kanda, kita pasti akan membalas kematian Kanda Kala Ireng pada Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa itu!" terdengar bergetar suara Kala Pati.
"Ya Dinda, esok pagi kita harus merebut jenazah Kandamu Kala Ireng dulu,"
"Ya Kanda.. Kita akan kerehkan seluruh murid kita untuk merebut jenazah Kanda Kala Ireng,"
.
Pagi-pagi sekali rombongan Perguruan Belati Terbang itu telah meninggalkan perguruan mereka bergerak menuju Desa Talang Kuda, untuk mengambil jenazah Kala Ireng.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like
Koment
Dan favorit nya ya....
Terima kasih banyak..
__ADS_1
(Athor kali ini nulisnya tidak sampai seribu kata untuk bab ini, karna susah sekali rasanya mau kejar target, mungkin karna ada pekerjaaan lain di dunia nyata, ikuti juga novel Author yang berjudul KISAH PENDEKAR TANPA TANDING. Jangan lupa like, koment dan Vote nya ya.. Sekali lagi terima kasih...