
Chapter 28 Sun Yao Vs Bu Wanmei(1).
Bu Wanmei dan Raja Kera Emas terus menerus saling beradu fisik, setiap benturan menimbulkan gelombang kejut.
Penghuni Hutan Penguasa menjadi gelisah, disaat aura tekanan kedua pertarungan itu menekan jiwa semua kehidupan di Hutan Penguasa bagian barat.
Boom... Boom...
"Hahaha, ayo keluarkan semua kekuatanmu monyet jelek...!" Bu Wanmei tertawa gembira, baginya ini seperti sedang bermain saja.
Merasakan jika dirinya selalu diejek dan dihina, membuat Raja Kera Emas menjadi marah.
"Grorrr... Kamu selalu menghina ku...!?!?"
Bang... Bang...
Tiba-tiba, tubuh Raja Kera Emas menjadi besar, berawal dari otot kedua lengannya, kedua paha, betis dan seterusnya, hingga tinggi badannya juga semakin tinggi.
Tingginya kini mencapai 8 meter, dan tubuhnya juga menjadi sangat kuat. Melihat Raja Kera Emas bertranformasi, Earth Core Flame segera berbicara.
"Tuan, dia telah berubah menjadi The Great Ape Divine. Aku tidak menyangka dia memiliki garis darah murni Kera ilahi!" Earth Core Flame terkejut saat mengetahui perubahan tubuh akibat garis darah yang telah aktif.
Kera Ilahi adalah nenek moyang para kera maupun sejenis primata yang lainnya. Kera Ilahi terkenal karena kenakalannya, yang sempat membuat para Dewa Dewi kuwalahan dalam menghadapinya.
Boom...
Setelah berubah, kekuatan Kera Emas juga ikut meningkat 1 level. Bu Wanmei yang melihat itu hanya tersenyum.
"Bagus, dengan begini aku bisa serius!" ujar Bu Wanmei dengan sorot matanya yang terlihat serius.
"Benar, dengan Kera Emas itu bertransformasi, maka Tuan bisa menunjukkan kemampuan terbaik tanpa lagi menahan diri!" sahut Earth Core Flame yang ikut senang bisa melatih Tuannya mendapatkan pengalaman.
Boom...
Sekali lagi kekuatan Raja Kera Emas meningkat 1 level lagi, kini kekuatannya berada di tingkat Saint level 8.
"Hahaha... Bocah, kamu memaksa ku berubah menjadi seperti ini! Aku adalah Kera Ilahi, keturunan satu-satunya Dewa Kera Ilahi. Aku adalah Sun Yao, Pangeran Kera Ilahi...." Kera Emas itu tertawa terbahak-bahak saat berhasil membuka segel garis darahnya, dia juga memberitahukan nama aslinya.
Boom....
Aura kekuatan Kera Emas meletup dari tubuhnya, dan menghempaskan apapun disekitarnya, anak buahnya sudah lari terbirit-birit, saat melihat Rajanya menjadi marah.
Bu Wanmei segera mengepalkan kedua tangannya dengan kedua kaki sedikit terbuka lebar.
"Uwaaaaa....."
__ADS_1
Bu Wanmei berteriak kencang dengan kepala menatap ke langit
Boom...
Kekuatan Bu Wanmei juga ikut meningkat setelah dirinya juga mengaktifkan garis darahnya.
Seluruh tubuhnya mengeluarkan sinar keemasan, dan rambutnya juga ikut berubah warna menjadi keemasan.
"Uwaaaaa...."
Boom...
Sekali lagi, kekuatan Bu Wanmei juga meningkat lagi, dan kini kekuatannya juga setara dengan Pangeran Kera Ilahi.
Chezhh... Chezhh
Seluruh tubuh Bu Wanmei mengeluarkan petir dan menyelimutinya ibarat War Clock.
Sun Yao terkejut melihat perubahan dari musuhnya, tekanan aura yang dia rasakan menekan garis darahnya.
Di tempat Bu Wanmei dan Sun Yao sudah menjadi porak-poranda, akibat gelombang kejut dari kedua kekuatan.
Aura kekuatan setingkat Saint level 8 juga dirasakan hingga radius puluhan kilometer.
"Astagaaa, i-ini kekuatan macam apa...!," Penatua Agung yang sedang mencari Bu Wanmei terkejut, saat melihat di kejauhan dua sinar yang bercahaya dengan warna keemasan.
Demikian juga dengan keempat wanita yang berada di kapal angkasa, mereka shock saat merasakan kekuatan familiar itu.
Keempat wanita itu tidak jauh dari lokasi pertempuran Bu Wanmei dengan Pangeran Kera Ilahi.
"Ayo, segera tingkatkan kecepatan, Guru." pinta Ming Mei yang kuatir terjadi sesuatu pada Bu Wanmei.
"Ini aura dari Bu Wanmei, kekuatan macam apa yang dia hadapi dan lagi, kekuatan Bu Wanmei tiba-tiba meningkat drastis!" timpal Loi Annchi sambil melihat ke arah Hutan Penguasa bagian barat.
"Kita akan tahu sesampainya disana...!"
Wushhhh...
Setelah berbicara, Xiao Qiao segera meningkatkan kecepatan dari kapal angkasanya.
Di Akademi Langit Abadi, semua orang yang berada di dalamnya juga merasakan kekuatan besar dari arah barat. Wang Kaibo, Ketua Xiao, Han Heng Si Raja pil Han dan semua orang menatap kearah Hutan Penguasa.
"Ada apa disana...?" gumam Wang Kaibo yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Wushhhh...
__ADS_1
Pemimpin akademi juga buru-buru terbang dengan sangat cepat. Melihat pemimpinnya terbang ke arah aura yang kuat itu, Ketua Xiao, ketua Balai Alchemist dan semua kekuatan dari Akademi Langit Abadi juga ikut menyusulnya.
Semua murid Akademi Langit Abadi yang melihat hampir seluruh kekuatan akademi menuju tekanan aura yang kuat itu, mereka juga buru-buru mengikuti para pimpinan akademi.
Di Kerajaan Han, tepatnya di dalam Istana Han, Raja Han yang tadinya sedang mengadakan pertemuan dengan para pimpinan, menjadi terganggu dengan aura kekuatan tingkat Saint puncak.
"Apakah penghuni Hutan Penguasa sedang bertarung?" tanya Raja Han kepada para Jenderalnya.
"Maaf, Yang Mulia. Hamba tidak mengetahuinya." jawab sang Jenderal dengan menangkupkan kedua tangannya.
"Ayo kita kesana! Jenderal keempat, siagakan pasukan untuk berjaga-jaga jika penghuni Hutan Penguasa bergerak untuk menguasai wilayah yang strategis!" titah Raja Han sebelum dia keluar dari dalam Istana Han.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Mengetahui jika Raja Han menuju ke Hutan Penguasa, para pimpinan saling bertukar pandang, dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti Raja Han.
"Ayah, mau kemana?"
Sebelum Raja Han naik kapal angkasa yang telah tersedia di tempat khusus, suara gadis memanggilnya.
Gadis itu berlari bersama seseorang yang lebih muda 1 tahun darinya, terlihat wajahnya sangat mirip.
"Kalian ... !," tahu siapa kedua gadis itu, Raja Han menggelengkan kepalanya, dia tahu kedua gadis itu selalu aktif jika ada sesuatu yang menarik minat mereka berdua.
"Lebih baik kalian berdua di rumah saja!" pinta Raja Han kepada kedua Putrinya.
"Bosan, Ayah. Aku mau menuju ke arah kekuatan itu, siapa tahu kita bisa ikut berpartisipasi... Ke ke ke" jawab Putri pertama Raja Han, dia terkekeh mengetahui jika Ayahnya jadi kesal.
"Benar, Ayah. Aku juga bosan di rumah terus!" timpal Putri kedua dari Raja Han, dia juga bosan di rumahnya.
"Hah, kalian ini, apa tidak ada waktu istirahat untuk tidak membuat kekacauan... Hah!?" keluh Raja Han kepada kedua Putrinya itu.
Raja Han selalu dibuat pusing dengan ulah kedua Putrinya yang selalu membuat kekacauan di mana saja mereka berada.
Putri pertama Raja Han bernama Han Xing dan Putri keduanya bernama Han Chun.
Han Xing berusia 20 tahun, warna kesukaan berwarna hijau, rambut hitam sepinggang, kulit putih dan mulus, bola matanya berwarna coklat. Kekuatannya berada pada tingkat Master level 4.
Adiknya bernama Han Chun, usia 19 tahun, warna favoritnya adalah biru laut, wajah sama mirip dengan kakaknya, yang membedakan adalah warna bola matanya yang berwarna hitam, Han Chun memiliki kekuatan Master level 3.
"Hehehe, Ayah, kita janji tidak akan membuat keributan, oke!" jawab Han Xing dengan menggoyangkan tangan kanan Raja Han.
"Hah, baiklah. Jika kalian membuat onar lagi, aku akan hukum kalian di ruang kultivasi selama 1 bulan.!" desah Raja Han yang tidak bisa berkutik ketika melihat kedua Putrinya yang selalu manja.
Walau Raja Han memberikan ancaman kepada kedua Putrinya, mereka terlihat tidak takut dan mengedipkan kedua mata yang membuat hati Ayahnya luluh.
__ADS_1
Dengan geleng-geleng kepala, Raja Han naik kapal angkasa bersama kedua anaknya, dan di susul beberapa pemimpin yang ikut dalam satu kapal.