God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 23 Kekuatan Bu Wanmei?


__ADS_3

Chapter 23 Kekuatan Bu Wanmei?


Melihat mata Bu Wanmei yang selalu tertuju pada gunung kembar miliknya, Xiao Qiao semakin membusungkan dadanya, dan berjalan mendekati bocah yang akan menjadi samsak tinju baginya.


Demikian juga Bu Wanmei, berjalan mendekati Xiao Qiao.


Sorak-sorai penonton yang bertaruh seketika terdengar.


Balai Pekerjaan Umum menjadi ramai dengan acara dadakan ini.


"Guru Muda Qiao, hajar jangan beri ampun..."


"Guru Muda Qiao, aku bertaruh untukmu..."


Semua komentar memberikan semangat bagi Xiao Qiao, dan terlihat Xiao Qiao makin percaya diri.


"Gunakan senjata andalanmu, aku tidak ingin dibilang tidak adil saat melawan bocah nakal seperti kamu!" titah Xiao Qiao yang tidak ingin kemenangannya ternoda dengan alasan basis kultivasi.


"Oh, terima kasih. Aku sedari tadi sudah menggunakan 12 senjata, hanya saja aku tidak gunakan untuk menyerang!" jawab Bu Wanmei.


Jawaban Bu Wanmei membuat semua orang kebingungan, pasalnya Bu Wanmei tidak memegang senjata apapun.


Termasuk Xiao Qiao yang juga kebingungan, dari tadi dia tidak melihat bocah menjengkelkan itu memakai senjata.


"12 senjata? aku saja tidak melihat 1 senjata di tanganmu, apa kamu bercanda... Hahaha. Bocah nakal, jangan mempermainkan diriku!" Xiao Qiao tidak tahu maksud perkataan Bu Wanmei, dia merasa Bu Wanmei sedang menggodanya.


Apa yang di maksudkan Bu Wanmei adalah teknik Tinju Hati skill ketiganya, yaitu Fisik 12 titik. Dimana 12 titik tubuhnya adalah senjatanya, dua kepalan tangan, dua lutut, dua tumit, dua sikut, dua kaki dan dua cakar tangannya.


"Ya sudah jika tidak percaya!" balas Bu Wanmei dengan mengangkat kedua bahunya.


"Ayo kita segera mulai. Kamu serang aku dulu...!!" ucap Xiao Qiao yang sudah memberi kesempatan kepada Bu Wanmei untuk menggunakan senjata.


Xiao Qiao tidak perduli lagi jika niat baiknya di tolak, dia sudah tidak sabar ingin meremas mulut bocah nakal ini.


"Baiklah, Bibi, kamu harus hati-hati...!"


Ucap Bu Wanmei sambil berjalan mendekati Xiao Qiao.


Xiao Qiao merasa ada aura yang menindas keluar dari tubuh bocah nakal ini, secara naluri, instingnya seperti memberikan sinyal marabahaya.


Wushhhh


"Sial, cepat sekali...!!" batin Xiao Qiao yang kaget saat Bu Wanmei menyerang.


Bang... Bang...


Xiao Qiao segera menangkis serangan serangannya, benturan fisik sekali lagi membuat hembusan angin kencang.


"Ini senjata ku, Bibi!"


Bukk... Aahh... Plakk... Auuu...


Setelah Bu Wanmei berbicara, dia meningkatkan kecepatannya, dan lututnya menghantam perut Xiao Qiao.


Teriakan itu tidak menghentikan Bu Wanmei, disaat Xiao Qiao membungkuk setelah lutut kaki kanan menghantam perutnya, tangan kiri Bu Wanmei menampar pantatnya.


Suara tamparan di pantat Xiao Qiao sangat keras, dan Xiao Qiao berteriak kesakitan.


"Ckckck, Bibi, kamu cantik, sayangnya gak punya bantalan di bawahnya!" goda Bu Wanmei setelah menjauhi Xiao Qiao.

__ADS_1


Xiao Qiao menjadi marah, dan mengeluarkan senjata andalannya, yaitu cambuk berwarna merah api.


Cambuk itu berwarna merah karena Xiao Qiao mengalirkan elemen api miliknya.


Semua orang yang melihat kemarahan Guru Muda Qiao, menjadi ikut ketakutan.


Ketua Xiao hanya menggelengkan kepalanya, merasa jika Bu Wanmei akan merasakan kesakitan.


Hanya Pemimpin Akademi dan Penatua Agung yang terlihat tenang, karena mereka berdua pernah merasakan serangan mental dari Bu Wanmei.


Mereka berdua merasa jika Bu Wanmei menyembunyikan kekuatannya cukup dalam. Loi Annchi juga berada di Balai Pekerjaan Umum, dan selalu mengawasi Bu Wanmei sesuai misinya.


"Api inti binatang, lumayan!" gumam Bu Wanmei yang tahu jenis api apa yang dimiliki Xiao Qiao.


Api inti binatang dia ambil dari jenis binatang buas yang berafiliasi dengan api. Setelah mendapatkan api inti binatang, biasanya seorang kultivator akan menyerapnya, agar memiliki elemen api.


Proses itu membutuhkan banyak inti binatang api, dan harus memburu banyak binatang buas.


"Bocah mesum, kamu telah mempermalukan ku...!?" bentak Xiao Qiao yang sudah marah hingga ke ujung kepalanya, ia menyerang Bu Wanmei dengan cambuknya.


Cetarrr...


Cambuk itu menyambar kearah kanan Bu Wanmei, dan merasa cambuk itu tidak mengenai dirinya, Bu Wanmei hanya diam saja tanpa merasa takut atau menghindari.


Wushhhh...


Cetarrr.... Boom


Disaat Bu Wanmei menyerang dengan tangan kosong, Xiao Qiao segera mencambuk kearah Bu Wanmei. Cambuk itu meleset dan mengenai ubin hingga menimbulkan ledakan.


Wushhhh


Cetarrr... Boom


Xiao Qiao terus-menerus menyerang Bu Wanmei yang akan mendekati, sehingga Bu Wanmei selalu mundur dan menghindari serangan cambuknya.


Merasa jika bocah nakal itu tidak mampu mendekati dirinya, Xiao Qiao kembali percaya diri. Dia terus-menerus menyerang Bu Wanmei, dan tidak memberikan kesempatan.


Wushhhh....


Cetarrr.... Bang.... Bang...


"Guru, apa guru tidak merasakan keanehan pada Bu Wanmei?"


"Iya, sudah dari tadi aku merasakan sesuatu yang salah pada anak muda itu! Aku merasa jika anak muda yang bernama Bu Wanmei itu menyembunyikan kekuatannya! Aneh juga, jika peti pendeteksi bisa dia manipulasi!," jawab Penatua Agung kepada Loi Annchi, saat melihat Bu Wanmei dari lantai dua.


"Kekuatan jiwanya sangat besar, jika tebakanku tidak salah, seharusnya kekuatannya pada tingkat Saint!" ujar Penatua Agung yang kembali berbicara kepada Loi Annchi.


"Bagaimana mungkin usia 12 tahun sudah memiliki kekuatan tingkat Saint? Memiliki kekuatan tingkat Raja level 9 puncak saja sudah sangat abnormal, bagaimana caranya dia berkultivasi?" tanya Loi Annchi pada gurunya, dia mengira jika gurunya salah menebak.


"Jangan-jangan, dia dari Alam atas?" tanya Loi Annchi lagi sebelum gurunya menjawab.


"Bisa jadi, tapi kenapa dia harus kesini? Di Benua Jiangshan hanya memiliki energi Qi biasa, sedangkan alam atas memiliki energi Qi langit?" Penatua Agung juga kebingungan tentang identitas asli Bu Wanmei.


Alam atas yang dibicarakan mereka berdua adalah Benua Jiuzhou.


Benua yang memiliki 9 wilayah.


Dimana pusat Akademi Langit Abadi berada.

__ADS_1


"Bu Wanmei ini sangat istimewa, siapa gurunya? Usia 12 tahun, memiliki fisik tingkat emas tahap puncak, memiliki kekuatan jiwa yang mumpuni...!" Penatua Agung semakin kebingungan dengan identitas Bu Wanmei, saat dirinya memikirkan semua hal yang berkaitan dengan Bu Wanmei.


Cetarrr... Bang...


"Hahaha, bocah mesum, lebih baik aku akhiri semua ini. Cambuk Dewi Bulan...!" Xiao Qiao tertawa bahagia saat dirinya puas mempermainkan Bu Wanmei, dia segera mengeluarkan tekniknya.


Cambuk api itu memutari tubuh Xiao Qiao dan berubah menjadi banyak binatang ular. Cambuk yang berubah menjadi banyak ular, seolah-olah melindungi tubuh Xiao Qiao.


Bu Wanmei yang melihatnya mengerutkan keningnya, dan tersenyum tipis di balik topengnya.


Tangan kanan Bu Wanmei mengepal erat, setelah mengepal, seluruh energi Qi teraglomerasi menuju kepalan tangannya.


Sontak semua orang menjadi ketakutan, saat melihat energi Qi berkumpul di sekitar Bu Wanmei. Deruh angin mengema di Balai Pekerjaan Umum.


"Astagaaa... I-ini kitab hitam, ini teknik kitab hitam..." Penatua Agung berseru kaget ketika mengetahui teknik apa yang akan digunakan Bu Wanmei.


"Ya, Dewaaa... Ini sangat berbahaya..." pemimpin akademi menjadi panik melihat Bu Wanmei mengeluarkan energi yang kuat dan hebat.


Energi Qi yang teraglomerasi menjadi pusara badai energi, membuat semua orang melindungi dirinya dengan perisai energi. Semua orang semakin menjauh, dan sebagian sudah keluar dari Balai Pekerjaan Umum.


Demikian juga dengan Xiao Qiao, yang menjadi takut dengan kekuatan besar yang Bu Wanmei akan keluarkan.


Xiao Qiao tanpa sadar melangkah mundur, dan berusaha menjauhi bocah yang tidak terduga ini.


"Menyerah atau aku harus melepaskan pukulan?" tanya Bu Wanmei kepada Xiao Qiao, dia semakin memadatkan energi yang berpusat pada kepalan tangannya.


Badai pusara energi sudah membuat lantai satu menjadi berantakan.


"Tidak mungkin, bagaimana bocah ini memiliki teknik kitab hitam? Jika aku lawan itu sama saja kebodohan!"


Batin Xiao Qiao yang sudah merasa kulitnya ingin terlepas dari tubuhnya. Teknik yang dimiliki Xiao Qiao hanya teknik kitab biru atau teknik tingkat menengah.


"Tidak, aku tidak boleh menyerah, basis kultivasi ku lebih tinggi!" batin Xiao Qiao yang tidak mau menyerah.


"Hahaha, biarpun kamu memiliki teknik kitab hitam, tetapi aku memiliki kekuatan yang lebih tinggi!" Xiao Qiao tertawa untuk menghilangkan rasa gelisah nya.


"Baiklah jika itu maumu!," jawab Bu Wanmei dengan dingin.


"Tinju Api Surga ...!" gumam Bu Wanmei yang melepaskan pukulan kearah Xiao Qiao.


"Cambuk Dewi Bulan, Penghancur Bumi..!" sedangkan Xiao Qiao yang tidak mau menyerah, juga melepaskan teknik terbaiknya.


Wushhhh... Wushhhh


Kepalan tangannya Bu Wanmei membentuk kepalan yang sangat besar, dan kepalan itu berselimutkan energi api.


Sedangkan cambuk Dewi Bulan juga berubah menjadi ribuan ular piton.


Boommm.....


Kedua teknik berbeda tingkat langsung saling berbenturan dengan keras, suara ledakannya mengguncang gedung Balai Pekerjaan Umum.


"Tidak baik....!"


Xiao Qiao berseru kaget saat tekniknya tidak mampu melawan teknik Bu Wanmei, kepalan tangan itu melesat ke arahnya dengan sangat cepat.


Segera Xiao Qiao membuat perlindungan dari energi Qi, agar serangan itu tidak melukai dirinya.


"Sial....!" umpat Penatua Agung yang melihat kebodohan Xiao Qiao yang tidak mau menyerah, dengan segera Penatua Agung ikut campur.

__ADS_1


Wushhhh


Boommm.....


__ADS_2