
Chapter 270. Istri Kecil Sebagai Bahan Uji Coba.
Wajah An Na juga semakin cantik dan menarik dengan jubah perangnya yang diberi nama Butterfly Gold Robe. Sengaja An Na tidak mengganti warna sesuai kesukaannya, sebab ini melihat bentuk aslinya.
Disaat semuanya wanita sedang terpesona, hingga tidak mampu berkomentar selain Tu Yueyin Mei, Excel Shimo kembali menjelaskan jubah perang ciptaannya.
"Butterfly Gold Robe milik An Na, dibagi menjadi 3 tahap tranformasi, Awal, Menengah dan Atas. Setiap berubahnya bisa dengan mudah dilihat. Contohnya, saat ini adalah tranformasi atas, dengan dua warna Emas dan Perak. Tranformasi kedua atau Menengah, berwarna Hitam hanya ada satu warna, yang terakhir tranformasi pertama atau awal, dengan warna keperakan saja. Setiap berubah tranformasi, mampu memberikan kekuatan satu level, misalkan, tranformasi puncak, sebelum An Na mengeluarkan basis kultivasi, Butterfly Gold Robe, tidak akan memberikan peningkatan kekuatan tiga level. Demikian juga dengan bentuk tranformasi kedua dan pertama...," jelasnya, kepada semua wanita yang sudah mengerumuni An Na.
Excel Shimo juga berkata, setiap tahap mampu meningkatkan daya serang, kelincahan, kecepatan dan pertahanan. Misalnya di tahap tranformasi awal, dimana akan meningkat daya serang, pertahanan dan kelincahan sebesar 25 persen. Tahap kedua, 50 persen dan tahap ketiga 75 persen. Untuk 100 persen-nya itu didapatkan dari kekuatan asli si pemilik jubah perang, dengan kata lain, kekuatan asli pemiliknya hanya 25 persen.
"Kalian harus tahu, ini adalah Artefak Bintang Lima yang mampu ditingkatkan lagi hingga kekuatan jubah perang menjadi 100 persen. Sengaja aku tidak memberikan tanda, agar tidak menimbulkan keserakahan dan membahayakan kalian ...."
"Apa!!!"
Sontak semua wanita berteriak kaget dengan tubuh gemetaran, mulut terbuka lebar dan mata melotot, syok jelas terlihat diwajah mereka, sebab Artefak Bintang Lima mustahil dibuat di alam semesta ini.
Excel Shimo mengorek telinganya karena suara melengking semua istrinya yang berteriak, kecuali An Na yang sudah mengetahui saat kontrak jiwa dengan cincin, Butterfly Gold Robe.
Gongsun Ling juga bereaksi sama seperti saudarinya, bibirnya gemetaran dan tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tidak menyangka suaminya memiliki kemampuan seperti ini, selain ahli Alchemist, Ahli Smelting dan juga jenius kultivasi termuda di alam ini.
Excel Shimo berjalan mendekati An Na dan melingkarkan tangan kiri pada pinggangnya, dia mencium dengan kasih sayang, agar menyadarkan semua wanitanya dari keterkejutan. An Na dengan senang hati menyambut cinta suaminya dan lebih agresif.
"Aiyoh!! Lagi-lagi mencuri kesempatan! Suami ... Mana jatahku, cepat berikan!" protes Tu Yueyin Mei yang tersadar terlebih dahulu dengan menarik lengan kanan Excel Shimo dan mengulurkan tangannya.
Segera semua wanita mengerubuti Excel Shimo seperti semut memburu gula, dengan mengulurkan tangan. Gongsun Ling juga ikut meminta, jelas dia tidak mungkin ketinggalan, sebab Artefak Bintang Lima sangat langka dan tidak semua pemimpin di Benua Zhong Hua dan Benua Shen Zhou memilikinya.
"Hahahaha! Sabar, sabar, semuanya pasti aku beri demi cintaku kepada kalian, asal ... Kalian mau di hukum hingga 30 kali lipat, bagaimana?" tawa Excel Shimo dan menggoda semua istrinya.
__ADS_1
Semua wanita cemberut dengan hukuman 30 kali lipat, dan sudah membayangkan lembah surganya menjadi lecet dan rahimnya tidak mampu menampung air surga milik suaminya. Gongsun Ling menjadi tersipu malu dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak perduli, asal aku tidak mati karena kesenangan! Mana, berikan dan setelah aku mencoba Selain Butterfly Gold Robe, aku akan meladeni kamu sampai puas dan jika perlu hancurkan lembah surga-ku!" ujar Tu Yueyin Mei dengan polosnya dan tidak sadar akan perkataannya, sebab dia ingin segera memiliki jubah perang Artefak Bintang Lima.
Semua wanita juga menganggukkan kepala, dan demi jubah perang itu, mereka mau melakukan apapun untuk suaminya, jika harus seperti yang diucapkan oleh Tu Yueyin Mei.
Excel Shimo ketawa sambil mencubit Tu Yueyin Mei dan sudah tidak sabar ingin menghancurkan milik istri kecilnya ini. Kemudian, Excel Shimo memberikan satu per satu cincin di jari lentik dan halus semua wanitanya dan mengecup kening mereka.
Bhuzh... Dang... Dang... Dang...
Sekali lagi cahaya keemasan memenuhi Artefak Refining Room, lalu disusul suara terendah dentangan logam dan daging. Semua wanita bertransformasi menjadi seorang Dewi Perang.
"Kalian luar biasa! Cantik, elegan, anggun dan ... Sampai aku tidak bisa berkata-kata untuk mendeskripsikan penampilan kalian!" seru Excel Shimo yang semakin mencintai semua istrinya, kedua matanya berbinar-binar.
"Baru tahu jika aku memang cantik, mempesona ... Karena aku adalah Dewi Kematian! Setiap langkahku, semua orang akan tunduk! Setiap jejak yang ku-tinggalkan, semua orang akan pingsan! Karena akulah Dewa Kematian!" sahut Tu Yueyin Mei yang meniru ucapan suaminya saat mendeklarasikan namanya sebagai Dewa Binatang, dengan nada sombong, sambil melayang dengan kepakan sayap yang lembut dan mendekati suaminya, hingga dada mereka saling menyentuh dan mendorong.
Semua wanita yang tadinya masih mengagumi ciptaan suaminya, menjadi tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Excel Shimo. Seketika Tu Yueyin Mei menggembungkan pipinya karena diejek, jelas dia tidak terima dengan ejekan Excel Shimo.
"Kamu terlalu menghinaku, lihatlah dan saksikan, aku Dewi Kematian ...!" balas Tu Yueyin Mei dengan memutar tubuhnya untuk memamerkan dirinya dengan Butterfly Gold Robe kepada semua saudarinya. Tu Yueyin Mei tidak sadar jika tangan Excel Shimo mengepal erat dan menepuk bahu kirinya.
Plak...
"Apa!! Tidak terima dengan aku menjadi Dewi Kematian!" ujar Tu Yueyin Mei dengan nada sombong saat bahunya ditepuk, dan tanpa melihat tangan kanan suaminya.
"Tidak, aku hanya ingin ...,"
Boom💥...
__ADS_1
"Akhhh!!" teriak Tu Yueyin Mei yang terpukul perutnya dengan keras.
Bang... Bang...
"Menguji jubah perang saja!" sambung Excel Shimo setelah memukul perut Tu Yueyin Mei dengan kekuatan fisiknya saja.
Tubuh kecil Tu Yueyin Mei terpental berkali-kali dengan menabrak dinding dan membuat semua wanita yang tadinya tertawa menjadi tercengang dengan tindakan suaminya yang tiba-tiba memukul.
Hanya Gongsun Ling yang tahu jika suaminya menguji jubah perang ciptaannya.
Namun, kekuatan fisik Suci tingkat rendah, tidak membuat goresan pada Butterfly Gold Robe milik Tu Yueyin Mei, walaupun Tu Yueyin Mei merasakan sakit tapi tidak membahayakan.
"Kamu tega menjadikan wanita tercantik sebagai uji coba!" teriak Tu Yueyin Mei yang marah dan langsung menyerang balik.
Swosh...
Bang... Bang...
Segera semua wanita memberikan ruang kepada Excel Shimo dan Tu Yueyin Mei agar mereka bebas bertarung, dan terutama Tu Yueyin Mei yang menjadi bahan uji coba.
Dengan santainya Excel Shimo mengelak dan selalu memberikan pukulan telak. Tapi, kali ini istri kecilnya hanya tersentak, dan tetap Butterfly Gold Robe tidak mengalami kerusakan, bahkan tergores pun tidak.
Boom 💥... Boom💥...
Tu Yueyin Mei mengeluarkan serangan terkuatnya dengan dukungan Butterfly Gold Robe tranformasi tahap atas, dan dia juga mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Ledakan demi ledakan menggema di ruang Refening Artefak, tapi tidak menghancurkan dinding maupun perabotan disana. Gongsun Ling semakin bersemangat dan ingin mengujinya juga dengan bertarung, tidak hanya dia, tapi semua wanita ingin mencari pasangan sparing.
__ADS_1