God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 126 Ruang Harta.


__ADS_3

Chapter 126 Ruang Harta Pelukis Qin Bo.


Waktu satu dupa telah berlalu. Excel Shimo telah menyetabilkan fondasinya. Ia membuka mata secara berlahan, dan memeriksa sekelilingnya. Excel Shimo terkejut saat melihat beberapa orang berjubah, setelah ingat siapa mereka membuat Excel Shimo tersenyum.


"Guru, terima kasih atas hadiahnya," gumamnya setelah tidak melihat Gurunya ditempat terakhir dia duduk.


"Apakah kalian tahu dimana Guru Bo berada?" tanyanya pada Xi He dan Lotus Bao.


"Dia sudah menjadi abu, setelah menangkap dan menyegel basis kultivasi mereka berempat," jawab Lotus Bao yang selalu melindungi Tuannya selama menyetabilkan fondasi.


"Tubuhnya bisa bertahan puluhan juta tahun karena energi dan keinginan terakhirnya, Tuan." jawab Xi He dengan jarum merah bergetar terus.


Excel Shimo hanya menghela nafas, karena memahami ucapan Xi He. Walau tubuh Qin Bo abadi, ia tetap saja tidak bisa melawan arus waktu.


"Tidak ada yang abadi. Waktu ... masih bisa dimanipulasi, entah apa yang abadi itu!!" gumam Excel Shimo sembari mendekati ke-empat murid Surgawi.


"Waktu saat ini yang masih abadi, walau bisa dimanipulasi, arusnya tidak akan terbendung," sahut Xi He. Excel Shimo hanya menghela nafas mendengar ucapan Xi He.


Excel Shimo berjongkok saat berada disamping Da Xia dan ketiga rekannya yang pingsan. Lalu ia membuka jubah penyamaran mereka semua.


"Mereka semua sangat cantik, tidak kalah dengan kesembilan isteriku ... Mereka masih masih gadis!! Aneh!!" gumam Excel Shimo saat mengendus aroma kesucian ke-empat wanita itu.


Excel Shimo terkejut karena dengan usia mereka saat ini mampu menjaga kesuciannya, padahal mereka sangat cantik dan memiliki karakteristik dan kharisma yang berbeda-beda.


"Bagi murid Surgawi terutama wanita, menjaga kesuciannya adalah tuntutan mutlak, sebab dengan dirinya masih suci, mereka bisa dengan mudah meningkatkan kekuatannya," ungkap Xi He agar Tuannya mengerti.


"Oh iya, aku tadi sempat merasakan niat membunuh Guru kepada mereka! Apa mereka terkait dengan menghilangnya Ordo Kegelapan? Dan ada hubungan apa mahluk yang mengerikan itu dengan Dewan Keamanan?" ujar Excel Shimo saat mengingat sebelum Gurunya pergi.


"Saya rasa Dewan Keamanan dan Mahluk itu terlibat dalam konspirasi untuk menghilangkan Ordo Kegelapan! Tapi, bukti masih belum mengarah ke sana. Mungkin hanya Peri Diao dan Peri Juan yang tahu kejadian sebenarnya!" sahut Lotus Bao yang sedari tadi menganalisis ucapan Qin Bo dan pencipta boneka wayang.


"Ahhh, sudahlah misteri ini semakin membingungkan," ******* tak perdaya saat Excel Shimo makin sulit menyatukan setiap cerita ini.

__ADS_1


"Karena kamu tadi ingin memukul dan membenci ku karena hal yang tak jelas, maka kamu akan merasakan tongkat naga sakti ku, hehehe!" keluh Excel Shimo kepada Da Xia, dan terkekeh saat akan mengambil kesuciannya.


Excel Shimo membelai wajah Da Xia, dan secara berlahan turun di buah kenyalnya. Namun, Xi He segera menghentikan tindakan Tuannya.


"Tuan, lebih baik ambil dulu peta itu, agar tidak merepotkan ketika terjadi sesuatu yang secara tiba-tiba," pinta Xi He.


"Hehehe, aku sampai lupa," Excel Shimo terkekeh karena melupakan tujuannya, karena ke-empat wanita itu, "aku akan taruh mereka di dalam Dunia Jiwa. Didalam Dunia Jiwaku, mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa." lanjutnya saat ingin membalas perbuatan Da Xia.


"Saran saya, lebih baik Tuan beri mereka Segel Keluarga," saran Lotus Bao yang selalu berpikir lebih berhati-hati.


"Kamu benar, Sobat," segera Excel Shimo menggerakkan kedua tangannya untuk membuat Segel Keluarga.


Excel Shimo tidak kuatir jika mereka mendapatkan kekuatan setelah menerima Segel pertama sebagai pasangan Dao, sebab basis kultivasi mereka lebih tinggi walau masih tersegel.


Apalagi dengan mereka mendapatkan Segel Keluarga, mereka tidak akan bisa menghianati maupun membunuhnya.


Setelah memberikan Segel keluarga, Excel Shimo memasukkan mereka kedalam Dunia Jiwa, dan membaringkan mereka berempat dalam satu kamar.


Setelah selesai, Excel Shimo kembali ke tempat semula, dan melihat tempat duduk terakhir Gurunya. Ia melihat kuas dan lukisannya, dan menyimpannya kedalam cincin dimensi.


"Lalu bagaimana masuk kedalam jika gerbang ini tertutup?" tanya Excel Shimo kepada Xi He dan Lotus Bao, sambil memeriksa struktur gerbang yang terdapat banyak ukurannya.


"Apa ini yang bisa membuka gerbang!!" gumamnya saat melihat dan meraba di dinding yang berlubang dengan bentuk kuas seperti milik Gurunya.


"Mungkin kuas itu adalah kuncinya, Tuan," kata Lotus Bao.


Tanpa banyak bicara, Excel Shimo segera mengeluarkan kuas Gurunya, dan meletakkan sesuai posisinya.


Drerttt... Derrrr...


Segera pintu gerbang batu terbuka, dan sedikit memberikan goncangan. Excel Shimo terkejut saat melihat kedalamnya. Didalam itu sangat luas dengan ruang yang berbentuk melingkar. Di depan Excel Shimo ada anak tangga.

__ADS_1


"Benar-benar ahli seni sejati. Segala sesuatu penuh karya artistik, unik dan mengagumkan," puji Excel Shimo saat melihat indah ruang milik Gurunya.


Di tengah ruang melingkar itu terdapat platform khusus peti Gurunya. Saat kaki kanannya menginjak anak tangga pertama, tiba-tiba menyala api di pembatas anak tangga.


Api itu menjalar dan menerangi ruang besar itu. Saat ruang itu terang benderang, terlihat berbagai harta yang akan menjadi rebutan semua orang.


"Sangat kaya, Perak, Emas, Batu Roh, Batu Mistik, Senjata ... " Excel Shimo menyebutkan semua harta yang tersimpan di goa itu.


Tanpa basa-basi, Excel Shimo melambaikan tangan kanan, dan memasukkan semua harta itu kedalam Dunia Jiwanya. Lalu ia berlanjut menuju peti Gurunya, dan memutari peti itu sambil tangannya menyentuh.


"Bagaimana membukanya?" gumam Excel Shimo Sambil mendorong penutup peti yang berwarna putih tulang.


"Tuan, lihat dibawa kaki Tuan!" pinta Xi He.


Dibawah terbentuk kotak seukuran lebar tubuh manusia. Excel Shimo segera mundur sedikit, dan berjongkok untuk memeriksanya. Terlukis di dinding peti wajah Qin Bo semasa muda.


"He'er, apa hubungannya ini dengan peti?" tanya Excel Shimo yang tidak mengerti.


"Tuan harus bersujud jika ingin membuka pintu peti di depan lukisannya!" jawab Xi He yang membuat Excel Shimo mengerutkan keningnya.


"Bersujud lagi!" sungut Excel Shimo yang enggan melakukan hal itu lagi.


"Semua orang pasti akan berpikiran sama, tidak akan ada yang mau sujud dimakam yang bukan kerabat terdekat. Hal ini pasti sudah diantisipasi oleh Qin Bo," tutur Lotus Bao kepada Tuannya.


"Hahmmm, sudahlah jika harus begitu. Demi peta, Pedang Semesta dan Mahkota Maha Raja," gerutu Excel Shimo, menghela nafas berat saat akan bersujud dimakan Gurunya.


"Murid mengunjungi Guru. Semoga arwah Guru tenang di Alam Jiwa." ritual Excel Shimo, sambil berdoa ia bersujud.


"Murid mengunjungi Guru. Semoga arwah Guru tenang di Alam Jiwa."


Ritual itu dilakukan sebanyak tiga kali, setelah selesai melakukan penghormatan, ia membakar tiga dupa yang telah tersedia di samping lukisan wajah Qin Bo semasa muda dulu.

__ADS_1


__ADS_2