
Chapter 186. Istana Sembilan Surgawi(1).
Teng... Teng... Teng...
Suara lonceng berdenting sebanyak tiga kali di menara pengawas, tanda peringatan bahaya bagi semua kehidupan dan panggilan untuk semua pemimpin. Menara pengawas itu berdiri di atas pulau yang melayang. Melayang di atas ketinggian dua puluh ribu meter dari permukaan tanah.
Suara lonceng menggema di seluruh Benua Shen Zhou, padahal wilayah Benua Shen Zhou sepuluh kali lebih luas dari Benua Jiang Shan. Bahkan Benua Zhong Hua yang jauh bisa melihat cahaya menara pengawas.
"Ada ini?"
"Entahlah, jika Pemimpin Pengawas Alam Asal Muasal memberikan tanda, pasti ada sesuatu yang penting. Ayo segera kita kesana!"
Kedua orang tua itu tubuhnya bergetar dan menghilang setelahnya. Kedua orang itu melesat seperti sinar menuju Istana Sembilan Surgawi. Kedua orang itu adalah seorang Kaisar dari total Sembilan Kaisar di Benua Shen Zhou.
Benua Shen Zhou terbagi menjadi sepuluh wilayah. Setiap wilayah dipimpin satu penguasa. Setiap wilayah memiliki satu Akademi, sembilan sekte, ratusan Klan dan ribuan keluarga besar dan kecil.
Sembilan penguasa itu adalah pendukung Istana Sembilan Surgawi. Dewan Keamanan Benua Kelahiran terdiri dari sembilan Ras yang unik.
Ras Naga.
Ras Suzaku.
Ras Basalt.
Ras White Tiger.
Ras Thunderbird.
Ras Phoniex.
Ras Manusia.
__ADS_1
Ras Kera.
Ras Rubah.
Di wilayah Istana Sembilan Surgawi adalah titik pusat dari Benua Shen Zhou. Istana Sembilan Surgawi juga memiliki dua Akademi. Akademi khusus wanita dan pria dari berbagai Ras.
Bagi seluruh kehidupan, Benua Shen Zhou adalah Tanah Dewa dan Suci. Benua yang didambakan oleh semua kehidupan. Banyak orang bermimpi untuk menetap di Benua Shen Zhou.
Setelah suara lonceng berkumandang, di Istana Sembilan Surgawi berkumpul banyak kekuatan dari segala penjuru Benua Shen Zhou. Sembilan Kaisar, sebelas Penatua Agung dari segala Akademi, sembilan Leluhur berbagai Sekte, dan masih banyak lagi.
Di Istana Sembilan Surgawi sembilan orang duduk dikursi kepemimpinan tertinggi. Semua pemimpin menghadap kepada ke-sembilan orang tersebut.
Aura yang dipancarkan di dalam Istana Sembilan Surgawi sangat kuat. Terendah berada pada Tingkat Jenderal Surgawi hingga tertinggi pada Tingkat Celestial Supreme. Tidak ada yang berani membuang nafas secara acak, diam tak bergerak, mata tak berkedip.
"Silakan semuanya duduk!" perintah salah satu pimpinan tertinggi yang duduk di tengah dari kesembilan kursi ke-pemimpinan.
Pemimpin itu memiliki dua pasang tanduk di kepala, kedua matanya mengeluarkan sinar berwarna hijau. Tingginya mencapai 200 meter, tubuh besar dan kekar. Rambut panjang berwarna putih, jenggotnya sampai diperut yang juga berwarna putih.
Seng Long memiliki Putra, bernama Yang Long. Yang Long menjadi Kaisar di Benua Zhong Hua.
"Aku yang memerintahkan untuk membunyikan lonceng, sebab Alam Bawah sedang bergejolak. Banyak jiwa meninggal di Benua Jiu Zhou dan ...!" Dewa Timur mulai berbicara perihal panggilan mendadak, ia berhenti berbicara saat semua orang sedikit terkejut dengan kabar terbaru.
Semua orang tidak ada yang berani menghela nafas, diam menunggu Dewa Timur melanjutkan untuk berbicara tentang kabar yang membuat perasaan semua orang buruk. Apalagi wajah kesembilan pimpinan tertinggi serius dan penuh ketegangan.
"Goa Ordo Kegelapan di Benua Jiang Shan telah dihancurkan dan Altar Divisi Reinkarnasi muncul kembali di Benua Jiang Shan." Dewa Timur kembali berbicara dan menutup mata setelahnya.
"Astaga...!!!"
"Mustahil...!!"
Semua orang langsung berdiri setelah mendengar berita mengerikan bagi semua pemimpin. Terlontar berbagai ungkapan yang tidak percaya, kaget, dan yang jelas rasa ketakutan sangat terlihat. Adegan masa kelam kembali teringat disetiap pikiran mereka.
__ADS_1
Ratu Kegelapan Diao Chin, Peri Lianshi, Pangeran Kun dari Galaxi Nebula. Ras Asyura, Ras Malaikat, Altar Divisi Reinkarnasi, ribuan monster. Semua nama-nama itu menjadi momok bagi para pimpinan. Tubuh mereka gemetaran, keringat membasahi tubuh.
Bruk.. Bruk...
Semua orang menghentakkan pantatnya di kursinya masing-masing. Tubuh lemas, ditelinga terngiang-ngiang suara jeritan, kesakitan, ledakan energi dan api yang membakar tubuh setingkat Dewa dan Dewi.
"Tenang, semuanya tenang. Tenangkan pikiran dan hati. Kita akan mencari solusi yang tepat!" perintah seorang pria tua disebelah kiri Dewa Timur.
Pria itu bernama Yang Wei dari Ras Suzaku, bermarga Yang. Usianya mencapai jutaan tahun. Rambutnya berwarna merah api, terlihat kaku dan keras, padahal halus dan lembut, panjangnya sebahu, kedua matanya mengeluarkan api merah kekuningan.
Yang Wei terkenal dengan sebutan Dewa Api Tenang. Sifatnya tenang dan kharismatik. Sedikit bicara banyak bertindak. Setiap tindakannya selalu menghancurkan apapun dan siapapun.
Semua berusaha tenang dengan memejamkan mata setelah suara Dewa Api Tenang menggema. Istana Sembilan Surgawi kembali hening hanya ada suara dengungan aura kekuatan.
"Kedua kejadian itu bermula dari Benua Jiu Zhou, dimana banyak kehidupan meninggal tanpa darah mengalir. Menurut dugaan-ku darah itulah pemicu hancurnya goa Ordo Kegelapan dan memunculkan Altar Divisi Reinkarnasi. Wali penjaga Benua Jiu Zhou yang memberikan laporan, sedangkan Wali penjaga Benua Jiang Shan menghilang."
Kali ini yang berbicara pria tua disebelah kanan Dewa Timur.
Pria tua itu dari Ras Manusia, usianya juga jutaan tahun. Matanya biru jernih, rambutnya sudah memutih dengan jenggot yang panjang, kumis tipis panjang dan ujungnya melengkung.
Pria itu bermarga Zhuge, nama belakang Liang, julukannya Dewa Matahari, sifatnya angkuh, mudah marah, cerdas dan licik. Sudah banyak korban masuk kedalam skemanya yang halus.
"Lalu bagaimana kita menangani Altar Divisi Reinkarnasi? Kita prioritas hal penting ini dan berbahaya. Sedangkan untuk goa Ordo Kegelapan ... Aku rasa ada yang berhasil membobolnya. Hancur itu suatu keuntungan. Menghilangnya Wali Benua Jiang Shan, biarkan. Anggap saja pengorbanan keempat orang itu telah menebus kegagalan mereka!" kata Zhuge Liang yang meminta solusi kepada semua orang, ucapannya sangat sombong dan tidak perduli dengan nasib keempat Dewi-dewi di Benua Jiang Shan.
Mendengar ucapan Zhuge Liang yang tidak perduli dengan anggotanya, banyak umpatan didalam hati dari sesama Ras. Mereka adalah Ras Naga, Ras Rubah dan juga Ras Angsa Surga. Namun, mereka juga memahami situasi saat ini dan juga memaklumi tindakan Dewa Matahari yang sangat tegas.
Kegagalan dari keempat Dewi-dewi menjaga goa Ordo Kegelapan juga tidak bisa ditoleransi. Konsekuensi dari kegagalan mereka adalah diasingkan di Benua Kekacauan. Benua Chaos adalah Benua yang lebih makmur dari Benua Jiang Shan. Tapi juga penuh dengan kekerasan dan kekejaman.
"Jika kita tidak mau kejadian masa kelam terjadi lagi dan memakan banyak kekuatan, maka korbankan satu pihak untuk menyelamatkan miliar kehidupan. Sebagai gantinya, kita disiplinkan Benua Kekacauan yang notebene-nya lebih baik dari segala sisi dari Benua Jiang Shan...," kata seorang pimpinan tertinggi dari Ras Kera Putih membuat semua orang terkejut dan hampir saja menimbulkan kemarahan.
Pemimpin itu bernama Sun Tzu dari marga Sun, julukannya Dewa Kenakalan. Tubuhnya tinggi besar dengan bulu halus berwarna putih. Memakai mahkota. Duduk tidak bisa tenang, kaki kanan dan kiri selalu diangkat di kursinya secara berganti sambil mengorek lubang telinga. Sekali-kali dia selalu menggoda rekannya di sebelahnya.
"Gila kamu, disana banyak anggota Ras kita! Bagaimana mungkin kamu berpikir begitu sebagai pimpinan tertinggi, hah!?" bentak salah satu pemimpin dari sembilan pimpinan tertinggi.
__ADS_1
Pria tua itu dari Ras Macan Putih bernama Hu Bai Hongli dengan julukan Dewa Barat. Kedua matanya mengeluarkan sinar putih. Tinggi badan 190 cm dengan tubuhnya yang kekar. Sifatnya baik dan welas asih, tapi keburukannya tidak mampu menahan emosi jika melihat keangkuhan.
(Revisiā)