
Nyi Raesa Keling tewas di buat senjatanya sendiri,
Iblis Hitam Pedang Kembar melompat secepat kilat ke dekat mayat nyi Raesa Keling, yang di kenal dengan gelar Cakar Iblis Hitam, laki laki setengah baya itu lansung memeluk mayat sang Istri, raungan kesedihan dan kemarahannya bercampur aduk.
"Adiiiik.........!" raungan kesedihan Iblis Hitam Pedang Kembar membahana, memekakkan telinga, lima Iblis lainnya juga tampak ikut bersedih mereka berkumpul di dekat mayat nyi Raesa Keling.
Mereka tak ada yang berbicara, mereka hanya ikut berlutut tanda mereka ikut bersedih, Iblis Hitam Pedang Kembar meletakkan mayat sang istri di atas rumput dan tiba-tiba ia melompat secepat kilat ke depan bayanga biru, yang menyelamatkan Aruni tadi.
"Kakak-kakakku, tolong kuburkan adik Raesa di dalam hutan, aku harus membalas kematiannya...!" pinta Iblis Hitam pedang Kembar, sambil menatap tajam ke arah orang yang telah membuat istrinya tewas.
Bayangan biru itu berdiri diam menghadapi Iblis Hitam Pedang Kembar, ia adalah Bidadari Pencabut Nyawa, yang bernama asli Wulan Ayu Putri Istana Galuh Permata itu.
"Bangsat! Kau harus membayar dengan nyawamu!" murka Iblis Hitam Pedang Kembar, tatapannya penuh kebencian pada Wulan Ayu, tampak di matanya dendam yang begitu besar tersimpan di dalam sana.
"Aruni mundurlah dulu, biar saya yang menghadapi Iblis ini," pinta Wulan Ayu dengam begitu tenang.
"Istrimu bunuh diri ki, lihat di tubuhnya pisau belati beracun milik dia sendiri, aki kok menyalahi saya," jawab Wulan Ayu sambil menyungging senyum tipis, yang membuat Iblis Hitam Pedang Kembar, semakin naik pitam.
"Hiaaa...!" bentakan melengking membahana keluar dari mulut Iblis Hitam Pedang Kembar. Tanpa banyak bicara Iblis Hitam Pedang Kembar lansung meransek ke arah Wulan Ayu,.
"Hup...!"
Wulan Ayu dengan tenang melompat ke uadara, ia berjumpalitan tiga kali, menghindari serangan pertama Iblis Hitam Pedang Kembar.
Wulan Ayu menjejak kaki di atas rumput dengan begitu ringan, kipas elang perak tergenggam di tangan kanannya, ia menggeser kaki kanannya kebelakang membuka Kuda kuda.
__ADS_1
"Hiaaaat....!"
Iblis Hitam Pedang Kembar kembali menyerang dengan tendangan bertenaga dalam tinggi, Wulan Ayu berjumpalitan di udara bagai elang bermain.
Wulan Ayu memakai 'Jurus Elang Menukik Menangkap Mangsa'. dengan ringannya ia menghindari setiap serangan Iblis Hitam pedang Kembar.
Merasa di remehkan Iblis Hitam Pedang Kembar meningkatkan tenaga dalam, dan tingkatan level jurus yang ia pakai.
Tampak telapak tangannya mengeluarkan cahaya merah, pertanda tenaga dalamnya mengalir ke kedua tangannya.
Wulan Ayu tampak begitu tenang, kali ini ia meningkatkan tenaga dalamnya ke level lebih tinggi, ia bersiap dengan 'Jurus Bidadari Kayangan'. tingkat lima.
Wulan Ayiu yang kali ini melompat lebih dulu, serangannya dari udara begitu cepat dengan tendangan bertenaga dalam tinggi.
"Hiaaa......!"
Duak....!
Tendangan Wulan Ayu beradu dengan tinju Iblis Hitam Pedang Kembar, mengeluarkan suara beradu.
"Hup...!"
Wulan Ayu bersalto belakang dua kali di udara, ia lansung melancarkan sebuah tendangan.
"Hih.....!"
__ADS_1
Diiikkk....!
Iblis Hitam Pedang Kembar terkejut, namun ia masih sempat menangkis tendangan Bidadari Pencabut Nyawa yang begitu cepat itu.
Iblis Hitam Pedang Kembar tersurut mundur sekitar dua tombak ke belakang, akibat tendangan cepat Wulan Ayu tadi.
Sring...!
Iblis Hitam Pedang Kembar menghunus dua pedang di balik punggungnya, kedua pedang itu bersilang di depan dadanya.
Wulan Ayu melihat musuhnya menghunus pedang, ia menyimpan kipas Elang Perak di balik bajunya.
Sring.....!"
Kain putih pembungkus pedang tersingkap, Pedang Elang perak pun terhunus dari warangkanya di balik punggung Wulan Ayu.
Bidadari Pencabut Nyawa bersiap dengan 'Jurus Pedang Kayangan'. sedangkan Iblis Pedang Kembar bersiap dengan Jurus Pedang Kembar pembelah Bukit'.
"Hiaaa....!"
Wulan Ayu melompat bagai kilat ke udara pedang Elang perang melintang di depan dadanya dan secepat kilat di sabetkan ke arah depan mengarah ke bawah, ke arah Iblis Hitam Pedang Kembar.
Trang! Trang!
.
__ADS_1
.
Bersambung..