Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa, 2


__ADS_3

Tidak Ayal lagi, walau berhasil menapaki tendangan Anggala itu. Tubuh laki-laki berpakaian serba hitam itu terpental hingga sekitar lima sampai tujuh tombak ke belakang dan jatuh bergulingan.


Sementara itu Nila Sari dan Seruni yang sedang berhadapan dengan salah seorang anggota kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa itu. Tampak kedua gadis itu sedang bersiap dengan pedang mereka namun kedua gadis itu belum menghunus pedang yang berada di dalam genggaman telapak tangan kirinya.


"Biar, tampaknya kau mendapat dua hadiah hari ini," kata salah seorang anggota Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa yang sedang berhadapan dengan Kenanga dan Ambara Wati.


"Kumbar, kau mengatakan aku. Coba lihat di depanmu itu juga ada dua bidadari yang akan siap menghadapimu," jawab Bora Sambil tertawa.


Entah kenapa tiba-tiba Bora membuka topeng tengkorak yang menutupi wajahnya.


Tampak wajah seorang lelaki yang berumur sekitar empat puluh tahunan dengan wajah yang tidak begitu jelek, hidungnya mancung namun kumis dan jenggotnya tidak terurus.


Matanya tajam menatap ke arah dua orang gadis yang berada di depannya.


"Bora Kenapa kau membuka topeng mu? Apa kau sudah tidak sabar ingin menikmati kedua gadis yang sedang berhadapan denganmu. Hah?" tanya Kumbar sambil tertawa, tanpa menolehkan pandangannya ke arah temannya itu.


"Ha ha ha...! Kumbar, aku memang sudah sangat lama tidak menikmati daun-daun muda. Tapi hari ini aku akan makan habis daun-daun muda ini," jawab Bora sambil tersenyum tipis matanya tajam bak mata serigala menatap ke arah Seruni dan Nila Sari.


"Dasar manusia-manusia mesum. Wajar saja kalau kalian mau menjadi antek-antek pendekar mesum itu," geram Seruni sambil menatap tajam ke arah Bora yang berdiri di depannya.


"Ha ha ha...! Gadis cantik. Apa kau sudah tidak sabaran ingin menikmati malam ini bersamaku, hah?!" ata Bora sambil tertawa terbahak-bahak, namun Seruni dan Nila Sari hanya menyunggingkan senyum tipis menatap tajam ke arah Bora yang sudah bersiap menyerangnya.


Sementara Kenanga dan Ambara Wati tampak agak tenang menghadapi Kumbar yang baru saja ikut melepas topeng tengkorak berwarna putih dari wajahnya.


Wajah kumbar juga tampaknya juga bukan seorang yang jelek namun wajahnya tampak agak hitam manis umur laki-laki itu mungkin sekitar tiga puluh lima tahunan.


"Mari gadis-gadis cantik layani aku!" bentak Bora tanpa banyak bicara lagi setelah membentak laki-laki berpakaian hitam itu dengan pedang hitam di balik punggungnya dia melompat ke arah Seruni dan Ambara Wati.


Bora langsung memberikan dua serangan


telapak tangan sekaligus ke arah Seruni dan Nila Sari, namun Seruni dan Nila Sari cepat menegoskan tubuh mereka ke udara menghindari serangan Bora itu. Tidak hanya menghindar dua gadis cantik murid Dewi Mawar itu begitu sampai di udara berbalik dan memberikan dua serangan berbentuk tendangan ke arah Bora.


"Heh!"


Bora yang tampaknya mempunyai kepandaian yang cukup tinggi, dengan begitu santai laki-laki berpakaian hitam itu menapaki tendangan Seruni yang mengarah ke arah bahunya dengan lengan kanannya.

__ADS_1


begitu tendangan Nila Sari hampir mengenai wajahnya, Bora cepat menggeser kepalanya ke arah samping. Namun rupanya Nila Sari cepat menyusulkan tendangan kaki kirinya hingga mengenai bahu Bora sebelah kanan.


Buak!


Tidak Ayal lagi tubuh Bora terhuyung ke arah samping belum sempat untuk mengatur kembali kuda-kudanya. Seruni rupanya sudah kembali menyerang dengan tendangan yang begitu cepat ke arah dada Bora. Mau tidak mau Bora akhirnya menarik tubuh ke belakang sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.


Dik!


Walau berhasil menghalangi tendangan Seruni itu, namun mau tidak mau tubuh laki laki berpakaian serba hitam itu harus terpental dan jatuh ke tanah.


Bruk!


"Kurang ajar! Kedua gadis ini, bisa mengatur serangan mereka tenaga dalam mereka cukup tinggi," batin Bora begitu berhasil melompat berdiri dan mempersiapkan kuda-kudanya kembali, namun rupanya serangan Seruni tadi tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi laki-laki itu. Tampaknya hanya terjatuh dan tidak mengalami luka dalam.


"Aku, akui gadis-gadis cantik. Kalian bisa mengatur serangan kalian hingga mendesakku! Aku senang jika kalian bisa menghiburku! Ha ha ha...!" tawa Bora, laki-laki itu malah tertawa sambil menatap ke arah Seruni dan Nila Sari.


"Seruni. Hati-hatilah, tampaknya anggota topeng tengkorak yang bernama Bora ini mempunyai tenaga dalam yang cukup tinggi, tandanya tendanganmu tadi tidak membuat dia terluka dalam," kata Nila Sari memperingatkan.


"Ya. Aku juga lihat, Nila. Tapi dia tadi berhasil menghalangi tendanganku dengan kedua tangannya," jawab Seruni


Sring!


Bora langsung menghunus pedang hitam yang berada di balik punggungnya, "Ayo, gadis-gadis cantik. Mari layani aku bermain pedang," kata Bora sambil mengacungkan pedang hitamnya ke arah depan.


Sring!


Tanpa banyak bicara lagi Seruni dan Nila Sari segera menghunus pedang mereka dan bersiap menghadapi serangan Bora.


"Heaaah..!"


Suara bentakan nyaring terdengar dari mulut Bora, maka seketika itu tubuhnya melesat cepat ke arah Seruni dan Nila Sari pedang di tangannya bergerak cepat bagai seekor ular yang siap mematuk mangsanya.


Set! Set!


Bet! Bet!

__ADS_1


Namun kedua gadis cantik satu perguruan itu tidak tinggal diam, kedua gadis itu segera melesat menyongsong ke arah anggota Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa itu.


Ting! Ting!


Trang! Trang!


Pertarungan pedang terjadi suara dentingan pedang sahut menyahut di udara, bunga api kadang tampak memerciki antara pertemuan ke-tiga pedang para pendekar berlainan golongan itu.


Beberapa jurus Seruni dan Nila Sari berhasil mendesak Bora, namun beberapa jurus kemudian Bora kembali berhasil menyerang kembali dan mendesak Seruni dan Nila Sari.


Pedang Pora yang begitu cepat berkelebat bagai bayangan menyabet dan menebas ke arah Seruni dan Nila Sari, kedua gadis itu terpaksa berusaha menangkis setiap serangan Bora itu sambil bergerak mundur.


Walau Nila Sari dan Seruni mengeroyok, namun kemampuan dan kecepatan jurus pedang yang digunakan oleh Bora tampaknya berhasil mendesak kedua murid Dewi Mawar itu.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment


Favorit


Dan Votenya teman-teman.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2