God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 41 Pria Arogan.


__ADS_3

Chapter 41 Pria Arogan.


Ming Lai dan Ming Li yang mendengarkan ucapan pelayan wanita menjadi tidak lagi memperhatikan sosok yang bertudung itu.


"Apa beliau akan segera datang, Ketua?" tanya salah satu Tetua Klan Ming yang ingin bertemu dengan sosok pendukung Ming Lai.


"Iya, kita tunggu sebentar lagi, beliau pasti akan datang..."


Wushhhh


Tiba-tiba muncul seorang pria muda usia 50 tahun di tengah-tengah rumah makan. Mengetahui siapa yang tiba-tiba muncul, Ming Lai segera berdiri dan membungkuk kepada pria muda itu.


"Salam, Tuan Muda." Sapa Ming Lai


Segera semua pendukung Ming Lai juga ikut menyapa pria muda itu.


Pria muda itu langsung duduk tanpa membalas sapaan Ming Lai dan pendukungnya, sikap sombongnya membuat semua orang menjadi tidak menyukai.


"Aku hanya menyampaikan pesan dari Ketua untukmu!," kata pria muda itu dengan memberikan token kepada Ming Lai.


"Ketua ingin kamu segera meninggalkan Benua Jiangshan!" lanjutnya yang terlihat tidak sabar ingin segera pergi dari rumah makan ini.


Sontak Ming Lai dan pendukungnya kaget mendengar ucapan pria muda itu.


"Kenapa kita harus meninggalkan Benua Jiangshan ini?" tanya Ming Lai yang tidak tahu maksud dari pria muda itu.


"Bodoh, dengarkan pesan Ketua dulu, dan nanti kamu akan mengerti!" jawab pria muda itu dengan nada arogan dan menghina Ming Lai.


"Jaga bicaramu?! Siapa yang kamu bilang bodoh, Bocah!?" Ming Kwong sontak menjadi marah, saat pria muda itu mengatai Ming Lai dengan menyebutnya bodoh.


Bang...


Brukk... Brukk


Pria muda itu mengeluarkan basis kultivasinya yang berada pada tingkat Peri Benua level 5.


Seketika semua orang yang berada di rumah makan menjadi ambruk di lantai kayu, karena mereka tidak mampu menahan tekanan aura pria muda itu.


"Tuan Muda, am-ampuni kami...!" pinta Ming Lai yang berusaha menahan aura kekuatan pria muda itu.


Segera pria muda itu menarik aura kekuatannya, dan keadaan kembali seperti semula. Tapi pria muda itu terkejut, saat melihat seorang pria yang duduk di sudut tidak merasakan tekanan darinya.


Bu Wanmei tetap memperhatikan jalanan yang kini menjadi sepi karena menjauhi rumah makan.

__ADS_1


Pria muda itu memperhatikan sosok Bu Wanmei, dan instingnya sudah memberikan sinyal bahaya.


Namun, pria muda itu tidak perduli, karena dia tahu jika di Benua Jiangshan tidak ada setingkat Peri Benua, kecuali bocah yang bertarung di Hutan Penguasa bagian barat dan Raja Kera Emas itu.


"Siapa orang yang duduk di sudut itu?" tanya pria muda itu kepada Ming Lai yang wajahnya bercucuran keringat.


"Dia hanya temannya wanita gila, dan jangan hiraukan dia, Tuan Muda." jawab Ming Lai dengan nada sopan.


"Oh...! Cepat dengarkan pesan dari Ketua!" titah pria muda itu yang sudah tidak sabar.


Tanpa banyak bicara, Ming Lai mengalirkan energi Qi pada token perekam suara.


( "Ming Lai, segera tinggalkan Benua Jiangshan, karena potensi dirimu lebih berkembang jika kamu tinggal di Benua Sihai. Jika iya, ikutlah bersama murid ku." )


Suara dari token segera terdengar semua orang, termasuk Bu Wanmei yang duduk cukup jauh dari kelompok Ming Lai.


"Mau pergi! Jangan harap, bahkan jiwamu pun akan aku musnahkan" batin Bu Wanmei setelah mendengar suara yang keluar dari token itu.


Walaupun Bu Wanmei seakan-akan tidak perduli dengan semua orang yang berada di rumah makan, kedua tangannya mengepal erat dan menahan amarah.


Sekali-kali Bu Wanmei menghembuskan nafasnya secara kasar, sambil mendengarkan Ming Lai berdiskusi dengan pria muda yang berasal dari Benua Zhong Hua.


"Kenapa kita tidak mengikuti Ketua di Benua Zhong Hua, Tuan Muda?" tanya Ming Lai kepada pria muda itu.


Ming Lai merasa aneh jika Ketua itu merekomendasikan dirinya untuk tinggal di Benua Sihai, dan kenapa tidak di Benua Zhong Hua.


"Jika dengan kekuatanmu sekarang, setingkat Kaisar adalah sampah di Benua Zhong Hua!," jawab pria muda itu yang sangat sombong, dari nada suaranya jelas jika dia menghina semua penghuni Benua Jiangshan.


"Minimal jika ingin berada di Benua Zhong Hua, harus memiliki kekuatan Peri Benua! Aku saja yang memiliki kekuatan Peri Benua dengan usai 50 tahun tidak anggap sama sekali, apalagi kamu...!" lanjut pria muda itu yang semakin menghina.


Semua orang yang berada di rumah makan menahan amarah akan hinaan pria itu. Namun, karena pria itu sangat kuat, tidak ada yang berani meluapkan amarahnya.


Di saat semua orang menahan amarah, pelayan wanita bersama rekannya datang dengan membawa hidangan yang sudah di pesan Ming Li.


Pelayan wanita dan rekannya sangat takut dengan pria sombong itu. Mereka menyajikan hidangan di atas meja, terlihat tangan mereka sedikit gemetar.


Tiba-tiba pria itu meremass pantatt pelayan wanita yang tadi sempat melindungi Bu Wanmei saat di tanyai oleh Ming Li.


"Ahhh... Tuan Muda, tolong lepaskan...!"


Pelayan wanita itu jelas menjerit kaget, dan berusaha melepaskan tangan pria itu dari pantatt-nya yang sedikit menyerempet goa-nya.


Ming Lai dan semua orang semakin marah melihat perbuatan tak senonoh yang di lakukan oleh pria itu. Bu Wanmei segera melihat perbuatan pria itu.

__ADS_1


"Hahaha... Nikmati saja jalangg... Aku akan bayar berapa pun harga tubuhmu!"


Pria itu tertawa dan bicaranya semakin menghina pelayan wanita itu.


Wushhhh


Pyarrrr...


"Aduh ... " pria itu kesakitan saat kepalanya terkena lemparan cangkir.


"Ahh..."


Segera pria itu berdiri setelah mendorong pelayan wanita itu hingga terjatuh di lantai. Pria itu melihat Bu Wanmei yang sedang memandang dirinya.


"Kamu cari masalah dengan ku, mencari kematian... Hah!?" bentak pria itu kepada Bu Wanmei sambil berjalan mendekatinya.


Bu Wanmei hanya mengangkat bahunya dan kembali melihat di luar jendela rumah makan.


Sikap Bu Wanmei yang tidak perduli semakin membuat pria itu marah.


"Ming Lai bunuh dia, aku tidak mau mengotori tanganku...!?" perintah pria itu dengan nada tinggi.


Ming Lai memejamkan matanya sesaat dan membukanya kembali. Lalu Ming Lai melihat ke arah Ming Li dan Ming Kwong.


Mengerti akan isyarat Ming Lai, Ming Li memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Bu Wanmei.


Pelayan wanita itu dan rekannya segera berlari keluar rumah makan, bahkan pemilik rumah makan juga ketakutan dan berlari keluar.


Pelayan wanita itu sempat melihat Bu Wanmei dan sedikit membungkuk sebagai ucapan terima kasih. Bu Wanmei hanya menganggukkan kepalanya kepada pelayan wanita itu.


Anak buah Ming Li segera menghampiri Bu Wanmei, sedangkan pria arogan itu hanya tersenyum tipis sembari melipatkan tangannya di dada.


"Kamu telah menyinggung orang yang seharusnya tidak kamu singgung...!?" bentak anak buah Ming Li kepada Bu Wanmei.


Pria itu sedikit mengerutkan keningnya saat tidak bisa melihat basis kultivasi Bu Wanmei. Demikian juga dengan Ming Lai, Ming Li dan semua orang, mereka juga tidak bisa mengetahui kekuatan Bu Wanmei.


Bu Wanmei tetap melihat ke arah pelayan wanita itu yang sudah jauh dari tempat kerjanya bersama pemilik rumah makan.


Anak buah Ming Li semakin kesal saat Bu Wanmei tidak menanggapi ucapannya.


Wushhhh...


Plakk.... Brakkk

__ADS_1


Anak buah Ming Li segera memukul wajah Bu Wanmei, tapi segera Bu Wanmei sedikit menggeser kepalanya ke kiri. Di saat kepalan tangan anak buah Ming Li melesat, tangan kiri Bu Wanmei menampar pipi kanannya.


Meja makan menjadi hancur saat wajah anak buah Ming Li menghantamnya.


__ADS_2