
Chapter 102 Mengeksekusi Para Pemimpin.
Tujuh orang tersalib dengan keadaan yang mengenaskan. Urat nadi teriris dan ketujuh orang itu pingsan dengan wajah pucat. Mendengar obrolan Excel Shimo dan kesembilan wanitanya, mereka akhirnya terbangun. Saat membuka matanya, mereka langsung syok.
Awalnya Excel Shimo menyimpan kedalam cincin dimensi, tapi ia pindahkan saat berada di dalam formasi pelindung, ketika ia sedang meramu pil.
"Bangsattt!? Lepaskan aku...?!" umpat Raja Huang saat tahu dirinya telah ditangkap oleh Excel Shimo.
"Pelacurrr?! Jadi ini adalah rencanamu, hah?!" Raja Yue Hu sangat marah saat tahu Ratunya ikut andil dalam penangkapan dirinya.
"Jangan-jangan, hilangnya putraku juga karena ulahmu, hah?!"
Segala amarah dan umpatan terlontar dari ketujuh orang itu. Mereka tidak menyangka jika semua ini adalah skema Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu.
"Jangan salahkan kedua isteriku," sela Excel Shimo saat mereka meronta-ronta dan mulutnya penuh hujatan.
Mereka berusah melepaskan diri dari rantai yang mengikat mereka.
Ucapan Excel Shimo seketika membuat Raja Huang dan Raja Yue Hu kaget, dan sorot mata mereka menatap tajam kearah Jing Jiao dan Bao Yu.
"Mereka tidak salah. Salahkan diri kalian yang penuh keserakahan. Mereka berdua memang isteriku, dan kita baru menjadi pasangan Dao untuk sehidup semati," ujar Excel Shimo yang tidak ingin wanitanya terhina, dan mengklaim jika Jing Jiao dan Bao Yu adalah miliknya, "jika kalian tidak terima dengan nasib kalian, tanyakan saja pada diri kalian sendiri!" lanjutnya tanpa memberikan kesempatan mereka untuk berbicara.
Seketika Ketujuh orang itu terutama Raja Huang dan Raja Yue Hu tertunduk lesu, mereka merasa harga diri sebagai pria terinjak-injak, apalagi yang merebut Ratunya adalah seorang bocah, dan merupakan penghinaan mutlak bagi Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan.
Excel Shimo berjalan mendekati Jing Jiao, dan tiba-tiba mencium bibirnya. Perbuatan Excel Shimo jelas dilihat Raja Huang, yang membuatnya semakin marah, benci dan penuh dendam. Apalagi Jing Jiao tidak menolaknya sama sekali.
"Ahhhhh.... Aku sump--"
Boommm...
Suara ledakan sebelum Raja Huang menyumpahi Excel Shimo, seketika Raja Huang mati dengan kepala yang meledak. Ya, pembunuhnya adalah Excel Shimo, dan terlihat tidak adanya penyesalan saat membunuh Raja Huang.
__ADS_1
Darah Raja Huang mengalir kedalam kolam, dan terlihat kolam itu penuh energi yang mampu meningkatkan kekuatan seseorang.
Semua wanita dan ke-enam tawanan itu tidak ada yang berani berbicara. Ming Li Ling seketika memeluk Ming Mei, ia tidak tega melihat kematian tragis yang dialami oleh Raja Huang.
Kembali Excel Shimo berjalan, dan kali ini mencium Bao Yu dengan mesra. Tatapan Raja Yue Hu penuh niat membunuh, dia merasa jika Excel Shimo ingin menghancurkan harga diri dan hatinya.
"Nikmati kebahagiaanmu saat ini, jika wak--"
Boommm...
Lagi-lagi Excel Shimo meledakan kepala, dan kali ini Raja Yue Hu yang mengalami nasib tragis seperti Raja Huang. Bahkan kematiannya juga sama, sebelum menyelesaikan ucapannya.
Tinggal lima orang yang masih hidup. Tapi mereka sangat ketakutan saat melihat Excel Shimo berjalan mendekati mereka. Kesembilan wanita itu tidak ada yang berani melihat aksi sadis suaminya, mereka membalikkan tubuh agar tidak melihat kejadian ini.
"Ada ucapan terakhir?" tanya Excel Shimo kepada mereka berlima.
"Hahahah.... Hahaha!" tawa Hei Wuya yang penuh kebencian kepada Excel Shimo, "lakukan sesuka hatimu, satu hal yang harus kamu tahu, Sekte Tangan Dewa adalah sekte kelas 3 di Benua Jiang Shan. Jika aku mati, mereka akan berdatangan mencari keberadaanmu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu...." lanjut Hei Wuya yang memberikan peringatan pada Excel Shimo. Hei Wuya sudah pasrah akan kematiannya di tangan Excel Shimo.
"Dengan sehati hati aku menunggu mereka. Semakin banyak mereka datang, sama saja memberikan aku kekuatan. Satu hal yang harus kamu tahu, aku si bayi ajaib yang ingin kalian bunuh." jawab Excel Shimo yang tidak takut dengan gertak sambal dari Hei Wuya, dan ucapannya yang terakhir membuat Hei Wuya kaget.
Boommm...
"Penatua Agung She, apa ada ucapan terakhir?" kali ini Excel Shimo bertanya kepada Penatua Agung Pedang Surga.
"Kami memang berambisi menguasai Benua Jiang Shan dengan dukungan Istana Iblis Timur, tapi kami tidak berniat membunuh para pimpinannya," ucapan She Xiang membuat Excel Shimo mengerutkan keningnya, "Nak, perbuatanmu akan menjadikan banyak musuh baru. Aku tidak meminta belas kasihan-mu. Hanya satu hal yang harus kamu tahu, semua Benua Jiang Shan saling terkait dengan Benua Jiu Zhou." lanjut She Xiang dan tersenyum kepada Excel Shimo.
She Xiang kali ini berbicara dengan bijak, dia memberikan peringatan kepada Excel Shimo. Dia tahu, segala ucapan yang dia katakan tidak menghindarkan dari kematian, dan dia sudah siap mati.
"Kenapa, jika Benua Jiang Shan terkait dengan Benua Jiu Zhou kamu tetap saja mendukung Istana Iblis Timur? Aku tidak bodoh, kejadian hari ini adalah perbuatan dari Istana Iblis Timur, dan tidak terkait dengan ku. Lidah ular-mu mungkin berbisa bagi orang lain, tapi tidak berguna bagiku. Selamat tinggal."
Boommm...
__ADS_1
Setelah membalas ucapan She Xiang, Excel Shimo meledakan kepalanya.
Excel Shimo tidak terperdaya dengan perkataan She Xiang yang seakan-akan sangat bijak dalam berbicara.
"Bagaimana dengan kalian bertiga, apa ada ucapan terakhir?" tanya Excel Shimo kepada mereka yang tersisa.
Mereka bertiga adalah Patriark Klan Lang dari Ras Serigala, Patriark Liegou dari Ras Hyena dan Pemimpin Sekte Bulan Merah, mereka juga berambisi menguasai Benua Jiang Shan.
"Aku hanya minta, jangan musnahkan keturunanku," permintaan terakhir dari Patriark Klan Lang.
"Akan aku kabulkan, asal mereka tidak memprovokasi terlebih dahulu." jawab Excel Shimo.
"Terima kasih." setelah itu Patriark Klan Lang menutup mata dengan bibir tersenyum.
Boommm...
"Biadab...."
Boommm... Boommm
Pemimpin Sekte Bulan Merah mati setelah mengumpat dengan perbuatan Excel Shimo yang kejam. Excel Shimo juga membunuh Patriark Liegou.
Kesembilan wanita itu sangat ketakutan dengan perbuatan kekasihnya yang tidak pernah mereka bayangkan, bahkan mereka sedari tadi tetap tidak melihat Excel Shimo membunuh mereka.
Seperti biasa, Excel Shimo membakar mayat mereka, dan melakukan ritual penghormatan bagi jiwa yang telah dia bunuh. Lalu ia menaburkan abu ketujuh pemimpin ke udara.
"Apa ini akibat peristiwa pembantai Desa Bunga, sehingga membentuk karakter kejam kepada musuhnya!" gumam Ming Li Ling dengan suara yang lirih.
Suara Li Ling masih bisa didengar oleh Ming Mei dan Xiao Qiao, mereka bertiga juga berpikiran sama.
"Seseorang akan berubah setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan," sahut Xiao Qiao.
__ADS_1
"Semoga dia bisa kembali seperti yang kamu cerita waktu itu," Ming Mei ingin merasakan sikap lemah lembut dari Excel Shimo seperti yang pernah diceritakan oleh adiknya.
"Tiap kehidupan memiliki sisi gelapnya, berubah atau tidak, itu tergantung niatnya," sela Jing Jiao yang mendengar pembicaraan ketiga saudarinya.