God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 429.


__ADS_3

Chapter 429. Murka Dewa Binatang.


....


Di Istana Cahaya.


Moon Qiang dan semua wanita yang mencintai Excel Shimo menjadi panik, saat melihat kekasihnya diserang oleh tiga kekuatan yang mengerikan.


Raja Malaikat, pimpinan Perguruan Api Asyura terkejut mengetahui kekuatan Fiend Spirit King yang telah melebihi kekuatan mereka, mereka hanya berada di tingkat True Alfa level 10, sedangkan Fiend Spirit King level 12 jelas bukan tandingan mereka, apalagi Fiend Spirit King unggul dalam kekuatan jiwa yang tidak mungkin mereka kalahkan.


Ximen Fengying, Bunga Wangi dan semua wanita segera memohon ayahnya untuk membantu kekasihnya. Tapi, Raja Malaikat dan Yun Shang menolak, sebab mereka juga tidak mungkin bisa menyelamatkan Dewa Binatang.


Karena terus didesak oleh putrinya, akhirnya Raja Malaikat, Yun Shang dan semua petinggi memutuskan untuk membantu Dewa Binatang, walaupun tahu hasil akhirnya.


Segera Yun Shang mengabarkan semua murid dan jajaran Perguruan Api Asyura untuk menuju ke Lembah Neraka Abadi.


Demikian juga dengan Raja Malaikat yang mengerahkan pasukannya untuk menyelamatkan Dewa Binatang...


....


Di saat Excel Shimo pingsan.


Ada empat gadis muda usia 15 tahun, 17 tahun, 25 tahun dan 28 tahun sedang mengejar seorang anak laki-laki usia 8 tahun yang telah membuat kekacauan dengan melepaskan ternak kakeknya.


Sedangkan gadis muda usia 28 tahun hanya tertawa tanpa ikut mengejar, dia duduk di batang pohon.


Anak laki-laki itu sangatlah tampan hingga bisa dibilang mengalahkan kecantikan wanita, bahkan keempat kakaknya kalah dengan wajah anak laki-laki tersebut.


Ketiga gadis muda itu mengejar anak laki-laki yang merupakan adik kandungnya, si anak laki-laki selalu menertawakan kakak-kakaknya yang tidak mampu mengejar, dia selalu mengejek dan kembali berlari seperti angin saat ketiga kakaknya mendekat.


"Adik, jangan lari! Lihat aku berkeringat selalu mengejar-mu! " panggil seorang gadis muda usia 17 tahun.


"Aiyoh! Adik jelek, berhenti! Kamu membuat ku lemah, lelah, letih, lesu dan kekurangan darah karena selalu mengejar-mu! " sahut gadis muda usia 15 tahun, dia berpura-pura pingsan setelah berbicara.


Lalu, kakak tertua menakut-nakuti, dia berkata:


"Tian Zhi, berhenti! Kakek pasti marah karena kamu melepaskan banyak Naga, Macan dan yang lainnya keluar menuju ladang!"


Ya, anak laki-laki yang bernama Tian Zhi Shimo, kakak perempuannya berusia 15 tahun bernama Tian Mei-Yin, yang berusia 17 tahun bernama Tian Shuwan, kakak perempuan usia 25 tahun bernama Tian Chun Hua dan tertua bernama Tian Lihua


Kakek yang Tian Lihua katakan bernama Zhi Houcun, dan ayah mereka berempat bernama Tian Bo dan ibunya bernama Zhi Xiu Juan. Nenek dari empat bersaudara itu bernama Guan Shilin. Ayah Tian Bo bernama Tian Ba dan ibunya bermarga Tian, namanya Tian Fangsu.


Tian Zhi Shimo berhenti saat Tian Lihua menakut-nakuti dengan nama kakeknya, dia melihat Naga, Macan putih, Kura-kura hitam, Burung Merak dan yang lainnya merusak ladang.


Namun, Tian Zhi Shimo terkekeh telah sukses merusak ladang kakeknya, lalu dia menjawab:


"Lihat mahakarya ku begitu indah, akan terus terukir sepanjang masa. "


Tian Lihua tertawa, sebab mana ada merusak ladang bisa dikatakan mahakarya terindah, dia lalu melihat kedua adik perempuannya melesat seperti angin untuk menangkap Tian Zhi Shimo.


Swosh... Swosh...

__ADS_1


Tian Mei-Yin dan Tian Shuwan hampir saja menangkap adik yang paling nakal, namun Tian Zhi yang tahu segera kabur lebih cepat dari kedua kakaknya. Tapi, Tian Chun Hua muncul di depannya dan langsung menerjang hingga terjatuh di tanah.


"Kena kamu! Hahaha! " ujar Tian Chun Hua dan tertawa senang berhasil menangkap Tian Zhi Shimo yang selalu sulit di tangkap.


Tian Shuwan dan Tian Mei-Yin segera menerjang dan menindih adiknya, mereka juga ikut tertawa tanpa melihat wajah Tian Zhi Shimo yang terbenam di tanah.


Kemudian, Tian Zhi Shimo diikat dan digantung di batang pohon dengan kepala berada di bawah. Lalu mereka bertiga secara bergiliran memukul pantat Tian Zhi Shimo.


Walaupun begitu, Tian Zhi Shimo malah tertawa seakan-akan pukulan ketiga kakaknya tidak menyakitinya. Ya, memang ketiga gadis muda itu tidak benar-benar memukul, mereka hanya bercanda sambil menggelitik ketiak Tian Zhi Shimo. Sedangkan kakak tertua selalu tertawa melihat adik-adiknya bercanda.


Tidak terasa usia mereka berlima beranjak dewasa, dimana Tian Zhi Shimo telah berusia 1.000 tahun.


Dan bencana Petir Semesta pun terjadi....


.....


Excel Shimo yang pingsan dan terpenjara di tubuh Pohon Pemangsa Jiwa melihat kenangan masa kecilnya dulu, jauh dari masa saat ini. Di dalam mimpi, Excel Shimo meneteskan air mata melihat masa kecil bersama keempat kakaknya begitu bahagia.


Hingga lambat laun cinta sebagai saudara mulai berubah menjadi cinta seperti pasangan kekasih. Walaupun keempat gadis muda itu mencintai adiknya seperti seseorang kekasih, mereka tidak ada rasa cemburu, bahkan kedua orang tuanya merestui, sebab saat itu jumlah kehidupan sangatlah sedikit dan tersebar di seluruh penjuru alam.


Walaupun sudah menjadi pasangan kekasih, keempat gadis muda itu tetap memanggil Tian Zhi Shimo dengan sebutan adik.


Hingga waktu berlalu cepat dan Excel Shimo mendengar suara memanggil dan membuyarkan mimpi tanpa membuatnya sadarkan diri.


"Adik, bangun! Kakak sudah menunggumu sangat lama, Kakak sangat merindukanmu! "


Excel Shimo yang pingsan hanya bisa mengigau memanggil kakak tertua yang bernama Tian Lihua. Secara berlahan Excel Shimo merasakan jiwa-nya keluar dari tubuh.


"Adik! "


Excel Shimo segera mengikuti suara familiar yang memanggil di sebelahnya, dia melihat wajah cantik Tian Lihua...


"Kakak...! "


Excel Shimo langsung memeluk Tian Lihua. Mereka berdua melepaskan rasa rindu yang lama tidak bertemu, mereka menangis untuk meluapkan kerinduannya.


Setelah puas melepaskan kerinduan, mereka berdua melepaskan pelukan dan saling memandang untuk beberapa saat.


"Kakak, apa yang sebenarnya terjadi hingga kita berpisah? " tanya Excel Shimo dengan memegang tangan Tian Lihua.


Tian Lihua menghela nafas berat dan menunduk, dia enggan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dia kuatir jika Excel Shimo akan murka jika dia bercerita.


"Waktuku tidak banyak karena ini adalah tubuh energi terakhir untuk bertahan demi menunggumu! Jadi, maaf aku tidak bisa menceritakan sebab musibah yang terjadi...!" jawab Tian Lihua dan memberanikan diri melihat mata Excel Shimo, dia kembali berbicara tanpa memberikan kesempatan adik untuk bertanya lagi.


"Benua Roh adalah milikku yang aku persiapkan untukmu agar kamu bisa mencapai kekuatan secepat mungkin! Adik, lawan mu di luar sebenarnya sangat lemah, cukup kamu mengendalikan Formasi Pentagram semua kehidupan bisa kamu ekstrak menjadi energi milikmu. Energi terakhirku akan aku berikan kepadamu untuk menangani mereka. Hanya ini yang bisa aku berikan kepadamu." lanjutnya.


Tian Lihua segera menunjuk dahi Excel Shimo, sebelum adiknya bertanya lebih jauh tentang masa lalu mereka. Dengan cepat tubuh energi Tian Lihua memasuki dahi Excel Shimo, dia juga mendapatkan pengetahuan untuk mengendalikan Formasi Pentagram.


"Kakak, tunggu! Tunggu... Tolong kat--"


Tak sempat, Excel Shimo tidak sempat menghentikan Tian Lihua yang memberikan kekuatannya. Excel Shimo telah kembali ke tubuh aslinya dan kembali merasakan sakit.

__ADS_1


"Arghh! Kakak...!?"


Boom💥...


Excel Shimo sangat marah telah kehilangan kakaknya lagi, kekuatan melonjak hingga menghancurkan Pohon Pemangsa Jiwa menjadi hancur berkeping-keping, dunia bawah tanah bergetar hebat.


Tidak hanya dunia bawah tanah yang bergetar, tapi seluruh Benua Roh ikut bergetar hebat seperti sedang terjadi gempa. Semua kehidupan menjadi panik dengan berhamburan keluar dari kediamannya.


Fiend Spirit King dan bawahannya yang baru saja ditinggal pergi oleh Wei Yan juga terkejut, mereka bertiga segera keluar dari istana, mereka bertiga sangat kaget melihat Pohon Pemangsa Jiwa hancur berkeping-keping.


Mereka bertiga makin terkejut saat melihat sosok bercahaya benderang melayang di udara dan memiliki kekuatan True Alfa level 41, kekuatan yang melebihi mereka semua.


Apalagi cahaya benderang itu adalah kekuatan jiwa yang mengerikan, kekuatan jiwa setingkat True Alfa. Mereka juga melihat Fiend Spirit mendekati sosok bercahaya itu, disaat mengenai cahaya, Fiend Spirit langsung mengeluarkan kristal jiwa.


Tubuh Fiend Spirit King dan kedua bawahannya ikut mendekat tanpa bisa mereka kendalikan. Mereka bertiga meronta-ronta agar tidak tertarik dengan cahaya jiwa.


Namun, naluri mereka yang haus kekuatan jiwa tidak bisa mengendalikan tubuh sendiri.


Boom💥... Boom💥...


Excel Shimo yang sangat murka langsung meruntuhkan dunia bawah tanah dan juga meledakkan tubuh Fiend Spirit King dan seluruh bawahannya dengan mudah.


....


Sedangkan, Raja Malaikat dan pasukannya segera berhenti melihat dunia bawah tanah runtuh. Demikian juga dengan Yun Shang dan pasukannya ikut berhenti. Semua orang merasakan kekuatan True Alfa level 41, tubuh mereka langsung tertekan hingga secara berlahan turun ke tanah.


Lalu, semua mata melihat cahaya benderang melebihi tiga matahari dan syok saat tahu penyebabnya adalah Dewa Binatang.


"Astaga!! Apa ini kekuatan Dewa Binatang yang sebenarnya! " kata Raja Malaikat sambil menahan tubuhnya agar tidak sampai berlutut, dia sebenarnya sangat ketakutan dengan kekuatan True Alfa level 41.


"Di--dia pemuda yang penuh misteri, sangat dalam menyembunyikan kekuatannya! " sahut Yun Shang dengan nada bicara sedikit gemetaran merasakan tekanan aura True Alfa level 41.


Moon Qiang dan semua wanita sudah tidak mampu menahan kekuatan Dewa Binatang, mereka telah berlutut dengan keringat bercucuran, namun mereka tersungging senyuman mengetahui kekuatan kekasihnya yang sangat kuat.


Berbeda dengan Lin Sichuan dan Satria Kuda Hitam, mereka semakin malu saat tahu kekuatan Dewa Binatang yang sebenarnya, dibenak mereka berdua terngiang-ngiang dengan ucapan Dewa Binatang.


Lin Sichuan mengingat jelas perkataan Dewa Binatang; 'kamu bukan lawan-ku!'.


Demikian juga dengan Satria Kuda Hitam; 'Kamu bukan lawan ku! Lebih baik fokus pada pengembangan diri dan cari pengalaman di luar, itu lebih bermanfaat bagi potensi dirimu!'.


Lin Sichuan meneteskan air mata karena sangat malu telah melawan sosok orang yang sangat kuat, awalnya dia pikir Dewa Binatang itu sangat lemah, apalagi berasal dari Alam Semesta Kelahiran yang dianggap rendah.


"Maaf! Maafkan aku! " suara lirih Lin Sichuan, hanya itu yang bisa dia katakan, lalu dia mendongak melihat Dewa Binatang mengarah ke wilayah Benua Api.


"Kamu benar! Aku selama ini sudah menganggap diriku paling jenius... Dewa Binatang, maaf! " kata Satria Kuda Hitam di dalam hatinya, dia bertekad untuk mengasah dirinya dengan berpetualang seperti Dewa Binatang.


Semua orang melihat Dewa Binatang menghadap Benua Api dan merasakan firasat buruk di hati masing-masing setiap orang.


"Gawat! Ini gawat...! Ayo kita cegah dia memusnahkan ...! " pekik Yun Shang yang tahu tujuan Dewa Binatang, dia langsung melesat tanpa menunggu respon semua orang.


......

__ADS_1


__ADS_2