Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Menuju Lembah Kematian


__ADS_3

Sepeninggalan orang-orang Kelompok Tengkorak Besi, Arya Geni dan Anggala bersama Wulan Ayu dan Aruni menemui para murid Perguruan Kera Sakti itu.


Arya Geni yang kebetulan adalah teman lama Jumanji Wakil ketua Perguruan Kera Sakti itu.


"Bagaimana sahabatku? Apa kalian baik baik saja?" tanya Arya Geni sambil mendekati Jumanji yang lagi menolong para muridnya yang terluka.


Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa juga ikut menolong para murid Perguruan Kera Sakti yang terluka akibat bertarung melawan anggota Kelompok Tengkorak Besi tadi.


"Aku baik-baik saja, sahabat. Bagaimana seorang senopati kerajaan Galuh Permata ada di hutan ini?" jawab Jumanji, sambil balik bertanya pada Arya Geni.


"Kami lagi dalam perjalanan menuju Lembah Kematian, dan kebetulan melihat kalian bertarung melawan orang-orang Kelompok Tengkorak Besi itu," jawab Arya Geni sambil ikut menolong seorang murid Jumanji yang terluka.


"Sukurlah Arya, kalian datang tepat waktu, kalau tidak para muridku mungkin banyak yang tewas bertarung dengan orang-orang Kelompok Tengkorak Besi itu,"


"Kenapa kalian bisa bertarung di tengah hutan ini?"

__ADS_1


"Kami sebenarnya juga dalam perjalanan menuju Lembah Kematian, Ketua Perguruan Kera Sakti, Ki Sarta telah pergi duluan, dengan beberapa orang sesepuh Perguruan Kera Sakti yang lain.!"


"O, iya sahabat. Perkenalkan ini Pendekar Naga Sakti, dan ini Putri Wulan Ayu, Jaka Kelana dan Aruni dari Perguruan Bambu Kuning!" kata Arya Geni, memperkenalkan temannya pada wakil ketua Perguruan Kera Sakti itu.


Anggala dan Wulan Ayu tersenyum ke arah Jumanji, sambil tetap menolong para murid Perguruan Kera Sakti yang terluka itu.


Sedangkan Jaka Kelana dan Aruni tampak sibuk mengobati murid murid yang terluka itu.


"Pendekar Naga Sakti? Setau ku Pendekar Naga Sakti sudah cukup tua sekarang?" tanya Jumanji, tampak agak bingung.


"Maafkan saya! Berarti saya yang kurang pengetahuan, tentang perkembangan dunia persilatan," ucap Jumanji, sambil tersenyum dan mengulurkan tangan menyalami Anggala.


"Tidak apa-apa Ki! Kalau boleh Saya memberi saran, sebaiknya bawa kawan-kawan ini kembali ke Perguruan Kera Sakti, untuk mengobati luka mereka. Biarlah urusan Partai Lembah Kematian, kami yang akan membantu kesana!" saran Pendekar Naga Sakti pada Jumanji, Wakil ketua Perguruan Kera Sakti itu.


"Baiklah Pendekar, saya rasa pendapat pendekar memang benar, apalagi kondisi para murid kami yang banyak terluka!" jawab Jumanji menyetujui permintaan dan saran Pendekar Naga Sakti itu.

__ADS_1


"Sota, bawa adik-adik mu kembali ke padepokan, aku akan ikut ke Lembah Kematian, bersama para pendekar ini!" perintah Jumanji, pada salah seorang murid nya.


"Baik guru!" jawab Sota, ia pun mengajak adik-adik seperguruannya kembali ke padepokan Kera Sakti.


Jumanji ikut dengan rombongan para pendekar itu, berangkat menuju Lembah Kematian, dan singgah di Desa Bukit Talang, untuk menemui Simbar Buana si Pendekar Cambuk Sakti dan istrinya Bidadari Gendeng.


Sesampainya di Desa Bukit Talang, Anggala dan kawan kawannya, mencari keberadaan Pendekar Cambuk Sakti dan istrinya, ternyata mereka berdua tinggal di rumah Pasirah ( kepala Desa ) Bukit Talang itu, mereka juga telah menyelesaikan tugas membantu orang orang Desa dari gangguan penyamun dan perampok yang mengganggu.


Setelah berpamitan dengan Pasirah dan rakyat Desa Bukit Talang, mereka pun berangkat menuju Lembah Kematian, karena pertemuan di sana tinggal menunggu hari.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Favorit dan like, komentar ya...


__ADS_2