God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 410.


__ADS_3

Chapter 410. Serangan Kerangka Manusia dan Binatang.


Raja Singa mengaum untuk mengintimidasi semua prajurit, dia mengaktifkan jirah perang. Sekali lagi Raja Singa mengaum setelah kekuatannya meningkat dua level dan membuat tubuh Griffin tunggangan Kang Hong-Seo bergetar.


Kang Hong-Seo menenangkan tunggangannya dan menatap Raja Singa yang lebih kuat dari Griffin. Tunggangannya hanya memiliki kekuatan level 55 dengan cincin roh berwarna ungu dan jelas terpaut jauh dengan level 70.


"Formasi Menyerang! " perintah Kang Hong-Seo, dia berniat membunuh Excel Shimo dan merebut Raja Singa.


Excel Shimo menarik nafas berat, karena dia sebenarnya enggan membunuh banyak prajurit, dia merentangkan tangan kanan ke depan saat pasukan Kerajaan Asyura telah membentuk Formasi menyerang.


"Paman, tunggu! " teriakan Dong Jingying menghentikan Kang Hong-Seo dan pasukannya.


Dong Jingying tidak ingin pasukan Kerajaan Asyura mati sia-sia dihadapannya, dia tahu kekuatan Excel Shimo sangat mengerikan. Buru-buru Dong Jingying berlari dan berhenti di sebelah Excel Shimo, lalu disusul binatang mistik berjenis kuda terbang bertanduk satu, binatang peliharaannya.


Kang Hong-Seo melihat Dong Jingying dan juga menjadi serakah melihat binatang mistik bercincin roh warna merah dengan level 52. Kang Hong-Seo heran melihat Dong Jingying keponakan mampu menjinakkan kuda terbang, apalagi dia juga melihat Jin Shou dan kelompoknya memiliki pelihara yang kuat.


"Paman Seo, ini semua kesalahpahaman, kakakku terluka oleh binatang mistik Leopard, Kang-Dee dirasuki oleh empat leluhur mayat hidup, dan aku tidak pernah di culik. Tolong kembalilah! " jelas Dong Jingying dengan tegas dan memohon untuk pamannya membatalkan perintah ayahnya.


Wajah Kang Hong-Seo seketika berubah muram, sebab tidak mungkin bisa membatalkan dekrit Kerajaan Asyura, tapi dia sedikit yakin dengan ucapan keponakannya, sebab Dong Jingying tidak pernah berbohong.


"Tidak bisa, perintah tetap perintah, keputusan dari Yang Mulia adalah mutlak. Pasukan serang! " dengan tegas Kang Hong-Seo menolak keinginan Dong Jingying.


Excel Shimo geleng-geleng kepada Dong Jingying dan memintanya untuk menjauh. Berhubung tidak ingin melihat pasukan Kerajaan Asyura mati sia-sia, terpaksa Dong Jingying berbicara lagi.


"Raja Mayat Hidup memiliki kekuatan level 90 dan meningkat drastis ke level puncak. Tapi, mati dalam satu serangannya. Silakan, jika Paman ingin mati dengan mengorbankan para prajurit. Silakan, aku tidak mencegah! "


Segera Dong Jingying naik di punggung Kuda terbang dan kembali di depan pintu masuk bersama kelompoknya. Di dalam hatinya dia berharap pamannya berani melanggar dekrit kerajaan, sehingga tidak terjadi pembantaian sepihak.


Sontak Kang Hong-Seo dan pasukan mengigil saat Dong Jingying mengungkapkan tentang Raja Mayat Hidup, dan melihat Excel Shimo seperti seorang yang lemah mampu membunuh legenda peperangan masa lalu.


Namun, logikanya bekerja: bagaimana mungkin Raja Mayat Hidup bisa ada di Hutan Mistik, sebab konon katanya telah mati sebelum perjanjian damai waktu itu!


Dan ucapan Dong Ping beserta para wali penjaga tampak begitu meyakinkan!


Yang paling utama, Kang Hong-Seo tetap tidak mungkin melanggar keputusan Raja Asyura, karena sama saja membelot dan hukumannya adalah kematian.


"Maaf, Putri. Saya tetap akan melaksanakan keputusan Yang Mulia, apapun yang terjadi. Maju, tangkap dia hidup atau mati! "


Dong Jingying menunduk dan membalikan kudanya membelakangi Excel Shimo, dia sudah tahu akhirnya seperti ini, dan tidak tega melihat pamannya mati bersama para prajurit.


"Kuatkan hati mu, tidak ada pilihan baik bagi Dewa Binatang. Kamu sudah tahu pilihannya!" hibur Yun Shuang sambil duduk dibelakang Dong Jingying dan memeluknya.


Seribu prajurit segera maju terlebih dahulu, kekuatan mereka tidak bisa dianggap enteng jika berada di Alam Semesta Kelahiran, rata-rata kekuatan mereka berada di Prajurit Surgawi, kekuatan yang mengerikan jika sampai keluar dari Benua Roh.


"Roar... ! "


Kembali Raja Singa mengaum kepada seribu prajurit, hingga membuat para prajurit menahan tubuhnya dengan tombak tertancap di tanah, agar tidak terjatuh karena hembusan angin kencang yang keluar dari mulut Raja Singa.

__ADS_1


"Baiklah jika kalian ingin mati sia-sia. Yang terpenting, Dong Jingying sudah memberikan kesempatan kalian untuk hidup lebih lama! "


Setelah Excel Shimo berbicara, dia mengangkat satu jari telunjuk tangan kiri, dan mengeluarkan bola energi berwarna merah seukuran kepalan tangan, lalu mengarahkan kepada seribu prajurit.


Pancaran energi bola energi itu sangat mengerikan hingga membuat tekanan kuat dan hembusan angin kencang, para prajurit menancapkan tombak lebih dalam di tanah untuk menahan tubuhnya.


Kang Hong-Seo yang merasakan bahaya ekstrim, segera menghilang dan muncul di depan seribu prajurit sebelum Excel Shimo melepaskan serangannya.


Kang Hong-Seo mengeluarkan Api Asyura untuk menyelimuti tubuhnya dan juga mengeluarkan cincin roh berwarna merah jenis binatang Banteng. Kekuatannya tidak meningkat, sebab binatang mistik yang dia serap cincin rohnya hanya memiliki level 55.


Tapi, fisiknya semakin kuat dan pancaran aura tekanannya juga makin kuat, segera dia memberikan perintah kepada sepuluh ribu prajurit:


"Berikan kekuatan kalian padaku, kita kalahkan dia bersama-sama! "


Excel Shimo tidak segera menyerang, dia ingin tahu apa tujuannya Kang Hong-Seo yang memerintahkan prajuritnya.


Seluruh prajurit merentangkan tangan kanan dan mengalirkan energi spiritual kepada Kang Hong-Seo, seluruh tubuh Kang Hong-Seo terselimuti energi dan kekuatan dengan cepat naik.


Boom💢... Boom💢...


Ledakan energi terobosan bergemuruh hingga kekuatan Kang Hong-Seo melonjak hingga ke level 90. Akan tetapi, tidak berhenti hanya meningkatkan kekuatannya saja, Kang Hong-Seo meminta Api Asyura milik prajuritnya untuk menambah daya panas apinya.


Walaupun kekuatannya hanya sementara, tapi disaat menghadapi musuh kuat seperti saat ini, kekuatan sementara sangat besar artinya. Inilah keuntungan menjadi seorang pemimpin pasukan dan di manapun juga sama, mampu memerintahkan pasukan untuk memberikan kekuatan kepadanya.


Tanah bergetar saat kekuatan Kang Hong-Seo naik dan membuat tanah disekitarnya mulai membara.


Kali ini Excel Shimo lebih serius menghadapi Kang Hong-Seo daripada melawan Raja Mayat Hidup, sebab Kang Hong-Seo memiliki Api Asyura dan didukung oleh prajuritnya, jelas berbeda dengan Raja Mayat Hidup dan binatang mutan, perbedaannya dari pola pikir, emosi dan kemampuannya.


Kemudian, Excel Shimo memejamkan mata, dengan tangan kiri belakang pinggang dan tangan kanan bergerak ke depan seperti membuat Formasi Array.


Kembali tanah bergetar tapi kali ini lebih hebat, tanah mulai keluar retakan dan secara berlahan muncul kerangka tangan manusia dan susul kerangka banyak binatang.


Sontak kemunculan banyak kerangka manusia dan binatang membuat Formasi pasukan mulai kacau dan menghentikan aliran energi spiritual kepada Kang Hong-Seo.


Bang...


Excel Shimo menghentakkan kaki kanan sangat keras dan melompat lah seluruh kerangka dari dalam tanah, kemudian banyaknya kerangka berbagai jenis menyerang para prajurit dan membuat Kang Hong-Seo menjadi panik.


Gagal lah Kang Hong-Seo mendapatkan kekuatan dari pasukannya.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan energi saat prajurit menyerang banyaknya kerangka, tidak ketinggalan, Kang Hong-Seo juga ikut menyerang banyak kerangka manusia dan binatang yang melebihi jumlah pasukannya.


Ya, Excel Shimo menggunakan kemampuan dari salah satu Batu Keabadian, yaitu Third Eye Stone, yang mampu memanipulasi jiwa yang mati, membangkitkan dan mengontrolnya.


Seperti saat ini, Excel Shimo membangkitkan kerangka manusia dan binatang, mampu dibangkitkan karena masih memiliki energi.

__ADS_1


Sesaat yang lalu, dia memejamkan mata untuk melihat di dalam tanah apakah ada tengkorak. Ternyata dugaan Excel Shimo memang benar, banyak kerangka manusia dan binatang di dalam tanah.


Hutan Mistik merupakan tempat penguburan massal bagi korban peperangan, dan di depan pintu masuk adalah bekas medan peperangan antara Ras Asyura dan Ras Malaikat.


Boom💥... Boom💥...


Kang Hong-Seo dan pasukan kewalahan dengan banyaknya kerangka, saat dihancurkan kerangka kembali menyambung, hanya bisa mati saat kerangka di hancur leburkan.


Anehnya, banyak kerangka juga mengeluarkan Api Asyura dan banyak juga yang memiliki sayap seperti Ras Malaikat, dan itu bisa ditebak, semua kerangka adalah para korban peperangan antara dua ras.


Walaupun korban peperangan sudah mati, tapi jiwa dan kerangka masih menyimpan energi dan kemampuan mereka semasa hidup masih ada.


"Roar...!! " Raja Singa mengaum dan melepaskan serangannya dari barisan terbelakang pasukan, dia dengan ganas mencabik, meremukkan kepala dan meludahkan bola angin.


Sedangkan Excel Shimo masih terus memejamkan mata untuk membangkitkan banyak kerangka dari segala penjuru, dan juga banyak kerangka yang melindunginya dari serangan musuh.


Jin Shou dan semua orang yang melihat bergidik ngeri melihat punggung pria muda memiliki banyak kemampuan yang tak terduga, mereka pikir Kultivasi Jalan Hidup Alam hanya sebatas mengendalikan energi alam, tapi nyatanya yang mereka lihat lebih mengerikan daripada bola energi alam.


Ini seperti memiliki sebuah pasukan besar tanpa takut mati, hanya berpikir membunuh dan membunuh, mengikuti sesuai keinginan Excel Shimo.


Mereka melihat pasukan Kang Hong-Seo di bantai seperti binatang, tubuh tercabik-cabik, dan disaat terbang kerangka bersayap langsung membunuhnya.


Dong Jingying yang mendengar suara teriak kesakitan para prajurit jelas tidak tega, dia segera menghampiri Excel Shimo untuk menghentikan pembantaian.


Namun, Jin Shou mencegahnya, kuatir Excel Shimo makin marah.


Tidak kehilangan akal, Dong Jingying menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Excel Shimo.


"Tolong hentikan, aku akan melakukan apapun sebagai gantinya! " permohonan Dong Jingying dengan nada tulus.


Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dari mulut, lalu dia mengendalikan banyak kerangka untuk mundur dan berbaris di depannya. Tidak hanya kerangka saja yang berbaris, tapi mayat prajurit yang baru saja mati bangkit kembali dan bergabung dengan barisan kerangka.


Kang Hong-Seo segera mundur dan melihat pasukannya hanya menyisakan seribu prajurit, dan dia melihat pasukannya yang mati bangkit kembali dan menjadi pasukan musuh.


Jelas Kang Hong-Seo ketakutan, tubuhnya yang berlumuran darah makin gemetaran, demikian juga dengan pasukannya yang mentalnya lemah langsung jatuh, mereka berlutut karena tidak mampu merasakan ketakutan, sakit dan yang pasti tidak ingin menjadi mayat hidup.


"Katakan kepada Raja Asyura yang sebenarnya, jika putra kesayangannya telah memfitnah ku. Tapi, jika masih saja ingin mengejar ku dan tidak memutuskan hubungannya dengan Wei Yan, kirim pasukan sebanyak mungkin ... Mereka akan menjadi seperti ini, dan terimakasih telah memberikan aku pasukan. Pergi dari hadapanku! " perintah Excel Shimo kepada Kang Hong-Seo, dia juga memberikan peringatan tegas dengan ancaman nyata.


Kang Hong-Seo menelan salivanya dan hanya mengangguk paham, dia segera kembali bersama pasukannya yang tersisa tanpa berani membawa mayat yang telah kembali dihidupkan.


"Roar...! " Raja Singa mengaum untuk menakuti musuhnya, dia dengan gagah dan bangga terbang, dia mendarat di depan Excel Shimo.


Excel Shimo segera naik dipunggung Raja Singa dan melihat lagi Kang Hong-Seo yang sudah sangat jauh. Lalu melihat para penjaga pintu masuk Hutan Mistik, seketika para penjaga perjalanan mundur karena ketakutan.


Excel Shimo tertawa melihat mereka dan mengangguk kepada Jin Shou untuk berlanjut menuju Kerajaan Malaikat, dia melambaikan tangannya kepada pasukan kerangka dan pasukan Kerajaan Asyura, seketika mereka menghilang dan tersimpan di dalam cincin dimensinya yang tak terlihat.


"Ayo, kita temui Yang Mulia! " ajak Excel Shimo dan melemparkan bola esensi binatang mistik kepada para penjaga pintu Hutan Mistik, "itu untuk kalian, cincin roh berwarna merah, tinggal serap dan tidak akan menyakiti kalian." lanjutnya dan memerintahkan Raja Singa untuk terbang.

__ADS_1


Para penjaga segera menangkap bola esensi binatang mistik dan melongo saat tahu ada metode seperti ini, wajah mereka seketika ceria dan tertawa bahagia. Lalu, mereka melihat punggung Excel Shimo dan membungkuk.


"Terimakasih."


__ADS_2