God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 474. Bergabungnya Galaksi Elemen.


__ADS_3

Chapter 474. Bergabungnya Galaksi Elemen, Rencana Untuk Masa Depan.


Excel Shimo muncul di ruang rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun. Ruang rahasia itu terletak di dantian keduanya dengan wujud asli, tapi tidak diketahui oleh Lotus Bao, Xi He, Qin Yang dan Qin Zhu. Hanya seluruh Galaksi Elemen yang tahu.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya Excel Shimo kepada Galaksi Elemen.


"Kami telah siap semuanya, Penguasa!" jawab Galaksi Asal Muasal mewakili yang lainnya.


Excel Shimo langsung melepaskan Jirah Perang Dewa Binatang yang telah menyatu dengan tujuh Batu Keabadian. Jirah Perang itu langsung terpisah menjadi tujuh bagian; pelindung dada hingga perut, kedua lengan hingga sepasang sarung tangan, pelindung pinggul hingga lutut, sepasang sayap, sepasang sepatu panjang, pelindung leher dan pelindung kepala. Semua itu merupakan bagian-bagian tubuh yang penting.


Tujuh bagian Jirah Perang Dewa Binatang itu menyala dengan warna yang sama seperti Batu Keabadian; merah, oranye, kuning, hijau, biru muda, indigo dan putih. Khusus Law Stone berwarna hitam tetap bersemayam jiwanya.


Kemudian Excel Shimo melepaskan cincin dimensi yang tidak terlihat dan juga mengeluarkan tujuh Tubuh Bayangan. Dia ingin menyatukan Galaksi Elemen dengan tujuh bagian Jirah Perang Dewa Binatang, cincin dimensi dan patung emas.


"Keluarkan patung emas itu!" pinta Excel Shimo kepada Galaksi Asal Muasal.


Segera Galaksi Asal Muasal mengeluarkan tujuh patung setinggi dua belas meter. Tujuh patung emas itu berdiri di depan Excel Shimo, wajahnya sama seperti dirinya.


Kemudian tujuh Tubuh Bayangan masuk ke dalam patung emas. Secara perlahan ketujuh patung emas Dewa Binatang mulai bergerak dan membuka matanya.


"Tujuh Galaksi Elemen segera menyatu dengan tujuh bagian Jirah Perang ku!" perintah Excel Shimo.


Tujuh bagian Jirah Perang Dewa Binatang bergerak memutari tubuh Excel Shimo, lalu tujuh Galaksi mulai mengecil. Setelah menjadi kecil seukuran ibu jari, tujuh Galaksi Elemen menyatu dengan tujuh bagian Jirah Perang Dewa Binatang.


Seketika tujuh Batu Keabadian mengeluarkan sinar benderang dan dalam sekejap menghilang lagi ketika telah menyatu. Tersisa Galaksi Asal Muasal dan empat Galaksi. Lalu salah satu Galaksi evolusi Petir dan Api masuk kedalam cincin dimensi yang tidak terlihat.


Excel Shimo langsung meraih cincin dimensi dan mengalirkan sedikit kekuatan jiwa, dia melakukan itu agar cincinnya selalu terikat dengannya saat bereinkarnasi.

__ADS_1


Tujuh patung emas yang menyatu dengan tujuh Tubuh Bayangan itu juga diberikan kekuatan jiwa dengan tujuan sama, selalu terikat dengan dirinya saat bereinkarnasi.


"Sekarang kalian bisa menyebar sesuai rencana. Pergi!" perintah Excel Shimo kepada tujuh patung emas Dewa Binatang.


"Sesuai rencana masa depan!"


Dengan kompak ketujuh patung itu berbicara dengan nada yang sama seperti Excel Shimo, dan memang semuanya adalah Excel Shimo.


Inilah tujuan Excel Shimo menciptakan Teknik Tubuh Bayangan atau klon yang seratus persen seperti dirinya, hanya berbeda kekuatan yang lebih rendah lima puluh level.


Dengan memiliki Law Stone, Excel mampu menciptakan berbagai macam teknik hebat. Tapi dia menciptakan itu semua untuk masa depannya agar bisa cepat melewati siklus Samsara.


Kemudian tujuh patung emas Dewa Binatang menghilang sesuai rencana Excel Shimo. Setelah itu, Tujuh bagian Jirah Perang kembali menyatu dengan Excel Shimo dan membentuk seperti semula. Kini tinggal Excel Shimo dan empat Galaksi Elemen.


"Kalian akan tinggal di Dunia Jiwa dan buat Gerbang Benua Kelahiran agar kita di masa depan bisa selalu terhubung dengan dantian ku...!" Excel Shimo mengalirkan energi kekuatan jiwa, lalu empat galaxy elemen juga mengeluarkan kekuatan jiwa.


Empat Galaksi Elemen masuk ke dalam dahi Excel Shimo untuk menyatu dengan jiwanya. Kini dantian keduanya telah kosong dan hanya menyisakan dantian pertama yang dihuni oleh empat kekasihnya dan pintu Gerbang menuju Ranah Tanpa Batas.


Kini, Jirah Perang, Tujuh Batu Keabadian, Tujuh Galaksi Elemen dan cincin dimensi telah menjadi satu untuk selamanya. Tujuan Excel Shimo menggabungkan Galaksi Elemen dengan Jirah Perang agar terus meningkat kekuatan Batu Keabadian tanpa kehadirannya.


Sedangkan Excel Shimo cukup memiliki Law Stone sebagai batu utama. Dia melakukan ini untuk mengantisipasi lawan yang berhasil mengalahkannya dan menyerap dantian. Jika Excel Shimo dikalahkan oleh lawan, secara otomatis Jirah Perang akan menyebar.


Tujuh patung emas dibuat agar Excel Shimo dengan mudah menemukan Batu Keabadian dimasa depan ketika bereinkarnasi. Demikian juga dengan cincin dimensi yang akan selalu terikat dengannya.


"Patung emas Dewa Binatang akan menjadi petunjuk diriku di masa depan saat terpisah dengan Batu Keabadian. Tapi kalian jangan pernah berkomunikasi dengan kehidupan diriku di masa depan, agar ingatanku tidak diselidiki oleh orang yang ingin berbuat buruk. Biarkan aku yang akan datang dengan sendirinya dan mengingat kalian," kata Excel Shimo kepada Galaksi Elemen.


"Mengerti, Penguasa." Semua Galaksi Elemen serempak menjawab.

__ADS_1


Excel Shimo telah menyelesaikan masalahnya yang menjadi incaran Maharaja Yaksa, Wei Yan dan mungkin juga dengan Deity. Excel Shimo memiliki pemikiran negatif tentang Deity karena sikap orang tuanya yang tampak tidak akur dengan Kakek Tian Ba.


Yang membuat Excel Shimo tidak suka dengan nenek dan ibunya karena telah membawa semua istrinya dengan alasan yang lucu, melatih istrinya untuk mendukung dalam kehidupannya dimasa depan, sungguh aneh pikirnya.


Berbeda dengan kakek Tian Ba, dia tetap mengijinkan Lotus Bao, Xi He dan Qin bersaudari selalu bersamanya. Cara pemikiran keluarganya yang tidak sama yang membuat Excel Shimo berpikir negatif.


"Mungkin benar yang dikatakan oleh Ratu Diao Chin tentang dua keluarga yang tampak berserteru ... " gumamnya saat teringat ucapan Dewa Pil Surga waktu itu.


"Alam Kudus dan Alam Suci nama yang tidak sesuai dengan perilaku si penghuninya!" sungut Excel Shimo didalam hati.


Kemudian Excel Shimo kembali ke kamar pribadi dengan tetap duduk bersila dengan memejamkan matanya, tapi tidak untuk berkultivasi, melainkan membuat perencanaan matang untuk masa depannya.


Kepala pelayan istana telah terbangun dari pingsannya dengan raut wajah kebingungan. Dayang-dayang juga terbangun dengan ekspresi yang sama seperti Nayoung Kepala pelayan istana. Ternyata, Guan Shilin dan Zhi Xiu Juan telah membuat semua penghuni Dunia Jiwa juga pingsan.


Kini di ingatan semua orang yang berada di Dunia Jiwa, tidak lagi mengenal semua istri Dewa Binatang, mereka menganggap Dewa Binatang masih belum memiliki istri, sosok pria muda berbakat, kuat dan bijaksana sebagai pemimpin di Dunia Jiwa.


Semua orang di Dunia Jiwa melakukan aktivitas seperti biasa dan selalu menunggu Dewa Binatang yang jarang keluar dari istana. Banyak wanita muda dan cantik selalu menunggu di depan Istana Utama, mereka hanya berharap bisa menjadi permaisuri bagi Kaisar Shimo.


Tiga bulan berlalu di Dunia Jiwa setelah semua orang kehilangan ingatan, Excel Shimo masih belum keluar dari kamar pribadi, Nayoung si Kepala pelayan istana selalu menunggu dengan sabar di depan kamar bersama dayang-dayang. Tidak hanya Nayoung saja yang berharap Excel Shimo segera keluar, tapi banyak petinggi kekaisaran ingin menemuinya.


"Kepala pelayan, kapan Yang Mulia Kaisar keluar dari kultivasinya?" tanya seorang wanita muda ketika Nayoung keluar dari istananya.


Nayoung yang ditanya saat baru keluar melihat wanita muda itu, dia tersenyum karena mengenalinya.


"Nona Muda Yue, Yang Mulia sulit untuk ditebak kapan keluar dari kultivasi tertutup. Tapi Yang Mulia tidak melarang siapapun yang ingin menemuinya di depan kamar!" jawab Nayoung dan meninggalkan wanita muda itu.


Wanita muda itu bernama Xiao Yue, usianya 18 tahun dan berbakat, tinggi badan 175 cm dengan tubuh proporsional ibarat peri. Dia sudah sering mendatangi Istana Utama untuk bertemu dengan Excel Shimo, namun hingga saat ini tidak pernah bisa bertemu dengan pria pujaannya.

__ADS_1


Xiao Yue kegirangan saat diperbolehkan untuk menunggu pujaannya di depan kamar, dia langsung masuk dan diikuti banyak wanita muda. Penjaga istana yang melihat tidak melarang mereka masuk ke dalam istana, sebab di dalam istana banyak pengawal bayangan, yang tidak lain adalah boneka wayang bersayap...


__ADS_2