
Kita kembali ke pertarungan Wulan Ayu dan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu, pertarungan yang telah terjadi cukup sengit itu, tampak kedua Pendekar telah menghunus pedang, yang tersimpan di balik punggung mereka, masing masing.
Anggala yang dari tadi hanya jadi penonton, mengambil kursi dan duduk menghadapi beberapa potong Ayam panggang,dan secangkir air minum di cangkir bambu.
"Heaaa...!"
Bidadari Pencabut Nyawa Palsu, melompati menyerang Wulan Ayu dengan sebuah tusukan pedang berantai, Wulan Ayu menyongsong dengan 'Jurus Pedang Kayangan'.
Trang.....! Trang.....!
"Hiaaa.....!"
Wulan Ayu berjumpalitan dan berbalik menyerang, Bidadari Pencabut Palsu itu.
Trang.....! Trang......!
Kedua pedang bertemu di udara, suara dentingan mata pedang yang bertemu, saling sahut-sahutan, Wulan Ayu tampak berada di atas angin, pedang ditangan kanannya berkelebat sangat cepat bagai kilat menyambar, serangan Wulan Ayu itu juga beraturan, membuat Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu kewalahan.
Bidadari Pencabut Nyawa Palsu,terpaksa bergerak mundur,sambil menahan serangan Bidadari Biru itu.
"Hiyaaat.....!
Wulan Ayu terus menyerang dengan 'Jurus Pedang Kayangan'. ke tingkat yang lebih tinggi, Wanita cantik berbaju merah muda itu, berusaha menjauhi Wulan Ayu, dengan berjumpalitan ke belakang beberapa kali, dengan Ilmu peringatan tubuh yang cukup tinggi, ia mendarat dengan ringan ditanah.
""Hup....!" Wulan Ayu begitu menjejak kaki ke tanah, lansung meningkatkan tenaga dalamnya kearah pedang elang perak di tangan kanannya. Pedang itu di lintangkan di depan dada, sinar putih menyelimuti batang pedang elang perak itu.
"Hiaaa....!"
Wulan Ayu melompat dengan pedang di depan dada, tusukan, sabetan dan tebasan pedang yang sangat cepat itu sehingga hanya terlihat bayangan pedang, berkelebat ke arah Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu. Gadis berbaju merah muda itu menyongsong dengan pedang di depan dada.
__ADS_1
Trang...!"
Click..!
Pedang di tangan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu, patah jadi dua.
Crasss....!
"Aakh....!" Bidadari Pencabut Nyawa Palsu, menjerit kesakitan, ayunan pedang elang perak di tangan Wulan Ayu, berhasil melukai tangan kirinya, dan hingga terbabat putus,
Bidadari Pencabut Nyawa Palsu itu, melepaskan potongan pedang nya, dan memegangi tangan kirinya yang putus, ia segera menotok jalan darah ditangan kirinya, untuk menghentikan pendarahan ditangannya itu.
Wulan Ayu melompat ke depan wanita cantik itu, ia berhenti sekitar satu tombak di depan Bidadari Pencabut Nyawa Palsu, yang lagi meringis menahan sakit di tangan kirinya.
"Itu pembalasan untuk rakyat desa, yang kau tindas, dan pembalasan dariku Bidadari Biru dari barat, ku ampuni nyawa mu kali ini...! Lain kali, jika kita bertemu, bersiaplah berangkat ke neraka..!!"
bentak Wulan Ayu sambil mengacungkan pedang elang perak kearah wanita berbaju merah muda, yang mengaku sebagai Bidadari Pencabut Nyawa itu.
Sekitar sepuluh orang anak buah wanita cantik berbaju merah muda itu, berkeliling di dekat wanita itu, mereka menghunus golok, dan bersiap melindungi sang atasan.
"Kak Merak, sebaiknya kau pergi dari sini, biar kami yang menghadapi mereka...!" Ujar laki berbaju hitam bertubuh besar, yang di hajar Wulan Ayu tadi.
"Kalian..!" Belum puas di hajar Bidadari Pencabut Nyawa yang asli tadi...!" kata Pendekar Naga Sakti sambil tertawa kecil, ke arah musuh musuhnya itu.
"Kalian berani menyakiti Merak Sati, Putri kesayangan Iblis Kematian Rambut Putih..!" bentak laki-laki bertubuh besar itu, ia tampak agak takut menghadapi dua Pendekar muda, yang ada di hadapan mereka.
Namun untuk melindungi Merak Sati, mereka akan mempertaruhkan nyawa. Sementara itu Merak Sati menggeser kebelakang, ia mundur beberapa langkah kebelakang.
Pendekar Naga Sakti maju beberapa langkah, ke depan Bidadari Pencabut Nyawa, sambil senyum senyum melihat ke arah adik adik seperguruan Merak Sati.
__ADS_1
"Heaaa...!"
Laki laki bertubuh besar itu, lansung melompat menyerang, dengan mengayunkan goloknya kearah kepala Pendekar Naga Sakti.
Crang...!"
Golok itu seperti mengenai sebuah besi, Laki laki itu terkejut bukan kepalang, melihat goloknya mental, begitu mengenai tangan Pendekar Naga Sakti.
Tangan kanan Pendekar Naga Sakti, bergerak dengan begitu cepat,sehingga Laki laki bertubuh besar itu, tidak sempat menghindari serangan itu.
Wut....!
Duk.....!
"Aaakh.....!" lenguhan kesakitan, keluar dari mulut Laki laki bertubuh besar itu, menyusul tubuhnya terlempar beberapa tombak ke belakang, ia tertelungkup di tanah, dan berusaha bangun, dengan tertatih tatih, darah segar mengucur dari bibirnya, pertanda ia mengalami luka dalam yang cukup parah.
Sembilan orang lainnya, lansung melompat menyerang Pendekar Naga Sakti berbarengan. Pendekar Naga Sakti bergerak dengan 'Jurus Delapan Langkah Malaikat'. sehingga orang orang yang menyerangnya, kehilangan target.
"Heh....!Kemana dia...?" tanya salah seorang penyerang, karna tidak melihat musuh yang mereka serang, menghilang entah kemana.
"Aku disini Kisanak," tiba-tiba Pendekar Naga Sakti telah berada dibelakang mereka. Dalam keterkejutan mereka, anak buah Merak Sati itu berusaha bergerak cepat berbalik dan menyerang.
Buak! Buak!
"Aaakhh...!" Tiga orang anak buah Merak Sati harus terlempar kebelakang terkena tendangan Pendekar Naga Sakti yang hampir tidak terlihat itu.
.
.
Bersambung....
__ADS_1