
Chapter 29 Sun Yao Vs Bu Wanmei (2).
Bu Wanmei dan Sun Yao saling berhadapan dengan aura kekuatannya yang saling berbenturan.
Bebatuan kecil bergetar hebat saat dua aura kekuatan itu saling mendominasi.
Tanah yang mereka berdua pijak juga ikut bergerak dan secara berlahan mulai terlihat retakan.
Banyak kerikil mulai berlahan terangkat dan berubah menjadi debu, saat tidak mampu menahan tekanan dua kekuatan.
Awan hitam sudah berkumpul di Hutan Penguasa bagian barat, karena tertarik aura kekuatan mereka berdua.
Wushhhh...
Wushhhh...
Penatua Agung telah tiba dan langsung terkejut saat melihat Bu Wanmei sudah berhadapan dengan Raja Kera Emas.
Setelah Penatua Agung datang, disusul kapal angkasa milik Xiao Qiao, dan mereka berempat juga ikut terkejut.
Satu per satu semua kekuatan dari Akademi Langit Abadi juga telah tiba. Wang Kaibo segera mendekati Penatua Agung dan berdiri berjajar dengannya.
"Astagaaa ... Saint level 8, tapi aura kekuatannya seperti Saint level puncak! Apa Bu Wanmei akan segera menerobos?" gumam Wang Kaibo dengan wajah yang pucat mengetahui kekuatan yang sebenarnya dari Bu Wanmei.
"I-itu Bu Wanmei, apa yang sudah terjadi hingga harus bertarung dengan Raja Kera Emas?" Penatua Agung juga bergumam dia ingin tahu kenapa Bu Wanmei sampai memprovokasi Raja Kera Emas.
"Apa benar itu Raja Kera Emas? Kenapa tubuhnya bisa menjadi lebih besar? Dan kekuatan juga meningkat...?"
Semua orang yang baru datang juga berkomentar, dan tidak ada satupun yang menjawab, seolah-olah mereka sedang berbicara pada diri sendiri.
Wushhhh...
Akhirnya Raja Han juga datang, dengan kecepatan penuh dari kapal angkasanya.
Segera Raja Han turun dari kapal, saat mengetahui jika orang paling berpengaruh juga telah datang terlebih dahulu, buru-buru Raja Han menghampiri.
"Salam, Penatua Agung. Salam Pemimpin Wang." sapa Raja Han setelah dekat dengan Penatua Agung.
Terlihat Raja Han sangat menghormati Long Wenhua yang berasal dari wilayah Kerajaan Long. Long Hua merupakan Paman dari Raja Long, dari Klan Long.
"Yang Mulia, Raja Han" Penatua Agung juga balik memberi salam, walaupun Long Wenhua adalah orang yang berpengaruh dan disegani kedua wilayah barat dan selatan, dia tetap menjaga profil rendah hati dan tidak sombong.
"Salam, Yang Mulia Han." Wang Kaibo juga menyapa balik.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi? Dan siapa pria itu yang berhadapan dengan Raja Kera Emas?" Raja Han yang penasaran segera bertanya kepada pimpinan tertinggi dari Akademi Langit Abadi.
Bam... Bam...
Bu Wanmei dan Sun Yao akhirnya mulai bergerak, setelah beberapa saat berhenti untuk saling mengukur kekuatan lawan.
Setiap langkah mereka menciptakan retakan di tanah, dan niat membunuh dari Pangeran Kera Ilahi lebih pekat dari milik Bu Wanmei.
"Guru ... !" Ming Mei segera memanggil Xiao Qiao, dia kuatir jika Bu Wanmei akan mengalami kesulitan saat menghadapi Raja Kera Emas, sebab Ming Mei merasakan niat membunuh Raja Kera Emas lebih mendominasi.
"Jangan kuatir, Mei'er. Walau pengalaman Bu Wanmei jauh dibawah Raja Kera Emas, bukan berarti Bu Wanmei mudah dikalahkan! Lihat fondasinya? Dan juga, apa kamu lupa dengan tekniknya?" sela Xiao Qiao yang mengerti akan kekuatiran muridnya.
Ming Li Ling juga ikut panik, dengan tangan selalu memegang tangan kakaknya dengan erat.
"Hahaha, Bocah, mereka akan menyaksikan bagaimana aku, Pangeran Kera ilahi akan menyiksamu...?!" Sun Yao tertawa bangga saat banyak kekuatan hadir untuk melihat pertempuran dia dengan musuhnya.
"Jika kamu memiliki kemampuan..." cibir Bu Wanmei dengan mendongakkan kepalanya sedikit keatas saat melihat wajah Pangeran Kera ilahi.
Zlappp... Zlappp...
Bang... Bang...
Bu Wanmei segera menyerang Sun Yao dengan kepalan tangan kanannya, kecepatan mereka sangat sulit di ikuti oleh kekuatan di bawah tingkat Saint.
"Luar biasa kecepatan mereka...!" seru Raja Han saat melihat pertarungan hebat di wilayahnya.
Raja Han, yang bernama Han Shao, usianya 780 tahun, Han Shao adalah kakak dari Raja pil Han.
Basis kultivasinya berada pada tingkat Saint level 3.
"Iya...! Tapi, Raja Kera Emas sedikit lebih lambat karena efek dari transformasi bentuk tubuh yang lebih besar!" sahut Penatua Agung yang memiliki kekuatan terkuat dari semua orang yang hadir.
Long Wenhua mampu menganalisa kekuatan Bu Wanmei dan Sun Yao dengan akurat, saat melihat pertempuran mereka berdua.
"Siapa pria bertopeng itu, adik Heng?" tanya Raja Han kepada Han Heng yang mendekati kakaknya.
Wajah Han Heng terlihat pucat saat mengetahui kekuatan yang dimiliki Bu Wanmei, dia teringat dengan ancaman yang terlontar dari mulut Bu Wanmei.
"Ada apa dengan kamu?" ujarnya lagi sebelum Han Heng menjawabnya, karena sedikit heran saat melihat wajah Han Heng yang pucat dan jelas terlihat ketakutan.
"Hahmm...!," Han Heng menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.
"Dia adalah Bu Wanmei, usianya baru 12 tahun..." Han Heng berbicara kepada Raja Han dengan telepatinya.
__ADS_1
Han Heng berbicara panjang lebar, sembari melihat pertarungan Bu Wanmei dengan Raja Kera Emas. Han Heng tidak menambah maupun mengurangi saat berbicara tentang sosok Bu Wanmei.
Tubuh Raja Han terlihat sedikit gemetar saat mendengar ceritanya, jelas dia terlihat shock saat mengetahui jika adik telah berkonflik dengan Bu Wanmei.
"Bodoh ... Rasa iri, dengki dan keegoisanmu membuat permata di tangan menjadi hilang!? Apa aku kurang memberikan segalanya padamu... Hah... Hanya masalah sepele kamu membuat kerugian besar pada Kerajaan Han...!?"
Raja Han jelas sangat marah, dengan kedua tangan yang mengepal erat. Dia tidak percaya dengan sikap adiknya yang menentang pengaturan Penatua Agung.
"Maafkan aku, Saudara Tua."
Han Heng benar-benar menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Raja Han. Untung saja pembicaraan mereka tidak di dengar oleh siapapun.
Namun, persepsi Penatua Agung dan Wang Kaibo, mengetahui ekspresi Raja Han yang marah, dan secara sengaja menahan amarahnya.
Boom... Boom
Sekali lagi ledakan hebat karena benturan fisik terdengar, dan suara ledakan itu memekikkan telinga.
Tubuh Raja Kera Emas yang besar dimanfaatkan dengan baik oleh Bu Wanmei, dimana selalu menyerang titik-titik terlemah dari Raja Kera Emas.
Boom... Bang... Bang...
"Hahaha...! Monyet, menyerah saja dan tunduk padaku!," Bu Wanmei tertawa setelah memukul punggung Raja Kera Emas.
Tubuh Raja Kera Emas menghantam banyak pepohonan, dan berguling-guling setelahnya.
"Kekuatanmu memang bertambah, tetapi kecepatanmu semakin lambat! Lebih baik tunduk atau aku akan terus menghajarmu." lanjut Bu Wanmei sambil melihat Raja Kera Emas berusaha berdiri setelah terpental puluhan meter.
Penatua Agung geleng-geleng kepala, karena dia sudah memprediksi hasil pertarungan mereka berdua, dimana Bu Wanmei lebih unggul.
"Hahmmm...!" Ming Li Ling dan Ming Mei menghela nafas lega, merasa tekanan beban berat terlepas, saat mengetahui jika kekasihnya mampu mengatasi Raja Kera Emas.
"Gowrrrrr...."
Buk... Buk...
Raja Kera Emas meraung marah, setelah dirinya buru-buru bangkit setelah berguling-guling. Raja Kera Emas memukul dadanya dengan kedua tangan.
Raja Kera Emas tidak terima dengan ucapan Bu Wanmei yang tampak menghina dirinya. Dia semakin jengkel ketika Bu Wanmei menginginkan dirinya untuk menjadi budak.
"Hahaha ... Hahaha ...! Jangan terlalu sombong Bocah ...!? Ini baru permulaan!"
Raja Kera Emas tertawa dan berbicara kepada Bu Wanmei yang sudah dianggap telah mengalahkan dirinya, padahal sesaat lalu dia tampak kesal setelah terhantam sangat kerdia
__ADS_1
berubahan sikap Raja Kera Emas membuat semua orang cemas dan kuatir.