God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 188. Berburu Binatang Monster


__ADS_3

Chapter 188. Berburu Binatang Monster.


Seluruh kehidupan di Benua Jiang Shan tidak ada yang tahu jika akan menerima bencana.


Setelah Jing Yimin membagi tubuh binatang monster air, ia kembali berkumpul dengan Wali Benua untuk menerima instruksi selanjutnya.


"Empat monster berkeliaran didalam Hutan Bambu. Aku akan memburu dua binatang monster yang lain, kalian buru dua Monster Air. Bentuk tim menjadi dua kelompok dan Paman Fung dan Paman Yimin sementara jaga Altar ini. Setelah aku kembali, aku akan pikiran cara untuk menyegelnya...," Excel Shimo segera mengatur rencana untuk memburu binatang monster yang keluar dari Altar Divisi Reinkarnasi.


Kali ini semua wanitanya tidak ada yang menolak dan terlihat wajah mereka penuh semangat. Mereka semangat bukan karena memburu monster, melainkan Pil Regenerasi Sel garis tujuh.


Dewi Angsa, Dewi Chang'e bersama saudarinya yang lebih lemah, total anggotanya delapan. Sedangkan Dewi Rubah Bulan, Dewi Naga membentuk enam anggota. Keempat Dewi-dewi segera mengaktifkan Mata Dewa dan menemukan keberadaan targetnya.


"Kita berpencar, tim kita ke kiri," kata Dewi Angsa sambil menunjukan keberadaan salah satu monster air.


"Baiklah, aku ke kanan. Hati-hati," jawab Dewi Naga.


"Utamakan keselamatan tim," kata Excel Shimo yang mengingatkan semua wanitanya agar berhati-hati dan di anggukkan semua wanita.


Wushhh... Wushhh...


Kedua tim akhirnya berpisah menuju targetnya masing-masing. Gerakan mereka sangat lincah saat menghindari rimbunnya pohon bambu. Excel Shimo tersenyum dan tidak kuatir dengan keselamatan semua isterinya.


Sengaja mereka tidak terbang agar tidak membuat targetnya kabur dan bersembunyi, apalagi Hutan Bambu terlalu lebat dan kurangnya pencahayaan saat berada di hutan.


"Paman, aku pergi dulu!" pamit Excel Shimo dengan menggetarkan tubuhnya dan menghilang sebelum Jing Yimin dan Raja Fung menjawab.


"Kekuatan Dewa," gumam Raja Fung yang ingin memiliki kekuatan seperti Wali Benua.


"Masih muda sudah mengerikan bakatnya, bagaimana jika usianya sudah 17 tahun?" sahut Jing Yimin tidak tahu harus berkata apa saat kejeniusan melebihi kultivator manapun.


Excel Shimo segera menemukan posisi salah satu binatang monster terdekat.


Wushhh... Tap...


Excel Shimo muncul dan berhenti sambil bersembunyi dibalik rimbunnya pohon bambu, ia melihat binatang monster yang sesuai dengan apa yang dideskripsikan oleh Ketua Penegak Hukum.

__ADS_1


"Monster apa itu?" gumam Excel Shimo saat melihat monster itu sedang memakan ular piton dengan lahap.


"Itu Sly Beast, Tuan. Sesuai namanya, licik, gesit dan penuh tipuan ...," sahut Lotus Bao dan sengaja tidak menjelaskan secara rinci.


"Bagaimana kamu tahu?" tanya Excel Shimo yang penasaran dengan pengetahuan Lotus Bao yang begitu luas.


"Dulu saya pernah membaca kitab kuno tentang segala jenis binatang," jawab Lotus Bao yang kembali tidak secara keseluruhan dan semakin membuat Excel Shimo penasaran.


"Sudahlah jika tidak mau menjelaskan secara terperinci!" sungut Excel Shimo yang kesal jika Lotus Bao sengaja tidak mau berbicara.


"Tombak Semesta," panggil Excel Shimo dengan suara lirih, segera keluar lagi senjata kesayangan dan membelainya seperti kekasih, "sayangnya jiwa tombak ini belum terbangun, jik--"


"Tuan masih lemah, jika Tuan ingin membangkitkan jiwa yang tertidur, Tuan harus memberikan banyak energi. Sekali tombak ini diberikan makanan, ia tidak akan berhenti sampai tubuh pemegang tombak kering hingga menyisakan kulit ...," potong Lotus Bao sebelum Excel Shimo selesai berbicara.


"Kenapa kamu sensitif sekali, apa lagi menstruasi?" celetuk Excel Shimo yang kesal dengan sikap Lotus Bao hari ini.


Xi He menahan tawa, sedangkan Lotus Bao cemberut dan tidak membalas ucapan Tuannya. Kembali Excel Shimo memfokuskan matanya untuk mengamati Sly Beast. Excel Shimo tersenyum melihat basis kultivasi Sly Beast berada pada Dewa Bumi level 4.


"Grrrr...,"


Melihat inti binatang ular piton, mata Excel Shimo berbinar-binar. Demikian juga dengan Sly Beast. Sly Beast segera membuat mulutnya dan akan memakan inti binatang ular piton.


"Jangan harap ...." gumam Excel Shimo dengan menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari tempat persembunyiannya.


Zlappp...


"Grorrr...!!"


Raungan Sly Beast saat merasakan fluktuasi energi didekatnya. Ia segera waspada dan memeriksa sekitarnya.


Jlebb... Jlebb...


"Grorrr...!?"


Sekali lagi Sly Beast meraung sangat kencang saat tubuhnya tertusuk senjata musuh yang tiba-tiba muncul disamping.

__ADS_1


Excel Shimo tanpa memberikan kesempatan, ia menghunuskan tombaknya berkali-kali.


Jlebb... Jlebb...


"Mampusss...," pekik Excel Shimo setelah menusuk tubuh Sly Beast sekali lagi.


Brukkk...


Seketika Sly Beast meregang nyawa tanpa tahu wajah orang yang membunuhnya. Tubuhnya ambruk bersimbah darah dan Tombak Semesta bergetar hebat saat mencicipi darah.


"Lemah...," gumam Excel Shimo sambil mengeluarkan inti Sly Beast di kepala dan menyimpan mayatnya.


"Bukan Sly Beast yang lemah, tapi Tuan yang kuat dan lebih cepat!" protes Lotus Bao yang tidak suka Tuannya berpuas diri dengan kemenangannya.


"Ishh... Kapan kamu selesai menstruasi-nya, mengerikan tahu!" gerutunya saat Lotus Bao saat Lotus Bao berbicara dengan ketus.


Xi He kembali menahan tawa, jika ia memiliki tubuh, sudah pasti akan mengeluarkan air mata sambil berguling-guling. Lotus Bao semakin kesal tapi tidak membalas perkataan Tuannya.


"Mereka aman, " kata Excel Shimo saat melihat kedua tim sedang melawan Monster Air dengan sengit tapi masih mampu mengimbangi, "saatnya berburu Sly Beast yang lain. Seandainya aku memasuki Altar Divisi Reinkarnasi, pasti akan mendapatkan banyak inti binatang," lanjutnya yang ingin memasuki Altar Divisi Reinkarnasi untuk mendapatkan banyak inti binatang.


Bagi Alchemist, inti binatang juga sangat penting sebagai pendukung ramuan, sebab inti binatang mampu meningkatkan kualitas sebuah pil. Tapi tidak semua pil mengharuskan menggunakan inti binatang, seperti Pil Kultivasi.


"Berbahaya Tuan. Apa tidak ingat dengan cerita istrimu?" sahut Lotus Bao ketus, ia tidak ingin Tuannya serakah.


" 'Kan aku bilang 'seandainya'! Lagian aku juga tidak mau mengambil resiko, yang tidak diketahui ada apa didalam Altar Divisi Reinkarnasi," kelit Excel Shimo yang tidak mau dikalahkan omongan dengan Lotus Bao, "apa kamu tahu didalam Altar itu?" lanjutnya dengan bertanya, saat Lotus Bao tidak menimpali ucapannya.


"Jika tidak tahu, namaku diganti saja, jangan pakai nama Lotus Bao," jawab Lotus Bao dengan nada sombong.


"Membual, tadi kenapa diam saja saat Fang Yin bercerita tentang Altar itu!" Excel Shimo tidak percaya ucapan Lotus Bao, sebab Lotus Bao tidak pernah ikut berbicara seperti biasanya.


Sebenarnya ketika Dewi Angsa menceritakan sejarah Altar Divisi Reinkarnasi, Lotus Bao dan Xi He saling berbicara dengan telepati, sehingga Excel Shimo tidak mengetahuinya.


"Biar Tuan mengasah otak dan tidak tumpul hanya memikirkan berkultivasi ganda saja. Banyak cara yang bisa menandingi teknik budidaya Dual Cultivation, tapi Tuan terlalu malas untuk mempelajari dan mempraktekan-nya!" balas Lotus Bao yang juga tidak mau kalah omongan dengan Tuannya.


Apa yang dikatakan Lotus Bao memang benar. Excel Shimo memiliki teknik budidaya Kitab Hitam, apalagi memiliki dua Kitab Hitam yang bisa dengan cepat meningkatkan kekuatannya. Selain itu, di Dunia Jiwa maupun di cincin dimensinya memiliki energi Asal Muasal yang murni.

__ADS_1


Seketika Excel Shimo terdiam dan kini dirinya tidak membalas omongan Lotus Bao, sebab yang dia katakan benar. Xi He terus menahan tawa dan tidak ikut berbicara, agar suasana tidak semakin memanas dengan berdebat mereka berdua.


__ADS_2