
Seketika cahaya yang menyilaukan mata berwarna kebiruan keluar dari mata pedang Mustika Naga Putih di tangan Pendekar Naga Sakti itu.
.
.
Iblis Kematian Rambut Putih terperanjat melihat pedang yang begitu indah di tangan Anggala itu
.
"Pedang Mustika Naga Sakti...! Jadi dia memang Pendekar Naga Sakti itu?"
.
Guman Iblis Kematian Rambut Putih, tawanya lansung terhenti, wajahnya agak berubah.
.
Pendekar Naga Sakti lansung bersiap dengan 'Jurus Pedang Sembilan Naga'. tingkat tiga, tarian Naga.
.
"Hiyaaat.....!"
.
Pendekar Naga Sakti melompat secepat kilat ke udara, setelah itu tubuhnya meluncur ke arah Iblis Kematian Rambut Putih dengan cahaya kebiruan mengelilingi tubuhnya.
.
Kecepatan gerakan pedang di tangan Pendekar Naga Sakti begitu cepat, sehingga yang terlihat hanya bayangan pedang berputar di sekeliling tubuhnya membentuk cahaya biru.
.
Sret....!
.
"Aaakh.....!"
.
Satu sambaran Pedang berhasil menyambar tangan Kanan Iblis Kematian Rambut Putih yang berusaha menghindari serangan Pendekar Naga Sakti itu.
.
Kelebat bayangan tubuh Pendekar Naga Sakti itu berpindah-pindah bagai kilat menyambar begitu pun dengan pedang Mustika di tangannya.
.
Srasss.....!
.
"Aaakh....!"
.
Kali ini pinggangnya bagian belakang Iblis Kematian Rambut Putih tersayat sabetan pedang Naga Sakti itu.
.
Iblis Kematian Rambut Putih tersoyong ke belakang dengan memegangi pinggangnya, belum sempat ia menguasai keadaan Pendekar Naga telah menyambar bahu kirinya lagi.
.
Sret.....!
.
"Aaakh.....!"
.
Jeritan kesakitan keluar dari mulut Iblis Kematian Rambut Putih setiap kali tubuhnya tersambar pedang di tangan Pendekar Naga Sakti itu.
__ADS_1
.
Sebelum akhirnya tubuhnya bersimbah darah, setelah sambaran terakhir telah menghajar di dadanya.
.
Sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi di lepas kan Pendekar Naga Sakti ke arah Iblis Kematian Rambut Putih, hingga tubuhnya terpental beberapa tombak ke belakang dan jatuh bergulingan di tanah.
.
Begitu tubuhnya berhenti bergulingan, tampak wajahnya telah kembali ke wajah semula, dengan berangkat ruh dari tubuhnya seketika itu ilmu iblis yang ia pakai pun menghilang.
.
"Alhamdulillah...! Jika tidak ada Kau di sini Kami tentu telah menjadi mangsa ilmu iblis itu Pendekar
Naga Sakti..! He he he....!"
.
Tampak Pengemis Gila menghampiri Pendekar Naga Sakti dari belakang sambil tertawa terkekeh ciri khasnya itu.
.
"Alhamdulillah Kek, kita masih di beri lindungan oleh Allah swt, sehingga kita tidak menjadi korban ilmu iblis itu," jawab Anggala sambil tersenyum.
.
Di sarungkan nya kembali pedang Naga Sakti itu ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya.
.
"Ya.. Kau benar, jika bukan karna lindungannya kita tentu telah mati di tangan Iblis Kematian Rambut Putih itu..! He he he...!"
.
"Apa kabar Pertapa Naga dan Lesmana sekarang?"
tanya Pengemis Gila Wajah nya berubah serius memandang ke arah Anggala si Pendekar Naga Sakti
.
.
Tampak di sampingnya berdiri Beberapa orang pendekar golongan putih lainnya.
.
Sokananta dan Barutama tampak tersenyum ke arah Pendekar Naga Sakti. Sementara itu anggota Partai Lembah Kematian yang melihat pimpinan mereka tewas lansung meletakkan senjata dan menyerah.
.
Para sekutunya yang masih hidup banyak yang melarikan diri ke dalam hutan, termasuk para anggota Kelompok Tengkorak Besi.
.
Wulan Ayu lansung menemui Anggala, di ikuti Simbar Buana, Jaka Kelana dan Senopati Agung Kerajaan Galuh Permata, Arya Geni.
.
"Kakak tidak apa - apa?" tanya Wulan Ayu dengan senyum manisnya.
.
"Ya aku tidak apa apa! Dinda," jawab Anggala sambil membalas senyum Bidadari cantik murid dua Pendekar Pemarah itu.
.
"He he he....! Anggala, Kau begitu beruntung karena mempunyai kekasih cantik dan sangat perhatian, he he he...!" ujar Pengemis Gila sambil tertawa terkekeh.
.
Anggala hanya tersenyum mendengar celoteh Pengemis Gila yang memuji kecantikan Wulan Ayu itu.
.
__ADS_1
"Ilmu kesaktian Kakek sangat hebat!" puji Wulan Ayu sambil menunduk hormat pada Pengemis Gila yang tampak cengar cengir sendirian.
.
"He he he....! Ilmu kesaktian ku ini tidak ada apa - apanya di banding ilmu kesaktian anak muda ini, he he he....!" kata Pengemis Gila sambil menepuk nepuk bahu Anggala.
.
"Ilmu Saya mungkin tinggi Kek, tapi pengalaman Saya masih sedikit," jawab Anggala merendah.
.
"He he he....! Pengalaman berjalan dengan waktu anak muda, jika kalian bertemu guru kalian katakan ada salam dari Pengemis Gila, kita akan bertemu lagi di tempat lain dan waktu yang berbeda, he he he....!"
.
Begitu habis berkata Pengemis Gila melesat meninggalkan tempat itu, sekejap mata tubuhnya telah hilang di telan timbunan hutan.
.
"Anggala, Wulan Ayu, dan teman teman Pendekar! Tampaknya kebersamaan kita sampai di sini, kami ada urusan di tempat lain, sampai bertemu di lain waktu," ucap Pendekar Cambuk Sakti, ia dan Pandan Suri istrinya berpamitan kepada Anggala dan teman temannya.
.
Setelah berpamitan mereka pun meninggalkan tempat itu, dengan secepat kilat mereka pun hilang ke dalam hutan di Lembah Kematian itu.
.
"Kami juga akan Kembali ke Perguruan kami, Jika Kalian lewat di daerah Perguruan Bambu Kuning, mampir lah ke tempat kami, pintu perguruan bambu kuning terbuka untuk kalian semua," ujar Aruma Seta ia dan para murid Perguruan Bambu Kuning berpamitan dengan para pendekar golongan putih yang ada di tempat itu.
.
"Bagaimana dengan kalian berdua? Apa mau kembali ke perguruan atau mau berpetualang di dunia Persilatan?" tanya Aruma Seta pada adiknya Aruni dan Pendekar Srigala Putih Jaka Kelana.
.
"*Kami akan kembali ke perguruan Kak, tapi kami akan ke Lembah Srigala dulu, ya kan Kak jaka?"
.
"Iya Kak Aruma, guruku meminta mengenalkan Aruni padanya*!" jawab Jaka Kelana tampak agak malu malu.
.
"Ha ha ha....! Jika itu mau kalian aku tidak akan menghalangi, cepat lah kembali ke perguruan Bambu Kuning, aku akan menunggu kalian di sana, jaga diri kalian! Ayo semua kami pergi dulu,"
.
Aruma Seta dan para murid Perguruan Bambu Kuning pun segera meninggalkan tempat itu.
Kini tinggal Beberapa orang Pendekar dan beberapa anggota Perguruan yang lain yang masih berada di tempat itu.
.
"Anggala, kita apakan mereka ini?" tanya Soka dan kedua adiknya, masih berhadapan dengan anggota Partai Lembah Kematian yang menyerahkan diri.
.
"Kita lepaskan saja mereka Ki, mana tau mereka masih mau kembali ke jalan yang benar," jawab Anggala sambil berjalan mendekati para anggota Partai Lembah Kematian itu.
.
"Kalian dengar! Pendekar Naga Sakti yang memberikan kesempatan pada kalian, jika kalian bertemu dengan kami dengan perbuatan yang sama kami tidak akan mengampuni kalian! Ingat itu, sekarang kalian boleh pergi!"
.
Ujar Soka dengan lantang, para anggota Partai Lembah Kematian itu lansung meninggalkan tempat itu, dengan bertebaran ke tengah hutan.
.
"Ha ha ha...! Meraka seperti dapat nyawa yang kedua kalinya, ha ha ha...!" tertawa terbahak bahak melihat para anggota Partai Lembah Kematian itu lari tunggang langgang.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, Koment dan favorit ya...
Terima kasih....