
Matahari makin condong ke barat, Wulan Ayu dan Ki Sarwala tampak sibuk menolong para penduduk yang terkena imbas pertarungan Anggala dan Ki Dukun tadi.
.
Pendekar Naga Sakti dan Ki Dukun telah kembali berhadapan, sejauh ini Ki Dukun belum tau apa yang terjadi dengan Tuja anak buah kesayangannya itu.
.
Dengan tongkat berkepala tengkorak berwarna merah itu. Ia kembali menyerang Pendekar Naga Sakti. Kali ini ia lebih teliti dan lebih hati-hati, pengalamannya sebagai tokoh tua dunia persilatan ia gunakan dengan begitu baik. Serangan tongkat Ki Dukun itu begitu teratur. Sehingga Pendekar Naga Sakti hanya sempat mengelak dan menangkis, tanpa sempat memberikan balasan.
.
"Heaa...!"
Ki Dukun tampak mulai kesal, karna sudah lebih dua puluh jurus tongkat nya, belum bisa mendesak Pendekar Naga Sakti itu. Ki Dukun melompat ke belakang sekitar dua tombak, ia kembali menancapkan tongkat nya di tanah. Namun kali ini di depannya.
.
Ki Dukun merentangkan kedua tangan nya ke samping, mulutnya komat-kamit seperti merapal sesuatu. Tidak lama dari telapak kakinya keluar asap putih, yang lama-kelamaan menutupi seluruh tubuhnya.
.
Begitu asap tebal yang menutupi tubuh Ki Dukun hilang, tampak yang berdiri di sana adalah sesosok makhluk memakai baju merah dan tubuh nya pun berwarna merah. Dari keningnya keluar sepasang tanduk panjang satu jengkal, berwarna agak kehitaman.
.
Rupanya Ki Dukun telah merapal 'Ajian Iblis Api'. ilmu Ajian Iblis Api. adalah Jurus yang jarang di gunakan orang-orang golongan hitam, karna ilmu itu mempunyai resiko yang cukup besar, yaitu pemiliknya akan kehilangan kesadarannya bila terlalu lama menggunakan ilmu yang di sebut ilmu iblis itu.
.
Ilmu Iblis Api ini hampir setingkat dengan Ilmu Iblis Merah Pencabut Nyawa, yang di miliki oleh dedengkot tokoh Hitam kelas atas yang bergelar Setan Merah Pencabut Nyawa. Seorang tokoh hitam yan jarang turun gunung, ia hanya sering ikut pertemuan tahunan para pendekar dunia persilatan.
.
Belum sempat Pendekar Naga Sakti menyiapkan jurus andalannya, Ki Dukun dengan jelmaan Iblis Api telah melesat secepat kilat ke arahnya. Pendekar Naga Sakti terpaksa menghindari dengan ' Jurus Langkah Malaikat nya. Namun kecepatan gerakan Ki Dukun dengan wujud Iblis Api meningkat seratus persen.
.
Serangan Ki Dukun itu begitu gesit dan sangat cepat, ia hampir mampu mengalahkan Jurus Langkah Malaikat nya Pendekar Naga Sakti. Jika Pendekar Naga tidak mengerahkan 'Jurus Mata Malaikat'.nya tentu ia akan jadi santapan empuk Ki Dukun dengan Ilmu Iblisnya itu.
.
"Wuss...!
Set....!
Kedua tangan Ki Dukun itu membentuk sepasang cakar yang mengeluarkan hawa panas menyengat kulit, kedua cakar nya memiliki kuku tajam berwarna hitam.
__ADS_1
Pendekar Naga Sakti terpaksa berjumpalitan menghindari setiap cakar, dari kedua tangan Ki Dukun yang mencerca titik mematikan di tubuhnya.
"Hiaaa....!"
Pendekar Naga Sakti terpaksa bergerak mundur menghindari serangan Ki Dukun yang begitu cepat itu. Sebuah pohon lansung berubah hitam dari batang sampai kedaunnya terkena sambaran kuku berwarna hitam di jemari tangan Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu.
.
"Jika aku yang terkena cakar itu, mungkin tubuhku akan lansung menghitam seperti pohon itu," Guman Pendekar Naga Sakti dalam hati, sambil berjumpalitan menghindari serangan cakar Iblis Api itu. Pendekar Naga Sakti segera mengerahkan 'Ilmu Baju Besi Emas'. tingkat delapan belas, tidak tanggung-tanggung ia juga mengerahkan 'Ilmu Tameng Malaikat'. Sebuah ilmu tameng tenaga dalam yang mengelilingi tubuh tanpa terlihat. 'Ilmu Tameng Malaikat'. selama ini boleh di bilang belum pernah di gunakannya.
.
'Ilmu Tameng Malaikat'. adalah salah satu ilmu andalan Satria Penakluk Naga yang di kenal orang dunia persilatan dengan gelar Satria Naga. Kakek guru Pendekar Naga Sakti, yang Di kenal nya dengan panggilan Pertapa Naga.
.
Setelah berhasil menyatukan dua ilmu kesaktian nya itu, barulah Pendekar Naga Sakti berniat menyiapkan 'Jurus Tapak Naga'. nya. Namun karna serangan Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu begitu cepat, ia belum sempat meningkat kan tenaga dalamnya.
.
Merasa serangan jarak dekat tidak membawakan hasil, Iblis Api mengembor marah, ia menghentikan serangan cakar nya. Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu mempersiapkan pukulan jarak jauh.
.
Pendekar Naga Sakti jadi punya kesempatan meningkatkan tenaga dalamnya, ia lansung merapal 'Jurus Tapak Naga'. tingkat tujuh, Amarah Sang Naga.
Kedua telapak tangan Pendekar Naga Sakti itu mengeluarkan cahaya putih terang dan membentuk beberapa kepala naga di sekitar tubuhnya.
.
.
Cahaya merah menerangi hutan di sekeliling Iblis Api itu. Jarak dua pendekar lain aliran itu hanya sekitar enam tombak. Cahaya putih terang membentuk kepala naga dengan mulut menganga itu sia di hempaskan.
.
"Heaa.....!"
Wusss.....!
Iblis Api menyorongkan kedua cakar nya kedepan, maka seketika itu pula tiga bola api besar itu menderu ke depan.
.
"Hiyaaa.....!"
Wusss....!
__ADS_1
Pendekar Naga Sakti pun menghempaskan tangannya ke depan, maka seketika itu pun cahaya putih membentuk kepala naga itu, menderu menyongsong bola api dari pukulan Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu.
.
Wusss....! Wusss.....!
Bllaaaaarrrr.......!!!"
Ledakan besar mengguncang tempat pertemuan dua pukulan itu. Pepohonan yang ada di dekatnya lansung patah dan tumbang, tanah dan debu berhamburan ke udara. Seketika itu tempat itu tampak hilang di telan debu dan tanah yang berhamburan ke udara.
.
Pendekar Naga Sakti terjajar ke belakang beberapa tombak, dari sela bibirnya menetes darah segar. Pertanda ia mengalami luka dalam yang cukup parah akibat adu tenaga dalam itu. Pendekar Naga Sakti segera merogoh saku bajunya, untuk mengambil pil obat pemberian sang Kakek gurunya. Cepat di telannya pil obat itu.
.
Setelah menelan pil obat itu. Pendekar Naga Sakti merapatkan telapak tangannya di depan dada, untuk mengobati luka dalam yang ia derita.
.
Di lain pihak, Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu terpental jauh entah beberapa tombak, tubuhnya jatuh bergulingan di tanah, tapi hebatnya ia masih bangkit dengan taring menyeringai. Walau dari mulutnya keluar darah segar.
.
Wulan Ayu alias Bidadari Pencabut Nyawa, yang memperhatikan jalan pertempuran itu dari tadi. Ia lansung melesat bak kilat ke arah Anggala si Pendekar Naga Sakti itu.
.
"Kakak tidak apa-apa?" Tanya Bidadari cantik itu sambil menyentuh bahu Pendekar tampan dari Lembah Naga itu. Anggala hanya menggeleng perlahan sebelum menjawab pertanyaan kekasihnya itu. " Kakak tidak apa-apa, Dinda, hanya mengalami sedikit luka dalam, ilmu iblis Ki Dukun itu hebat juga,"
.
"Syukurlah kalau Kakak tidak mengalami luka dalam yang parah," Kata Wulan Ayu sambil tersenyum, hatinya lega setelah mendengar jawaban kekasihnya itu.
.
Sementara itu Iblis Api jelmaan Ki Dukun itu terdiam sesaat, ia melihat Pendekar Naga Sakti yang lagi lengah karna menyembuhkan diri. Secepat kilat Iblis Api melesat ke arah Pendekar Naga Sakti itu, kedua cakar nya berada di depan.
.
"Kak Anggala! Awas....!!"
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like,koment, favorit dan votenya ya...
Terima kasih....