
Chapter 400. Leluhur Mayat Hidup.
.....
Kang-Dee.
Setelah Kang-Dee memisahkan diri dari timnya dan dua ketua, dia berjalan tanpa arah di Hutan Mistik, berjalan dan menunduk terus sambil meratapi nasibnya.
Selama hidup ini, dia selalu mendapatkan apapun keinginannya, dia berusaha keras untuk mencapai yang terbaik, menonjolkan diri dengan prestasi, salah satunya, mencari kesempatan rekannya yang lalai dalam misi seperti Kim Boo waktu itu.
Kang-Dee juga memiliki pendukung kuat di belakangnya, tapi dia selalu kalah dengan Kim Boo sebagai rival utama di Perguruan Api Asyura, apalagi wanita yang dia sukai dekat dengan Kim Boo yang sudah membuatnya kalah dalam hal pesona dan prestasi.
Hatinya makin terpukul setelah tahu kesucian Bunga Wangi telah direnggut oleh seseorang yang bukan bagian dari Benua Roh, pria yang lebih tampan dan kuat.
Yang tanpa Kang-Dee sadari, langkah kakinya membawanya ke suatu tempat terlarang di Hutan Mistik, tempat yang ditakuti oleh binatang mistik dan semua penghuni Benua Roh, dan tidak ada yang berani mendekati.
Tempat itu di kenal dengan nama, "Muara Kematian".
Sebab itu, saat Kang-Dee berjalan dirinya tidak bertemu maupun diganggu oleh binatang mistik jenis apapun.
Sambil menangis Kang-Dee berbicara pada dirinya sendiri:
"Apa kurang ku, semua sudah kulakukan untuk menunjukkan bahwa aku layak...! "
Ya, memang Kang-Dee termasuk berbakti, usia 2.000 tahun lebih sudah berada pada tingkat Half Alfa level satu. Selain itu, dia juga seorang ahli Alkemis, yang mana selalu menjadi perhatian semua orang termasuk wanita. Tapi, itu tidak membuat Bunga Wangi meliriknya, dekat pun mereka tidak mau.
"Demi kalian aku meninggalkan banyak wanita, tapi kalian seakan-akan menganggap aku hina ... Hahaha! "
Kang-Dee seperti orang gila yang berbicara sendiri dan tertawa setelahnya.
"Tapi, aku senang kesucian kalian direnggut oleh pria lain, tapi aku juga sangat membencinya... Kenapa harus pria itu dan bukannya aku! Hahaha! "
Kang-Dee terus berbicara sendiri dan selalu menertawakan nasibnya. Dia berniat bunuh diri dengan berjalan masuk ke dalam air, tempat pertemuan sungai dan laut, 'Muara Kematian'.
Tubuh Kang-Dee pun tenggelam dan terbawa arus deras, tubuhnya bergerak ke dalam dasar Muara Kematian, dia memblokir kekuatannya.
Untuk terakhir kalinya sebelum mati, dia membuka mata dan melihat sekitarnya.
"Bahkan alam pun mengijinkan aku mati! "
Lalu, dia memejamkan mata saat tahu berada di Muara Kematian.
Tubuh Kang-Dee tengelam dan telah menyentuh dasarnya, tubuhnya tersentak berulang-ulang, karena paru-parunya kemasukan air, dan sebelum ajal menjemput, tiba-tiba empat sinar merasuki tubuhnya dan mengambil ahli.
Empat sinar itu tidak berusaha menghentikan kematian Kang-Dee dan memang sengaja. Setelah Kang-Dee benar-benar mati, baru sinar itu mengendalikannya.
"Hahaha! "
Suara tawa mengerikan, lalu secara berlahan tubuh Kang-Dee bertransformasi dengan bentuk yang mengerikan, mata merah menyala dengan nyala api, punggungnya mengeluarkan banyak senjata tongkat yang terlilit rantai, tubuhnya muncul retakan dan seakan-akan mengeluarkan bara api, mulutnya melebar dan mengeluarkan api, giginya menjadi meruncing semua.
Wajah Kang-Dee yang tampan menjadi mengerikan, walaupun masih bisa dilihat wajah aslinya. Tanpa lonjakan energi terobosan, kekuatan sudah berada level 50.
"Hahaha! "
Kembali Kang-Dee yang tubuhnya dikendalikan tertawa, lalu dia menyesuaikan tubuh barunya dengan berjalan membungkuk.
Kemudian, Kang-Dee menggerakkan otot punggungnya untuk mengendalikan banyak rantai.
Rantai-rantai itu mengelilingi tubuhnya dan digunakan seperti kaki dan tangan. Setelah terbiasa, tubuhnya berubah lagi, kini rantai menjadi tentakel, perutnya menjadi terbuka lebar membentuk mulut, menjadi Gluttony.
"Tubuh bocah ini sangat kuat daripada milik Chi Yong itu! "
__ADS_1
Suaranya menggema seperti empat orang yang berbicara bersamaan, dia membandingkan tubuh yang pernah dia kendalikan sebelumnya di Benua Zhong Hua.
Dia adalah empat leluhur mayat hidup, empat sinar yang memasuki Kang-Dee adalah jiwa mereka.
Saat bertarung dengan Dewa Binatang, mereka memang mati, tapi masih memiliki serpihan jiwa lain yang berada di Hutan Mistik.
Kemampuan memisahkan jiwa diturunkan ke Kaisar Iblis dan bisa digunakan juga oleh Huang Guang si Dewa Iblis Api Phoniex, karena mereka sama.
Empat leluhur mayat hidup merubah wujud menjadi tubuh asli Kang-Dee dan keluar dari Muara Kematian.
"Bocah ini, terlalu mengikuti perasaan, benar-benar lemah mentalnya! " gumam leluhur mayat hidup setelah keluar dari air.
Leluhur mayat hidup membaca ingatan Kang-Dee dan tersenyum jijik saat dipikiran penuh Bunga Wangi saja, dia berkata:
"Memang cantik, dan pasti akan aku kabulkan keinginanmu dan juga membunuh Dewa Binatang. Kitab Hitam milikmu sangat hebat, bocah! "
Leluhur mayat hidup juga tertarik dengan Bunga Wangi dan akan mengabulkan keinginan terakhir Kang-Dee, dia juga dendam kepada Dewa Binatang yang telah mengalahkannya waktu itu.
Kemudian, dia terbang untuk menemui dua ketua dari Ras Asyura.
Tidak berselang lama dan setelah jauh dari Muara Kematian, leluhur mayat hidup bertemu dengan dua ketua yang sedang mencarinya.
Kedua ketua itu kaget melihat juniornya dari arah Muara Kematian dengan keadaan baik, dan buru-buru menghampiri.
"Kamu kemana saja, membuat kami panik saja! " bentak Ketua Penegak Hukum kepada Kang-Dee, sambil memeriksa tubuhnya.
"Maaf Ketua, aku tadi ada yang memanggil dan setelah aku ikuti... Lihat sekarang...! " jawab leluhur mayat hidup dengan menggunakan suara Kang-Dee, dan dia mengeluarkan sedikit aura kekuatannya.
"Astaga!! "
Sontak kedua Ketua itu kaget merasakan aura kekuatan level 50, padahal sebelum masih level satu, peningkatan drastis seperti ini hanya bisa didapatkan dengan mendapatkan Buah Suci tingkat Dewa.
Segera Ketua Penegak Hukum dan Ketua Balai Pekerjaan Umum bertanya kepada Kang-Dee...
Leluhur mayat hidup yang mengendalikan tubuh Kang-Dee segera bercerita, dia juga berencana untuk membantai para peserta perburuan, termasuk membunuh Excel Shimo.
"Sudah sejak awal, dan aku juga diam-diam mendapatkan tugas dari raja untuk menjadikan putri dan keponakan pemimpin sebagai alat kesepakatan, tapi manusia itu merusak rencana ku! " jawab leluhur mayat hidup dengan geram.
Kedua ketua itu senang mendapatkan dukungan yang lebih kuat, tapi dalam hati mereka juga iri dengan keberuntungan Kang-Dee. Berhubung tujuannya sama, mereka berniat menggunakan tangan juniornya untuk menyelesaikan tugas.
Ketua Pekerjaan Umum, bertanya:
"Tapi, manusia itu tetap lebih kuat darimu, bagaimana kamu mengatasinya? "
"Level 80, itu bukan kekuatan aslinya. Aku perkiraan kekuatannya sebenarnya berada pada level 40. Jadi aku bisa mengatasinya! " jawab leluhur mayat hidup yang masih ingat betul dengan kekuatan Dewa Binatang yang tiba-tiba meningkat waktu bertarung.
Kedua ketua itu heran, dan bertanya-tanya di dalam hati:
"Bagaimana Kang-Dee bisa tahu jika kekuatan manusia itu berada pada level 40? "
Tapi ucapan leluhur mayat hidup juga meyakinkan, sebab tidak mungkin usia segitu telah mencapai level 80, level 40 saja sudah melebihi para senior di Benua Roh.
Selain itu, mereka juga pernah bertarung, di mana mereka masih bisa menangani serang elemen kayu, logam dan air.
"Sudah, percayalah padaku! " kuatir kedua ketua mencurigainya, dia segera mengajak untuk membunuh semua pemburu.
Leluhur mayat hidup sebenarnya takut kepada Ras Asyura, terutama takut pada garis darah dan apinya, itu dikarenakan silsilah.
Yaksa adalah nenek moyang mereka juga, dan leluhur mayat hidup berada di urutan terendah dengan garis darah rendah.
Sebab itu, Api Asyura adalah kelemahan Ras Mayat Hidup, walaupun mereka memiliki kekuatan yang lebih tinggi.
Tapi, kelemahan itu ditutupi oleh keturunannya, yaitu Ras Iblis.
__ADS_1
Walaupun Ras Iblis kalah dalam peringkat api, setidaknya garis darah tidak ditekan oleh garis darah Ras Asyura, dan masih bisa berbaur dengan ras manapun.
Sedangkan Fiend Spirit adalah ciptaan leluhur mayat hidup, yang diambil dari energi negatif kedua ras yang saling berperang.
Dan Fiend Spirit lah yang selama ini bertugas menjadi kaki dan tangan mereka untuk melakukan segala hal, sebab Fiend Spirit tidak masuk dalam perjanjian damai dan bukan bagian dari keturunan Yaksa.
Leluhur mayat hidup sangat beruntung memiliki tubuh Kang-Dee, dan akan menggunakan tubuhnya untuk menyelesaikan tugas, tugas yang diberikan oleh Wei Yan.
Tugas leluhur mayat hidup untuk mengalahkan Ras Malaikat dengan mengandalkan Ras Iblis dan Fiend Spirit.
Sedangkan Wei Yan, dia bertugas mengendalikan Ras Asyura.
Dengan Ras Asyura dikendalikan Wei Yan, kelemahan mayat hidup akan teratasi, dan perjanjian damai akan dibatalkan oleh Raja Asyura jika mengalahkan Raja Malaikat.
Tapi, masih ada satu kendala, dimana pemimpin Perguruan Api Asyura yang masih netral, karena itu leluhur mayat hidup ingin menggunakan putri dan keponakannya untuk membuat kesepakatan dengan pemimpin Perguruan Api Asyura.
Kedua ketua segera mengikuti Kang-Dee dan terbang di belakangnya. Karena Kang-Dee lebih kuat, maka kedua ketua hanya sebagai pengikutnya.
Mereka bertiga menuju tempat berkumpulnya Tim Dewi Lou dan anggotanya yang sedang beristirahat. Sedangkan para tim pemburu lainnya sudah menyebar di Hutan Mistik.
Leluhur mayat hidup di kejauhan melihat Tim Dewi Lou, Bunga Wangi dan dua ketua sedang bercengkrama, dia menyeringai.
Tanpa basa-basi, leluhur mayat hidup langsung menyerang dari jarak jauh dengan Api Asyura...
Swosh...
Ketua Balai Alkemis merasakan aura kekuatan dan melihat bola api mengarah kearahnya dan langsung terkejut dengan berdiri.
"Awas! Semuanya mundur! " perintah Ketua Balai Alkemis kepada juniornya.
Spontan Dewi Lou dan semua rekannya terbang dengan cepat untuk menjauh.
Segera Ketua Balai Alkemis dan rekannya menghalau serangan leluhur mayat hidup.
Boom💥...
"Arghh!! "
Kedua ketua itu langsung terpental kebelakang setelah benturan energi, tubuh mereka menghantam banyak pepohonan.
Kekuatan mereka yang berada di level 10 jelas bukan tandingan level 50.
"Hahaha! "
Leluhur mayat hidup tertawa melihat kedua musuhnya mudah dikalahkan, dia sudah lama menantikan hal ini, membuat Ras Malaikat menerima kesakitan.
Sudah sejak jutaan tahun lalu, jika keturunan Yaksa tidak terima jika selalu kalah dengan keturunan Deity, hingga membuat mereka tercerai-berai di segala penjuru alam.
Dewi Lou dan timnya segera menolong dua ketuanya, demikian juga dengan Bunga Wangi yang ikut melindungi, mereka geram saat melihat siapa yang menyerang mereka.
"Lemah! " ejek leluhur mayat hidup kepada dua musuhnya.
Semua orang terkejut melihat kekuatan Kang-Dee yang meningkat pesat, padahal sesaat yang lalu masih di bawah Dewi Lou dan Dewi Xuan.
"Bunga Wangi, kemari, jauhi mereka!? " perintah leluhur mayat hidup kepada Xia Jinjing dan Yun Shuang, dia juga melihat Moon Qiang dan terkejut saat tahu tubuh unik dari Ras Iblis, Succubus.
Bunga Wangi semakin membenci Kang-Dee yang kini semakin sombong dan tidak mematuhi, mereka melihat ketuanya hanya diam saja tanpa ada niatan untuk mencegah.
Jing Ehuang berbisik kepada Moon Qiang:
"Dia bukan Kang-Dee, tapi sosok yang lain, aku merasakan seperti mayat hidup! "
Sontak Moon Qiang kaget dan melihat Jing Ehuang. "Apa benar? " tanya Moon Qiang yang tidak yakin dengan apa yang diungkapkan oleh Jing Ehuang.
__ADS_1
Jing Ehuang mengangguk sebagai jawaban.
.....