
Chapter 382. Mengambil Senjata Utama Istana Surgawi.
Excel Shimo tersenyum melihat Kaisar Iblis berguling-guling di kehampaan dan sengaja tidak mengejarnya, sebab dia merasa jika Kaisar Iblis ingin memancingnya untuk mengejar, dan lagi prioritasnya saat ini untuk memusnahkan Fiend Spirit di Benua Shen Zhou dan menutup semua akses keluar masuk Benua Roh.
Excel Shimo melihat sekitarnya dan memerintahkan boneka wayang untuk mengambil kristal kehidupan milik mayat hidup dan mutiara jiwa.
Setelah selesai Excel Shimo kembali memeriksa seluruh wilayah Benua Shen Zhou dengan Mata Langit, dan tersenyum saat pandangannya tertuju pada wilayah kekacauan (Benua Kekacauan).
Excel Shimo melihat para jenderal empat Kekaisaran sedang melatih pasukannya untuk mempersiapkan diri melawan pihak Dewa Timur yang kabur. Excel Shimo juga melihat tiga Kaisar, hanya Kaisar Wei yang tidak dia lihat. Kemudian, Excel Shimo mengedarkan pandangannya ke arah pusat Benua Shen Zhou, dia memeriksa wilayah Istana Surgawi.
Excel Shimo menemukan tempat rahasia senjata utama Istana Surgawi, dia melihat sembilan piramida yang menyimpan sembilan cermin energi yang digunakan untuk menyegel Benua Shen Zhou. Delapan piramida mengelilingi satu piramida utama.
"Hancurkan senjata mereka terlebih dahulu!" gumamnya.
"Tuan, kenapa tidak mengambilnya saja, sayang jika dihancurkan!" saran Xi He
Excel Shimo tersenyum dan mengangguk pelan, dia mengikuti saran Xi He dan akan menjadikan senjata utama Istana Surgawi untuk memperkuat Istana Ordo Kegelapan.
"Galaksi, aku pinjam kekuatan kalian!" ijin Excel Shimo yang akan menggunakan kemampuan elemen cahaya.
"Lakukan sesuai kehendak Penguasa, karena kita adalah satu. Setelah Penguasa memiliki kekuatan Celestial Supreme level puncak, kita Galaksi telah melahirkan Tujuh Batu Keabadian...!" jawab Galaksi Asal Muasal.
Spontan Excel Shimo masuk kedalam Dunia Jiwa untuk mendengar penjelasan Galaksi, dan dia memerintahkan Galaksi untuk menjelaskan apa Batu Keabadian yang mereka lahir-kan. Singkatnya, Tujuh Batu Keabadian merupakan gabungan dari semua kemampuan dua puluh empat elemen.
Ketujuh Batu Keabadian memiliki kemampuan dan warna yang berbeda-beda, yaitu;
Power Root Stone, berwarna merah.
Kemampuannya, meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh, tanpa harus lagi mencari sumberdaya besar hanya untuk meningkatkan kekuatan fisik bagi si pengguna.
Sacral Stone, berwarna oranye.
Kemampuannya, menciptakan realitas alternatif atau palsu atau ilusi bagi lawannya.
Solar Plexus Stone, berwarna kuning.
Kemampuannya, memanipulasi waktu.
Heart Stone, berwarna hijau.
Kemampuannya, mampu berpindah dalam sekejap dengan jarak jauh (teleportasi) di seluruh Galaksi.
Throat Stone, berwarna biru terang.
Kemampuannya, memanipulasi pikiran, proyeksi astral dan berkomunikasi dengan alam bawah sadar diri sendiri dan orang lain.
Third Eye Stone, berwarna biru gelap.
__ADS_1
Kemampuannya, mengontrol jiwa dan memanipulasi jiwa yang telah mati maupun yang masih hidup.
Crown Stone, berwarna putih.
Kelebihannya, mampu mengontrol segala elemen di alam semesta, dan mampu menciptakan mahluk hidup jenis apapun.
Selain tujuh Batu Keabadian ada satu batu yang lain, yaitu Law Stone berwarna hitam.
Law Stone adalah penyeimbang, pengendali dan penghancur dari ketujuh Batu Keabadian jika disalahgunakan oleh pihak tak bertanggungjawab.
(Law Stone ini berbeda dengan law stone yang dibuat oleh Kitab Suci).
Law Stone memiliki kelebihan, di mana semua kemampuan dari ketujuh Batu Keabadian bisa gunakan. Selain itu, segala hukum menciptakan berbagai teknik beladiri pasif dan aktif yang akan dengan mudah diciptakan dan dipergunakan.
"Berhubung, karena ini baru terlahir, maka membutuhkan akumulasi waktu dan energi alam semesta untuk mengisinya ketujuh Batu Keabadian. Untuk Law Stone, itu sudah terhubung langsung dengan jiwa Anda, dengan kata lain selama jiwa Anda tidak hancur, Law Stone juga tidak hancur...," lanjut Galaksi Asal Muasal yang menjelaskan.
Untuk energi Law Stone, mengharuskan Excel Shimo terus menerus meningkatkan kekuatan jiwa dari pengalaman hidup, segala pengetahuan, jika sering bereinkarnasi maka semakin baik dan cepat mengisi Law Stone.
"Jadi ini tujuan keluargaku ... Yang mengharuskan aku untuk menjalani roda samsara berulang-ulang...!" gumamnya yang tampak tidak senang memiliki delapan Batu Keabadian, padahal Batu Keabadian memiliki kelebihan yang tidak semua orang dapatkan.
Tujuan keluarganya ternyata untuk mengisi Law Stone dengan berbagai pengalaman hidup dan segala pengetahuan. Semua sifat dan karakter berbagai mahluk hidup harus dia alami, entah itu menjadi baik, buruk, naif, munafik, jujur dan lain sebagainya. Semakin banyak pengalaman hidup dan pengetahuan, semakin baik baginya dan Law Stone.
"Menciptakan segala teknik beladiri aktif dan pasif dengan memikirkannya saja, kan?" tanya Excel Shimo kepada Galaksi Asal Muasal.
"Benar. Semua teknik yang diciptakan mengikuti basis kultivasi dan dapat ditingkatkan."
Excel Shimo tetap berada di Dunia Jiwa untuk mempersiapkan masa depannya dengan menciptakan banyak teknik beladiri aktif dan pasif, semua itu dia lakukan untuk mengantisipasi jika ada hal yang tak terduga.
Setelah semua persiapan masa depan telah dia selesaikan, Excel Shimo segera bermeditasi untuk menenangkan pikiran dan hatinya untuk melewati masa depan yang belum dia jalani. Biarpun belum jalani, Excel Shimo sudah mendapatkan gambaran.
Tujuh Batu Keabadian keluar dari tubuh Excel Shimo dan mengelilinginya, seluruh energi di Dunia Jiwa dan tubuh Excel Shimo mengisi ketujuh Batu Keabadian.
Waktu berlalu dengan cepat di Dunia Jiwa.
Xi He dan Lotus Bao selalu mengawasi tuannya dan selalu membicarakan Excel Shimo. Mereka berdua sudah memiliki rencana untuk mendukung perjalanan panjang Excel Shimo selama bereinkarnasi.
Akhirnya Excel Shimo membuka mata setelah empat bulan berlalu (empat hari di dunia luar),
Excel Shimo tersenyum setelah mendapatkan petunjuk...
Saat Excel Shimo telah selesai bermeditasi, ketujuh Batu Keabadian kembali masuk ke dalam dantian Galaksi untuk terus menyerap energi alam semesta.
Segera Excel Shimo keluar dari Dunia Jiwa untuk mengambil senjata utama Istana Surgawi, dia berubah menjadi cahaya yang sama seperti keadaan siang hari dan bergerak sangat cepat menuju pusat Benua Shen Zhou.
Berubah menjadi cahaya adalah salah satu teknik pasif yang dia ciptakan dengan menggunakan Law Stone. Teknik pasif Kitab Putih yang dapat ditingkatkan, Teknik Perubahan Wujud. Dengan Law Stone, Excel Shimo mampu menciptakan apapun, karena memiliki dasarnya hukum dan aturan.
Teknik ini bisa diketahui jika seseorang memiliki kekuatan diatas True Alfa.
__ADS_1
Disaat dekat dengan pusat Benua Shen Zhou, Excel Shimo melihat tiga murid Akademi Istana Surgawi, mereka memiliki kekuatan Raja Surgawi paling tinggi dan terendah di tingkat Jenderal Surgawi.
Excel Shimo jelas menargetkan kekuatan Jenderal Surgawi dan langsung masuk melalui pori-pori tubuh targetnya.
Disaat Excel Shimo merasuki tubuh murid tersebut, dia segera menghancurkan jiwa dan membaca semua ingatannya, setelah itu dia mengendalikan tubuh dengan bebas.
Namanya adalah Nanggong Yuwen, putra dari ketua kedua Klan Nanggong, salah satu murid Klan Nanggong yang berbakat, dia bergabung di Akademi Istana Surgawi dengan tujuan menghadapi bencana 1.000 tahun.
Tubuh Nanggong Yuwen tersentak dan terhuyung-huyung kebelakang saat proses Excel Shimo menghancurkan jiwa nya. Kedua rekannya segera memapah lengannya agar tidak terjatuh, mereka heran melihat wajah Nanggong Yuwen yang tiba-tiba pucat.
"Kenapa Senior?" tanya salah satu temannya yang kuatir.
"Ada yang menyerang ku dengan kekuatan jiwa!" jawab Nanggong Yuwen yang berpura-pura memegang kepalanya.
Segera kedua rekannya waspada dengan memeriksa sekeliling mereka, semua orang tahu hanya Fiend Spirit yang mampu menggunakan kekuatan jiwa untuk menyerang lawannya.
Namun mereka berdua tidak menemukan Fiend Spirit dan kembali melihat Nanggong Yuwen yang tersenyum kepadanya, mereka terkejut melihat kedua tangan seniornya berubah menjadi pedang energi, dan...
Sling... Sling...
Terpenggal lah leher kedua rekan Nanggong Yuwen tanpa tahu penyebab kematiannya, kepala menggelinding dan tubuh menggelepar di tanah.
Excel Shimo tersenyum sinis setelah membunuh murid Akademi Istana Surgawi, dia segera mengekstrak dantian mereka dan menyimpannya untuk istrinya.
"Luar biasa walaupun hanya sebesar 1℅...!" gumamnya saat merasakan sendiri kehebatan Law Stone, hanya dengan memikirkannya saja semua bisa dia lakukan, asal kekuatan target di bawahnya.
Excel Shimo membayangkan jika Law Stone telah mencapai 100℅, apa yang akan terjadi pada dirinya jika menggunakan kemampuan Law Stone...!
Setelah membayangkan sebentar, Excel Shimo kembali pada tujuannya.
"Semuanya bersatu dengan iming-iming masuk ke dalam Istana Langit ... Wei Yan, oh Wei Yan, mereka kamu tipu karena ketidaktahuannya ... Mendoktrin mereka 'akan nikmatnya menjadi penguasa seluruh alam semesta' ... Jika bergabung dengan Istana Langit!" gumamnya setelah tahu dari ingatan Nanggong Yuwen.
Wei Yan memanipulasi pikiran banyak penguasa dengan imbalan hidup nikmat, segalanya tercukupi, kemauannya selalu terpenuhi. Siapapun yang menjadi bagian Istana Langit akan memiliki status lebih tinggi dari seluruh kehidupan. Padahal Istana Langit sendiri terbagi menjadi dua kubu.
Sebab itu, sembilan Klan Kuno, sembilan Dewan Keamanan dan sembilan Kekaisaran terpecah-belah. Untuk menyakinkan mereka, Wei Yan memberikan buah suci, yang katanya berasal dari Istana Langit, dan Wei Yan mampu menyakinkan mereka karena di dukung sifat serakah dari semua pemimpin.
Setelah membakar habis mayat tanpa sisa, Excel Shimo kembali berubah menjadi cahaya yang menyerupai siang hari, dia menuju sembilan piramida sambil memikirkan rencana setelah mengambil senjata utama.
Dengan ingatan Nanggong Yuwen, Excel Shimo dengan mudah masuk melalui pintu rahasia dengan wujud yang menyerupai lingkungan, tanpa diketahui para tetua setingkat Kaisar Surgawi.
Excel Shimo mengikuti jalan di dalam piramida hingga menuju puncaknya, sesampainya disana, Excel Shimo melihat para tetua yang memiliki kekuatan yang sama.
Excel Shimo melihat sebuah cermin yang dilindungi Formasi, dan dengan mudah dia masuk tanpa menimbulkan fluktuasi energi. Segera dia meraih cermin berbentuk lingkaran dan menyimpannya di dalam cincin dimensi.
Setelah hafal dengan struktur bangunan piramida pertama, Excel Shimo tidak perlu lagi keluar maupun masuk seperti sebelumnya, dia langsung menuju puncak piramida, hingga sembilan cermin energi dia ambil tanpa ada kecurigaan dari musuhnya.
Dengan hati gembira telah menyelesaikan masalah yang mampu membuka segel Benua Kelahiran, dia menuju pusaran hitam portal dimensi. Sesampainya disana, Excel Shimo tidak segera masuk, sebab ada beberapa penjaganya. Tapi, dengan mudah Excel Shimo membunuh mereka tanpa menimbulkan kecurigaan musuhnya lagi.
Setelah membunuh semua penjaga portal dimensi, Excel Shimo membuat Formasi penghalang, pembunuh dan ilusi. Sengaja Excel Shimo lakukan agar tidak ada lagi Fiend Spirit yang keluar maupun ada yang masuk ke dalamnya, kecuali dirinya.
__ADS_1
"1℅ besar manfaatnya dalam situasi seperti ini!" batinnya setelah selesai membuat Formasi.
Kemudian, Excel Shimo masuk ke dalam Formasi yang dia buat sendiri, dia berniat berburu Fiend Spirit di Benua Roh. Dia sudah menyelesaikan satu masalah, senjata utama.