God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 113 Segel Bintang.


__ADS_3

Chapter 113 Segel Bintang.


"Apa kamu yang membunuh banyak rakyat jelata?" tanya Cha kepada Tapir Pemakan Mimpi.


"Oh! jika iya kenapa? lagian mereka adalah makanan ku!" jawab si Tapir yang tidak takut kepada mereka.


"Apa tujuanmu kesini? Dan siapa yang memerintahkan kamu kesini?" tanya Da yang ingin tahu siapa pelaku yang membawanya ke Benua Jiang Shan.


"Tidak perlu tahu, yang jelas benua ini akan menjadi ladang-ku mencari makanan, termasuk kalian. Hahaha," jawab si Tapir yang tidak ingin tahu misinya diketahui mereka, ia tertawa terbahak-bahak saat merasa menang.


"Jika begitu kami akan menangkap mu dan menyerahkan kepada Dewan Keamanan Benua Kelahiran," kata Cha dengan mengeluarkan senjata pedang.


Demikian juga dengan ketiga rekannya, mereka segera mengeluarkan senjata andalannya, dan segera mengepung Tapir Pemakan Jiwa.


"Cih, jika kalian memiliki kemampuan," balas si Tapir, ia meludahkan air liur yang beracun pada sosok berinisial Da.


"Sialan, binatang menjijikkan!" umpat Da setelah menghindari air liur beracun.


"Kita serang bersama. Hati-hati, jangan sampai terkena racunnya, racun itu mampu melumpuhkan tulang!" perintah Yi kepada rekannya, dan juga mengingat mereka.


Wushhhh...


Swosh... Swosh


Segera keempat sosok berjubah itu menyerang si Tapir secara bersamaan, tapi si Tapir dengan mudah menghindari serangan mereka berempat.


"Hahaha, apa hanya ini saja kehebatan dari murid-murid Surgawi?" ejek si Tapir kepada mereka berempat yang belum bisa melukai dirinya.


Boom...


"Gerakannya cepat sekali!" kata sosok berinisial Da pada ketiga rekannya melalui telepati, "apa kalian ada ide untuk membatasi pergerakannya?" lanjutnya sambil terus berusaha melukai si Tapir.


Boom...


"Saudara Yi, kamu kan ahli formasi, apa tidak ada cara?" sosok Cha juga kesusahan melukai si Tapir, dan meminta rekannya si Yi, sebelum si Yi menjawab perkataan si Da.


Gerakan mereka berempat sangat terkoordinasi, tapi si Tapir masih mampu lolos dari serangan mereka. Disaat si Tapir ingin menyerang balik salah satu di antara mereka, rekannya selalu menyerang terlebih dahulu.


Sosok berinisial Yi, dia lah orang yang merasakan kehadiran Excel Shimo, sebab dia adalah ahli Formasi Array. Sebagai ahli formasi, rata-rata memiliki persepsi yang kuat.


"Kalian ulur waktu, aku akan buat formasi ilusi!" jawab si Yi kepada ketiga rekannya melalui telepatinya.


"Serahkan pada kami." ujar si Hua kepada Yi, "kita gunakan Segel Bintang, untuk memberikan waktu kepada saudara Yi." lanjutnya pada kedua rekannya.


Segera mereka bertiga membuat gerakan aneh dengan kedua tangan, setelah menyimpan senjata. Sedangkan si Yi mundur di dibelakang rekannya si Da. Lalu, si Yi mengeluarkan kertas dan kuas, dengan cepat si Yi menulis rune-rune yang aneh.


'Tsk, kalian ingin menyegel ku dengan teknik Segel Bintang? Hahaha, bodohnya!' batin Tapir Pemakan Jiwa saat tahu apa yang akan mereka lakukan.


"Segel Bintang, menaklukkan Iblis Kejahatan!!" teriak mereka bertiga saat menyelesaikan gerakan itu. Dari kedua tangan mereka bertiga mengeluarkan energi Qi, dan melesat ke atas.


Bhuzhhh...

__ADS_1


Muncul lingkaran diatas Tapir Pemakan Jiwa berwarna kebiruan. Energi alam seketika terserap dalam lingkaran itu. Demikian juga dengan si Tapir, ia terkurung oleh lingkaran itu.


Banggg... Bangg...


Tapir Pemakan Jiwa menggedor cahaya yang memenjarakan nya, tetapi cahaya yang turun dari lingkaran hanya bergetar.


Bangg... Bangg...


Tapir Pemakan Jiwa terus-menerus ingin menghancurkan Segel Bintang itu dengan taringnya.


"Bertahan, terus keluarkan energi kita!!" perintah si Cha saat Segel Bintang mulai muncul retakan.


Bhuzhhh...


Segera mereka ketiga menambah energi untuk memperkuat Segel Bintang. Sedangkan Si Yi terus menerus menggambar rune-rune pada kertas khusus untuk Formasi Array.


"Saudara Yi, cepatlah!" kata si Hua yang terlihat mulai kelelahan.


"Baik, aku mulai...." jawab si Yi dengan bergerak kebawah, dan meletakkan kertas-kertas itu pada tanah dibawah Tapir Pemakan Jiwa.


Si Yi meletakkan semua kertas pada empat penjuru mata angin. Setelah selesai, ia mengeluarkan Batu Roh dan memendamnya di tanah tepat di titik tengah dari kertas formasi.


"Aktifkan." pekik si Yi dengan membuat gerakan dengan kedua tangan.


Bhuzhhh...


Segera cahaya merah mengurung Tapir Pemakan Jiwa dari bawah, dan menariknya untuk mendarat di tanah, tepatnya di tengah-tengah kertas formasi, dan Batu Roh sebagai energi.


Ketiga rekannya yang membuat Segel Bintang segera turun, dan terduduk lemas di tanah. Wajah mereka pucat setelah menggunakan banyak energi.


"Berhasil, kita berhasil...! Hahaha!" kata si Cha sambil mengusap kering di dahinya.


Ketiga orang itu kelelahan setelah menggunakan teknik Kitab tahap tinggi. Teknik itu adalah teknik penggabungan beberapa kultivator untuk menggunakannya.


Akhirnya, Tapir Pemakan Jiwa masuk dalam ilusi. Tubuhnya terdiam, dengan tatapan kosong. Namun, dia tidak terdiam, didalam pikirannya, si Tapir sedang bergelut untuk lepas dari formasi ilusi yang menjebaknya.


"Ini tidak bertahan lama. Lebih baik, kita buat perlindungan agar binatang ini tidak bisa keluar," kata si Yi kepada rekan-rekannya.


"Ben--"


"Grorrr...,"


Tapir Pemakan Jiwa meraung dengan sangat keras, saat dirinya terjebak didalam ilusi, sehingga membuat si Da berhenti berbicara.


"Cepat, bantu aku sebarkan Batu Formasi. Pendam Batu Formasi sedalam satu meter...," si Yi panik, dan mengeluarkan beberapa Batu Formasi, dan membaginya kepada ketiga rekannya.


Segera ketiga rekannya berdiri, walau masih kelelahan. Mereka melakukan sesuai intruksi Yi, dan memendam Batu Formasi yang penuh ukiran rune.


"Grorrr...,"


Tapir Pemakan Jiwa sekali lagi meraung, tetapi pandangannya masih kosong dan tidak bergerak sama sekali. Terlihat Tapir Pemakan Jiwa masih berusaha lepas dari dunia ilusi dari pikirannya.

__ADS_1


"Mereka sangat kompak," gumam Excel Shimo yang selalu memperhatikan situasi diluar.


"Mereka berempat mungkin adalah penjaga Benua Jiang Shan ini!" ujar Penatua Agung yang kini tidak ketakutan lagi berkat perlindungan artefak cermin.


"Benar, jika didengar dari Pembicaraan mereka tadi," Ratu Han juga ikut berbicara.


Semua orang yang berada didalam cermin juga sudah tidak lagi ketakutan, sebab mereka merasa aman didalam perlindungan cermin. Mereka juga selalu mengamati pertempuran diluar cermin.


"Kita beruntung melihat setingkat Prajurit Surgawi sedang bertempur disini," Raja Fung juga ikut berkomentar, terlihat ia merindukan kekuatan Prajurit Surgawi.


"Grorrr...,"


Crakkk... Crakkk...


Setelah raungan binatang Tapir Pemakan Jiwa, dinding energi dari Segel Bintang mulai retak, dan binatang itu juga mulai bergerak.


"Cepat...," titah sosok bernama Yi saat tahu binatang Tapir itu akan berhasil keluar dari jebakan ilusi.


Pyaarrrr....


"Grorrr... Kalian semua akan aku bunuh," raungan kemarahan dari binatang Tapir.


"Gawattt... Hati-hati!" kata si Yi kepada rekan-rekannya. Segera mereka menghentikan aktivitas, dan mengeluarkan senjatanya lagi.


Wushhhh... Boomm...


"Ahhh...,"


Tapir Pemakan Jiwa melesat menyerang orang yang telah menjebaknya dengan formasi ilusi, kecepatannya lebih cepat dari sebelumnya, hingga membuat Yi tidak sempat menghindari serudukan.


Banggg... Banggg


Si Yi terpental kebelakang, dan menabrak banyak pepohonan besar diarea Hutan Terlarang. Melihat rekannya terpental setelah diseruduk, membuat ketiga sosok itu sangat marah.


"Serang bersama-sama." kata si Da kepada rekannya.


Swosh... Swosh... Swosh


Cha, Da dan Hua menyerang Tapir Pemakan Jiwa. Mereka bertiga mengeluarkan teknik andalan.


"Pedang Membelah Angin," pekik si Cha dengan menyebut skill pedang. Energi Qi menyelimuti pedangnya, kemudian si Cha mengayunkan pedang kearah si Tapir.


"Pedang Musim Panas," pedang si Da menjadi api, dan ia mengangkat pedangnya untuk memberikan serangan fatal pada si Tapir.


Si Hua juga mengeluarkan skill andalannya. "Cambuk Naga Api...!" senjata cambuk Si Hua berubah menjadi ribuan Naga Api dan melesat kearah targetnya.


"Cih, skill murahan!!" hina Tapir Pemakan Jiwa saat melihat tiga serangan mengarah kepadanya.


Dengan menggetarkan tubuhnya, si Tapir Pemakan Jiwa menjadi lebih besar. Lalu, belalainya terangkat kearah musuhnya. Dari belalai itu keluar bola-bola energi berwarna hitam.


Boommm... Boommm...

__ADS_1


__ADS_2