
Chapter 466. Musuh Telah Tiba!
Xu Qiaofeng dan Fairy Shu segera berdiri, mereka berjalan mendekati Mu Yu Huang, lalu membantunya untuk berdiri. Mu Yu Huang melihat suaminya, dia memberikan hormat tanpa berucap. Kemudian Xu Qiaofeng dan Fairy Shu mengajak Mu Yu Huang menuju ke kamar pribadi untuk menenangkan diri.
Excel Shimo geleng-geleng setelah kepergian Mu Yu Huang, lalu dia melihat leluhur Qin yang menunduk sambil merenungi masalah ini. Qin Liem Bei sangat malu keluarganya menjadi seorang pengkhianat, wajahnya seakan-akan dipukul dengan palu dengan perbuatan keturunannya.
"Hidup bukan masalah untuk diselesaikan, tetapi realita untuk dihadapi. Menampik bukan sebatas realita, senjanya lenyap pada beberapa luka yang tertinggal lama...," kata Excel Shimo kepada semua orang.
Ucapannya penuh makna dan membuat orang yang tidak paham berpikir, tapi yang paham mengangguk setuju.
"Liu Bu Qin Liem Bei, katakan sekarang jika ada keluhan. Dadaku luas ...." sambungnya.
Inilah maksud perkataan Excel Shimo, hidup adalah realita dan bukan dongeng, kenyataan tidak selalu sesuai ekspektasi. Setelah terluka harus mau menerima, menolak pun tidak bisa karena ini nyata. Dan, Excel Shimo siap ... Jika leluhur Qin tidak menerima keputusannya.
Dadaku luas yang artinya siap menerima keluhan.
Liu Bu adalah nama gelar Kementerian setara dengan status Permaisuri. Status diatasnya para menteri di Kekaisaran Shimo.
Leluhur Qin menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan, lalu dia berdiri dan memberikan hormat. "Yang Mulia, segala keputusan dan tindakan telah benar sesuai aturan. Hamba yang seharusnya meminta maaf atas perbuatan mereka...," Qin Liem Bei berhenti berbicara, lalu berjalan di tengah ruang istana.
Sebelum Qin Liem Bei berlutut, Excel Shimo melambai tangannya untuk menghentikan tindakannya yang akan berlutut. Qin Liem Bei merasakan energi lembut menahannya.
"Tidak perlu Liu Bu Qin Liem Bei meminta maaf untuk mereka. Segala tindakan dan kesalahan mereka bukan tanggungjawab Anda...," ucap Excel Shimo dengan mengeluarkan cincin dimensi dan memberikan kepada asisten Wu Chyou.
Wu Chyou segera mengambil nampan dari cincin dimensi, lalu meletakkan cincin dimensi dari Kaisar Shimo di atas nampan. Kemudian dia berjalan menuju leluhur Qin dan memberikan kepadanya.
"Aku ikut belasungkawa atas kepergian Patriark Klan Qin dan kedua putranya. Aku harap beliau bisa tenang di Alam Jiwa."
Inilah tujuan Excel Shimo memberikan cincin dimensi kepada leluhur Qin, itu sebagai bentuk rasa ikut bersimpati kepada keluarga besar Qin dan bukan maksud untuk menyuap leluhur Qin dan keluarga besarnya.
"Terima kasih, Yang Mulia."
Leluhur Qin menerima pemberian kaisar-nya. Setelah memberikan hormat, leluhur Qin kembali ke tempatnya. Lalu Excel Shimo memerintahkan asistennya untuk memanggil lagi para pengkhianat.
Raja Cahaya mengangguk berulang-ulang melihat menantunya sangat tegas sebagai seorang pemimpin, dia tidak salah memberikan putri kesayangannya.
Sebelum asisten kaisar memanggil satu per satu si pengkhianat, Xingbu Tu Huang Xi'an telah kembali bersama beberapa prajurit yang membawa tiga peti kecil yang berisi kepala Patriark Klan Qin dan kedua putranya. Lalu memberikan kepada leluhur Qin...
"Yang Mulia, hamba telah memerintahkan untuk menangkap dan mengeksekusi semua anggota Sekte Tangan Dewa yang terlibat dalam pengkhianat!" lapor Xingbu Tu Huang Xi'an setelah memberikan tiga peti kepada leluhur Qin.
"Bagus. Lanjutkan!" jawab Excel Shimo dan memerintahkan kepada asistennya.
Akhirnya, para penghianat ditangkap dan dieksekusi hari itu juga. Saat berada di luar istana, banyak penduduk yang melempari si pengkhianat dengan batu saat akan dieksekusi dan mengumpat nama mereka. Pemerintah yang sudah adil dan memberikan kesejahteraan, masih saja dikhianati, jelas penduduk sangat geram akan tindak para pengkhianatnya.
Setelah Excel Shimo usai bertindak menjadi hakim, dia meninggalkan Istana Utama, diikuti oleh dua ratu, permaisuri dan selir. Semua orang kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
__ADS_1
Excel Shimo menemui Mu Yu Huang yang masih berkabung atas kematian kedua putranya, namun Mu Yu Huang tidak mau menemuinya. Excel Shimo tidak marah karena ditolak oleh Mu Yu Huang yang tidak mau ditemuinya.
Dan inilah tujuan nenek Excel Shimo sengaja hanya Mu Yu Huang yang tidak dihilangkan ingatannya, sebab ini akan menjadi ujian bagi cucunya dalam bertindak sebagai seseorang pemimpin. Tegas atau tidak jika istrinya memohon pengampunan bagi keluarga yang berkhianat. Mu Yu Huang dijadikan oleh nenek Excel Shimo sebagai batu ujian bagi cucunya karena faktor masa lalu yang rumit. Nenek Excel Shimo hanya menghilang ingatan Mu Yu Huang tentang beberapa hal yang dia ketahui tentang Benua Kelahiran, seperti menghilang ingatan tentang hubungan Ratu Han dan Raja Han.
"Biarkan saudari Huang untuk menyendiri setelah kematian putranya," kata Yang Hua kepada Excel Shimo.
"Tidak masalah! Kalian temani dan hibur dia!" pinta Excel Shimo kepada semua istrinya, "aku akan kembali berkultivasi, jika kalian ingin berlanjut berkultivasi, katakan saja." lanjutnya.
Namun, semua wanita ingin menemani Mu Yu Huang dan tidak melanjutkan untuk berkultivasi untuk sementara waktu. Excel Shimo juga tidak mempermasalahkannya.
"Baiklah jika begitu. Jika ada apa-apa dengan keadaan saat ini, segera kabari aku," kata Excel Shimo kepada Yang Hua dan semua istrinya.
"Aku ikut, dan akan terus melayanimu!" sahut si An Na sebelum Excel Shimo masuk ke dalam Dunia Jiwa.
Bagi si An Na, Excel Shimo adalah segalanya, sampai kapanpun dia tidak pernah lupa akan jasa kebaikan Excel Shimo yang telah mengangkat derajatnya dari pelayan hingga menjadi seorang permaisuri.
Si An Na tidak pernah melupakan statusnya awal sebagai seorang pelayan, yang dulunya dijadikan umpan demi keegoisan putra-putra Kerajaan Long yang membenci Excel Shimo. Karena hal itu dia akan selamanya melayani suaminya hingga akhir menutup mata.
"Aku juga akan terus melayanimu," kata Shui Peiyu pemilik tubuh bawaan racun.
"Ijinkan aku juga terus melayanimu!" Li Ling yang dulunya seorang pelayan dari rumah makan di wilayah Klan Ming.
Li Ling setelah diselamatkan oleh Excel Shimo saat bertarung dengan Bing Fu, dia juga diselamatkan oleh Dewi Chang'e dari serangan mendadak Bing Bing, dan kemudian menjadinya murid. Kini statusnya seorang Kepala Selir.
"Jangan tinggalkan aku!" Moon Qiang juga tidak mau ketinggalan, dia dulunya adalah seorang anak yatim-piatu. Semenjak Moon Qiang kenal dengan Excel Shimo, dia sangat bahagia dan memilih keluarga baru.
"Dan aku juga!" kata Zhang Rouxin mantan murid Gongsun Ling.
Excel Shimo tertawa ringan. Yang Hua langsung menutup mulut suaminya, agar tidak menyinggung perasaan Mu Yu Huang yang sedang berkabung.
Setelah Yang Hua melepaskan tangannya, Excel Shimo tersenyum, lalu dia berbicara, "ayo, kita lanjutkan berkultivasi agar cepat meningkatkan kekuatan."
"Maaf, apakah aku bisa ikut?"
Akhirnya Mu Yu Huang keluar dari kamar pribadi dan langsung berbicara. Semua wanita tertawa bahagia melihat Mu Yu Huang yang bisa dengan cepat melepaskan rasa kesedihannya. Mu Yu Huang dipeluk oleh setiap saudarinya.
Excel Shimo mengajak semua istrinya untuk berlanjut berkultivasi sebelum musuh menghancurkan segel Benua Kelahiran. Mereka semua masuk kembali ke dalam Dunia Jiwa...
Tak terasa waktu berlalu, dua puluh hari telah lewat lima hari, tapi Huo Tuo tidak segera menghancurkan segel Benua Kelahiran, padahal sudah sangat dekat, terpaut sejauh tiga kilometer dari segel Benua Kelahiran.
Kapal angkasa yang berjumlah lima ribu unit berbaris rapi di luar angkasa dengan mengelilingi kapal induknya, tampak sedang menyelidiki Benua Kelahiran setelah mata-mata Dewa Matahari tidak lagi memberikan informasi terbaru.
Semua penduduk yang tidak memiliki Mata Dewa ataupun yang tidak berkultivasi jelas tidak tahu, jika musuh telah tiba. Namun berbeda dengan kultivator yang memiliki kekuatan tingkat Peri Benua, mereka masih bisa melihat keluar angkasa.
Setiap kultivator setingkat Peri Benua tidak panik, sebab sebelumnya telah diberitahukan jika akan ada musuh mendatangi Benua Kelahiran. Mereka tampak senang kedatangan lawan yang akan menjadi bahan latihan setelah mendapat cincin roh pemberian Kaisar Shimo secara cuma-cuma.
__ADS_1
Ya, Excel Shimo memberikan cincin roh kepada setiap kultivator minimal yang memiliki kekuatan tingkat Raja, dibawah tingkat Raja tidak diberikan cincin roh karena akan sia-sia ditangan mereka.
Setingkat Raja hingga tingkat Saint diberikan cincin roh berwarna putih. Tingkat Peri Benua hingga Peri Langit diberikan cincin roh berwarna kuning. Tingkat Dewa Bumi hingga Dewa Leluhur diberikan cincin roh berwarna hijau. Tingkat Prajurit Surgawi hingga Jenderal Surgawi diberikan cincin roh berwarna biru. Tingkat Raja Surgawi hingga Celestial Supreme diberikan cincin roh berwarna ungu.
Semua cincin roh diberikan oleh Excel Shimo kepada setiap kultivator secara cuma-cuma dan tanpa harus bertarung dengan binatang mistik. Bahkan menjanjikan kepada mereka akan memberikan cincin roh berwarna merah dengan gratis, asal memiliki kekuatan tingkat Half Alfa.
Khusus untuk keluarga kekaisaran dan para petinggi, Excel Shimo memberikan cincin roh minimal berwarna merah. Tapi, itu juga tergantung kekuatan mereka, sebab cincin roh berwarna biru keatas sangat besar kekuatannya. Jika tidak mampu mengendalikan cincin rohnya, maka tubuh si kultivator yang akan dikendalikan oleh binatang mistik, dan itu sangat membahayakan bagi orang disekitarnya.
Di Istana Dewa Binatang atau tepatnya di istana kedua. Yang Dang dan Seng Long Pang sedang berdiskusi dengan beberapa jenderal, raja-raja dan petinggi kekaisaran setelah musuh telah tiba. Lalu datang Raja Han mantan suami Shu Peijing yang telah dihilangkan ingatannya.
"Penasehat, semua sudah selesai tepat waktu!" lapor Raja Han kepada Yang Dang.
Semua orang berhenti berdiskusi dan melihat Raja Han.
"Bagus, segera semua pasukan menempati posisi-posisi masing-masing dan perintahkan semua penduduk menuju tempat pengungsian yang telah disediakan! Ingat, jangan membuat kekacauan, bilang jika kita sedang melakukan latihan gabungan!" perintah Yang Dang kepada seseorang perwira menengah.
"Segera, Penasehat."
Segera perwira menengah itu bergegas mengikuti instruksi Penasehat Yang Dang. Kemudian Raja Han bergabung untuk melanjutkan diskusi mengatasi musuh.
Di depan semua petinggi kekaisaran terlihat peta besar Benua Kelahiran di meja khusus. Di peta itu terbagi menjadi delapan bagian wilayah yang sesuai dengan posisi delapan raja-raja.
Di wilayah Benua Sihai, tepat berada di jalur wilayah Raja Han dan Raja Long. Yang Dang dan Seng Long Pang telah menghitung dan memprediksi jika Benua Sihai akan menjadi basis perkemahan musuh, sebab hanya wilayah itu yang masih kosong dan luas.
"Binatang Lili kurang 30% dalam pembuatan jebakan ruang bawah tanah ... Perkiraanku, akan selesai dalam waktu dua hari kedepan," kata Yang Dang kepada semua orang.
"Huff! Lambat mereka!" dengus Dewa Kenakalan yang tidak sabaran dengan pekerjaan binatang Lili dalam membuat jebakan ruang bawah tanah.
Dewa Barat si Macan Putih tertawa dan menepuk pundak Dewa Kenakalan, lalu dia menggodanya, "seandainya pasukan kera mu yang bekerja, mungkin butuh berabad-abad ... Dan saat itu, kuku kaki Kera telah kaku-kaku!"
Semua orang yang serius menjadi tertawa.
"Kuku kaki Kera telah kaku-kaku...," Dewa Kenakalan mengulangi ucapan Dewa Barat hingga lidahnya keseleo hingga bibir di monyongkan, "kuku... Kuku..! Botak, susah sekali mengulangi katamu!" protesnya yang kesulitan mengulangi...
"Kakak, aku juga susah mengikuti ucapannya!" sahut Sun Yao si Kera Emas kepada Dewa Kenalan, dia memanggilnya dengan sebutan 'kakak' karena faktor garis darah Kera Ilahi miliknya dianggap tertinggi dari Dewa Kenakalan, padahal jika dilihat usia dan kekuatan, jelas Sun Yao jauh berbeda.
"Sudah, sudah, kita lanjutkan diskusi!" sela Dewa Timur si Naga Azure agar kedua Kera itu tidak terus berdebat masalah kata yang sulit diucapkan.
Dewa Barat menahan tawa. Beginilah keseharian kedua Kera itu dan Dewa Barat disaat waktu senggang, selalu saling mengejek dan Dewa Barat menggunakan kata-kata yang sulit diucapkan oleh Dewa Kenakalan dan si Kera Emas.
Akhirnya semua orang kembali serius membuat perencanaan matang menghadapi kekuatan musuh. Saat ini kekuatan musuh yang baru tiba hanya 25%, menurut informasi dari Dewa Timur. Diperkirakan total prajurit Master Wei Yan berjumlah lebih dari 25 juta jiwa. Itu laporan dari mata-mata Dewa Timur yang berada di Benua Shen Zhou.
Di saat para petinggi sedang berdiskusi. Para perwira telah bergerak saat malam hari untuk mengevakuasi para penduduk menuju tempat pengungsian. Tempat pengungsian di bagi menjadi dua lokasi, lokasi untuk para penduduk Benua Kelahiran berada di tempat persembunyian Istana Ordo Kegelapan yang berada di dasar Laut Selatan.
Sedangkan lokasi kedua berada di tempat kelahiran Dewa Binatang, khusus untuk keluarga para petinggi kekaisaran.
__ADS_1
Sengaja dipisahkan agar membingungkan lawan jika berhasil menguasai Benua Kelahiran. Semua ini atas perencanaan matang Excel Shimo yang telah dipikirkan sejak lama...