God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 290. Datang Lebih Awal.


__ADS_3

Chapter 290. Kedatangan Utusan.


****


Di luar angkasa terlihat dua unit kapal angkasa terbang dengan cepat menuju Benua Jiu Zhou. Disalah satu kapal angkasa, ada seorang pria tua sedang duduk bermeditasi, pria tua itu adalah utusan dari Istana Iblis Timur, kekuatannya berada pada tingkat Dewa Roh level 9, namanya Guang Jibu.


Guang Jibu adalah otak yang merencanakan untuk menjebak Dewa Binatang, dia sendiri yang turun tangan, agar rencananya sukses.


Guang Jibu membuka matanya saat merasakan getaran pada cincin dimensi, buru-buru dia mengeluarkan siput penghantar suara dan mengalirkan energi untuk membuka pesan suara.


("Wakil Balai, rencana kita gagal! Kita sudah diserang terlebih dah-- boom💥...")


Guang Jibu terkejut mendengar suara dari anggotanya, karena ledakan anggotanya tidak sempat menyelesaikan semua laporan. "Bangsattt!! Pasti Dewa Binatang!" umpat Guang Jibu yang sangat marah, dia segera bangkit.


Swosh...


Guang Jibu keluar dari kamar pribadi dan melihat anggotanya yang sedang mempersiapkan diri. "Kalian semua ikut aku! Pakai penyamaran kalian!" perintah Guang Jibu kepada anggota pilihan, tanpa banyak bicara anggotanya mengikuti perintah Guang Jibu, memakai jubah penyamaran.


Swosh... Swosh...


Guang Jibu langsung terbang dengan cepat, lebih cepat dari kapal angkasa, diikuti oleh 10 anggotanya, mereka menuju ke Benua Jiu Zhou.


Kekuatan anggota Balai Pekerjaan Khusus yang dipilih oleh Guang Jibu, terendah pada tingkat Dewa Langit level 4, jumlah mereka 4 orang. Dewa Emas level 5, ada 4 orang. dan tertinggi Dewa Roh level 5, ada 2 orang.


Dengan kekuatan kesepuluh anggota itu, mampu menguasai Benua Sihai dengan mudah, sudah bisa dipastikan jika rencana kebangkitan Kaisar Iblis sangat penting bagi Istana Iblis Timur dan juga Ras Iblis.


*****


Setelah Gongsun Ling menghancurkan goa dan dunia bawah tanah, sisa mayat hidup yang berada di jalur Lembah Hitam dibantai oleh Excel Shimo dan istrinya. Kerajaan Niu dan Akademi Langit Abadi juga tidak tinggal diam, mereka ikut menyerang mayat hidup.


Swosh... Swosh...


Excel Shimo dan kedua Ratu ular segera menghampiri Gongsun Ling dan An Na, setelah melewati pasukan mayat hidup yang tersisa, Excel Shimo tidak perlu lagi menyerang, sebab pasukan Kerajaan Niu bisa dengan mudah membantai mayat hidup.


"Hebat!" puji Excel Shimo saat mendarat disebelah Gongsun Ling yang berpura-pura acuh tak acuh dengan pujian suaminya.


"Hal sepele," kata Gongsun Ling sambil membersihkan lengan bajunya yang tidak kotor. An Na hanya tersenyum melihat suaminya dan Gongsun Ling sudah akur.


Tidak berselang lama, kedelapan wanita ular juga menyusul dan berkumpul didepan pintu goa yang telah runtuh, sekali lagi Excel Shimo memuji mereka kinerja mereka.


Diantara kedelapan wanita ular itu, hanya satu wanita ular yang membuat Excel Shimo bergidik ngeri. Wanita ular itu adalah Jenderal Barat Bi dari suku Bi, kedua matanya berwarna ungu, wajah runcing dan ada tiga tanduk di kepalanya, bibir kecil dan bertaring.


Untung saja tubuh Jenderal besar Bi begitu menggiurkan mata tanpa melihat wajah, kain hanya menutup buah kenyal dan bagian organ intimnya, jika melihat wajah, sudah dipastikan akan membuat si tongkat pingsan.

__ADS_1


Jenderal besar Bi tidak buruk rupa, dia memiliki pesona yang berbeda dari wanita ular, kata unik yang cocok untuk disematkan pada jenderal besar Bi. Kesembilan wanita ular juga demikian, memiliki pesona yang berbeda-beda.


Gongsun Ling yang melihat suaminya menatap tubuh jenderal besar Bi, mendengus dan mencubit pinggangnya dengan keras, dan membuat Excel Shimo meringis kesakitan, padahal fisiknya berada pada tingkat Suci tahap rendah.


Bicara masalah fisik, Excel Shimo belum mencapai peningkatan lagi, sebab dia belum membuat pil penguat tulang, dia juga berharap menemukan keberuntungan lagi seperti di Benua Jiang Shan.


Jenderal besar Bi mendekati Excel Shimo dan berbisik ditelinga hingga bibirnya menempel. "Rahim ku siap!" godanya, sambil mundur saat Gongsun Ling mendorong tubuhnya.


"An Na belum membuatkan jadwal, jadi kalian harus bersabar untuk mendapatkan bagian!" ujar Gongsun Ling yang sebenarnya ingin memonopoli Excel Shimo.


An Na hanya tersenyum, sebab dia sudah membuatkan jadwal untuk keluarga barunya saat berada di Dunia Jiwa. Dalam membuatkan jadwal berkultivasi ganda, bagi An Na sangat sederhana, sebab suaminya minimal melayani dua istri setiap kali berkultivasi ganda. Seperti saat ini, dengan hadirnya sepuluh wanita, An Na tinggal menambahkan salah satu wanita dalam grup yang akan melayani suaminya selama seharian penuh. Tapi itu tidak berlaku bagi Excel Shimo, setelah membuat istrinya kelelahan, dia akan berlanjut untuk berkultivasi ganda dengan istrinya yang lain, jadi mudah membuatkan jadwal.


"Kakak Ling, tenang saja saya masih bisa menahan diri walaupun gejolak rahim sudah menginginkan untuk diberi nutrisi," jawab jenderal besar Bi yang berusaha keras berbicara dengan lembut, tidak seperti sebelumnya yang kasar ketika berbicara kepada Excel Shimo yang masih menyamar.


Excel Shimo tidak perduli dengan persaingan istrinya, sebab itu sangat baik bagi mereka. Semua wanita tidak sadar dengan raut wajah Excel Shimo yang serius melihat ke langit.


"Suami, Kerajaan Tu dan Kerajaan Chu sudah siap, kapan akan mulai bergerak?" lapor An Na yang mengikuti tatapan Excel Shimo dan Gongsun Ling juga mengikuti.


"Mereka datang lebih cepat!" ujar Excel Shimo kepada semua istrinya yang sudah ikut melihat ke langit.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Ratu She Jingyi dengan serius.


"Kita hadapi mereka sebelum tiba di pusat wilayah Sekte Racun Darah!" sela Gongsun Ling yang tampak tidak kuatir dengan kekuatan utusan Istana Iblis Timur, sebab diri bisa dengan mudah mengalahkan mereka.


"Disaat kita menghadang mereka, kalian bagi menjadi dua group. Ratu She Jingyi bergabung dengan Kerajaan Niu, Ratu Bi Annchi bergabung dengan Kerajaan Mu, pasukan ular juga dibagi dua agar menambah kekuatan kalian!"


Semua wanita mendengarkan pengaturan Excel Shimo dengan serius dan tidak ada yang membantah. An Na juga mengeluarkan empat boneka wayang dan 1.000 pasukan binatang, dan juga membaginya. Dan tugas An Na adalah untuk menyebarkan informasi pengepungan dan situasi terkini bersama sisa pasukan binatang dan satu boneka wayang.


"Ratu Bi, Aku belum melihat kondisi Kerajaan Mu, jika mereka tidak bisa diajak kerjasama, hiraukan, jika menghalangi, hancurkan saja." titah Excel Shimo kepada Bi Annchi.


"Mengerti Suami,"


"Menurut informasi, Kerajaan Mu sudah siap, Suami!" sahut An Na yang sudah mendapatkan laporan dari Chu Yao.


"Bagus, segera bergerak. Setelah berhasil, aku akan berikan kalian hadiah," kata Excel Shimo yang sudah selesai mengatur, "tetap utamakan keselamatan diri." lanjutnya dan langsung terbang untuk menghadang musuh.


Swosh... Swosh...


An Na dan semua wanita ular menatap kepergian Excel Shimo yang tergesa-gesa, dan memang ini sangat serius. Semua wanita melihat An Na yang tampak tidak kuatir.


"Apa suami kita bisa mengatasi hanya dengan mereka berdua?" tanya Bi Annchi kepada An Na.


"Jangan remehkan suami kita dan kakak Ling, terutama suami kita, dia memiliki banyak hal tersembunyi dibalik lengannya! Dia sudah pasti memperhitungkan segalanya sebelum bertindak," jawab An Na yang seratus persen percaya kepada Excel Shimo.

__ADS_1


"Apakah dia yang tadi menjadi Naga sebelum kita kesini?" tebak She Jingyi yang merasakan aura menindas pada garis darah ketika dekat dengan Excel Shimo.


"Itu salah satunya ... Kalian akan tahu banyak setelah bersamaan. Biarpun dia masih sangat muda, kecerdasaan-nya melebihi orang yang banyak mengalami pengalaman," jawab An Na sambil melihat sekitarnya, dia melihat mayat hidup yang sudah dibantai pasukan Kerajaan Niu dan seluruh anggota Akademi Langit Abadi.


"Ayo kita mulai bergerak." ajak An Na yang kembali fokus pada tujuan mereka.


Segera She Jingyi menemui Raja Niu, demikian juga dengan Bi Annchi yang langsung kembali menemui pasukan ular untuk bergabung dengan Kerajaan Mu.


"Semuanya bergerak menyerang Sekte Racun Darah, semua pintu cabang sudah hancur!" perintah An Na kepada saudarinya yang berada di Kerajaan Tu dan Kerajaan Chu, dia menggunakan siput penghantar suara.


*****


Di Kerajaan Tu semua pasukan sudah bersiap dan tinggal menunggu perintah. Tu Qingxua, Tu Yueyin Mei, Juan Rong, Zhen Ji dan 14 istri Dewa Binatang langsung berdiri setelah mendengar pesan dari An Na.


"Ayah, perintah sudah turun ... Dewa Binatang sudah menghancurkan pintu terakhir!" teriak Tu Yueyin Mei dengan penuh semangat sudah dua hari ini dia tidak sabar untuk membantai mayat hidup.


"Bagus. Semua maju!" Raja Tu jelas gembira dan memberikan perintah kepada pasukan Kerajaan Tu yang bergabung dengan kultivator bebas.


"Huuu... Huuu!!" teriakan prajurit yang penuh semangat untuk membalaskan dendam, suaranya menggetarkan tanah dan memekakkan telinga. Rakyat jelata yang tidak ikut hanya bersorak-sorai mengiringi kepergian mereka.


Jumlah pasukan Kerajaan Tu dan digabungkan kultivator bebas mencapai 400 ribu jiwa, itu belum termasuk pasukan binatang yang berjumlah 500 binatang dan ditambah 3 boneka wayang setingkat Dewa Emas.


Kedelapan belas istri Dewa Binatang segera naik dipunggung pasukan Kirin dan Griffin, dan diikuti Raja Tu, dua leluhur, para jenderal, pejabat dan berbagai pemimpin klan. Sebagian pasukan menggunakan armada kapal angkasa dan menggunakan kuda, ada juga yang menggunakan pedang terbang sebagai sarana transportasi.


*****


Kejadian menghebohkan di Kerajaan Chu, dimana ketiga Putra Mahkota menghilang bersama Jenderal Selatan. Raja Chu dan Permaisuri dengan panik mencari keberadaan mereka berempat, sudah semalaman Istana Kerajaan Chu tidak ada yang beristirahat, bahkan pelayan juga ikut mencari. Raja Chu kuatir jika keempat orang penting itu diculik oleh mayat hidup disaat lengah.


Chu Yao dan Zhang Rouxin hanya menghela nafas berat dan tidak ikut membantu mencari keberadaan empat orang penting, sebab tugas mereka untuk bersiap menyerang pusat wilayah Sekte Racun Darah.


"Suami kita benar-benar tidak pandang bulu saat terancam, bahkan jika melibatkan ... !" Chu Yao berhenti berbicara kepada Zhang Rouxin, saat pesan An Na datang lagi.


("Semuanya bergerak menyerang Sekte Racun Darah, semua pintu cabang sudah hancur!")


"Ayo kita kabari semua orang!" ujar Chu Yao dengan serius dan segera menemui Raja Chu yang masih sibuk mencari ketiga putranya dan Jenderal Selatan.


Tidak berselang lama, Chu Yao dan Zhang Rouxin bertemu Raja Chu didepan Mansion khusus tempat hiburan pria. Chu Yao yang tahu hanya menghela nafas berat saat ayahnya sedang menginterogasi pemilik Mansion.


Chu Yao juga malu mendengar banyak orang berbisik-bisik negatif tentang putra mahkota yang terakhir berada di Mansion.


"Maaf, Raja. Perintah menyerang sudah turun," lapor Chu Yao kepada Raja Chu, setelah melewati kerumunan orang yang ingin mengetahui apa yang dilakukan Raja Chu di Mansion, tempat khusus bagi pria hidung belang.


"Hamm! Baik, segera bergerak. Menteri, tetap selidiki menghilangnya mereka!" perintah Raja Chu dengan segera, dia sendiri sebenarnya malu datang di Mansion ini, terpaksa dia lakukan sendiri karena bawahannya masih belum menemukan keempat orang penting.

__ADS_1


Chu Yao dan Zhang Rouxin jelas tidak mungkin menceritakan siapa pelaku kepada Raja Chu, sebab ada banyak faktor. Salah satunya jika bercerita tentang pengkhianatan keempat orang penting itu, jelas Raja Chu tidak akan mempercayainya.


Jadi, Chu Yao dan Zhang Rouxin tetap bungkam dan seolah-olah mereka tidak tahu.


__ADS_2