
Chapter 411. Provokasi Kaisar Wei.
Moon Qiang melompat dari punggung peliharaannya saat melihat Excel Shimo sedikit sempoyongan, dia duduk di punggung Raja Singa dan menahan punggung Excel Shimo, Moon Qiang kaget melihat wajah Excel Shimo menjadi pucat dan mengeluarkan darah di hidungnya.
Excel Shimo tersenyum masam dan mengusap darahnya sebelum menetes, dia menotok jalur aliran darah agar tidak mimisan, seketika darah berhenti.
Excel Shimo seperti ini karena efek berlebihan menggunakan kemampuan membangkitkan banyak kerangka manusia, binatang dan juga prajurit yang baru mati. Semua kemampuan Third Eye Stone mengonsumsi kekuatan jiwa dan juga mentalnya.
Excel Shimo sudah lama menahan kondisinya saat di hadapan musuh dan para penjaga, sebab itu dia sesegera mungkin meninggalkan pintu masuk Hutan Mistik menuju ke Kerajaan Malaikat.
"Turun! " perintah Moon Qiang kepada Raja Singa dan tanpa menolak segera turun.
Semua orang juga panik melihat Excel Shimo kali ini lebih pucat dari sebelumnya. Setelah Raja Singa turun, Dewi Lou mengeluarkan rumah miniatur, lalu membawa masuk Excel Shimo ke dalam rumah.
"Mengerikan! " gumam Jin Shou melihat kondisi Excel Shimo yang kali ini jiwa nya terluka, dia tidak menyangka kemampuan hebat juga berakibat fatal.
"Pantas, dia tidak menggunakan kemampuan ini saat melawan Raja Mayat Hidup, ternyata seperti ini dampaknya! " sahut Tsai Li-Liang yang keluar dari kamar setelah memeriksa kondisi Excel Shimo yang kini telah pingsan.
"Membangkitkan banyak kerangka dan mayat ... Perkiraan ku, pasti harus memiliki kekuatan jiwa mumpuni. Sekarang aku jadi tahu kenapa Dewa Binatang ingin sekali memburu Fiend Spirit, mungkin berkaitan dengan kemampuannya ini! " tebak Jin Shou sambil duduk di ruang tamu rumah miniatur.
Tsai Li-Liang mengangguk dan sependapat dengan tebakan Jin Shou. Mereka berdua berhenti berbicara saat banyak pikiran berkecamuk setelah kejadian hari ini dan di Hutan Mistik.
"Menurutmu, apakah Raja Asyura akan mengindahkan ucapan Dewa Binatang? " tanya Tsai Li-Liang.
"Dengan sifatnya yang keras kepala dan tidak melihat dengan mata kepala kejadian hari ini, akan sulit dia menerima ucapan Dewa Binatang ... (Menghela nafas) Situasi makin parah setelah kejadian ini! Dan mungkin, ancaman Dewa Binatang menjadikan peperangan untuk kesekian kalinya? " jawab Jin Shou yang hafal perilaku Raja Asyura, dia berulang-ulang menghela nafas.
Raja Asyura memang keras kepala, mempercayai sesuatu saat melihat dengan mata kepala sendiri, lebih banyak mempercayai ucapan putra, putri dan istrinya, yang pasti langsung ditindaklanjuti, entah itu benar atau tidak.
Enam wanita dan Jing Ehuang keluar dari kamar tidur dan terlihat sedih, kedua ketua melihat mereka dan sudah tahu apa yang menjadi kesedihan mereka.
"Kalian untuk sementara disini sampai kondisi Dewa Binatang pulih, aku dan paman Liang akan kembali dulu untuk melaporkan semua kejadian kepada Yang Mulia! " pinta Jin Shou yang ingin segera membahas semua ini.
"Baik, kami pasti menjaganya! " jawab Dewi Lou.
"Lalu bagaimana dengan kalian? " tanya Jin Shou kepada Bunga Wangi, Moon Qiang dan Dong Jingying.
"Kita juga akan kembali, dan yang pasti akan membicarakan hal ini kepada ayah! " jawab Yun Shuang, dia ingin membantu Excel Shimo sebaik mungkin, sebab jasa Excel Shimo sangat besar dengan membantunya mendapatkan cincin roh berwarna hitam, belum lagi telah menolong dari rencana dua ketua dan Kang-Dee.
"Aku akan disini karena sudah berjanji kepadanya! " jawab Dong Jingying yang tidak ingin mengingkari janjinya yang akan menuruti kemauan Excel Shimo.
"Karena aku tidak memiliki keluarga, aku akan selalu bersamanya! " Moon Qiang sudah memutuskan untuk mengikuti Excel Shimo.
Semua orang sudah tahu apa yang terjadi dengan Moon Qiang. Moon Qiang adalah keturunan dari Iblis Putih, garis darah campuran Ras Manusia dan Ras Iblis.
__ADS_1
Ras Iblis Putih tidak banyak, jumlahnya tidak sampai angka seribu jiwa, sebab telah banyak menjadi korban pembantaian Fiend Spirit, termasuk keluarga Moon Qiang menjadi korbannya. Moon Qiang dan yang lainnya selama ini selalu berlindung di wilayah Ras Malaikat, keselamatan mereka lebih dijamin oleh Raja Malaikat.
"Baiklah, aku akan kirimkan beberapa prajurit untuk menjaga situasi di tempat ini! Aku kuatir Raja Asyura kembali mengirimkan banyak pasukannya...! "
Jin Shou dan Tsai Li-Liang segera meninggalkan rumah miniatur, demikian juga dengan Bunga Wangi. Bunga Wangi juga membawa timnya sebagai saksi agar lebih meyakinkan pemimpin Perguruan Api Asyura.
Tinggallah empat wanita di dalam rumah, tiga puluh anggota dan beberapa pelihara yang bersama Raja Singa sedang berjaga-jaga di luar. Tiga puluh anggota membuat Formasi Perlindungan untuk mengantisipasi kedatangan pasukan Kerajaan Asyura.
.....
Wilayah Tanah Api.
Wilayah Tanah Api merupakan sebuah benua bagi tempat tinggal bangsa Asyura, dan diberi nama Benua Tanah Api. Ukurannya lebih besar dari Benua Shen Zhou, setara dengan ukuran Benua Cahaya, tempat tinggal bagi Ras Malaikat dan juga berbagai ras lainnya.
Benua Tanah Api, selain dihuni oleh Ras Asyura, juga dihuni jenis binatang yang mampu bertahan hidup di panas yang ekstrim, seperti binatang Lava, manusia Golem Api, Ras Titan juga ada dan masih banyak lagi.
(Tanah Api nama Ibukota dari Kerajaan Api Asyura dan benua-nya disebut Benua Api. Dekrit yang mengatasnamakan Tanah Api merupakan keputusan penting tingkat ke-dua)
Perbatasan Benua Api dan sungai besar dibangun dinding setinggi dua puluh meter, dengan tebal sepuluh meter, setiap jarak dua puluh meter dibangun menara turret. Fungsi turret untuk mengantisipasi Bangsa Malaikat yang ahli di udara.
Disaat masuk ke dalam dinding, kita akan melihat parit yang berisi magma, setelah itu akan ada daratan dihuni tanaman berduri dan juga beracun, kemudian ada kanal besar dengan air yang jernih dan merupakan jalur lalu lintas Armada Angkatan Laut.
Para penjaga turret segera waspada saat melihat segerombolan manusia yang terbang dengan sangat cepat ke arah wilayah Tanah Api, namun saat berjarak seribu meter, gerombolan itu mengeluarkan api di tubuhnya merupakan tanda bagian dari anggota.
Segera terbang banyak prajurit untuk menolong Kang Hong-Seo dan prajuritnya yang tersisa. Disaat prajurit penjaga ingin menolong Kang Hong-Seo, dia menolak, sebab ingin bergegas melaporkan masalah manusia kepada rajanya.
Kang Hong-Seo langsung masuk ke dalam altar portal dimensi yang merupakan akses cepat menuju pusat pemerintahan Kerajaan Api Asyura, dia tidak perduli dengan tubuh masih menyisakan darah kering.
Banyak orang yang melihat Kang Hong-Seo menjadi gelisah, sebab belum pernah melihat perwira tinggi dalam keadaan panik dengan tubuh yang tragis.
Tidak berselang lama, Kang Hong-Seo sampai di pusat Ibukota Tanah Api, penjaga altar portal dimensi kaget melihat kondisi perwira tinggi, namun Kang Hong-Seo mengangkat tangan tanda tidak perlu menolongnya.
Kemudian, Kang Hong-Seo terbang dengan sangat cepat tanpa perduli aturan dilarang terbang di Ibukota Tanah Api, biarpun begitu tidak ada yang menghentikannya.
Disaat tiba di pintu masuk Istana Api Asyura, para penjaga pun tidak menghentikannya, dan kasim segera mewartakan kedatangan Kang Hong-Seo.
Raja Asyura sedikit terkejut melihat tubuh Kang Hong-Seo terluka, padahal seharusnya dengan kekuatan setingkat Dewa Bumi luka itu bisa sembuh dengan sendirinya, apalagi setingkat Half Alfa.
"Panjang umur Yang Mulia."
Kang Hong-Seo berlutut selayaknya aturan prajurit, dia mengucapkan doa sebelum melapor. Setelah Raja Asyura melambangkan tangan, Kang Hong-Seo segera berdiri.
"Katakan, apa yang telah terjadi? " tanya Raja Asyura dengan nada tegas.
__ADS_1
Segera Kang Hong-Seo menceritakan semua yang terjadi, tidak mengurangi maupun menambahkan, semua orang yang berada di dalam istana juga ikut mendengar penuh perhatian.
Mendengar banyak kerangka dan prajurit dihidupkan lagi, jelas membuat semua orang bergidik ngeri, sebab memiliki kemampuan membangkitkan sama saja seperti memiliki pasukan abadi, jika tidak dihancurkan hingga menjadi abu.
"... Jadi, semua laporan dari putra ketiga, tidak sesuai dengan kenyataan, sebab putri Jingying telah berbicara. Kini putri mengikuti manusia itu sebagai bentuk jaminan. Jika tanpa putri Jingying memohon belas kasihan, hamba dan seribu prajurit yang tersisa hanya tinggal nama. "
Raja Asyura memejamkan mata untuk menganalisa laporan Kang Hong-Seo, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya, yaitu kemunculan Raja Mayat Hidup menjadi teka-teki.
Manusia yang mampu membangkitkan yang sudah mati, merupakan musuh yang sulit dihadapi, apalagi berhadapan dengan korban dari bangsa sendiri.
Lalu, keterlibatan Ras Malaikat yang mendukung manusia itu...
Mau tidak mau, Raja Asyura yang biasanya memiliki temperamen keras kepala dan sulit mempercayai sesuatu yang tidak dilihat olehnya, harus menghilangkan egonya.
"Panggil Dong Ping dan wali penjaga! " perintah Raja Asyura.
Di sudut kursi jajaran petinggi bangsa Asyura, ada seseorang yang tubuhnya memakai jubah persembunyian, dia berdiri, menangkupkan kedua tangan dan berbicara:
"Yang Mulia, manusia itu adalah Dewa Binatang, salah satu musuh utama yang akan menghalangi rencana kita untuk masuk ke Benua Shen Zhou. Dia bernama Excel Shimo, Kaisar Shimo dari Benua Jiang Shan. Dia juga yang telah menghancurkan portal dimensi, jika saya tidak memiliki gerbang portal dimensi yang lainnya, saya tidak mungkin bisa berada disini...,"
Ya, dia yang berbicara adalah Kaisar Wei dari Benua Kekacauan yang telah menguasai Benua Shen Zhou, dia baru tiba setelah Kaisar Iblis menggunakan gerbang portal dimensi yang telah diperbaiki.
Kaisar Wei kembali mengulangi menceritakan perjalanan Excel Shimo dari Benua Jiang Shan hingga berada disini dengan terperinci, dia juga menceritakan jika musuh utama memiliki Artefak Pedang Semesta dan kemungkinan juga sudah memiliki Mahkota Maharaja.
Raja Asyura yang sudah mendengar sebelumnya berpura-pura sangat serius dan ekspresi mukanya dengan jelas dilihat jajaran petinggi bangsa Asyura.
"... Jadi, kemungkinan kemunculan Raja Mayat Hidup untuk merebut kedua Artefak itu. Perkiraan saya, putri hanyalah alat untuk menjadikan Anda tunduk kepadanya, mungkin dengan ikatan pernikahan. Jika tebakan ku tidak salah, dia akan menuju Dunia bawah tanah untuk menjadikan Fiend Spirit sebagai pasukannya. Setelah itu, dan selanjutnya adalah Ras Mayat Hidup yang kini hanya dipimpin putra dari Raja Mayat Hidup...! "
Kaisar Wei menceritakan mengutarakan isi pikirannya kepada Raja Asyura dan semua jajaran petinggi bangsa Asyura. Semua orang dengan serius berpikir, sebab kemampuan Dewa Binatang sangat mengerikan.
Walaupun Kaisar Wei tidak sopan saat berbicara, tidak ada yang berani menegur maupun menghentikannya berbicara, sebab hanya dia yang memiliki koneksi di Alam Suci.
"Lalu apa saran mu, kan kita sudah beraliansi dengan Ras Mayat Hidup dan Fiend Spirit? Dan aku juga tidak mau putriku menderita bersamanya! " tanya Raja Asyura yang ingin tahu rencana Kaisar Wei, dia juga kuatir dengan keadaan Dong Jingying.
"Selamatkan putri Dong Jingying dan juga lawan dia, disini dia hanya mengandalkan bangsa Malaikat. Dengan Api Asyura, kalian tidak perlu kuatir dengan kemampuan dia. Jika kita memberikannya waktu lebih lama, aku kuatir ... Kalian-lah yang akan dihidupkan kembali! " jawab Kaisar Wei yang bertekad menyelamatkan Dong Jingying, tapi dia juga memberi rasa takut kepada semua orang.
"Beri waktu aku berpikir...! " pinta Raja Asyura yang sedang memikirkan dampak kerugian bagi kerajaannya.
Namun...
"Ras Mayat Hidup serahkan pada saya. Saya hanya minta, jaga ketat pintu masuk ke Dunia Bawah Tanah dan persiapkan pasukan. Aku tidak sanggup melihat putri Dong Jingying berlama-lama dengannya! " kembali Kaisar Wei berbicara tanpa memberikan kesempatan Raja Asyura berpikir dan dia langsung menghilang dari hadapan semua orang dengan sifat yang kasar.
Semua orang menghela nafas...
__ADS_1
.....