God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 84 Ritual Penghormatan.


__ADS_3

Chapter 84 Akhir Usia, Ritual Penghormatan.


Mendengarkan suara Excel Shimo, semua orang akhirnya tersadar setelah syok. Raja Fung geleng-geleng kepala, sebab ia tidak menyangka jika lawannya memliki teknik Auman Naga.


"Hahaha, hebat, hebat. Tuan Muda memang layak menjadi cucu dermawan kita," tawa Kakek Fung dan memuji kehebatan Excel Shimo, ia mendekat bersama Istrinya.


Bao Xue, Loi Annchi, bawahan Excel Shimo juga ikut menghampiri. Semua orang sudah yakin dengan kemenangan Excel Shimo. Walau pertarungan hanya singkat, tapi sudah membuat banyak orang yang hadir terkagum.


"Aku belum kalah..." ujar Raja Fung yang tidak terima dengan hasil pertarungan ini. Semua orang mengerutkan kening dan melihat Raja Fung.


"Hahaha, apa perlu Tuan Muda mengeluarkan teknik Auman Naga lagi?" tawa Kakek Fung lalu bertanya.


"Dia curang menggunakan teknik Auman Naga. Ayo kita sparing lagi, dan jangan gunakan teknik itu lagi!" tantangan Raja Fung.


"Hahaha! Bodoh, mana ada kecurangan. Teknik Auman Naga juga kelebihan yang dimiliki Tuan Muda. Tidak sembarang kultivator bisa menggunakan teknik ini, banyak prasyarat yang harus dimiliki!" sela Kakek Fung sebelum Excel Shimo menjawab tantangan Raja Fung.


Prasyarat untuk menggunakan teknik Auman Naga, mengharuskan si pengguna memiliki garis darah Naga, fisik yang kuat dan dantian seluas samudera. Sebab, teknik Auman Naga mengkonsumsi banyak energi Qi, dan fisik harus kuat agar tidak menyerang balik tubuh si pengguna. Prasyarat paling penting untuk menggunakan teknik Auman Naga adalah garis darah Naga, tanpa itu teknik Auman Naga tidak bisa dikeluarkan dengan maksimal.


"Huff, baiklah. Lain kali kita bertarung lagi!" dengus Raja Fung yang hanya bisa pasrah menelan kekalahan.


"Maaf, Senior. Apa Senior berdua bukan tubuh aslinya?" tanya Excel Shimo.


Pertanyaan itu sudah sejak tadi ingin dia tanyakan, dan ini adalah kesempatan. Mendengar ucapan Excel Shimo, spontan semua orang terkejut, termasuk Raja Fung yang tidak tahu maksud ucapan dari Excel Shimo.


"Hahaha, luar biasa. Tuan Muda pengelihatan mu cukup jeli," tawa bahagia terlihat jelas di wajah Kakek Fung, ia juga menepuk bahu Excel Shimo.


"Ya benar. Kita berdua bukan tubuh asli ... Hahmmm!" setelah menjawab kakek Fung menghela nafas berat, terlihat dia memiliki sesuatu yang susah di ucapan. Demikian juga dengan si Nenek yang menunduk lesu, "kita berdua sudah dalam keadaan akan kembali ... Tapi, di saat terakhir ini justru kami berdua sangat bahagia, dengan menemukan keturunan dari dermawan kami." lanjut kakek Fung.


"Kakek, maksudmu ... Tidak, kakek tidak boleh pergi!!" Raja Fung langsung memeluk kakeknya.


Semua orang dan Excel Shimo memahami maksud ucapan kakek Fung. Iya, kakek Fung akan tertidur untuk selamanya bersama Isterinya. Tubuh mereka adalah energi terakhir mereka yang masih dipertahankan untuk menemukan keturunan dari dermawan nya.

__ADS_1


Suasana menjadi hening, hanya ada suara tangis dari Ras Burung Gajah. Suara tangis kesedihan sangat jelas. Terutama Raja Fung yang menangis seperti anak kecil.


"Senior, apa tidak bisa menundanya dengan meningkatkan basis kultivasi? Seharusnya, dengan naiknya kekuatan, juga menambah usia!" tanya Excel Shimo setelah berkonsultasi dengan Lotus Bao.


Sontak semua orang tersadar dan kembali penuh semangat. Mereka berharap jika kedua Leluhur Ras Burung Gajah mampu hidup lebih lama.


"Tuan Muda, hidup abadi adalah keinginan semua kehidupan. Namun, memiliki usia panjang juga tidak baik bagi kejiwaan. Hidup normal dan mati secara normal adalah kebahagiaan yang sebenarnya. Semakin lama kita hidup, semakin berat beban yang kita rasakan. Sejujurnya, aku iri dengan Ras Manusia, dimana mereka bisa hidup normal. Menjalani hidup tidak terlalu singkat juga tidak terlalu lama!" jawab kakek Fung setelah menghela nafas.


Semua orang sangat memahami ucapan kakek Fung. Keinginan Kakek dan Nenek Fung sepertinya tidak ingin memperpanjang usia.


Seketika kembali suara tangis terdengar lagi. Bao Xue dan Loi Annchi memeluk lengan Excel Shimo, mereka juga ikut merasakan kesedihan ini dengan meneteskan air mata.


"Tidak memiliki ambisi tidak berlebihan itu sangat membahagiakan!" gumam wanita kotor yang selalu mengamati, sedangkan Li Ling sudah memeluknya dengan erat.


"Tuan Muda. Di waktu terakhir ini, bolehkah saya meminta sesuatu kepada Tuan Muda!" pinta kakek Fung pada Excel Shimo.


"Senior, selama itu tidak diluar kemampuan ku, maka saya akan mengabulkannya. Katakan, Senior!" jawab Excel Shimo tanpa banyak berpikir, ia berharap bisa membalas budi Ras Burung Gajah yang telah memegang amanah dari Kakek Excel.


"Sen--"


"Tolong lindungi dan rawat Ras Burung Gajah!" serempak kedua Leluhur Ras Burung Gajah berbicara sebelum Excel Shimo menghentikan tindakan hormat.


Excel Shimo segera meneteskan air mata terharu, ia tidak menyangka jika hanya itu permintaan mereka berdua.


"Dengan nyawaku. Aku bersumpah melindungi dan merawat mereka selayaknya keluarga ku sendiri. Demikian juga dengan semua pengikut ku!" segera Excel Shimo bersumpah dengan dua jari terangkat menunjuk langit.


(Gemuruh)


Setelah Excel Shimo bersumpah, terdengar suara gemuruh di langit. Tiba-tiba langit tertutup awan hitam. Lalu, terlihat petir menyambar-nyambar dan kilatan menggelegar.


Zretttt ... Cedarrrr...

__ADS_1


Itu adalah tanda jika sumpah yang diucapkan Excel Shimo telah di materai oleh alam semesta sebagai saksinya.


Kedua Leluhur Ras Burung Gajah sangat senang keinginan terakhir mereka terkabul. Sudah sangat lama mereka berdua menunggu kehadiran keturunan dermawan-nya.


"Terima kasih, Tuan Muda!" sekali lagi kedua leluhur itu membungkuk, dan sengaja Excel Shimo tidak mencegahnya.


"Seharusnya saya yang harus berterima kasih pada Anda, Senior!" jawab Excel Shimo.


"Tidak, kami yang terlalu berlebihan dalam permintaan ini, Tuan Muda!" ujar Kakek Fung, sambil membalikkan badan menghadap cucunya, "kakek dan nenekmu tidak bisa memberikan apa-apa, hanya ini yang kami punya!" lanjut Kakek Fung dengan memberikan cincin dimensi kepada cucunya.


"Jaga bangsa kita dengan baik, dan patuhi ucapan Raja baru kalian!" pesan Nenek Fung kepada cucunya dan rakyat Burung Gajah, sembari ia memeluk Raja Fung.


Setelah semua Ras Burung Gajah memberikan salam perpisahan dengan isak tangisan, kedua leluhur itu berubah menjadi sinar dan memasuki dahi Raja Fung. Lei Kaibo dan bawahannya hanya geleng-geleng kepala, mereka merasa kehilangan sosok yang mereka hormati.


Bao Xue dan Loi Annchi selalu menangis dengan memeluk Excel Shimo. Kemudian, Excel Shimo turun dari langit.


Setelah turun bersama kedua kekasihnya, ia men-jumput tanah dibawah kakinya.


"Dari tanah kembali ketanah, jiwa-jiwa pergilah dalam damai, lahirlah kembali dengan tubuh baru dan kembalilah setelah lelah.


Udara berhembus membelai jiwa, jiwa luka akan kembali pulih ... Pulanglah!" ucap Excel Shimo dengan menaburkan tanah di udara.


Excel Shimo selalu melakukan ritual doa bagi setiap orang yang telah meninggal, entah itu kawan atau lawan. Baginya memberikan penghormatan terakhir adalah prinsip yang tidak bisa diubah.


Ucapan Excel Shimo segera diikuti semua orang, mereka merasa jika ucapan Excel Shimo adalah ritual yang harus diikuti sampai kapanpun.


"Terima kasih, Tuan Muda."


Tiba-tiba suara Leluhur Ras Burung Gajah terdengar setelah Excel Shimo melakukan ritual. Mereka seperti terbebas dari jurang samsara. Dari nada suara mereka berdua terdengar kelegaan dan kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan.


"Kata yang sangat indah!" puji wanita kotor itu, ia juga merasakan beban hidup seakan-akan lepas. Wanita kotor itu menutup mata dengan mengulangi terus ucapan Excel Shimo.

__ADS_1


Demikian juga dengan semua orang yang selalu mengulangi ucapan Excel Shimo sembari menutup mata.


__ADS_2