
Chapter 431. Leluhur Ketiga Bangsa Asyura.
Dewa Binatang yang diserang banyak pasukan Asyura segera mengeluarkan 100 boneka wayang bersayap dan juga Raja Singa.
"Roar...! " raungan Raja Singa setelah keluar dan langsung menyerang pasukan Asyura bersama 100 boneka wayang.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan terus dengar ketika pasukan Asyura melawan 100 boneka wayang bersayap dan Raja Singa. Sedangkan Dewa Binatang yang berada di depan juga tidak tinggal diam, dia meledakkan tubuh pasukan Asyura.
Pasukan Asyura pertahanan pertama makin berkurang, sebab mereka hanya menang dalam jumlah dan bukan kekuatan, kekuatan pasukan Asyura terendah setingkat Prajurit Surgawi dan tertinggi di tingkat Jenderal Surgawi, dan jelas bukan tandingan 100 boneka wayang bersayap dan Raja Singa.
Tidak berselang lama pasukan Asyura pertahanan pertama dikalahkan dan mayat mereka berjatuhan. Dewa Binatang terus berlanjut menuju dinding pertahanan pertama bersama 100 boneka wayang bersayap dan Raja Singa.
Seluruh menara turret segera melepaskan ratusan anak panah besi, tapi dengan mudah dihancurkan juga, bahkan dinding pertahanan pertama diruntuhkan menjadi puing-puing.
Kali ini Dewa Binatang berhenti saat melihat banyak energi api. Api adalah sumber kekuatan bangsa Asyura dan Dewa Binatang berniat mengekstrak elemen api.
"Karena kalian menyebabkan masalah, hari ini bangsa Asyura akan menjadi sejarah, dan juga menjadi contoh siapapun yang berniat membuat masalah dengan ku! "
Suara Dewa Binatang terdengar sangat jelas di seluruh Benua Roh dan membuat bangsa Asyura ketakutan. Banyak rakyat jelata telah meninggal Benua Api dengan tergesa-gesa, sedangkan Raja Asyura merasakan ketakutan.
"Yaksa, lihatlah sebagian keturunanmu disini akan aku jadikan pengorbanan. Dan ingat, ini semua karena ambisi-mu juga! " suara Dewa Binatang menggelegar di seluruh Benua Roh.
"Dan kamu Wei Yan, walaupun kamu memiliki 1.000 tubuh kesadaran ... Datanglah, aku dengan senang hati menyambutnya. Jika kamu sanggup memerintahkan Yaksa Sang penciptamu turun, berarti kamu memang di hargai, jika tidak, kamu sama saja sampah baginya! " lanjutnya.
Mendengar Dewa Binatang menantang orang terkuat dan menjadi pemimpinnya, Wei Yan menjadi ketakutan, dia tidak menyangka jika Dewa Binatang mengetahui siapa yang memerintahkannya.
Wei Yan segera kabur meninggalkan Pangeran Mayat Hidup, dia berniat memulai tiga rencana cadangan, sebelum Dewa Binatang menghancurkan seluruh tubuh kesadarannya.
Sedangkan Pangeran Mayat Hidup jelas tidak tahu telah ditinggalkan oleh Wei Yan, sebab dirinya bersama pasukan mayat hidup sedang bertarung melawan Raja Malaikat.
Mereka baru berhenti saat mendengar suara Dewa Binatang.
Excel Shimo menjadi murka karena dia tidak lagi bisa bertemu dengan kakak-kakaknya, dan melampiaskan kemarahan kepada bangsa Asyura dan semua musuhnya. Dia berbicara secara spontan tanpa dipikirkan konsekuensinya di masa depan.
Kemudian, Dewa Binatang merentangkan kedua tangannya ke depan dan mulai mengekstrak elemen api yang menjadi sumber kekuatan bangsa Asyura.
Raja Asyura segera memerintahkan jenderal besar dan semua kekuatan menyerang Dewa Binatang sebelum Benua Api hancur, dia makin panik sebab leluhur bangsa Asyura tidak segera datang.
Secara berlahan elemen api jenis apapun mengalir menuju kedua tangan Dewa Binatang. Sedangkan 100 boneka wayang bersayap dan Raja Singa melesat ke depan untuk melawan pasukan Asyura.
Boom💥... Boom💥...
Kembali ledakan terdengar dan tanpa henti, kali ini 100 boneka wayang bersayap dan Raja Singa mulai kewalahan dengan banyaknya pasukan Asyura dan juga para jenderal ikut bergabung.
__ADS_1
Melihat Raja Singa dan boneka wayang bersayap kewalahan, Dewa Binatang tidak tinggal diam, dengan tangan kanan dia menggunakan energi alam untuk menghancurkan pasukan Asyura beserta para jenderalnya.
Segera banyak cahaya kunang-kunang bermunculan yang melebihi jumlah pasukan Asyura dan mengelilingi mereka.
Melihat cahaya kunang-kunang, para jenderal dan pasukannya mulai panik saat merasakan kengerian kekuatan cahaya kunang-kunang.
Para jenderal dan pasukannya segera membuat perisai energi untuk menahan serangan cahaya kunang-kunang. Tapi...
Boom💥... Boom💥...
Cahaya kunang-kunang langsung melesat dan menghujani tubuh para jenderal dan pasukannya, rentetan ledakan bertubi-tubi menggetarkan Benua Api. Setelah suara ledakan banyak pasukan Asyura berjatuhan dan melukai para jenderal dengan parah.
Raja Singa bersemangat dan langsung menyerang para jenderal yang terluka, demikian juga dengan boneka wayang bersayap yang makin brutal saat membantai pasukan Asyura.
Melihat para jenderal dan pasukan Asyura masih ada yang hidup, Dewa Binatang sekali lagi menggerakkan tangan kanannya dan tangan kiri masih terus menyerap elemen api.
Kembali cahaya kunang-kunang bermunculan dan kali ini makin banyak.
"Mundur, semuanya mundur! " perintah jenderal besar kepada pasukannya.
Namun, cahaya kunang-kunang sudah mengelilingi mereka dan tak ada tempat untuk mereka bisa mundur. Tapi mereka tetap mundur sebisa mungkin sambil menyerang cahaya kunang-kunang.
Boom💥... Boom💥...
Tubuh Raja Asyura bergetar melihat pasukan dan jenderalnya tumbang melawan seseorang pria muda, seekor Singa dan 100 boneka wayang bersayap, dia tidak mampu berkata-kata dengan apa yang dia lihat.
"Wei Yan, kamu telah melemparkan kita ke jurang kematian! " teriakan Raja Asyura yang menyalahkan Wei Yan.
"Ayo, kita bergabung dengan mereka! " ajak Raja Asyura kepada para petinggi dan para menteri.
Segera Raja Asyura terbang cepat dan diikuti semua orang penting bangsa Asyura.
Dewa Binatang menghentikan untuk mengekstrak Benua Api saat melihat orang terkuat di bangsa Asyura akhirnya turun tangan, dia segera maju sambil meledakkan tubuh pasukan Asyura yang masih berdiri.
Raja Asyura dan jajarannya segera melepaskan serangan jarak jauh dengan api andalan mereka, demikian juga dengan Dewa Binatang yang seorang diri melepaskan serangan cahaya kunang-kunang.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan hebat antara kekuatan Half Alfa level 10 dan didukung banyak kekuatan menyerang cahaya kunang-kunang yang melesatkan kearahnya.
Dewa Binatang tiba-tiba menghilang dan muncul lagi di belakang musuhnya, lalu mengeluarkan lagi cahaya kunang-kunang yang lebih kuat, dia berniat sekali menyerang menghancurkan musuhnya.
"Awas di belakang!! " teriakan Raja Asyura saat merasakan kemunculan Dewa Binatang.
Semua orang membalikkan badan dan kembali melepaskan serangan jarak jauh. Dan suara "Boom" berturut-turut menghujani tubuh Raja Asyura dan pendukungnya.
__ADS_1
Api Asyura mereka tidak mampu menandingi kekuatan cahaya kunang-kunang yang berasal dari kekuatan energi murni dari alam, dan akhirnya mereka berjatuhan menghantam tanah, tapi mereka masih saja belum mati dan berusaha untuk segera bangkit walaupun telah terluka parah.
"Berhenti!! "
Suara keras menggelegar saat Dewa Binatang berniat menyerang lagi. Dewa Binatang segera membalikkan badan dan melihat seseorang yang tubuhnya terselimuti api terbang dengan sangat cepat.
Kemudian, Dewa Binatang memasukkan semua boneka wayang bersayap ke dalam Dunia Jiwa karena mengalami kerusakan dan juga Raja Singa yang terluka walaupun masih bersemangat untuk bertarung.
Dewa Binatang juga melihat Raja Malaikat dan dua pemimpin Perguruan Api Asyura menuju ke arahnya, di belakang mereka juga banyak yang mengikuti, termasuk wanitanya. Tampaknya mereka telah selesai berurusan dengan Pangeran Mayat Hidup beserta pasukannya.
Kembali Dewa Binatang melihat orang itu, dia tersenyum tipis saat tahu masih ada kekuatan yang tersembunyi di bangsa Asyura. Kekuatan orang itu berada di tingkat True Alfa level 30.
Kemudian, Dewa Binatang mengaktifkan Mata Langit dan melihat dua orang memperhatikannya dari tempat makam. Kedua orang tua itu memiliki kekuatan Half Alfa level 40 dan yang paling kuat level 50.
"Hmm! Inikah kekuatan yang mereka andalkan sehingga berbuat sesuka hatinya! " gumam Excel Shimo saat tahu kekuatan musuhnya.
Swosh...
Akhirnya sosok yang menghentikan Dewa Binatang tiba, seorang pria tua dengan rambut panjang berwarna putih, jenggot panjang tipis dan alis juga berwarna putih, tampak bersahaja dari pada kedua orang yang sedang memperhatikan Dewa Binatang dari makam.
Orang itu geleng-geleng melihat Kerajaan Asyura menjadi porak-poranda, dia melihat Raja Asyura masih hidup dan membuatnya bernafas lega, lalu dia melihat Dewa Binatang dan sedikit terkejut saat tahu ada manusia.
Raja Asyura segera berlutut dan diikuti semua orang tanpa berani bicara saat leluhur mereka telah datang, mereka juga bernafas lega hari ini tidak menjadi sejarah.
"Junior, aku akan bicara denganmu setelah bertanya kepada cucuku," kata leluhur ketiga kepada Dewa Binatang, dia ingin penjelasan dari Raja Asyura.
Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam untuk meredam amarahnya dan tubuhnya kembali normal, dia tidak ingin melawan ketiga leluhur bangsa Asyura sebelum paham betul dengan kekuatan barunya. Kekuatan True Alfa yang baru dia dapatkan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sebab hal ini Excel Shimo meredam emosi.
Leluhur ketiga tersenyum dan melihat ke arah Raja Asyura dan jajarannya.
"Dong Shing, jelaskan! " perintah leluhur ketiga dengan nada tegas, lalu dia melihat Raja Malaikat, Yun Shang, Xia Chung dan banyak orang baru tiba.
Raja Malaikat dan dua pemimpin Perguruan Api Asyura segera menyapa leluhur ketiga dan di anggukan saja. Kemudian leluhur ketiga kembali melihat Raja Asyura.
Segera Raja Asyura berbicara setelah memberikan hormat, dia menceritakan dari awal kerjasama dengan Wei Yan yang berasal dari Alam Suci. Leluhur ketiga selalu geleng-geleng mendengar kebodohan Raja Asyura yang berambisi ingin kembali dan mengikuti kemauan Wei Yan untuk menguasai Benua Kelahiran.
"Alam Suci...! Dan tempatmu sekarang apa kamu anggap tidak suci? Di manapun jika hatimu kotor, se-suci apapun tanah yang kamu pijak juga ikut kotor. Sekotor apapun tanah yang kamu pijak, jika hatimu bersih, tanah itu akan menjadi suci! Dimana kebijaksanaan kamu sebagai seorang pemimpin! " tegur leluhur ketiga yang menahan amarahnya mengetahui kebodohan keturunannya yang hampir menghancurkan Benua Api.
"Maaf, Leluhur! Aku hanya ingin kita semua kembali ke asal! " dalih Raja Asyura.
"Kamu...! Tetap saja tidak bisa berpikiran dengan bijak. Kita semua memang abadi jika tidak ketemu lawan yang kuat. Disaat kita mati, kita semua akan kembali ke asal. Nenek moyang kita memang abadi, tapi jika Alam Semesta berkehendak waktunya mereka untuk kembali, mereka tidak tinggal di Alam Suci, tapi kembali seperti semula, yaitu kembali kedalam ketiadaan kekal! " sekali lagi leluhur ketiga menegur keras Raja Asyura yang tegar tengkuk.
Disaat leluhur ketiga menegur keturunannya, Excel Shimo memejamkan matanya untuk memahami pengetahuan yang dia dapatkan dari kakaknya tentang Formasi Pentagram.
__ADS_1