
Setelah berhenti sebuah cahaya merah tampak mulai menyelubungi pedang srigala putih di tangan Jaka Kelana itu. Cahaya itu menutupi seluruh batang pedang hingga ke ujungnya.
"Heaaah....!!" bentakan melengking tinggi keluar dari mulut Jaka Kelana di iringi tubuhnya melesat cepat sambil mengayunkan pedang srigala putih yang di selubungi cahaya merah menyala.
Kilatan cahaya merah membentuk mata pedang meluncur deras mengiringi pedang di tangan Pendekar Srigala Putih itu, Kamon yang juga meluncur menyongsong tampak terkesiap, namun ia sudah terlambat untuk menarik diri ketika cahaya merah itu telah menghantam ke arahnya.
Jlgarr...!!
"Aagkh....!" Klaew Kla terpekik tertahan ketika cahaya merah itu tepat menghantam pedang nya, tak ayal lagi Kamon tampak meluncur deras ke arah belakang tidak kurang dari lima tombak dan langsung jatuh bergulingan.
"Uhuakh...!" darah segar tampak mengalir dari mulut Klaew Kla. Klaew Kla tampak cepat berusaha bangkit, baju di bagian dadanya tampak hitam bagai terbakar dan berubah jadi compang-camping.
Kamon tampak berlutut bertahan dengan kedua pedangnya yang ditancapkan ketanah.
"Gila, dia manusia atau iblis. Dia mampu menahan jurus pedangku," desis Jaka Kelana dalam hati.
"Kau memang hebat anak muda, tapi ilmu mu itu belum sanggup untuk membunuhku," kata Klaew Kla setelah berdiri tegak menghadap Jaka Kelana lagi.
"Tampaknya aku memang harus mengadu nyawa dengan manusia satu ini. Apa yang akan terjadi dengan Anggala jika kami tidak cepat datang tadi?" desah Jaka Kelana.
Pendekar muda kekasih Aruni Pendekar Kelelawar Putih itu tampak mulai meningkatkan tenaga dalamnya dan mempersiapkan ilmu pedang andalannya.
"ilmu anak muda ini tidak boleh di anggap remeh, aku harus menggunakan segenap kekuatan dan kepandaianku," gumam Klaew Kla dalam hati. Kamon perlahan mengerahkan kekuatan hawa murni dan ilmu penyembuhnya ke arah dadanya yang tampak hitam bagai sudah terpenggang itu.
Sementara itu Anggala yang berhadapan dengan Khemkhaeng tampak telah terlibat pertarungan, Pedang Naga Sakti telah keluar dari warangkanya. Cahaya biru keputihan tampak menyelubungi batang pedang mustika naga itu.
Anggala juga hampir habis pikir, ilmu pedang yang di miliki Khemkhaeng tampak biasa-biasa saja, namun sampai saat ini pertarungan masih tampak seimbang.
__ADS_1
"Rupanya kepandaian orang-orang dari Negeri Muathai ini memiliki kepandaian yang sulit terbaca. Padahal gaya mereka tampak biasa saja," gumam Anggala seakan berbicara pada dirinya sendiri setengah berbisik.
Sungguh diluar dugaan anggala musuh yang dihadapinya tampak biasa-biasa saja tapi nyatanya beberapa jurus dari bagian sembilan jurus pedang Sembilan Naga telah di rapal Anggala hingga tingkat empat, namun sampai saat ini Khemkhaeng seperti mampu menghadapi dan menghalau setiap serangan Pedang Naga Sakti di tangan Anggala itu.
Pertarungan dengan kecepatan tinggi telah terjadi, sebuah serangan sinar hitam bersilang dari pedang di tangan ke Khemkhaeng membuat depan warung Aki Syarif ambruk ke tanah.
Laki-laki tua dan istrinya tampak berlari kedalam dan keluar melalui pintu dapur. Anggala, lah cepat melompat menjauh Pendekar Naga Sakti menyadari pertarungannya dengan pimpinan 7 Pedang Pembunuh itu bisa menghancurkan tempat itu tidak ada jalan lain baginya sekarang Iya iyalah menjauh dari tempat itu tanpa pikir panjang lagi. Pendekar Naga Sakti langsung melesat ke arah samping warung kita yang merupakan hutan sambil mengirimkan suara tantangan tempat ini terlalu sempit bagi kita Kutunggu kau di tengah hutan.
suara menggema itu begitu keras memekakkan telinga bagi yang mendengarnya Aki Syarip dan mak Rifah sampai menutup telinga mereka yang terasa sakit mendengar suara bentakkan Pendekar Naga Sakti tersebut.
Wulan Ayu yang sedang berhadapan dengan salah satu anggota dari Tujuh Pedang Pembunuh itu sampai terdiam sejenak dan meningkatkan tenaga dalam untuk menahan Gema and suara yang membuat telinga terasa berdengung itu begitu juga Singo Sarai yang sudah terlibat pertarungan dengan salah satu anggota dari tujuh Pedang Pembunuh itu suara Pendekar Naga Sakti begitu melengking menyakitkan telinga.
"Walaupun kami tak datang aku yakin Pendekar Naga Sakti masih mampu menghadapi gempuran ke-Tujuh orang-orang dari negeri muatan ini," gumam Singo Abang dalam hati pendekar dari Bukit Tambun Tulang itu terpaksa meningkatkan tenaga dalamnya untuk menahan gaungan suara yang membuat telinganya terasa nyeri.
Begitupun dengan anggota Tujuh Pedang Pembunuh yang sempat menutup telinga mendengar suara yang secara tidak langsung anggala telah menggunakan ilmu 'Bentakan Halilintar'.
Namun sampai saat ini Pendekar Naga Sakti seakan tidak menyadari kehebatan dan kesaktian ilmu yang dipelajarinya tersebut.
Jika saja Anggala menggunakan Ilmu Tapak Sakti kemungkinan dengan sangat mudah ia akan mampu mengalahkan Tujuh orang pendekar dari Negeri Muathai itu. Namun
kekuatan dari orang-orang dari Negeri Muathai yang terkenal dengan sebutan pembunuh tak tertandingi itu jenis sulit ditebak dan diterka.
Kekuatan dan kesaktian mereka seakan tersembunyi di dalam tubuh hitam legam bagai terbakar, baju tipis sebatas lengan yang menutupi tubuh mereka seakan menyatu dengan kulit hitam di tubuh mereka.
Kembali dengan Jaka Kelana yang terlibat pertarungan sengit dengan Klaew Kla. Jaka Kelana kini yang siap merapal jurus pedang serigala putih tingkat tujuh kibasan pedang membelah langit.
Jurus ini adalah ilmu tertinggi dua tingkat di bawah jurus 'Pedang Serigala membelah Bumi. Namun untuk menggunakan jurus 'Pedang Serigala Membelah Bumi'. Jaka Kelana harus menguras setidaknya tujuh puluh persen tenaga dalam yang ia miliki. Tapi dengan menggunakan jurus 'Tujuh Kibasan Pedang Membelah Langit'. Jaka Kelana hanya harus menggunakan sekitar lima puluh persen tenaga dalam dan lima puluh persen kecepatan ilmu peringan tubuhnya.
__ADS_1
Pendekar Srigala Putih tampak memainkan pedang serigala putih di sekitar tubuhnya, saking cepatnya pedang itu dimainkan yang terlihat di sekeliling tubuh Jaka Kelana Hanya bayangan putih bak sinar yang menyilaukan mata.
Klaew Kla pun tidak ingin kalah dengan ilmu yang digunakan oleh Jaka Kelana, anggota Tujuh Pedang Pembunuh itu merapal ilmu 'Pedang Iblis Pembunuh'. andalannya
"Tampaknya anak muda ini berniat mengadu nyawa, baiklah,," desis Klaew Kla dalam hati sambil meningkatkan tenaga dalamnya.
"Hiyaaaa.....!!"
Di sertai bentakkan menggema keluar dari mulut Jaka Kelana, seketika itu pula pendekar dari bukit Kancah itu melesat bagai kilat sambil mengibaskan dan mengebutkan pedangnya.
Klew Kla yang menyongsong dengan kedua pedang yang diselubungi cahaya merah bersilang di depan dada.
Trang!!
Blaaarrrrr........!!!
Suara menggelegar terdengar begitu dua pedang yang diselubungi cahaya itu berada di tengah dan suara derak pedang patah terdengar begitu jelas dan nyaring suara ledakan menggema.
Tampak terlihat Klaew Kla terpental hingga menabrak beberapa batang pohon dan jatuh menggelinding di tanah, begitu tanah dan debu yang tadi berhamburan tertiup angin dan kembali jatuh ke bymi terlihat sekitar sepuluh tombak dari Jaka Kelana yang berdiri dengan pedang serigala putih tergenggam menghadap ke bawah ke arah kanan.
Klaew Kla terbujur kaku dengan darah merah kehitaman mengalir dari tubuhnya, laki-laki itu tampak telah tewas dengan mata terbelalak. Di bagian dada pakaiannya tampak luka parahh dan kedua pedang di tangannya kini putus menjadi dua.
Patahan kedua pedang Klaew Kla tampak berada di tengah semburan tanah dan debu hampir tertutupi tanah dan debu.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....