God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 207. Aksi Pasangan Pedang(1).


__ADS_3

Chapter 207. Aksi Pasangan Pedang(1).


Grrrr...


Suara geraman mayat hidup terdengar didalam hutan, membuat setiap orang menggigil, aura niat membunuh makin dirasakan dan membuat tulang seakan-akan menjadi lemas.


Excel Shimo tersenyum sinis saat melihat mayat hidup jenis Mao Zong kembali menjadi bahan latihannya.


"Jurus apa yang tadi kamu gunakan?" tanya Excel Shimo kepada Juan Rong yang sedang sibuk mengikat Yaohua Sword di pinggang kiri, dan pedang lamanya ia simpan didalam cincin dimensi.


"Skill pertama dari Kitab Sembilan Rembulan," jawab Juan Rong setelah selesai mengikat pedang barunya, "tapi itu bagian pertamanya, untuk bagian kedua adalah 100 Pedang Surga, tapi sulit untuk melatihnya...," lanjutnya dengan menjelaskan Kitab Sembilan Rembulan.


Akademi Pedang Surga memang memiliki ajaran yang menjadi andalan sebagai identitas sebuah perguruan, Akademi Langit Abadi juga sama memiliki jurus andalan.


Kitab Sembilan Rembulan adalah ajaran khusus bagi anggota Pedang Surga, memiliki 9 skill didalamnya, yaitu;



10 Pedang Surga.


Musim Semi.


Dua Musim.


Guguran Daun.


Air Sungai Pelahap Daratan.


Tebasan Membelah Bukit


Membelah Samudera.


Membelah Benua.


9 Rembulan Menutupi Langit.



Sedangkan jurus andalan Akademi Langit Abadi disebut Kitab Langit Kesembilan, spesialis dalam pukulan dan tendangan, didalam juga terbagi menjadi 9 skill yang diajarkan, yaitu;



Langit Pertama, Cakar Pencabut Nyawa.

__ADS_1


Langit Kedua, Tapak Menutupi Daratan.


Langit Ketiga, Tinju Peledak Gunung.


Langit Keempat, Tendangan Semu.


Langit Kelima, Tendangan Seribu Bayangan.


Langit Keenam, Tinju Berapi-api.


Langit Ketujuh, Tinju Dua Unsur Es Api.


Langit Kedelapan, Tapak Kesedihan.


Langit Kesembilan, Tinju Meledakan Langit.



Selain andalan utama dalam pedang dan fisik, kedua kitab tersebut juga mengajarkan berbagai senjata, pengobatan dan sebagainya. Namun, tidak semua bagian ajaran kedua kitab itu bisa dipelajari dengan mudah oleh anggotanya.


Juan Rong menjelaskan secara detail kepada Excel Shimo, padahal seharusnya dilarang keras memberitahukan Kitab Sembilan Rembulan kepada pihak luar.


"Aku jadi tertarik untuk mempelajarinya," ujar Excel Shimo sambil melihat mayat hidup yang sedang melompati pepohonan.


"Oh iya, Tuan Muda lebih hebat bisa sehati dengan pedang, padahal itu tingkatan yang sulit," Juan Rong memuji skill Pedang Hati yang pernah ditampilkan saat itu, panggilannya telah berubah dan bukan 'Shimo lagi.


Apa yang dimaksudkan Juan Rong adalah Dao (jalan hidup), sedangkan Excel Shimo sudah berada pada pemahaman Dao Sword tingkat 2, yang bisa menggerakkan pedang dengan jarinya. Tingkat pertama adalah Dao energi bumi dan langit yang mampu membuat tubuh menjadi senjata.


Dao ketiga adalah Dao Soul, mampu mengendalikan senjatanya hanya dengan pikiran, dan senjatanya juga mampu memberikan perlindungan. Untuk memahami tingkat pertama butuh waktu lama dan banyak pengalaman hidup dan mati saat bertarung, apalagi tingkat kedua dan ketiga.


Dan keempat adalah Dao Domain atau wilayah khusus senjata, kemampuannya untuk mengurung targetnya dan memberikan serangan fatal saat berada didalam Domain senjata.


"Ohh, itu mudah mempelajarinya, nanti aku akan ajarkan ...," jawab Excel Shimo dan berhenti saat mayat hidup keluar dari hutan.


Grrrr....


Suara geraman mayat hidup semakin jelas terdengar, dan satu per satu mayat hidup keluar dari lebatnya hutan, wajahnya sangat menyeramkan dengan gigi tajam dan kuku yang panjang. Penduduk yang melihat mayat hidup jenis Mao Zong jelas ketakutan, bahkan murid akademi yang telah beberapa kali bertarung juga bergidik ngeri. sedangkan Luse Zong menunggu matahari terbenam didalam hutan.


"Jangan jauh dariku," kata Excel Shimo kepada Juan Rong, dan di anggukan sambil mengeluarkan Yaohua Sword dari sarung pedang yang terbuat dari kayu terbaik.


"Tarian Pedang!!" teriak pelan Excel Shimo saat beberapa Mao Zong mulai menyerah.


Excel Shimo menghentakkan kaki dan terbang rendah sambil memutar Yaolai Sword, Juan Rong segera mengikuti dibelakangnya.

__ADS_1


Crush... Bukkk... Crash... Bukk


"10 Pedang Surga!!" ucap Juan Rong yang juga terbang rendah, setelah Excel Shimo menebas dua leher mayat hidup.


Segera 10 pedang energi muncul dibelakang Juan Rong dan mengarahkan kepada sepuluh mayat hidup yang melompat tinggi.


Boom💥... Boom💥...


Sepuluh rentetan ledakan menghancurkan kepala mayat hidup dan menyisakan badannya saja.


"Luar biasa Yaolai Sword ini," seru Juan Rong saat merasakan perbedaan Armament Grade Human dan Artefak Bintang Satu.


Juan Rong merasakan kekuatannya naik berlipat-lipat, dan ia merasakan cocok dengan Yaohua Sword, apalagi dengan didukung Kitab Sembilan Rembulan.


Excel Shimo terkekeh melihat reaksi Juan Rong. "Lihat ini ... Rintikan Air Hujan!!" ucap Excel Shimo yang mengeluarkan skill Tarian Pedang bagian ketiga, dengan Yaolai Sword diangkat ke atas.


Dengan elemen air yang dimiliki oleh Excel Shimo, Yaolai Sword mengeluarkan air yang menyelimuti bilah nya, segera disekitar Excel Shimo muncul air hujan dari langit.


"Turun dan ledakan!!" teriak Excel Shimo.


Kemudian, air hujan turun mengenai mayat hidup dalam jarak 20 meter.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan demi ledakan menggema ketika air hujan mengenai mayat hidup maupun mengenai tanah. Air hujan itu ibarat boom yang berjatuhan dan seketika meledakkan tubuh Mao Zong. Tubuh mayat hidup tersebar dan berjatuhan, suara 'plok' daging mayat hidup saat jatuh bisa didengar dengan jelas.


Aksi Excel Shimo dan Juan Rong ternyata selalu diperhatikan oleh murid akademi dan penduduk, mereka berseru kagum melihat mereka yang baru bertemu bisa serasi.


Semua murid dan penduduk juga menghalau mayat hidup yang melompati dinding Istana Peri, namun mayat hidup justru terpental dengan sendirinya, sebab Istana Peri dilindungi formasi pelindung.


"Mereka berdua hebat, terutama Senior Shimo, kitab jenis apa yang digunakannya?" puji Tu Gui dan bertanya kepada She Shen.


"Entahlah, mungkin Kitab Kuning tahap atas atau puncak," jawab She Shen dengan ragu-ragu, "Senior Wang Chong, menurutmu kitab apa yang digunakan dia?" tanya She Shen kepada Wang Chong yang lebih berpengalaman.


"Tidak tahu, justru aku melihat kekuatan Senior Juan Rong meningkat pesat dengan pedang itu, dan itu bukan pedang yang biasa dia gunakan!" jawab Wang Chong dan semua murid melihat pedang yang dipegang oleh Juan Rong.


"Pedang Binatang Satu,"


Sontak semua murid terkejut jika Senior Juan Rong memiliki Artefak Bintang Satu, dan kedua mata mereka terkunci juga pada pedang yang digunakan Excel Shimo.


"Itu pasti milik Senior Shimo!" ujar Tu Gui yang menebak dengan tepat, sebab di Benua Jiu Zhou hanya beberapa pemimpin yang memiliki Artefak Bintang Satu, dan itupun dari warisan turun temurun.


Boom💥...

__ADS_1


"Benar, pasti Senior Juan Rong dipinjami oleh Senior Shimo," sahut Wang Chong yang membenarkan tebakan Tu Gui, sambil dirinya meledakkan kepala salah satu mayat hidup yang ingin memanjat dinding.


__ADS_2