God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 149. Pelayan Istana, An Na.


__ADS_3

Chapter 149. Memiliki Pelayan.


Excel Shimo yang dipijat memejamkan mata, sambil merasakan pijatan si pelayan. Tidak terlalu keras maupun lemah, cukup bagi Excel Shimo.


"Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Excel Shimo mencairkan suasana.


"B-belum, Wali Benua. Hamba masih terlalu muda untuk memikirkan hal itu," jawab si pelayan dengan gugup, apalagi aroma feromon makin membuat lembah surganya basah kuyup.


"Bagus. Siapa namamu?"


"An Na, Wali Benua,"


"Sebentar, aku mau lepaskan pakaianku dulu agar kamu lebih leluasa saat memijat," ujar Excel Shimo sambil bangkit dengan punggung membelakangi si pelayan.


Melihat seluruh tubuh Wali Benua, membuat An Na makin terengah-engah, mata menatap tubuh kekar tanpa berkedip. Tanpa sadar An Na merapatkan kedua kakinya saat lembah surganya mengeluarkan cairan.


'Sudah keluar puncak ringan!' batin Excel Shimo saat mencium aroma khas wanita yang mencapai klim4ks awal.


Segera Excel Shimo terlentang dan tidak tengkurap seperti awal. Sontak An Na kaget saat melihat tongkat Excel Shimo yang telah siap tempur.


'Ya Dewaaa, besar sekali, apa muat saat masuk milikku!!' batin An Na melihat ukuran tongkat Wali Benua, "bagaimana mungkin semua isterinya mampu menelan ukuran 40 cm dengan ketebalan 9 cm!' An Na membayangkan semua isteri Wali Benua saat melayaninya.


Karena pengaruh aroma feromon yang memicu hasrat wanita, An Na tanpa sadar mendekati tongkat Wali Benua. Dengan tangan kanan meraih tongkat dan sedikit bergetar. Saat menyentuh tongkat itu, An Na dengan lembut membelainya, seakan-akan itu sangat berharga dan tak ingin kehilangan.


Wushhhh...


Excel Shimo membawa An Na kedalam Dunia Jiwa, tanpa diketahui An Na. An Na masih terfokus menikmati tongkat itu, dan mulai mencoba menciumnya.


An Na memahami hal hubungan suami istri, sebab ada pendidikan bagi status pelayan untuk melayani putra maupun putri keluarga Kerajaan.

__ADS_1


"Masukan saja jika kamu tidak tahan, tapi jangan terlalu terburu-buru, sebab kedalaman lembah surgamu hanya 10 cm, jika kamu paksakan, itu akan menyakitimu," ujar Excel Shimo saat tahu lembah surga si An Na sudah siap menerima tongkatnya.


"A-anu, apa tid--,"


"Jangan kuatir, aku akan menjagamu, dan jadilah pelayan-ku pribadi," potong Excel Shimo saat An Na kuatir akan para isteri Wali Benua.


"Terima kasih...,"


An Na sangat bahagia, dan segera memeluk Excel Shimo, terlihat air mata mengalir, menangis karena bahagia. Excel Shimo membelai rambutnya dengan mesra, dan mengangkat tubuh kecil An Na agar sesuai dengan tongkatnya.


An Na segera mengerti, ia segera bangkit dengan menempatkan lembah surganya pada tongkat Tuan barunya.


"Pelan, jangan terburu," ujar Excel Shimo saat An Na akan menghentakkan pinggulnya, ketika lembah surganya telah sesuai dengan kepala tongkat Tuannya.


"Hmmm...," erangann An Na saat kepala tongkat merangsek masuk secara berlahan, An Na sangat menikmati tongkat Tuannya.


Secara naluri wanita, si An Na mulai menggerakkan pinggulnya agar Tuannya menikmati pelayanannya, ia semakin membenamkan pinggulnya agar mampu melahap semua tongkat itu.


Excel Shimo tersenyum dan pasif tanpa berusaha menggerakkan tubuhnya, sebab An Na tidak seperti isterinya yang memiliki fisik istimewa.


"Tuannn enak...," ucap An Na yang mulai tidak kesakitan lagi, ia secara berlahan menurunkan pinggulnya.


"Ohhh, aku kencing Tuan... ma-maaf...," kata An Na yang tidak tahu jika dirinya telah mencapai puncak, dan malu telah mengencingi tongkat Tuan barunya, padaha tongkat itu baru terbenam 12 cm. Excel Shimo menahan tawa dengan kepolosan si An Na, dan merasa kasihan dengan perjuangan menyenangkan dia.


"Tidak apa-apa jika kamu menikmatinya...," jawab Excel Shimo sambil mulai bergerak, ia meremass buah kenyal si An Na, dan berlahan menggerakkan pinggulnya keatas.


"Ahhh...," tubuh An Na tersentak kebelakang saat dirinya mencapai puncak lagi dalam waktu singkat, ketika Tuannya sedikit bergerak, apalagi dengan rangsangann buah kenyalnya yang diremass.


Excel Shimo tidak lupa menyerap energi Yin dari seorang gadis, baginya itu sangat bermanfaat untuk segera mencapai kekuatan tertinggi, walaupun membutuhkan ribuan wanita, jika perlu jutaan wanita akan dia puaskan demi mencapai tujuannya.

__ADS_1


Excel Shimo tidak perduli wanita itu telah memiliki pasangan Dao atau tidak, demi ambisinya, sifat binatang pada dirinya, ia akan melakukan apapun.


"Tuannn...," teriak An Na saat diri mencapai puncak, ketika tongkat Tuannya mencapai rahimnya.


Excel Shimo menahan tubuh si An Na agar tidak melahap keseluruhan tongkatnya, jika itu dilakukan, maka An Na akan merusak rahimnya sendiri.


Tidak memberikan An Na mengatur nafas setelah puncak, Excel Shimo menggerakkan pinggulnya, dan membuat An Na makin tidak bisa menerima kenikmatan yang berlebihan.


Berkali-kali An Na mengeluarkan energi Yin nya, dan membuat Excel Shimo kegirangan. Senang mengetahui pelayannya memiliki stamina bagus, hingga mampu mencapai puncak lebih dari sepuluh kali.


"Akhhhh...," An Na seketika pingsan saat dirinya sampai puncak, tubuhnya ambruk didada bidang Tuan barunya.


Saat pingsan si An Na terlihat tersenyum bahagia. Excel Shimo membuka mulut pelayan pribadinya, dan memasukkan pil vitalitas, dengan sedikit mendorong pil itu agar mudah terserap tubuhnya.


"Mulai sekarang kamu tinggal disini, dan melayaniku...," titah Excel Shimo, sambil jari telunjuk menyentuh dahi si An Na.


Excel Shimo memberikan infromasi mengenai teknik pelahan energi Asal Muasal, teknik aktif, teknik pasif dan beberapa pesan untuk dirinya.


Kini Excel Shimo mampu memberikan informasi kepada seseorang, tanpa harus orang tersebut belajar sendiri maupun bertanya lagi, sebab kini kekuatan Excel Shimo telah mencapai tingkat Dewa.


Excel Shimo memindahkan An Na di kamar khusus pelayan, kamar lantai 2 di mansion pribadinya. Kemudian, Excel Shimo kembali ke dunia luar.


"Mereka sengaja mengirim An Na untuk membuatku menurut ucapannya! Baiklah, jika kalian ingin merekam tindakanku dengan ...," gumam Excel Shimo sambil menggunakan pakaian seperti biasa, ia berhenti bergumam saat merasakan kedua Putra Mahkota telah berada pada posisinya.


"Trik murahan tanpa perencanaan yang matang...," cemooh Excel Shimo setelah membaca semua pikiran Long Zan dan Long Rou, "tanpa An Na, aku sudah berniat memeras semua energi Yin murni semua wanita di Kerajaan Long." lanjutnya sambil keluar dari kamarnya.


Sebelum berjalan, Excel Shimo memeriksa semua wanitanya yang masih berada di ruang santai, sambil bergosip dan bercanda. Excel Shimo geleng-geleng mengetahui jika obrolan mereka seputar dirinya dan membandingkan dengan beberapa pria muda lain yang terkenal di benua ini.


Namun, Excel Shimo juga senang jika dirinya masih unggul dalam segala bidang dengan para pria yang mereka bicarakan. 'Apa wanita selalu begini jika bertemu dan mengobrol?' batin Excel Shimo yang tidak memahami pola pikir setiap wanita.

__ADS_1


Merasakan semua aman dan tidak ada gangguan lagi, Excel Shimo mulai berjalan menuju kamar mawar milik Ratu Long Xia. Sambil berjalan Excel Shimo melihat satu per satu kamar semua wanita dan putri Raja Long.


__ADS_2