
Chapter 355. Ranah Jantung, Hati Sekuat Karang.
Excel Shimo dengan aman melewati banyak formasi yang berbahaya, formasi setingkat Celestial Supreme, semua itu berkat dia memiliki tanda yang diberikan oleh Kitab Suci.
Setelah Excel Shimo masuk ke dalam tungku, semua penguasa segera memasuki pusat Mountain Twins Son. Racun miasma dan gas tidak berpengaruh pada kekuatan Celestial Supreme karena tubuh mereka dilindungi oleh perisai energi.
"Grorrr... Grorrr?!"
Naga Ular meraung-raung dan melepaskan serangan bola energi, kali ini kekuatan Naga Ular lebih ganas daripada sebelum, sebab itu efek menelan pill langit.
Setelah menelan lima butir pil, kedua Naga Ular diambang terobosan ke tingkat Celestial Supreme, sayangnya mereka diganggu.
Boom💥... Boom💥...
Para penguasa juga tidak tinggal diam, mereka menghindar dan membalas serangan Naga Ular secara bersamaan.
Mountain Twins Son semakin porak-poranda akibat gelombang kejut benturan energi.
"Keluarkan kekuatan penuh!" perintah Dewa Matahari dengan mengeluarkan Api Surgawi peringkat Ke-19, Api Inti Teratai Hijau.
Merasakan panas Api Surgawi, kedua Naga Ular langsung kabur sesuai perintah Excel Shimo, jelas mereka tidak mau berusaha dengan pemilik Api Surgawi.
Melihat penunggu Mountain Twins Son kabur, para penguasa tidak mengejarnya, sebab Dewa Binatang lebih penting dari apapun.
"Huff! Karena Api Surgawi saja sudah takut, pengecut!" ejek Dewa Kenakalan, dia tidak takut sama sekali dengan Api Surgawi, sebab tubuhnya tahan dengan panas Api Surgawi, dia hanya takut pada Api Asyura.
"Kita harus tangkap dia untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya!" alasan Dewa Matahari.
"Tidak perlu ditangkap, dia telah memberikan kontribusi besar pada kita yang telah merusak rencana Istana Iblis Timur dengan mencuri Altar Divisi Reinkarnasi, aku yakin mereka ingin membuka altar itu. Kita hanya akan meminta Pedang Semesta untuk ditancapkan lagi di altar!" bela Hu Bai Hongli si Dewa Barat.
Dewa Matahari jelas tidak senang Dewa Binatang dibela oleh Dewa Barat. "Pasti dia juga berencana membuka altar, jika tidak, kenapa dia harus menarik Pedang Semesta!" alibi Dewa Matahari.
"Aku yakin dia tidak tahu dan tanpa sengaja mencabut Pedang Semesta! Siapa saja yang tidak tahu kenapa pedang itu tertancap disana, pasti akan berpikir sama!" Dewa Barat masih saja membela Dewa Binatang.
Sebelum pertengkaran semakin panjang, Dewa Timur yang dianggap paling tua segera melerai. "Sudah hentikan, kita akan tahu setelah nanti duduk bersama Dewa Binatang."
Dewa Matahari mendengus dan sudah berada di depan tungku besar, dan disusul para penguasa. Namun, mereka tidak melihat apapun di dalam tungku, yang ada hanya kerikil, sarang laba-laba dan rerumputan
Semua orang saling bertukar pandangan, dan memeriksa seluruh wilayah Mountain Twins Son, karena mereka mengira telah ditipu oleh Dewa Binatang dengan berpura-pura masuk ke dalam tungku.
Dewa Kenakalan meraup bebatuan kecil dan melemparkan ke dalam tungku, dan dugaannya ternyata benar saat melihat fluktuasi energi formasi yang tersembunyi.
Dewa Kenakalan seketika tertawa senang yang tidak tertipu Dewa Binatang seperti rekan-rekannya "Ini formasi tinggi Celestial supreme, sebab itu kita tidak melihatnya ... !" jelas Dewa Kenakalan dan segera pergi menjauhi tungku, sebab dia bukan seorang ahli formasi, dia duduk di bebatuan yang sedikit jauh dari rekannya.
__ADS_1
"Biar aku yang tangani formasi ini!" pinta Dewa Utara dengan percaya diri, lalu dia mengeluarkan sebuah mangkok giok berwarna biru muda, "jika kalian ikut, harus dibelakang-ku." lanjutnya dengan melompat masuk ke dalam tungku.
Sedangkan Excel Shimo telah melewati semua formasi berlapis-lapis yang jumlahnya mencapai puluhan, dia menghela nafas lega karena beruntung mendapatkan gelang yang mampu menerobos formasi apapun.
"Tanpa memiliki ini, aku sudah pasti akan kesusahan melewati formasi!" gumam Excel Shimo sambil melihat pintu gerbang, dia mendesah lagi dan lagi, sebab selalu saja gerbang yang sering dia lihat.
"Hebat sih! Tapi kurang kreatif jika setelah rintangan selalu gerbang, kalau tidak ini pasti goa, metode monoton tidak berpengaruh kepada mereka yang sering menjelajahi banyak makam maupun pencari harta," gumam Excel Shimo sambil memeriksa pintu gerbang.
Excel Shimo bukannya menghina maupun meremehkan metode yang dibuat oleh anggota Ordo Kegelapan, hanya saja cara mereka terlalu monoton menurutnya, sebab Excel Shimo telah sering mengalaminya.
Lotus Bao dan Xi He jelas salah paham dengan apa yang diucapkan oleh tuannya. "Ini semua karena Tuan banyak mendapatkan keberuntungan. Tanpa keberuntungan, sehebat apapun seseorang pasti membutuhkan waktu lama setiap langkahnya!" sindir Lotus Bao, dia tidak ingin tuannya menjadi sombong.
"Selain itu, tidak semua orang memiliki dukungan dan garis darah istimewa seperti yang Tuan miliki. Seandainya saya pribadi yang mengalaminya, hanya ada dua jawaban, menyerah atau maju terus seperti siput dengan mengalami banyak kesulitan. Entah dalam perjalanan itu mampu bertahan atau berhenti di tengah jalan...!" sambung Xi He
Seketika Excel Shimo tersadar setelah ditegur Lotus Bao dan Xi He, dia terdiam dan memejamkan mata telah berkata angkuh. "Maaf, ucapan ku salah!" sesal Excel Shimo.
"Tuan tidak perlu meminta maaf, karena Tuan tidak salah maupun benar. Cukup perbaiki diri dan berdamai dengan diri sendiri. Saya yakin Tuan akan bisa lebih bijak dimasa depan!" sahut Lotus Bao.
Ya, Lotus Bao dan Xi He tidak membutuhkan ucapan maaf dari Excel Shimo, mereka hanya ingin Excel Shimo semakin baik setiap hari dengan bersikap bijak dengan di dukung kecerdasan dalam menangani rumitnya kehidupan di dunia ini.
Banyak orang cerdas di dunia ini, tapi karena kecerdasan itu, mereka semakin bodoh tanpa adanya pikiran yang bijak. Orang cerdas mudah terprovokasi, dikendalikan emosinya dan merubah mereka menjadi bodoh akut. Dengan kata lain 'sadar namun tidak menyadari dengan apa yang mereka perbuat'.
"Dan Tuan harus hati-hati dengan mata dan telinga ... !" lanjut Xi he dengan mengingatkan perkataan ayah dari Excel Shimo.
Kembali Excel Shimo fokus dengan apa yang sedang dihadapi, dia melihat cetakan tangan yang berbentuk Teratai pada daun pintu gerbang. Kemudian, Excel Shimo meletakkan tangan kanan pada cetakan tersebut.
Seketika Excel Shimo merasakan telapak tangannya seperti kesemutan, dan setelah itu pintu gerbang bergetar dengan keluar fluktuasi energi di seluruh daun pintunya.
Bhuzh...
Desiran angin terasa di sebelah kiri Excel Shimo, dan dia melihat sebuah pintu kecil lain di dinding yang tiba-tiba muncul, tingginya satu setengah meter dan lebar satu meter, di dalam sangat gelap dan segera Excel Shimo masuk dengan tubuh membungkuk.
Bhuzh...
Kembali pintu kecil tertutup setelah Excel Shimo masuk, dan terlihat lorong dengan anak tangga melalui batu bercahaya. Excel Shimo pun mengikuti jalur lorong kecil itu dengan tetap membungkuk, kali ini dia tidak mengeluh walau harus susah payah berjalan.
Setelah berjalan sejauh lima ratus meter dengan anak tangga yang melingkar turun, akhirnya Excel Shimo bisa kembali berjalan tegak. Apa yang dia lihat ada dua jalur lorong dengan bentuk 'Y', ditengahnya ada formasi yang sama seperti di Makam Dewa Roh.
Excel Shimo tanpa ragu dia berjalan di tengah formasi, namun kali ini tidak ada reaksi maupun tersedot kedalam jalur dimensi seperti di Makam Dewa Roh. Dengan penasaran Excel Shimo memeriksa lagi dua jalur lorong dan melihat tulisan kecil di atas dua lorong itu. Sebelah kiri tertulis 'Jalur Surga', dan sebelah kanan 'Jalur Neraka'.
Kemudian, Excel Shimo melihat Tripod Keberuntungan di pergelangan tangan kanan, tapi tidak ada reaksi pada jarum. "He'er, apakah kamu bisa mengetahui jalur mana yang menunjukkan adanya harta?" tanya Excel Shimo dengan tujuan untuk menghemat waktu.
"Maaf Tuan, indera ku terblokir saat masuk kedalam lorong ini!" jawab Xi He.
__ADS_1
"Aku mengerti," kata Excel Shimo dan dia segera mengaktifkan Mata Langitnya untuk memeriksa ke dalam lorong.
Namun, Mata Langitnya hanya melihat jalur lorong yang tak berujung, dengan menghela nafas berat Excel Shimo pun memutuskan memilih jalur lorong sebelah kanan.
"Karena tanganku berlumuran darah ... Mata dan telinga yang tak bijak ... Pikiran yang selalu kacau, hati yang tak selalu benar dan mulut yang tak mampu memberikan kata indah ... Neraka adalah tempat yang cocok untukku!"
Ya, dia memilih jalur Neraka untuk menebus segala kesalahannya, Excel Shimo tahu akan perbuatan yang banyak membunuh karena tidak mampu mengendalikan tujuh emosi. Excel Shimo merasakan surga terlalu berlebihan untuk dia dapatkan.
Kemudian dia pun berjalan dan masuk kedalam jalur neraka, tiba-tiba tubuhnya tersebar menjadi energi kuantum melintasi dimensi seperti di Makam Dewa Roh.
Excel Shimo kaget saat melihat banyak orang yang telah mati di tangannya, mereka berteriak-teriak meminta pertanggungjawaban telah membunuhnya.
"Tidak layak kamu menjadi seorang Dewa dengan segala kejahatan mu!?"
Teriakan seorang pria kepada Excel Shimo, dia adalah putra mahkota Kerajaan Huang. Lalu, muncul seseorang yang dia sayangi disebelah kirinya.
"Nak, dendam tidak akan pernah memuaskan rasa sakit mu walaupun kamu telah berhasil membunuhnya, benih setan telah tumbuh saat kamu membalaskan dendam. Aku tidak ingin melihat putraku yang lugu dan lucu berubah menjadi kejam dari Iblis!"
"Ibu ... !" panggil Excel Shimo kepada ibu angkatnya, Chu Ju.
Setelah ibunya muncul dan menegur, kini giliran ayah angkatnya yang marah dan memberikan teguran keras, dia adalah Mu Jin.
"Putraku, aku kira kamu baik dan layak telah aku temukan, tapi kenapa, kenapa kamu begitu biadab telah membunuh banyak orang dan menghancurkan kebahagiaan orang lain! Kamu seorang pria, yang seharusnya bisa berbicara dengan baik tanpa emosi! Kamu benar-benar putraku yang memalukan!"
"Ayah, aku ... !"
"Apa aku salah menyerahkan putriku untukmu! Kamu seharusnya menjadi pendamping dan pelindung yang baik...? Menantu, walaupun kamu Dewa Binatang, tidak seharusnya sebagai seorang pria kamu begitu licik dan tak terhormat!"
Kali ini teguran seorang wanita dewasa, dia adalah ibu dari Xiu Zhu, Xiu Zan. Excel Shimo meneteskan air mata dengan banyak teguran dan kekecewaan semua orang yang dia kenali di Desa Bunga.
Lalu terdengar suara gadis kecil di sebelah kirinya. "Shimo, mana Shimo ku yang dulu! Kenapa kamu menjadi kejam! Kenapa kamu menjadi jahat sekarang! Aku tidak mau melihat mu seperti ini ... !"
"Xiu Zhu ... Aku... Aku tidak ... !" Excel Shimo tidak mampu berkata-kata mendengar keluh kesah dan tangisan Xiu Zhu istri kecilnya.
Karena tidak sanggup mendengar semua orang mengungkapkan segala kesalahannya, Excel Shimo memejamkan mata untuk menenangkan pikiran, hati dan jiwanya.
"Ya, aku bukan orang yang baik, jujur, dan terhormat, tapi aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari dan berganti hari. Aku tidak suci, tapi aku berusaha menjadi murni dari waktu berganti waktu!" gumam Excel Shimo yang selalu dia lakukan berulang-ulang.
Swosh... Boom💥...
"Astaga!! Tuan menerobos ke tanah jantung 'Hati Sekuat Karang'!" seruan Lotus Bao yang syok setelah Excel Shimo berhasil melewati bergumul batinnya.
Semua wanita kegirangan saat tahu suaminya menerobos ke Ranah Jantung, sebab mendapatkan pencerahan dalam Ranah Jantung lebih sulit daripada belajar profesi apapun, karena Ranah Jantung tidak ada metodenya yang tercatat, hanya mencatat tentang pengalaman selama mendapatkan pencerahan dan membutuhkan waktu lama.
__ADS_1
"Ternyata ini ujian Iblis Batin!" gumam Excel Shimo.