God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 181. Pro dan Kontra, Hutan Bambu.


__ADS_3

Chapter 181. Pro dan Kontra, Hutan Bambu.


Didalam Balai khusus Kepemimpinan, berkumpul banyak Ketua, tetua, termasuk Wali Benua yang diapit oleh Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu.


Ratu Jing Jiao dan Ratu Bao Yu secara bergantian menceritakan semua kejadian di Kerajaan Han dan Kerajaan Long, dari munculnya Tapir Pemakan Jiwa hingga pertarungan antara Dewa Bumi dan Wali Benua saat itu, termasuk kedua Putra Mahkota Kerajaan Long yang menjadi gila. Sesekali Ratu Han juga ikut bercerita, dan menambah cerita perjalanan Wali Benua semakin menarik.


Sesekali semua orang tegang saat mendengar perjalanan Wali Benua, dan tertawa saat cerita mengenai gangguan jiwa yang dialami kedua Putra Mahkota Kerajaan Long. Dengan kepiawaian Ratu Han mendongeng, membuat suasana di Balai Kepemimpinan menjadi ceria.


Selain para pimpinan Akademi Pedang Surga, ada beberapa murid inti, dalam dan luar yang hadir. Mereka juga ikut ketawa mendengar nasib tragis seorang Jenderal yang disegani menjadi gila.


"Pertama kita akan mengunjungi Kerajaan Huang untuk menemui pengganti Raja Huang dan juga kita akan berkumpul dengan para pimpinan wilayah Utara. Setelah 3 hari di wilayah Utara, kita akan menuju wilayah Timur untuk kunjungan selanjutnya, sekaligus penobatan dua pengganti Raja, mengganti nama Kerajaan dan melantik 4 Wali Benua pengganti!" kata Ratu Jing Jiao setelah kisah perjalanan Wali Benua diceritakan, ia sudah membuatkan jadwal untuk suaminya.


Excel Shimo sesekali menghela nafas berat, tampak malas melakukan kegiatan yang menguras pikiran dan terlalu banyak berbasa-basi dengan semua orang. 'Seharusnya seumuranku bermain-main dan menggoda wanita, malah kenyataan berbalik!' batin Excel Shimo dengan senyum masam setelah Ratu Jing Jiao mengatur jadwalnya.


Keempat Dewi-dewi dan Ratu Han sempat memperhatikan perubahan wajah Excel Shimo, dan tersenyum setelahnya. Mereka tahu apa yang sedang dipikiran Excel Shimo sebagai Wali Benua Jiang Shan.


"Baiklah jika jadwal Wali Benua begitu padat, ayo kita segera menuju Kerajaan Huang!" ajak Jing Yimin yang ingin menemani Wali Benua.


"Bagus, lebih cepat lebih baik!" ujar Excel Shimo sambil berdiri dan diikuti semua orang.


Setelah mengucapkan selamat tinggal, kembali Raja Fung berubah wujud diluar Akademi Pedang Surga. Segera Excel Shimo naik diikuti semua wanitanya termasuk Jing Yimin.


"Apa saya boleh ikut?" tanya seorang murid inti wanita dari Ras Phoenix Api, dibelakangnya ada juga beberapa murid wanita.


Wanita itu bernama Sun Xiangyi dari Klan Sun. Usianya 22 tahun basis kultivasi berada pada Tingkat Raja level 6. Wajahnya berbentuk hati, dahi terlihat sedikit lebar dari dagu, sederhana tapi cantik. Kulit kuning, kedua mata lebar hidung mungil dan bibir tipis.

__ADS_1



Jing Yimin segera menoleh kebelakang dan semua orang, ia tersenyum saat tahu wanita itu adalah Putri Patriarki Klan Sun. Dibelakang Sun Xiangyi ada dua Putri dari Klan Ma dan Klan Juan.


Murid wanita dari Klan Ma bernama Ma Weici, dan murid satunya dari Klan Juan, bernama Juan Shu. Mereka bertiga sepantaran dengan usia sama, hanya berbeda pada kekuatan levelnya.


Ma Weici berada pada Tingkat Raja level 5 dan Juan Shu level 4.


Kiri Ma Weici dan kanan Juan Shu.



"Hmm, baiklah kalian boleh ikut, toh nanti kita juga akan bertemu dengan orang tua kalian!" jawab Jing Yimin kepada Sun Xiangyi, Ma Weici dan Juan Sun.


Ratu Jing Jiao segera mengajak berdiskusi dengan para saudaranya, termasuk Ratu Han.


"Maaf, aku mengajak kalian berdiskusi perihal ketiga murid wanita itu!" kata Jing Jiao dengan suara lirih, "mereka bertiga adalah Putri dari 3 Klan pendukung Kerajaan, statusnya cukup bagus. Dengan suami kita menjadikan mereka bagian keluarga besar, maka pergolakan di Kerajaan akan mereda. Bagaimana pendapat kalian? Maaf, ini bukan keegoisanku semata, kalian pasti tahu maksudku!" lanjut Jing Jiao kepada semua saudarinya.


Ratu Jing Jiao berusaha meredam situasi yang memanas di wilayah Utara semenjak kekalahan Raja Huang dan Klan Jing menggantikan posisi sementara kekuasaan di wilayah ini.


"Aku tidak masalah, lagian suami kita sedang membentuk pasukan khusus. Aku baik saja!" jawab Ratu Bao Yu.


"Tidak masalah, semakin banyak Ras unik bergabung semakin kuat dominasi kita dimasa depan!" Dewi Angsa juga tidak menolak keinginan Ratu Jing Jiao.


Semua wanita setuju, tapi Bao Xue dan Loi Annchi terlihat tidak senang walaupun juga tidak menolak. Jikalau menolak, mereka berdua kalah suara.

__ADS_1


"Kwakkk..."


Suara nyaring Raja Fung saat berubah menjadi Burung Gajah. Ia tampak bangga menjadi tunggangan Raja Shimo dan melesat ke langit terbang menuju ke Kerajaan Huang.


Dengan tubuh besar tapi tak sebesar wujud aslinya, kedatangan Burung Gajah menjadikan ketakutan tersendiri bagi beberapa kultivator bebas, saat melihatnya terbang dengan cepat.


"Hebat memiliki tunggangan Burung Gajah! Aku salut kepada Wali Benua yang baru itu!" celetuk salah satu kultivator sambil melihat kepergian Wali Benua, ia tampak iri dengan prestasi yang dibuat Excel Shimo di Benua Jiang Shan.


"Cih, hanya keberuntungan saja. Jika bukan karena Ratu itu, jelas dia tidak akan dipilih menjadi Wali Benua, apalagi usianya masih terlalu muda, bisa dikatakan masih bocah ingusan!" jawab rekannya setelah meludah, ia jelas membenci Wali Benua.


Sudah menjadi hal umum jika dipilihnya Excel Shimo sebagai wali Benua selalu menuai pro dan kontra bagi penduduk wilayah Utara dan wilayah Timur, sebab kedua Raja mereka kalah dengan tragis tanpa tubuh untuk dimakamkan.


"Keberuntungan juga bagian dari kemampuannya! Coba apa yang sudah kamu perbuatan selama ini untuk Benua Jiang Shan? Tidak ada, kan," jawab si kultivator kepada rekannya agar sadar diri, "dengan damainya 4 Kerajaan, itu juga menguntungkan kita sebagai kultivator bebas. Sekarang kita bisa keluar masuk di setiap wilayah tanpa kuatir lagi seperti dahulu." lanjutnya dengan bertutur kata baik.


"Iya aku tahu. Tapi tidak seharusnya kedua Raja itu dibakar habis dan melakukan ritualnya sendiri. Apa itu tidak menghormati wilayah Utara dan Timur, hah!?"


"Hmm, terserah kamu, lagian itu juga bukan urusanmu. Ayo kita menuju Hutan Bambu, aku dengar desas-desus jika ada sebuah portal dimensi menuju alam lain yang dipenuhi harta melimpah!" kultivator bebas itu tidak mau menanggapi ucapan temannya yang keras kepala dan mengalihkan obrolan.


"Kamu benar. Ada beberapa orang yang sudah keluar membawa banyak tanaman langka dan senjata..."


Mereka sangat antusias dan menuju Hutan Bambu yang terkenal banyak ular berbisa dan besar. Hutan Bambu terletak di perbatasan wilayah Utara dan Timur.


Bagi kultivator bebas yang tidak memiliki pendukung, mereka selalu mengandalkan keberuntungan untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Mereka tidak peduli dengan bahaya jika ada sesuatu yang menarik minatnya, apalagi jika mampu meningkatkan kekuatan dan kekayaan bagi mereka.


Disaat dua kultivator bebas membahas tentang Hutan Bambu, Penatua Agung Jing Yimin juga menceritakan hal itu kepada Wali Benua. Excel Shimo yang mendengar berita baru, seketika wajahnya berseri-seri dan sangat berminat untuk memasukinya.

__ADS_1


__ADS_2