
Suara Patih Jagat Geni terdengar lantang membahana, begitu suara sang Patih hilang suara deru kaki kuda menyusul, Semua pendekar, para Senopati dan para prajurit kedua Kerajaan, merangsek maju menyerang secara serentak.
Anggala si Pendekar Naga sakti melesat bagai kilat ke arah Iblis Gerbang Neraka, ia lansung memakai 'Jurus Sembilan Matahari Cakar Elang'. tingkat dua belas ke arah Iblis Gerbang Neraka.
Iblis Gerbang Neraka yang tidak menyangka Serangan Pendekar Naga Sakti begitu cepat, dan berbahaya, terpaksa melompat ke belakang menghindari serangan Pendekar Naga sakti itu.
Sementara itu Pertapa Naga yang berada di belakang Anggala secepat kilat menyerang ke arah Iblis Hitam, Sedangkan Wulan Ayu si Bidadari Pencabut Nyawa merangsek bagai kilat menyambar ke arah Warok Nusa Wungu, atau si Golok Setan, Arya Geni melesat ke arah Warok Nusa Wungu satu, adik si Golok Setan.
Pertempuran sengit pun terjadi, taktik sayap garuda yang di pakai para punggawa dua kerajaan bersama para pendekar, tampaknya membawa hasil yang cukup besar.
Pasukan pemberontak yang di bawah pimpinan Pangeran Roksa Galuh tampak terdesak, pasukan pemberontak itu terpukul mundur hingga ke ujung padang rumput luas itu.
Sementàra Anggala si Pendekar Naga Sakti yang menyerang Iblis Gerbang Neraka, telah sampai ke dalam hutan di ujung padang rumput.
Iblis Gerbang Neraka terpaksa terus menghindari setiap serangan Pendekar Naga Sakti, tanapa di beri kesempatan menyerang balik.
"Heh...!"
__ADS_1
Iblis Gerbang Neraka mendengus kesal, sambil terus mundur sambil menghindari setiap cakar tangan Pendekar Naga sakti yang berisi tenaga dalam tingkat tinggi itu.
"Heaa...!"
Kali ini Iblis Gerbang Neraka melompat ke belakang, sambil berjumpalitan di udara Beberapa kali, ia berhasil menjauh dari Pendekar Naga Sakti yang menyerang tanpa jeda itu.
"Hih.....!"
Jlek...!
Iblis Gerbang Neraka lansung dengan cepat meningkatkan tenaga dalamnya, dan merapal 'Jurus Gerbang Neraka Penghancur'. cahaya merah keluar dari kedua tangannya yang berdusun di depan Dada, telapak tangan kirinya di bawah, dan telapak tangan kanannya di atas, sedikit agak mencengkeram.
"Heaaa....!"
Bentakan Iblis Gerbang Naga mengawali lompatannya, bagai kilat ke arah Pendekar Naga Sakti di depannya itu.
"Hiyaaaat......!"
__ADS_1
Anggala pun menyongsong ke arah Iblis Gerbang Neraka secepat Kilat, Anggala melesat ke udara, cahaya kuning bayangan seekor naga menyelumbungi tubuhnya, ia menukik secepat kilat menyongsong Iblis Gerbang Neraka, yang melompat kearahnya itu, dan
Desss... Desss........!
DUUAAAR...........!
Ledakan besar terjadi ketika pukulan tingkat tinggi yang berisi tenaga dalam tinggi itu beradi.
Anggala terpukul mundur sekitar sepuluh tombak ke belakang, ia berhasil menjejak tanah walau telapak kakinya terseret mundur.
Iblis Gerbang Neraka terlempar sekitar lima belas tombak ke belakang, ia jatuh bergulingan, tubuhnya terdorong sampai menabrak sebatanh pohon.
Begitu tubuhnya berhenti bergulingan Iblis Gerbang Neraka cepat melompat bangun, namun ia Cepat cepat Duduk bersemedi, untuk menstabilkan jalan darah dan mengatur pernapasannya.
Sedangkan Pendekar Naga Sakti menstabilkan jalan darah dan mengatur pernapasannya dengan berdiri.
Kita tinggalkan Anggala dan Iblis Gerbang Neraka kita kembali ke pertempuran dua pasukan besar, antara pasuka Galuh Permata di bantu pasukan
__ADS_1
dari Mandalika, berhadapan dengan pasukan pemberontak pimpinan Pangeran Roksa Galuh, di bantu Orang Orang Partai Teratai Hitam.
Pertempuran berkecamuk sangat sengit, pasukan Galuh Permata bagai singa terluka, terus memukul mundur pasukan pemberontak, hingga sampai ke dalam hutan.