God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 72 Tingkat Artefak.


__ADS_3

Chapter 72 Tingkat Artefak.


Malam semakin larut, dan cuaca semakin dingin. Pembicaraan semakin serius untuk menghadapi dua Kerajaan. Excel Shimo sudah tidak lagi mengkuatirkan bagaimana caranya membawa banyak penduduk, sebab setiap pemimpin memiliki kantong spasial khusus menyimpan anggotanya.


"Jadi berapa total pasukan yang kalian miliki?" tanya Excel Shimo kepada ketiga pemimpin itu.


"Pasukan kera berjumlah 10 ribu jiwa," jawab Sun Yao.


"Pasukan Unicorn Badak 6 ribu jiwa lebih, Raja," Ma Xiniu menundukkan kepala setelah menjawab.


"Ras Macan hanya 5 ribu jiwa, Raja." jawab Hei Bao dengan geleng-geleng kepala, karena angka kelahiran Ras Macan sangat kecil.


"Hmm... Terlalu sedikit. Perkiraan, kedua Kerajaan itu akan membawa 500 ribu pasukan lebih dari berbagai Ras Binatang... " ujar Excel Shimo sambil memijat pelipisnya untuk berpikir.


"Jangan kuatir, Sayang. Jika besok kita mendapatkan dukungan dari Ras Thunderbird dan Ras Burung Gajah, angka musuh tidak akan berarti apa-apa!" sela Loi Annchi yang tahu apa yang sedang dipikirkan kekasihnya.


"Benar, walau kita kalah jumlah, tapi kita unggul dalam kekuatan," kata Excel Shimo yang sedikit lega saat ingat akan tingkat kekuatan penghuni Hutan Penguasa.


"Baiklah, kita atur strategi yang tepat, agar kita bisa minimalisir angka kematian dipihak kita! Pertama... " lanjut Excel Shimo yang segera mengatur strategi dalam peperangan antar Kerajaan.


Semua pemimpin juga saling bertukar pendapat dan saran. Excel Shimo selalu menerima setiap usulan Sun Yao, Ma Xiniu dan Hei Bao, terkadang Loi Annchi dan Bao Xue juga memberikan ide.


Tak terasa rencana itu memakan waktu hingga menjelang subuh. Untuk seorang yang sudah menjadi kultivator, tanpa tidur, makan dan minum masih bisa bertahan selama 10 hari lebih. Semakin tinggi basis kultivasinya semakin mampu hidup lebih lama, dan tanpa mengkomsumsi apapun.


"Baiklah, pagi ini kita akan berpisah. Kita bertemu lagi dalam 3 hari yang akan datang sesuai rencana." ujar Excel Shimo sambil berdiri. Lalu ia mengeluarkan beberapa senjata dan perlengkapan perang tingkat Langit tahap rendah.


Trangg... Trangg


Ribuan senjata dan perlengkapan perang berdentang saat Excel Shimo letakan di tanah, di depan semua orang. Sontak mereka tercengang melihat begitu banyaknya artefak tingkat Langit.


"Kalian bagi dan atur artefak ini, walau tidak bagus, setidaknya masih membantu kalian dalam perang nanti," kata Excel Shimo kepada mereka yang masih belum pulih dari keterkejutan-nya.


Senjata atau artefak juga memiliki tingkat, dan setiap tingkat dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu tahap rendah, menengah, tinggi dan puncak.



Tingkat Normal.


Tingkat Bumi.


Tingkat Langit.

__ADS_1


Tingkat Semesta.


Tingkat Legendaris.


Tingkat Kuno.


Tingkat Surga.


Tingkat Ilahi.


Tingkat Dewa.


Tingkat Maha Dewa, dan seterusnya.



Jenis binatang juga memiliki peringkat sesuai basis kultivasinya, dan dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu Binatang Buas, Binatang Sihir dan Binatang Roh.


Loi Annchi hanya tersenyum bangga, dia sudah tidak terkejut dengan kekayaan kekasihnya. Sedangkan Bao Xue juga tercengang melihat begitu banyaknya artefak tingkat Langit tahap rendah.


Di Benua Jiang Shan, artefak tertinggi hanya pada tingkat Bumi tahan puncak. Susahnya membuat artefak bukan karena ahli smelting yang sedikit, tetapi sulitnya mencari material untuk membuat artefak.


Segera Bao Xue memilih senjata dan perlengkapan perang yang sesuai dengan keinginannya. Melihat Bao Xue yang dengan tergesa-gesa memilih artefak, seketika semua pemimpin kembali pulih.


Sebenarnya semua artefak itu Excel Shimo buat saat berada di dalam cincin dimensinya. Dalam waktu 11 tahun, itu semua adalah hasilnya. Apa yang Excel Shimo keluarkan bukan hasil pemurnian terbaiknya. Artefak tingkat tinggi tidak mungkin Excel Shimo keluar, karena itu di khususkan untuk kekasihnya saja.


"Tidak perlu memilih ukurannya, semua artefak armor bisa menyesuaikan bentuk si pengguna. Kalian hanya tinggal pilih senjata mana yang cocok." kata Excel Shimo kepada semua orang, sambil dirinya duduk kembali bersama Loi Annchi.


Mendengar penjelasan Rajanya, membuat mereka tidak kebingungan lagi dengan bentuk fisik mereka yang berbeda-beda.


Setelah hari mulai terang, semua artefak itu telah didistribusikan oleh ketiga pemimpin itu, sedangkan Bao Xue sudah memilih berberapa artefak kesukaannya.


Bao Xue segera memakai armor, dan sebagainya ia simpan di cincin dimensi. Excel Shimo hanya tersenyum melihat kekasih galaknya ini tanpa melarang. Sebenarnya Excel Shimo sudah menyiapkan untuk semua kekasihnya.


"Raja, semua sudah menerima senjata dan perlengkapan perang." lapor Ma Xiniu sambil berjalan menuju tempat Excel Shimo yang terlihat mengantuk.


"Bagus. Selanjutnya aku akan beri segel untuk keluarga baru yang belum menerima. Paman Hei, segera pilih beberapa perwakilan Ras Macan," titah Excel Shimo kepada Hei Bao.


"Xue'er, kemarilah, aku akan beri segel pertama untukmu," lanjut Excel Shimo yang meminta Bao Xue untuk mendekatinya.


"Hei, jangan dul--"

__ADS_1


"Makan ini, agar kekuatanmu setara dengan Bao Xue." potong Excel Shimo sebelum Loi Annchi memprotes keinginan kekasihnya. Excel Shimo memberi 2 buah Persik lagi kepada Loi Annchi, seketika Loi Annchi tersenyum bahagia.


Sejujurnya, Loi Annchi kuatir dikalahkan oleh Bao Xue, karena itu ia protes saat Excel Shimo akan memberikan segel untuk Bao Xue.


"Huff, takut jika aku mengalahkanmu!" ejek Bao Xue yang sambil memeluk lengan kekasihnya.


"Siapa yang takut, aku lebih dulu menjadi kekasihnya, sudah seharusnya aku lebih unggul dari yang baru." sanggah Loi Annchi sambil bersilat pinggang.


Sebelum pertengkaran mereka menjadi panas, Excel Shimo segera menutup mulut Bao Xue dengan tangannya.


"Sudah itu konsumsi dulu," perintah Excel Shimo kepada loi Annchi, "Xue'er, kamu duduk disana!" lanjut Excel Shimo berbicara.


Setelah menghabiskan waktu 4 dupa, semua orang sudah meningkatkan kekuatannya, hanya Sun Yao, Ma Xiniu beserta bawahannya yang tidak meningkatkan kekuatan, karena mereka sudah mendapatkan segel keluarga.


"Raja, kami akan tunggu di tempat yang telah kita sepakati!" ucap Hei Bao.


"Baik. Kalian juga harus hati-hati, sampai jumpa lagi." jawab Excel Shimo kepada Hei Bao, dan berpamitan kepada semua orang.


Excel Shimo terbang bersama Loi Annchi dan Bao Xue. Mereka bertiga terbang dengan cepat. Semua melambaikan tangan sampai Rajanya tidak terlihat lagi. Kemudian, mereka juga bergegas menuju wilayah Perbatasan Kematian.


Dengan Loi Annchi sebagai petunjuk jalan menuju wilayah Ras Thunderbird, dalam waktu 2 dupa mereka telah tiba. Sesampainya disana mereka segera dihadang oleh beberapa pasukan burung petir. Bentuk mereka juga setengah manusia dan setengah binatang, dimana kepalanya masih berbentuk burung.


"Berhenti, siapa kalian yang berani memasuki wilayah Ras Thunderbird?" hardik salah satu prajurit burung itu.


"Aku Loi Annchi, murid dari Penatua Agung Long Wenhua, Ketua khusus di Akademi Langit Abadi," jawab Loi Annchi sambil membelakangi Excel Shimo dan Bao Xue, "katakan pada Kepala Suku, jika aku datang untuk berkunjung." lanjutnya.


Prajurit burung petir itu saling bertukar pandang dengan rekannya yang berjumlah 5 prajurit. Mereka mengerutkan kening. Mereka merasa mengenali nama Loi Annchi, tapi lupa dimana mereka pernah mendengarnya.


"Apa Nona Muda adalah Senior Loi dari Kasta Raja yang pernah berkunjung beberapa tahun lalu?" tanya salah satu prajurit pada Loi Annchi.


"Benar." jawabnya singkat.


"Maafkan kami yang tidak mengenali Anda. Mari ikuti kami." kata si prajurit itu pada Loi Annchi.


"Huff, hanya Kasta Raja saja sudah berbangga diri, bagaimana jika Kasta Kaisar atau Maha Raja," dengus Bao Xue saat melihat betapa bangganya Loi Annchi saat dikenali prajurit itu.


"Aduh, apaan sih cabul!" tampik Bao Xue saat Excel Shimo mencubit pantatnya.


"Mau aku hukum sampai kamu mendesah tanpa henti?" bisik Excel Shimo kepada Bao Xue, sambil mereka bertiga mengikuti prajurit itu.


"Cabul tetap saja cabul!" gerutunya sambil mengelus pantat kiri yang dicubit Excel Shimo, wajahnya memerah karena malu. Bao Xue, masih teringat jelas bagaimana dia menikmati percintaan waktu itu.

__ADS_1


(Author : Selamat Tahun Baru 2022, Semoga kita semakin sukses dan bahagia. Untuk sesama Jomblo termasuk saya, semoga tahun 2022 dapat jodoh, entah jodohnya orang lain nyasar, atau kita yang nyasar ke jodoh orang lain. Semangat🔛🔥)


__ADS_2