
Chapter 231. Membunuh Murid-murid Istana Iblis Timur.
Setelah bertanya-tanya dan tidak menemukan jawaban, Excel Shimo mengeluarkan Istana Peri Miniatur yang masih dalam bentuk kecil. Excel Shimo segera menjadi cahaya dan memasuki Istana Peri Miniatur, dan mengaktifkan mode kamuflase pada Istana-nya.
Kemudian, Excel Shimo menggerakkan Istananya menuju pintu ke dunia bawah, yang dijaga ketat oleh murid-murid Istana Iblis Timur. Jumlah mereka sekitar 50 murid pria, dan kekuatannya terendah pada tingkat Peri Benua level 1 dan tertinggi Peri Alam Level 1.
"Memang mengerikan anggota Istana Iblis Timur ini, anggota paling rendah saja memiliki kekuatan yang mampu menguasai Benua Jiang Shan," gumam Excel Shimo yang kagum dengan fondasi kekuatan Istana Iblis Timur, dan ingin mendengar obrolan murid-murid yang terlihat bosan dengan wajah muram.
"Kemana Senior Chi Mo, kenapa belum kembali dan juga tengkorak jelek itu?" ujar salah satu murid A kepada rekannya sambil berpatroli disekitarnya pintu menuju dunia bawah tanah.
"Entahlah, dia tadi hanya bilang ingin mengambil sesuatu di Kerajaan kelinci panggang!" kelakar murid B yang ingin suasana bisa menyenangkan.
"Aku sangat bosan disini, mana kita tidak boleh memburu kehidupan disini lagi, sialan para tetua itu?!" sahut salah satu murid dengan penampilan aslinya, dengan sepasang tanduk di kepalanya, ia sangat geram dengan pengaturan yang tidak adil.
"Jelas kita tidak boleh menonjolkan diri, para pimpinan kuatir dengan Wali penjaga, jadi mereka hanya menjadikan mayat hidup untuk menyelesaikan misi kita," kata salah satu murid yang memiliki kekuatan paling tinggi, terlihat dia adalah Ketua regu dari 50 murid Istana Iblis Timur.
"Aneh, sudah lama keluar tetua Chi Mo belum kembali!" gumam murid A yang tampak kuatir.
"Biar aku hubungi lewat siput penghantar suara!" ujar Ketua regu sambil mengeluarkan siput penghantar suara.
Disaat Ketua regu akan menghubungi Chi Mo, Excel Shimo buru-buru berbicara kepada mereka semua dengan suara yang sangat keras. "Dia sudah pulang ke asalnya dan tidak mungkin kembali kesini!"
Sontak semua murid kaget dengar suara yang sangat keras, semua murid-murid buru-buru mengeluarkan senjata andalan mereka, dan mencari sumber suara yang terdengar sangat dekat dengan mereka.
"Siapa kamu, cepat keluar dan apa maksudmu?" tanya Ketua regu sambil mencari orang yang berbicara itu, "kalian menyebar dan temukan dia, pasti dia bersembunyi di balik bebatuan besar." lanjutnya dengan memberikan perintah kepada anak buahnya.
Segera semua murid menyebar dengan berpasangan, dan gerakan mereka sangat terkoordinasi dengan baik. Excel Shimo menyeringai melihat semua murid-murid akhirnya menyebar. "Saatnya panen." gumamnya sambil mengikuti dua murid yang memisahkan diri dari kelompoknya.
Maksud ucapan Excel Shimo adalah untuk mengekstrak dantian mereka untuk dijadikan kekuatannya sendiri, tindakan Excel Shimo memang sangat kejam, tapi kejam pada musuhnya.
__ADS_1
Disaat kedua murid itu jauh dari rekan-rekannya, 4 menara Istana Peri mengeluarkan sinar listrik dan menyerang kedua murid Istana Iblis Timur.
Zretttt.... Zretttt...
Empat baut listrik menyerang kedua murid itu tepat di kepalanya dan seketika murid itu roboh. Excel Shimo buru-buru menarik mereka untuk memasuki Istana Peri.
"Dua buah telah didapatkan, tinggal 48 buah lagi!" gumam Excel Shimo sambil melihat kedua murid yang pingsan.
Kemudian, Excel Shimo memenggal kepala kedua murid itu, dan menyerap kekuatan mereka sambil mengontrol Istana Peri untuk mencari mangsa baru.
Kembali Excel Shimo mendapatkan dua murid lagi dan prosesnya sama, tanpa diketahui rekan yang lain, hingga total sudah 30 murid Istana Iblis Timur yang telah dia bunuh dan diserap kekuatannya.
"Sedikit lagi aku akan naik 1 level, butuh 15 orang lagi!" gumam Excel Shimo sambil kembali mencari murid yang lain, dan melihat sasaran berada jauh dari pintu menuju dunia bawah tanah.
Ketua regu merasakan perasaan gelisah, saat melihat anak buahnya sedikit demi sedikit berkurang dan tak ada kabar laporan dari mereka. "Kalian semua kembali kesini!" perintah Ketua regu dengan suara yang menggelegar di kawah Gunung Daiyu.
Namun, setelah beberapa saat menunggu, hanya ada 6 anak buahnya yang datang dengan wajah kesal, jelas mereka kesal tidak menemukan sosok yang berbicara kepada mereka.
"Kemana rekan yang lainnya, kenapa hanya kalian saja yang kembali?" tanya Ketua regu yang makin gelisah dan kuatir.
"Haaa!! Bukannya mereka juga ikut mencari suara itu, dan kami tidak memperhatikan mereka, Senior." jawab salah satu anak buahnya terkejut, sambil melihat sekeliling kawah yang sepi dan panas.
"Sialan, ada penyusup, ayo segera kembali kedalam dan bunyikan alarm baha--"
Ngung (suara dengungan)
Brukk... Brukk
Tiba-tiba aura kuat menekan Ketua regu dan anak buahnya, hingga tidak mampu bergerak sebelum Ketua regu selesai berbicara, hingga mereka roboh dengan tengkurap. Mereka tidak mampu menggerakkan tubuhnya, tapi matanya jelas ketakutan dan mencari keberadaan yang kuat itu.
__ADS_1
"Si-sialan... Benar-benar ada penyu--"
Zretttt... Zretttt...
Baut listrik segera keluar dari kehampaan, dan mengenai Ketua regu dan sisa anak buahnya tanpa bisa mereka bereaksi maupun menyelesaikan umpatannya.
Excel Shimo kembali memasukkan mereka semua kedalam Istana Peri dan menyerap kekuatan mereka semua dalam waktu satu dupa kurang "Hahahaha, akhirnya aku bisa menerobos 1 level!" tawanya saat dantian pertamanya bergejolak, Excel Shimo sengaja mengalirkan kekuatan musuhnya pada dantian pertama agar lebih cepat meningkatkan kekuatannya, apalagi rata-rata murid memiliki elemen api, jenis Api Neraka.
Sejak bayi dari Ras Iblis lahir, mereka sudah memiliki api bawaannya, yang hanya dimiliki oleh Ras Iblis. Sebab itu, Excel Shimo meminta Lotus Bao menyerap elemen Api Neraka untuk meningkatkan Api Surgawi-nya, sekaligus meningkatkan basis kultivasi-nya.
Boom💢...
Excel Shimo segera menerobos saat membuka segel budidaya-nya, segera Excel Shimo menyetabilkan fondasinya dengan tenang, tenang karena berada di Istananya.
Sedangkan tugas Xi He menyerap jiwa-jiwa semua murid-murid Istana Iblis Timur, jiwa adalah makanan utama Xi He selain energi spiritual yang dia serap dari tubuh Tuannya.
Excel Shimo, Lotus Bao dan Xi He bekerjasama dengan cepat dan tanpa banyak bicara, sehingga prosesnya sangat cepat dan tanpa menimbulkan suara.
Setelah waktu satu dupa, Excel Shimo membuka matanya dan segera memeriksa cincin dimensi semua korbannya. Namun, tidak ada benda berharga maupun penting, hanya ada Batu Roh, Batu Mistik, ratusan keping Emas dan beberapa botol pil pemulih energi dan pil kultivasi tingkat Saint tahap rendah, dengan efektivitas 35 persen.
"Na'er, simpan semua harta ini kedalam Balai Perbendaharaan," pinta Excel Shimo dengan telepatinya kepada An Na dengan mengirim 50 buah cincin dimensi.
An Na dipercaya oleh Excel Shimo untuk mengelola semua kekayaannya sejak tidak adanya Dewi Angsa.
"Baik Tuan!" jawab An Na yang senang selalu menjadi kepercayaan suaminya.
An Na dengan cekatan menyimpan semua harta itu di Balai Perbendaharaan, dan meletakkan sesuai dengan jenisnya.
Kembali Excel Shimo melakukan rencana dadakan dan melihat kedalam lubang bawah tanah dengan wajah senang, sebab banyak sekali aura Yin di dunia bawah tanah. "Sepertinya rejeki tidak akan kemana-mana!" gumam Excel Shimo sambil menggerakkan Istana Peri.
__ADS_1
Kini kekuatannya sudah berada pada tingkat Dewa Langit Level 6, peningkatan yang mustahil bisa dilakukan dalam 1 hari jika itu adalah kultivator lain.