Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Kembalinya Pendekar Kelelawar Putih


__ADS_3

Kita tinggalkan Wulan Ayu dan Anggala yang lagi di kepung Orang orang Partai Lembah Kematian, di bawah pimpinan Saka Rana alias Iblis Tangan Kematian.


Kita kembali pada Perguruan Bambu Kuning yang lagi di landa kekalahan dari Orang orang Lembah Kematian.


Aruni berkelebat bagai kilat menuju bukit Bambu Kuning, ia merasa tidak enak hati, kelebat bayangan Pendekar Kelelawar Putih itu, berlari dengan ilmu lari cepat dan Ilmu peringan tubuhnya.


Aruni terkejut melihat keadaan Perguruan Bambu Kuning, yang porak poranda, ia segera berlari memasuki Perguruan Bambu Kuning, dan memasuki tempat kediaman Kakaknya.


Aruni terkejut melihat Kakaknya yang terbaring lagi di obati tabib Yang, tabib khusus Perguruan Bambu Kuning.


Tampak Cakradana juga baru duduk, Dengan wajah pucat, bekas terluka dalam.


"Assalamu alaikum Kak, Apa yang terjadi..? kenapa


Kakak dan Cakradana terluka..?" ujar Aruni lansung mengajukan pertanyaan.


"Waalaikumsalam... Aruni duduk dulu, jangan terburu buru, kau baru kembali, istirahatlah dulu..!" Jawab Aruma Sakta, sambil berusaha duduk melihat adiknya itu datang.


Aruni berusaha menenangkan diri, ia mengambil air putih di kendi, dan duduk di samping Cakradana.


Setelah minum, ia lansung bertanya lagi.


"Apa yang terjadi selama Aruni pergi, Kak..??!" Ujar Aruni lagi.


"Dasar Anak muda..!" Ujar Aruma Sakta. "Selalu tidak sabaran... Kami di datangi Partai Lembah Kematian, di bawah pimpinan Iblis Kematian Rambut Putih, Kakak dan Cakradana kalah bertarung dengan mereka.. Iblis Tangan Kematian, mengundang Perguruan kita ke Lembah Kematian, tiga purnama dari sekarang..! Jika Tidak dia akan menghancurkan Perguruan Bambu Kuning ini...!"


Ujar Aruma Sakta memberikan penjelasan pada sang adik Pendekar Kelelawar Sakti.

__ADS_1


"Hmm... tampaknya Dinda harus turun Gunung lagi Kak...!" Jawab Aruni setelah mendengar penjelasan


ketua Perguruan Bambu Kuning itu.


"Ayah belum bisa di ganggu, Pertapaannya masih lama.. hanya Kak Anggala dan Wulan Ayu, yang bisa menolong kita...!" Ujar Aruni sambil memandang ke arah Kakaknya itu.


"Siapa itu Anggala dan Wulan Ayu, adikku..??" Tanya Aruma Sakta, penasaran.


"Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa dari barat, Kak..!"Jawab Pendekar Kelelawar Putih itu.


"Dimana Dinda bertemu dua Pendekar besar itu adikku..? Bukan kah kau, Kakak kirim membantu Kerajaan Galuh Permata..?" Tanya Aruma Sakta lagi.


"Di Galuh Permata Kak, Kak Anggala itu kekasih Wulan Ayu, Wulan Ayu adalah putri Baginda Raja Surya Galuh, Kak Anggala adalah Pangeran dari Kerajaan Mandalika..!" jelas Aruni pada Kakaknya, semua orang yang ada di ruangan itu, hanya mengangguk mendengar cerita Aruni Pendekar Kelelawar Putih itu.


"Baik lah Adik.. tapi istirahat lah dulu, kau tentu lelah setelah perjalanan jauh..!" Ujar Aruma Sakta pada sang adik.


"Siapa lagi itu Jaka..??" Tanya Aruma semakin penasaran, "tampaknya adik kecil Kakak, dapat banyak teman di Galuh Permata...!"


"Jaka Kelana Pendekar Srigala Putih Kak..!"


Jawab Aruni sambil berlalu pergi, takut sang Kakak banyak tanya tentang Jaka Kelana lagi.


Aruma hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah sang adik.


Aruni hanya istirahat sekitar satu jam, setelah itu ia pamit pada Aruma Sakta, untuk turun Gunung mencari Anggala dan Wulan Ayu.


__ADS_1


Pendekar Kelelawar Putih/Aruni


**************


Kembali ke Desa Lingkar Sari, Anggala yang di kepung Orang orang Partai Lembah Kematian.


"Heaaa....!"


Kedua puluh orang anggota Partai Lembah Kematian, lansung melompat menyerang kearah Anggala dan Wulan Ayu, Dengan golok terhunus di tangan.


"Hup.........!"


Anggala dan Wulan Ayu berjumpalitan, menghindari setiap serangan musuh yang mengarah pada mereka.


"Hiaaa....!"


"Heaaa.....!"


Buk...! Buk....! Buk....!


"Aaaaaa......!"


Anggala dan Wulan Ayu, lansung menghadiahi para pengeroyok itu dengan bogem mentah dan tendangan, sehingga tidak sampai lima jurus, ke dua puluh orang Anggota Partai Lembah Kematian itu, pada bermentalan ke tanah.


Para pengeroyok itu hanya mampu menggeliat di tanah, merasakan sakit di tubuh mereka.


Anggala maju ke arah Iblis Tangan Kematian, dengan senyum tipis menantang tokoh silat Lembah Kematian itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2