Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara Di Pulau Andalas. Datuk Wangsala dan Datuk Wangsaka


__ADS_3

Setelah mengantarkan para penduduk ke batas desa anggala dan Wulan Ayu bertemu dengan Jaka Kelana bersama Singo Abang dan kedua adiknya tidak ketinggalan pula Nini Sumirah bersama putrinya.


Putri Nini Sumirah yang bernama Cindai Mata ternyata juga seorang pendekar yang diam-diam telah dididik oleh ibunya Nini Sumirah.


Puluhan anggota Penyamun Bukit khayangan tampak mendatangi Anggala dan Jaka Kelana, "Terima kasih, Pendekar. Rupanya kalian memang benar-benar melakukan niat kalian. Kalian memang orang-orang golongan putih. Kalian tulus dengan niat dan bantuan kalian, kami akan membantu kalian untuk menghadapi orang-orang bawahan Datuk Wangsaka dan datuk Wangsala yang jelas-jelas akan merongrong tempat ini besok pagi," ucap pimpinan Penyamun Bukit Kayangan.


"Tidak usah sungkan, Pendekar. Itu adalah kewajiban kami sebagai pendekar golongan putih untuk membantu orang-orang yang mengalami kesusahan," sahut Anggala sambil tersenyum.


"Kami telah menyiapkan makan untuk kalian. Kalian tidak boleh menolak karena ini adalah kewajiban kami sebagai tuan rumah menyiapkan makanan untuk kalian," ucap pimpinan Penyamun Bukit khayangan Nini Sumirah pun berada di sana bersama putrinya mereka telah memasak makan malam untuk mereka.


Sementara di rumah besar tuan tanah Bukit khayangan.


"Bodohnya kalian hanya beberapa orang pendekar itu saja kalian akan mundur apakah kalian tidak mempunyai kemampuan sebagai seorang pendekar?!" bentak Datuk Wangsala pada beberapa orang anak buahnya yang tampak tertunduk sambil berlutut di depan mereka.


Sementara Datuk Wangsaka tampak mondar-mandir di tengah ruangan.

__ADS_1


"Sudahlah Wangsaka, aku pusing melihat kau bolak-balik dari tadi bagaikan orang gila. Jangan membuat kepalaku pecah melihat tingkah lakumu itu," kata Datuk Wangsala melihat sang adik yang dari tadi mondar-mandir tidak karuan.


"Kakak, aku cukup pusing melihat semua ini dalam satu malam saja kita telah keteledoran, para pendekar golongan putih itu telah berhasil melepaskan anak-anak kecil itu itu pertanda bahwa kita akan mendapat perlawanan dari Nini Sumirah. Kau tahu sendiri kesaktian tokoh wanita itu tidak bisa kita anggap remeh, apalagi jika benar di antara para pendekar itu ada pendekar golongan putih yang bergelar Pendekar Naga Sakti dari Lembah naga itu. Tentu semua ini tidak akan baik-baik saja," sahut Datuk Wangsaka sambil menghentikan langkahnya dan menghadap sang kakak.


"Bukankah kalian adalah orang-orang yang sakti, kenapa hanya seorang pendekar dari Lembah naga itu kalian tampak ragu?" kata tuan tanah Surya Karta.


"Kau hanya hidup di daerah ini, Surya Karta. Kau tidak mengenal para pendekar dari wilayah barat itu, bertahun-tahun Pulau Andalas ini dikuasai oleh pendekar dari Lembah naga itu dari Satria Naga sampai Pendekar Naga Sakti sekarang Pendekar Naga Sakti yang kedua juga merupakan seorang yang sangat Sakti. Aku dengar jika dia tidak sakti tidak mungkin murid Kelelawar Iblis itu bersatu dan bekerja sama dengan Fhatik murid penghianat dari Lembah naga itu."


"Huh, huh. Jadi percuma aku membayar kalian mahal-mahal jika menghadapi pendekar cecunguk itu saja kalian takut!" geram tuan tanah Surya Karta.


"Kau, kau sudah berani melawan ku Datuk!" geram tuan tanah Surya Karta.


"Kau...., kira aku takut padamu hah para prajuritmu yang hanya berapa puluh orang itu kau pikir mampu melawanku. Apa kau tidak melihat para prajurit itu mengikutimu hanya karena menyegani dan takut kepada kami!" bentak Datu Wangsala sambil menunjukkan telunjuk kirinya ke arah tuan tanah Surya Karta.


Tentu saja perlakuan tuan tanah yang tidak sopan kepada mereka membuat sepasang Datuk kembar itu geram, "Apa kau ingin kami biarkan para pendekar itu mengobrak-abrik tempat ini jika kau memang merasa sudah hebat kau hadapi saja para pendekar golongan putih itu dengan para cecunguk-cecungukmu yang tidak mempunyai kemampuan itu!" tambah Datuk Wangsala lagi.

__ADS_1


"Maafkanlah aku, Paman. Tapi aku tidak habis pikir kalian adalah tokoh-tokoh Sakti dari daerah Gunung Kerinci ini, tetapi kenapa kalian tampak agak ketakutan menghadapi pendekar yang bergelar Pendekar Naga Sakti itu?"


"Kami tidak takut namun nama besar Pendekar Naga Sakti yang konon pemuda itu yang mampu menaklukkan para pendekar yang mencoba menghadapinya. Sudah banyak aku dengar orang-orang kiriman dari Partai Teratai Hitam yang tewas termasuk para pendekar sewaan dari negeri muathai dari negeri seberang itu. Kami tidak ingin menganggap remeh para pendekar muda itu apalagi senjata mustika naga sakti berada di tangan mereka. Belum lagi aku dengar gadis cantik yang bergelar Bidadari pencabut nyawa yang merupakan murid sepasang Pendekar Pemarah dari daerah barat itu."


"Jika kalian mampu mengalahkan para pendekar golongan putih itu dan mengalahkan Nini Sumirah maka aku akan memberikan separuh harta kekayaanku kepada kalian. Aku tidak hanya akan membayar kalian dengan seribu keping emas tapi aku akan memberikan separuh tanah yang ada di daerah Desa Bukit Kayangan ini," bujuk tuan tanah Surya Karta pada kedua pendekar golongan hitam yang dikenal dengan pendekar kembar dari Gunung Kerinci itu.


"Baiklah, kami akan mencoba jika tidak berhasil kami akan meminta bantuan Saga Lintar dan Fhatik, kita akan bekerja sama dengan Partai Teratai Hitam, kalau perlu kita akan menjadi anggota dari partai golongan hitam yang sudah cukup besar itu. Aku dengar anggota para pendekar yang telah bekerjasama dan menjadi anggota partai teratai hitam sudah hampir seribu orang dan sudah banyak sekali orang-orang dari berbagai perguruan golongan hitam yang bergabung dengan mereka. Aku juga mendengar para pendekar dari golongan putih sudah banyak yang mereka kalahkan termasuk beberapa perguruan golongan putih yang telah mereka tundukkan dan mereka paksa menjadi anggota partai mereka,* kata Datuk Wangsala lagi.


"Wangsaka, persiapkan orang-orang kita esok pagi kita akan serbu lokasi Penyamun Bukit Kayangan. Aku yakin para pendekar itu bekerjasama dengan Penyamun Bukit Kayangan yang selama ini kita anggap adalah rongrongan kecil ternyata mereka telah bekerjasama dengan Nini Sumirah dan meminta bantuan para pendekar golongan putih itu," perintah datu Wangsala pada sang adik.


"Baik, Kakak. Pagi-pagi nanti aku akan mengumpulkan seluruh orang-orang kita, sampai saat ini prajurit yang kita miliki tidak kurang dari enam ratus orang. Untuk menghancurkan para Penyamun Bukit Kayangan itu bukanlah hal yang dipermasalahkan. Namun para pendekar golongan putih itu yang kita pikirkan apalagi di sana ada Nini Sumirah," sahut Datuk Wangsaka sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2