God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 171. Kesengsaraan Pil Garis Tujuh(2).


__ADS_3

Chapter 171. Kesengsaraan Pil Garis Tujuh(2).


Semua orang jelas ketakutan dengan Wali Benua yang menantang kehendak alam semesta. Mereka semakin mundur agar tidak terkena murka Kesengsaraan Petir.


"Gila, apa Beliau ingin mati!" sungut seorang kultivator yang merekam semua kejadian, jelas ia sangat ketakutan.


Long Wenhua tersenyum melihat muridnya akan menyerap kekuatan petir. Loi Annchi adalah murid pribadinya, yang ia temukan saat melewati Hutan Penguasa sewaktu Loi Annchi masih kecil.


Melihat Loi Annchi yang masih belum mampu bertahan hidup, Long Wenhua membawanya dan merawatnya hingga Loi Annchi besar, sampai kedatangan Excel Shimo di Akademi Langit Abadi waktu itu.


Bhuzhhh...


Loi Annchi merubah wujudnya menjadi Burung Petir. Ukuran tubuh cukup besar, bentang sayap kanan dan kiri mencapai delapan meter, dan panjang kepala hingga ekor mencapai empat meter. Tubuhnya berwarna hitam, dan mengeluarkan petir berwarna keemasan. Bola matanya juga mengeluarkan petir.


"Sangat cantik!" puji Excel Shimo kepada Loi Annchi.


"Sudah sejak lahir!" jawab Loi Annchi dengan rasa bangga dan senang dipuji suaminya.


Zrettt... Zrettt...


Kesengsaraan Petir yang diprovokasi oleh Excel Shimo jelas marah, dan meningkatkan kekuatan petirnya. Bilah-bilah petir menyambar-nyambar, dan siap menghukum sasarannya.


Tubuh Loi Annchi yang besar melindungi tujuh butir pil, ia berniat menjadi tameng, dan Excel Shimo sebagai pelindung jika Loi Annchi tidak mampu menahan kekuatan petir.


Sedangkan ketujuh pil mengelilingi penciptaannya, seakan-akan tahu dirinya dilindungi.


Zrettt... Cedarrr...


Akhirnya Kesengsaraan Petir menghujani tubuh Loi Annchi yang menghalanginya untuk menghancurkan Pil Penyegar Indera. Segera tubuh Loi Annchi menyerap kekuatan Kesengsaraan Petir.


"Hebat, tinggal enam serangan lagi!" puji Excel Shimo saat tubuh Loi Annchi dengan lahap menyerap petir, "apa kamu masih bisa bertahan?" lanjutnya dengan bertanya.


"Aku akan berusaha sekuat tenaga!" jawab Loi Annchi sambil mengepak sayapnya.


Semua orang menghela nafas berat saat merasakan kengerian serangan petir. Sedangkan Long Wenhua tersenyum bangga melihat muridnya mampu menahan petir.


'Sejak kehadiran Wali Benua, aku telah kalah dalam hal basis kultivasi. Tugasku sebagai guru dan orang tua telah selesai. Muridku! Bentangkan sayapmu selebar mungkin, kepakan sayapmu hingga kamu lelah. Aku! gurumu hanya bisa melihat dari kejauhan...," batin Long Wenhua dengan raut wajah bahagia sekaligus sedih.


Long Wenhua merasakan kehilangan murid berbakat dan sekaligus putri baginya. Ia teringat masa kecil Loi Annchi, dari awal bertemu dengan kelaparan, dan mengambilnya sebagai anak angkat.

__ADS_1


Selama itu, Loi Annchi selalu membuatnya bangga dengan pencapaiannya, menuruti ucapannya tanpa pernah membantah.


Kembali Kesengsaraan Petir mengumpulkan kekuatannya, ia ingin melakukan tugasnya untuk menghancurkan Pil Penyegar Indera garis tujuh.


Zrettt... Zrettt... Cedarrr...


Kesengsaraan Petir langsung menyerang Pil Penyegar Indera. Namun Loi Annchi kembali menghalangi dengan tubuhnya. Sekali lagi Loi Annchi menyerap petir dengan lahap dan cepat.


"Lima serangan lagi, setiap kali serangan akan semakin kuat. Apa kamu masih mampu menahannya?" tanya Excel Shimo sekali lagi, ia sedikit kuatir dengan isterinya.


"Aku akan berusaha sekuat tenaga!" jawaban yang sama diucapkan Loi Annchi.


Kesengsaraan Petir juga bisa dilihat hingga radius seribu kilometer, dan banyak orang mulai berbondong-bondong menuju Arena Tarung Satria.


Mereka mengira terjadi sesuatu yang berharga. Tapi saat mengetahui Kesengsaraan Petir, mereka malah ketakutan, dan bergabung dengan para kultivator yang sudah dari kemarin melihat Wali Benua meramu pil.


Excel Shimo tersenyum melihat kegigihan isterinya yang ingin menjadi kuat dan kebanggaan baginya. Excel Shimo hanya menganggukkan dan tersenyum setelahnya.


Zrettt... Cedarrr...


Kesengsaraan Petir ketiga menyambar lagi dan menghujani tubuh Loi Annchi dengan sangat keras. Namun, Loi Annchi dengan segala kekuatan menahan kekuatan petir.


Zrettt... Cedarrr...


Boomm...


Tiba-tiba Loi Annchi menerobos setelah menyerap kekuatan petir. Energi terobosan meluap dari tubuhnya. Sontak semua orang tercengang, saat melihat salah satu Ras Thunderbird mengalami peningkatan kekuatan ketika diserang petir.


"Luar biasa, hebat, hebat. Selain meningkatnya elemen petir, mampu juga meningkatkan basis kultivasi...!" gumam Excel Shimo yang kagum dengan kemampuan isterinya.


Lotus Bao menghela nafas, saat Tuannya lupa jika dirinya lebih mengerikan dari pada Loi Annchi. Segera Excel Shimo terbang lebih tinggi dari isterinya, untuk melindungi Loi Annchi yang sedang menyetabilkan fondasi dengan mengepakkan sayap secara berlahan.


Pil Penyegar Indera juga mengikuti dan selalu mengelilingi penciptanya.


Zrettt... Cedarrrr...


Kesengsaraan Petir dengan kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya menghantam tubuh Excel Shimo yang ikut campur.


Kali ini percikan petir diserap oleh ketujuh pil tersebut. Sedangkan Excel Shimo sedikit tersentak saat petir menyerangnya.

__ADS_1


Tubuh Excel Shimo terlihat mengeluarkan serat-serat petir setelah menyerapnya.


Semua isteri Excel Shimo tercengang, melihat suaminya juga memiliki elemen petir. Mereka saling bertukar pandangan dengan sesama saudarinya, dan hanya bisa menghela nafas tak berdaya.


"Apalagi yang ia sembunyikan dari kita! Apa dengan kejeniusan dia tidak memberikan kesempatan pada kita untuk berkembang!" gerutu Han Xing yang merasa tidak mungkin bisa menandingi suaminya.


"Ini motivasi baik bagi kalian untuk lebih rajin berkultivasi, jika kalian tidak ingin ketinggalan semakin jauh," tutur Ratu Han kepada Han Xing dan Han Chun, agar lebih bersemangat untuk berkultivasi.


"Yakinlah Bu, kami juga tidak mau selalu dilindungi suami kita!" jawab Han Chun dengan tekad yang kuat.


Kedua putri Ratu Han adalah wanita berbakat, sayangnya sebelum bertemu dengan Excel Shimo, mereka lebih senang bermain-main dan membuat onar di Kerajaan Han. Walau dikenal sebagai pembuat onar, mereka juga tidak lupa untuk meningkatkan kekuatannya, setelah dibujuk oleh kedua orang tuanya.


Zrettt... Cedarrrr...


Kembali Excel Shimo diserang Kesengsaraan Petir, kekuatan serangannya juga semakin kuat hingga membuat Excel Shimo sedikit merasakan sengatan-nya.


"Ayoo, serang lagi. Apa hanya itu kekuatanmu!" tantang Excel Shimo yang ingin segera menyelesaikan Kesengsaraan Petir, sebab ini serangan terakhir.


(Gemuruh)


Suara gemuruh semakin kencang dilangit, membuat semua orang semakin menjauhi wilayah Arena Tarung Satria. Sebenarnya mereka juga kesal dengan Wali Benua yang memprovokasi Kesengsaraan Petir.


Awan hitam semakin pekat dan mengerucut kearah Excel Shimo. Kekuatan Kesengsaraan Petir yang semakin kuat dan membuat Arena Tarung Satria mengalami kerusakan. Melihat kebanggaan Kerajaan Long mengalami kerusakan, membuat Raja Long menghela nafas berat.


Seandainya ia tahu Arena Tarung Satria tidak mampu menahan serangan petir, ia jelas mencari tempat yang lebih cocok.


Zrettt... Zrettt... Cedarrrr... Cedarrrr...


Kesengsaraan Petir akhirnya melepaskan kekuatan terakhirnya kepada si pengganggu. Suaranya memekikkan telinga, dan membuat semua orang menutup telinga dengan tangannya.


Sekali lagi Excel Shimo hanya tersentak sedikit dan menyerap kekuatan petir kedalam dantian barunya. Didalam dantian baru, galaxy ber-elemen petir menyerap dengan sangat cepat.


Percikan petir segera menghujani ketujuh butir pil penyegar indera, dan membuat garis ketujuh muncul. Melihat itu, Excel Shimo segera mengeluarkan dua botol giok, dan memasukkan dua butir pil dan kelima butir pil secara terpisah kedalam botol giok.


Awan hitam seketika menyebar, setelah menunaikan tugasnya dan sinar matahari kembali muncul menyinari wilayah Kerajaan Long. Semua orang seketika bersorak-sorai dengan keberhasilan Wali Benua.


"Akhirnya selesai juga!" gumam Excel Shimo yang telah menyelesaikan dengan susah payah, "sempurna." lanjutnya dengan menilai hasil karyanya sendiri.


Wushhhh... Wushhhh...

__ADS_1


"Selamat!" serempak semua isterinya mengucapkan akan kesuksesan Excel Shimo setelah mereka mendekati.


kemudian disusul Raja Long, Long Wenhua dan semua orang yang ingin memberikan ucapan selamat.


__ADS_2