
Chapter 399. Empat Kecantikan Super.
Akhirnya Excel Shimo mengetahui apa yang menjadi pertanyaan di benaknya selama ini. Tapi, dia selalu saja banyak pertanyaan, pertanyaan yang muncul spontan dan sulit dimengerti seperti wanita.
"Kakek, siapa yang menciptakan Pentagon Formasi di Benua Roh? " tanya Excel Shimo, dia ingin sekali mempelajarinya.
"Kakak pertamamu! " jawab Tian Ba dengan santainya.
Jelas Excel Shimo kaget, jika ini semua kakaknya yang membuat, dan kekaguman terlihat di wajahnya. Sayangnya, dia tidak mengingat semua wajah kakaknya.
"Kenapa aku tidak mengingat keempat kakak perempuan ku ...! " gumam Excel Shimo sambil garuk-garuk kepala walau tidak gatal.
"Kakakmu sudah tidak ada, semua karena ... Hah! " celetuk Tian Ba yang kini raut wajah terpampang jelas dengan kesedihan, dia keceplosan.
Sontak Excel Shimo terkejut dan melihat wajah kakeknya, tanpa dia sadari air mata mengalir, dia menyalahkan dirinya telah membuat keempat kakaknya meninggal.
Suasana menjadi hening dengan perasaan sedih yang telah kehilangan.
"Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahan kedua orangtuamu, Alam yang menginginkan mereka untuk hidup keabadian yang sejati! " hibur Tian Ba agar cucunya tidak merasa bersalah.
Excel Shimo tetap saja menangis, dia berkata:
"Tetap saja penyebabnya aku! "
Tian Ba membelai rambut cucunya dengan lembut dan berbicara:
"Bukan karena kamu, mereka menghentikan kultivasi untuk mencapai akhir masanya! "
Ya, setelah kejadian bencana Petir Semesta dan yang akhirnya mengorbankan adik laki-laki satu-satunya, keempat kakak perempuan Excel Shimo memilih untuk berhenti berkultivasi dan menyatu dengan Alam Semesta untuk selamanya.
Akan tetapi, Tian Ba tidak menceritakan kesedihan keempat kakaknya yang telah kehilangan adiknya, dia kuatir perkembangan kejiwaan cucunya akan terhambat.
Mendengar ucapan kakeknya yang meyakinkan, Excel Shimo mengusap air mata dan melihat kembali langit-langit.
"Nikmati saja perjalanan panjang mu untuk meningkatkan kualitas diri dan kedelapan Batu Keabadian, batu itu adalah modal mu di masa depan. Anggap saja perjalanan reinkarnasi seperti sedang tamasya. Baiklah, waktunya aku kembali. Ingat, pesan kakek, sesuai simbol kedelapan Batu Keabadian, " pesan Tian Ba, dia tidak ingin keceplosan berbicara lagi dan memutuskan untuk kembali ke Alam Kudus.
Excel Shimo tersenyum tipis dan memeluk kakek untuk sekian lama...
"Anggap saja Istana Langit batu loncatan, oke!" canda Tian Ba.
"Hahaha! "
Excel Shimo dan kakeknya tertawa dan keluar dari Dunia jiwa.
Excel Shimo sudah cukup puas mendapatkan jawaban dan tidak lagi banyak bertanya, dia tahu diri dan tidak ingin membebani kakeknya.
"Kakek tidak bisa memberikan apa-apa. Kakek dan semua keluarga menantikan kedatangan mu!" Tian Ba memeluk cucunya sekali lagi.
"Pengetahuan dari Kakek sudah sangat berharga. Seseorang tanpa pengetahuan, ibarat berjalan dengan mata terbuka tapi tidak melihat apapun! " jawab Excel Shimo.
"Bagus, aku bangga padamu... Sampai jumpa lagi. "
Swosh...
__ADS_1
Tian Ba menghilang dari hadapan Excel Shimo, walaupun dia sendiri enggan meninggalkan cucu kesayangannya.
Senyum lebar di bibir Excel Shimo sambil melihat langit dimana Alam Kudus berada...
'Perjalanan ku masih panjang...! " gumam Excel Shimo dan mulai mengatur ulang segala hal yang baru dia ketahui.
Dengan Batu Keabadian yang telah menyatu, sewaktu-waktu Excel Shimo bisa menyebarkan menjadi tujuh bagian ke seluruh alam semesta dan tidak kuatir akan ditemukan oleh orang jahat, sebab Law Stone sebagai batu utama selalu bersamanya.
"Musnahkan Fiend Spirit dan hancurkan aliansi Wei Yan dengan bangsa Asyura, " kata Excel Shimo yang kini Mata Langit bisa kembali seperti semula setelah memfokuskan kekuatannya.
"Aiyoh! Kenapa aku tidak meminta Buah Suci!" sesal Excel Shimo yang benar-benar lupa meminta banyak Buah Suci, semua karena dia terlalu terhanyut dalam suasana hati.
"Kakek, minta buahnya! " teriakan Excel Shimo sambil melihat ke langit.
Namun, Tian Ba tidak ada jawaban, dan Excel Shimo perkirakan kakeknya sudah sangat jauh. Dengan berjanji gontai seperti seseorang yang kalah berjudi, dia berjalan menuju tempat dimana Tim Dewi Lou yang sedang bertarung dengan binatang mistik.
"Tuan! "
Excel Shimo mendengar suara Lotus Bao yang memanggilnya. Spontan Excel Shimo duduk bersila untuk melihat dantian barunya.
Di saat masuk, Excel Shimo terkejut bukan main, saat melihat dua wanita super cantik sedang berdiri di atas Galaksi Asal Muasal.
"Si--siapa kalian? " tanya Excel Shimo sedikit tergagap, sambil mengamati tubuh dua wanita super cantik dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Lotus Bao dan Xi He tersenyum dan bangga membuat tuannya mengagumi kecantikannya.
"Tuan, "
Excel Shimo melongo melihat empat kecantikan di depan matanya, dua wanita kembar identik dan dua wanita yang lain kecantikannya memiliki karakter unik.
"Si--siapa kalian, cantik betul! " sekali lagi Excel Shimo bertanya dengan tergagap, dia memang tidak tahu, hanya saja suaranya mirip wanita yang dia kenal.
"Ish! Aku ini Xi He, Tripod Keberuntungan! " jawab Xi He sedikit kesal tidak dikenali.
"Aku Lotus Bao si Api Surgawi, " jawab Lotus Bao dan tersenyum indah setelahnya.
"Aku Qin Yang si Inti Kehidupan."
"Aku Qin Zhu, adiknya."
Qin bersaudari juga memperkenalkan diri dan lebih berani memeluk lengan kanan kiri Excel Shimo, mereka sangat bahagia dan bangga menjadi bagian dari keluarga Excel Shimo.
Xi He tidak mau kalah, dia langsung menghilang dan muncul di punggung Excel Shimo dan sudah memeluk leher dengan kedua kaki melingkari pinggang.
Sedangkan Lotus Bao yang lebih dewasa hanya berjalan dan berhenti tepat di depan Excel Shimo, lalu mencium pipi kirinya.
Excel Shimo membisu dengan keempat wanita cantik yang agresif dan dia mencium aroma wangi yang berbeda dari keempat wanita cantik. Excel Shimo tersadar setelah dicium Lotus Bao.
"Kalian... Jadi ini kalian... Bagaimana bisa kalian berdua di sini juga? Dan siapa yang menciptakan tubuh untuk kalian? " cecar Excel Shimo dengan banyak pertanyaan, dia memang tidak tahu dan tidak merasa menciptakan mereka berempat, sebab syarat untuk membuat tubuh masih belum dia capai.
Lotus Bao mewakili ketiga wanita, dia berbicara:
"Ini semua bantuan dari kakek, tubuh kita adalah milik kakak perempuan mu, sengaja kakek ingin kita menjaga Gerbang Ranah Tanpa Batas dan hanya berada di sini selama perjalanan panjang mu ..., "
__ADS_1
Panggilan Lotus Bao kepada Excel Shimo berubah menjadi 'kamu', sebab tubuh mereka memang asli milik saudari Excel Shimo. Jadi, mereka bisa dibilang saudara, hanya saja tubuh kakak Excel Shimo kosong.
Lotus Bao pun menceritakan bagaimana kakek Tian Ba memasukan mereka ke dalam tubuh keempat kakak Excel Shimo. Semua prosesnya terjadi ketika dantian berevolusi.
Mereka berempat dengan senang hati mengikuti arahan kakek Tian Ba dan mendapatkan tugas menjaga Gerbang.
Mereka berempat akan selalu mendampingi Excel Shimo selama menjalani siklus roda samsara.
Siapapun orangnya tidak akan menolak menjadi bagian dari keluarga besar Tian dan Zhi, apalagi dijanjikan akan menjadi istri bagi Excel Shimo.
Lotus Bao juga mengajak Excel Shimo melihat Gerbang Ranah Tanpa Batas sambil bercerita. Mereka berlima menuju Galaksi Asal Muasal yang besarnya melebihi Benua Roh.
Excel Shimo juga melihat dua belas dantian mengorbit dan ukurannya lima kali lebih kecil dari Galaksi Asal Muasal, bisa dipastikan jarak kekuatan Ranah Tanpa Batas sangat jauh berbeda dengan tingkat di bawahnya.
Kedua belas dantian saling terhubung seperti rantai sel darah dan Galaksi Asal Muasal mengisi energi pada dantian Half Alfa.
Di saat sampai di depan Pintu Gerbang Ranah Tanpa Batas, Excel Shimo melihat dua buah kristal, kata Lotus Bao 'kristal itu tempat tinggal Qin bersaudari, sedangkan Lotus Bao dan Xi He tinggal di dalamnya gerbang'.
Sayangnya, Excel Shimo tidak boleh masuk sebelum dia mencapai tingkat True Omega, sedangkan Lotus Bao dan Xi He memiliki Otoritas khusus yang membuat mereka bisa masuk dan keluar dengan bebas.
"Jadi kamu cukup mencari sumberdaya, minimal Buah Suci tahap rendah, mengekstrak suatu benua, maupun berkultivasi ganda. Tapi, kakek melarang kita untuk berkultivasi ganda untuk menjaga kesucian selama menjadi penjaga, dan bisa melakukan kewajiban seorang istri saat kamu telah menerobos ke tingkat Ranah Tanpa Batas... " jelas Lotus Bao dengan wajah memerah.
Excel Shimo menghela nafas karena tidak bisa berkultivasi ganda dengan empat kecantikan di depan mata, ibarat bisa melihat tapi tidak bisa mencicipi.
"Yang penting kalian tetap milikku selamanya, " kata Excel Shimo dan tidak kuatir tidak bisa berkultivasi ganda.
Masalah wanita Excel Shimo tidak kuatir, dia masih memiliki banyak istri yang siap menjadi mitra berkultivasi ganda.
"Kita sudah sudah waktunya untuk berkultivasi, kamu nikmati saja perjalanan ini, tidak perlu merasa terbebani! " tutur Lotus Bao dengan suara yang lembut dan menenangkan, dia mencium bibir Excel Shimo.
Kemudian, Xi He juga ikut mencium setelah Lotus Bao, dan bergiliran Qin bersaudari, mereka berempat enggan berpisah dengan Excel Shimo, dan tidak bebas seperti sebelumnya, tapi ini semua demi masa depan bersama.
Excel Shimo segera berpisah dengan keempat wanita cantik...
Excel Shimo kembali ke dalam tubuhnya dan melihat Hutan Mistik sekali lagi, dia melihat Tim Dewi Lou dihadapan wujud yang mengerikan bukan binatang mistik maupun wujud binatang buas, melainkan yang Excel Shimo lihat adalah perwujudan dari empat leluhur mayat hidup.
Yang mengejutkan, wajahnya mirip dengan Kang-Dee. Dua ketua dari Ras Malaikat kewalahan melawan Kang-Dee dan dua ketua dari Ras Asyura hanya bersilang tangan di dada tanpa ada niatan untuk membantu.
"Hmm! Jadi, empat jiwa leluhur mayat hidup merasuki Kang-Dee... Dan kedua orang itu malah mendukungnya... Berarti mereka memang terlibat tanpa sepengetahuan pemimpin Perguruan Api Asyura! " gumam Excel Shimo dan sudah menebak dengan berdiam-nya dua ketua dari Ras Asyura.
Dan memang Excel Shimo telah dibohongi oleh ketua Penegak Hukum, sebab ketua itu tidak ingin rahasianya diketahui oleh bangsa Malaikat. Ketua ingin memperalat Bunga Wangi untuk mengendalikan pemimpin Perguruan Api Asyura...
Excel Shimo melihat kekuatan Kang-Dee meningkat drastis, tingkat Half Alfa level 50.
Excel Shimo tersenyum dan berkata:
"Saatnya menguji kekuatan baru.... "
Excel Shimo segera menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari dia duduk bersila.
Saat Excel Shimo telah pergi, di tempat yang sangat jauh, Tian Ba membalikkan badan untuk melihat cucunya setelah dipanggil, dia tersenyum dan berkata:
"Tanpa ujian, seseorang tidak akan mengetahui kualitas diri dan seberapa besar potensinya! "
__ADS_1