
Wulan Ayu di ajak sang Ratu Galuh Permani ibundanya, menemuimu Baginda Raja Surya Galuh yang sedang sakit
Baginda raja Surya galuh sedang terbaring lemah di kamarnya, ia sedang tertidur saat Ratu Galuh Permani dan Wulan Ayu datang ke kamarnya, hanya dua orang dayang yang masih bangun, dayang-dayang itu bertugas menunggui Baginda Raja di saat Ratu Galuh Permani tidak ada.
Anggala di ajak istirahat oleh senopati Arya Geni di kediaman ayahnya Patih Jagat Geni, begitu pun dengan Sri Kemuning pun beristirahat di sana.
Ratu Galuh Permani berusaha membangunkan baginda Surya galuh.
"Kanda.. bangun... Kanda... bangun..." Ratu Galuh Permani dengan pelan dan lembut berusaha membangunkan sang suami, "Lihat siapa yang datang bersamaku ini Kanda," tambahnya lagi.
"Apa...? apa.. yang terjadi Dinda...?" Baginda Raja terbangun dari tidurnya, ia tampak terkejut melihat sang ratu bersama seorang gadis.
Ratu Galuh Permani mengambil secangkir air putih di meja samping tempat tidur Baginda Raja.
"Tenangkan dulu dirimu Kanda...! minumlah dulu.." Ratu Galuh Permani sambil duduk di depan pembaringan Baginda Raja Surya Galuh.
Ratu Galuh Permani memegang cangkir tempat minun baginda raja, baginda raja minum dengan pelan.
"Kanda... duduk ya... pelan pelan..." pinta Ratu Galuh Permani dengan lembut.
"Ya dinda..! ada apa..?" baginda Surya galuh berusaha duduk sesuai permintaan ratu Galuh permani. Begitu Baginda Raja duduk di tempat tidur, barulah Wulan Ayu di bawa mendekat oleh Ratu Galuh Permani.
"Kanda..! ini putri kita Wulan Ayu, dia telah kembali ke Galuh Permata sore ini..!" tutRatu Galuh Permani, ia menggandeng putri satu-satunya itu ke dekat pembaringan Baginda Raja Surya Galuh.
__ADS_1
"Wulan Ayu..putriku.. Kau sudah besar nak.." pelan sekali suara Baginda Raja Surya Galuh.
Wulan Ayu lansung berlutut di depan ayahandanya itu, dan mengambil tanganya dan menyalaminya.
"Salam hormat ananda, Ayahanda," ucap Wulan Ayu sambil mencium tangan ayahandanya tersebut.
Dengan pelan Baginda Raja Surya Galuh membelai rambut sang putri tercinta yang telah bertahun-tahun tidak bertemu, air mata Baginda Surya Galuh menetes bahagia melihat putrinya itu telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.
"Ayahanda kenapa menangis?" tanya Wulan Ayu sambil memandang wajah ayahandanya dari bawah sambil tetap berlutut.
"Bangunlah dulu anakku..! duduklah di samping ayahanda dan ibundamu.." pinta Baginda Raja Surya Galuh pada putrinya itu, tangannya menarik pelan tangan Wulan Ayu.
"Baik..! Ayahanda.." jawab Wulan Ayu sambil bangkit, dan duduk di antara ayahandanya dan ibunda Ratu Galuh Permani.
"Ayahanda menangis bahagia dan sedih anakku..!" jawab Baginda Surya Galuh sambil berusaha tersenyum pada sang Putrinya.
"Kenapa begitu ayahanda?" tanya Wulan Ayu tampak bingung dengan jawaban ayahandanya tersebut.
"Pertama ayah sangat bahagia melihat Putri ayahanda telah tumbuh besar dan menjadi seorang putri yang sangat cantik. Kedua ayah mengingat seorang Putri Raja hidup jauh dari istana, Kau pasti merasa menderita jauh dari rasa senang sebagai putri di sebuah Kerajaan...!" ucap Baginda Surya Galuh berlinang air mata.
"Tidak. Ayahanda, Wulan tidak pernah mengeluh hidup jauh dari kemewahan Istana, Wulan bahagia dengan kehidupan Wulan, apalagi sejak Wulan kenal Kak Anggala...! ucap Wulan Ayu sambil tersenyum pada kedua orang tuanya.
"Siapa Anggala itu, Putriku?" tanya Baginda Surya Galuh penasaran.
__ADS_1
"Dia pangeran dari Kerajaan Mandalika Ayahanda, dia bergelar Pendekar Naga Sakti," jawab Wulan Ayu, ia menggenggam erat tangan ayahandanya.
"Jadi Putri Ayahanda sudah punya kekasih?" tanya Ratu Galuh Permani, ikut berbicara.
"Begitulah Ibunda...! Wulan harap Ayahanda dan Ibunda mau merestui hubunga kami," pinta Wulan Ayu pada kedua orang tuanya itu.
"Jika itu membuat Putri kami bahagia, kami takkan menghalangi hubungan kalian anakku, apalagi dia juga seorang pangeran, berarti Putri kami akan menjadi seorang permaisuri..! jawab Ratu Galuh Permani sambil tersenyum pada putrinya itu.
"Ajaklah ia ke sini anakku, Ayahanda ingin berkenalan dengan Pangeran Kerajaan Mandalika itu..!" pinta Baginda Raja Surya Galuh, walau dalam keadaan sakit, kembalinya sang Putri tampaknya menjadi penyemangat hidup bagi sang Raja.
"Baik..! Ayahanda, Wulan akan mengenalkan kak Anggala pada Ayahanda, tapi tidak sekarang karna malam sudah cukup larut, esok pagi Wulan akan ajak kak Anggala ke sini, mudah mudahan kak Anggala bisa mengobati Ayahanda," jawab Wulan Ayu, senyum kebahagiaan tampak di wajahnya.
"Ya..! Anakku, Kau istirahatlah dulu, kau pasti lelah setelah perjalanan jauh," kata Baginda Raja Surya Galuh sambil tersenyum pada sang putri cantiknya itu.
Baik Ayahanda, ananda istirahat dulu, Ayahanda juga istirahat ya," ucap Bidadari Pencabut Nyawa itu. Baginda Raja Surya Galuh hanya mengangguk sambil merebahkan diri diatas bantal.
Ratu Galuh Permani dan Wulan Ayu meninggalkan kamar peristirahatan Baginda Raja Surya Galuh. Ratu Galuh Permani mengajak Putrinya itu tidur di kamarnya malam itu, sebagai seorang ibu tentu kerinduannya pada sang putri sangat besar.
.
.
Bersambung...
__ADS_1