
"Waduh-waduh, aki sudah kehilangan, nak Anggala dan nak Wulan sudah larut malam belum juga kembali, takut ada apa-apa lagi," Ucap Ki Sarta tampak menyusul keluar warung melihat Anggala dan Wulan Ayu kembali.
"Kami harus menghadang orang-orang Perguruan Belati Terbang itu Ki," Jawab Pendekar Naga Sakti. Wulan Ayu hanya ikut mengangguk.
"Jadi nak Anggala dan nak Wulan berhasil menghalangi mereka?"
"Alhamdulillah iya Ki, kami berhasil menghentikan langkah mereka!" Jawab Anggala.
"Ya sudah, Kalian makan dulu, Embun dan mak udah masak daging rusa khusus untuk Kalian," Kata Ki Sarta sambil berjalan ke dalam warungnya.
"Wah! Aki tau saja kalau kami sudah lapar!" Jawab Anggala sambil tertawa.
Anggala dan Wulan Ayu masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri, setelah mereka ke ruang makan, mereka pun makan malam bersama, rupanya ki sarta dan keluarganya menunggu Anggala dan Wulan Ayu.
Sementara itu jauh di Perguruan Belati Terbang, suasana sepi menyelimuti malam, baru malam ke delapan semenjak kematian Kala Ireng, kini di susul kematian Damar Suta, Kala Abang tampak duduk bersemedi di ruang semedinya dengan perasaan tidak menentu.
Beberapa orang murid yang berjaga tampak tidak begitu bersemangat, suasana sepi mencekam di perguruan Belati Terbang itu.
Tiba tiba di kejauhan terdengar suara derap kaki kuda menuju Perguruan Belati Terbang itu. Tampak bebarapa ekor kuda melaju kencang menuju pintu gerbang Perguruan Belati Terbang itu.
Para murid Perguruan Belati Terbang yang berjaga tanpa di minta langsung membuka pintu gerbang itu. Para murid yang berkuda itu lansung berlari memasuki aula besar di wilayah Perguruan Belati Terbang itu.
Begitu sampai di dalam salah seorang lansung memasuki ruang semedi tempat Kala abang bersemedi.
"Maafkan Saya Guru, saya mengganggu semedi guru!" Ucap murid itu sambil berlutut.
"Ada Apa Samsa? Kenapa Kau tampak begitu cemas dan ketakutan, mana Kindar Saka dan yang lain??" Kala Abang lansung menghujani muridnya yang bernama Samsa itu.
"Maafkan saya Guru, semua orang yang pergi ke desa tewas di tangan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa Guru!" Jawab Samsa tampak begitu ketakutan.
"Apa!!"
Braaakk....!
"Tidaaak....!!"
__ADS_1
Kala Abang lansung menghantam meja di depannya hingga hancur, setelah itu Ketua Perguruan Belati Terbang itu lansung jatuh berlutut, tubuh nya gemetar menahan kesedihan dan Amarah.
"Bangsat! Kau Pendekar Naga Sakti Aku akan membalas kematian keluargaku, ke ujung dunia pun Kau akan ku kejar Pendekar Naga Sakti," Terdengar bergetar suara Kala Abang itu.
Kala Abang lansung memasuki ruang rahasia di dalam kamar itu. Tidak lama kemudian Kala Abang keluar dengan sebuah tombak bermata tiga, sebuah senjata pusaka yang di kenal dengan Trisula Penggetar Bumi.
Senjata itu adalah sebuah senjata yang pernah menggegerkan dunia persilatan sekitar seratus tahun yang lalu. Senjata itu kemudian menghilang dengan munculnya Pedang mustika naga yang di gunakan Lesmana Sekitar tujuh puluh tahun yang lalu.
Di masa kejayaan nya senjata itu Pernah di gunakan oleh seorang tokoh golongan putih yang bergelar Satria Trisula Emas, karna mata ketiga trisula itu terbuat dari emas, namun setelah Pendekar Trisula Emas mangkat, senjata itu di salah gunakan oleh murid nya yang menjadi guru dari ketiga Kala itu.
Sekian lama senjata itu tidak pernah di gunakan, gagang trisula itu bisa berubah menjadi rantai. Kala Abang belum belum pernah menggunakan senjata itu secara langsung, karna baginya trisula itu adalah sebuah senjata yang menakutkan.
Di kabarkan trisula itu bila tidak cocok dengan seseorang akan menyedot tenaga dalam penggunanya. Bahkan konon katanya trisula itu akan menyedot jiwa pemakai nya yang tidak serasi dengannya.
Namun Karna dendam di hatinya sudah tidak terbendung lagi, Kala Abang siap mengambil resiko apa pun, asal bisa mengalahkan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
Bersambung...
Jangan lupa like komentar dan favorit ya.
Terima kasih banyak.
"Kami harus menghadang orang-orang Perguruan Belati Terbang itu Ki," Jawab Pendekar Naga Sakti. Wulan Ayu hanya ikut mengangguk.
"Jadi nak Anggala dan nak Wulan berhasil menghalangi mereka?"
"Alhamdulillah iya Ki, kami berhasil menghentikan langkah mereka!" Jawab Anggala.
"Ya sudah, Kalian makan dulu, Embun dan mak udah masak daging rusa khusus untuk Kalian," Kata Ki Sarta sambil berjalan ke dalam warungnya.
"Wah! Aki tau saja kalau kami sudah lapar!" Jawab Anggala sambil tertawa.
Anggala dan Wulan Ayu masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri, setelah mereka ke ruang makan, mereka pun makan malam bersama, rupanya ki sarta dan keluarganya menunggu Anggala dan Wulan Ayu.
Sementara itu jauh di Perguruan Belati Terbang, suasana sepi menyelimuti malam, baru malam ke delapan semenjak kematian Kala Ireng, kini di susul kematian Damar Suta, Kala Abang tampak duduk bersemedi di ruang semedinya dengan perasaan tidak menentu.
__ADS_1
Beberapa orang murid yang berjaga tampak tidak begitu bersemangat, suasana sepi mencekam di perguruan Belati Terbang itu.
Tiba tiba di kejauhan terdengar suara derap kaki kuda menuju Perguruan Belati Terbang itu. Tampak bebarapa ekor kuda melaju kencang menuju pintu gerbang Perguruan Belati Terbang itu.
Para murid Perguruan Belati Terbang yang berjaga tanpa di minta langsung membuka pintu gerbang itu. Para murid yang berkuda itu lansung berlari memasuki aula besar di wilayah Perguruan Belati Terbang itu.
Begitu sampai di dalam salah seorang lansung memasuki ruang semedi tempat Kala abang bersemedi.
"Maafkan Saya Guru, saya mengganggu semedi guru!" Ucap murid itu sambil berlutut.
"Ada Apa Samsa? Kenapa Kau tampak begitu cemas dan ketakutan, mana Kindar Saka dan yang lain??" Kala Abang lansung menghujani muridnya yang bernama Samsa itu.
"Maafkan saya Guru, semua orang yang pergi ke desa tewas di tangan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa Guru!" Jawab Samsa tampak begitu ketakutan.
"Apa!!"
Braaakk....!
"Tidaaak....!!"
Kala Abang lansung menghantam meja di depannya hingga hancur, setelah itu Ketua Perguruan Belati Terbang itu lansung jatuh berlutut, tubuh nya gemetar menahan kesedihan dan Amarah.
"Bangsat! Kau Pendekar Naga Sakti Aku akan membalas kematian keluargaku, ke ujung dunia pun Kau akan ku kejar Pendekar Naga Sakti," Terdengar bergetar suara Kala Abang itu.
Kala Abang lansung memasuki ruang rahasia di dalam kamar itu. Tidak lama kemudian Kala Abang keluar dengan sebuah tombak bermata tiga, sebuah senjata pusaka yang di kenal dengan Trisula Penggetar Bumi.
Senjata itu adalah sebuah senjata yang pernah menggegerkan dunia persilatan sekitar seratus tahun yang lalu. Senjata itu kemudian menghilang dengan munculnya Pedang mustika naga yang di gunakan Lesmana Sekitar tujuh puluh tahun yang lalu.
Di masa kejayaan nya senjata itu Pernah di gunakan oleh seorang tokoh golongan putih yang bergelar Satria Trisula Emas, karna mata ketiga trisula itu terbuat dari emas, namun setelah Pendekar Trisula Emas mangkat, senjata itu di salah gunakan oleh murid nya yang menjadi guru dari ketiga Kala itu.
Sekian lama senjata itu tidak pernah di gunakan, gagang trisula itu bisa berubah menjadi rantai. Kala Abang belum belum pernah menggunakan senjata itu secara langsung, karna baginya trisula itu adalah sebuah senjata yang menakutkan.
Di kabarkan trisula itu bila tidak cocok dengan seseorang akan menyedot tenaga dalam penggunanya. Bahkan konon katanya trisula itu akan menyedot jiwa pemakai nya yang tidak serasi dengannya.
Namun Karna dendam di hatinya sudah tidak terbendung lagi, Kala Abang siap mengambil resiko apa pun, asal bisa mengalahkan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.
__ADS_1