
Chapter 204. Kesalahpahaman!
Setelah semua mayat hidup yang menyerang kota dibantai oleh Excel Shimo, Juan Rong bisa bernafas lega. Excel Shimo dan Juan Rong memeriksa sekitar kota dan sudah tidak ada gerakan lagi dari mayat hidup.
"Perkenalkan namaku Juan Rong, murid inti dari Akademi Pedang Surga," kata Juan Rong yang memperkenalkan dirinya, ia ingin mengenali sosok yang tidak dia kenali di Benua Jiu Zhou.
"Shimo," jawab Excel Shimo dengan dingin, sambil menjabat tangan kanan Juan Rong yang halus dan hangat.
Excel Shimo segera melepaskan tangan, saat Juan Rong terus memegang sambil membaca garis tangannya. Excel Shimo merasakan telapak tangannya kesemutan, dan ia tahu niat Juan Rong.
"Apa kamu peramal?" tanya Excel Shimo, ia terlalu malas untuk membaca pikiran dan hati Juan Rong.
"Hanya belajar! Ternyata aku masih jauh dari tingkat awal untuk mempelajari garis tangan seseorang," jawab Juan Rong dengan wajah memerah karena malu tidak bisa menyembunyikan niatnya untuk membaca garis tangan.
Di Benua Jiu Zhou, seorang peramal juga merupakan profesi yang banyak diinginkan seorang kultivator, tetapi seorang Peramal tidak mudah dipelajari, sebab seorang Peramal merupakan bakat bawaan dari lahir.
Kelebihan seorang peramal, yaitu mampu menghindari lawan, bahkan bisa melarikan diri sebelum musuhnya datang. Selain itu, seorang Peramal mampu membaca karakter seseorang dari wajah, garis tangan, dan juga mampu melihat masa depan.
"Hebat bisa menjadi seorang peramal," puji Excel Shimo dan teringat akan tujuannya, "Oh iya, apa benar kamu tidak tahu tempat yang aku tanyakan tadi?" lanjutnya dengan bertanya.
"Nama yang aneh! Tidak ada tempat dengan nama itu di Benua Jiu Zhou, kecuali...!" jawab Juan Rong dengan wajah semakin merah, sebab apa yang ditanyakan membuat pikiran Juan Rong menjurus ke sesuatu hal dewasa.
"Kecuali apa?" tanya Excel Shimo dengan semangat, ia berharap segera menemukan lokasi peta Kuno.
"Sayangnya, tem--tempat itu sudah menjadi reruntuhan semenjak Ras Mayat Hidup memburu banyak kehidupan ...!" jawab Juan Rong dengan sedikit tergagap dan membuat Excel Shimo semakin tidak sabar.
__ADS_1
"Tidak masalah, cepat katakan, siapa tahu aku masih menemukan sesuatu yang aku inginkan?" Excel Shimo bertanya sekali lagi dengan antusias dengan menggosok kedua telapak tangan.
Juan Rong menundukkan kepala, saat Excel Shimo seakan-akan membutuhkan seperti yang dia pikir. 'Tampan, kuat tapi kok begitu! Apa aku kurang menarik minatnya!' batin Juan Rong yang kini merasa dirinya tidak menarik pria di depannya.
"I-itu tempatnya...!" jawab Juan Rong sambil menunjukkan tempat yang diinginkan Excel Shimo.
Segera Excel Shimo membalikan badan mengikuti jari lentik Juan Rong dan melihat gedung yang sudah runtuh. Kemudian, Excel Shimo melihat sebuah papan nama gedung tersebut.
"Paviliun Mawar Merah!!" gumam Excel Shimo saat membaca nama gedung tersebut dan buru-buru membuka Mata langitnya untuk memeriksa seluruh reruntuhan Paviliun Mawar Merah.
Namun, Excel Shimo tidak menemukan sesuatu yang aneh, bahkan ia melihat sampai kedalam tanah sedalam dua puluh meter, dan juga tidak melihat goa maupun hal yang melindungi sesuatu.
"Tempat apa dulunya Paviliun Mawar Merah ini?" tanya Excel Shimo dengan rasa penasaran.
"Itu ... Gedung ini ... Tempatnya pria yang mencari kesenangan!" jawab Juan Rong yang kebingungan untuk menjelaskan.
Sedangkan Lotus Bao dan Xi He sudah tidak mampu menahan tawa, sebab mereka berdua tahu tempat apa itu.
Apa yang dimaksudkan Juan Rong adalah tempat prostitusi, tempat khusus pria melampiaskan tongkatnya.
Juan Rong melirik wajah Excel Shimo yang serius saat berpikir keras sambil membelai dagunya. Juan Rong menggelengkan kepala dan menghela nafas, ia merasa harga dirinya sebagai wanita hancur.
'Benar-benar aku kurang menarik di matanya, apa istimewanya sih wanita nakal ini?' batin Juan Rong yang ingin menangis saja.
"Menurutmu, apa itu kesenangan pria?" tanya Excel Shimo dengan wajah serius tapi polos.
__ADS_1
Juan Rong yang ditanya semakin ingin menangis dan tidak tahu harus berkata apa. Hati sudah hancur berkeping-keping dan ingin pergi dari pria tampan tetapi enggan, ingin berteriak namun malu.
Xi He dan Lotus Bao semakin tertawa terbahak-bahak, mereka tidak membayangkan Tuannya benar-benar tidak memahami ucapan Juan Rong, padahal Excel Shimo sudah banyak memiliki wanita dan juga telah melakukan apa yang disebut 'kesenangan pria'.
"A-aku ti-tidak tahu...!!" jawab Juan Rong dengan terbata-bata sambil membalikan badannya.
Mendengar jawaban Juan Rong dengan wajah merah dan kebingungan, segera Excel Shimo membaca pikiran dan hatinya. Sontak Excel Shimo kaget dan kini diri yang menjadi malu akan kebodohannya yang tidak memahami.
Excel Shimo segera memutar otaknya untuk mencari alasan untuk menjelaskan kesalahpahaman ini kepada Juan Rong.
"Sudah lupakan, mungkin tempat itu berada di tempat lain. Aku hanya disuruh guruku untuk mencari saudaranya yang menjadi penjaga!" ungkapnya untuk menjernihkan pemikiran Juan Rong.
Mendengar penjelasan Excel Shimo, Juan Rong segera menjadi lega dan membalikan badannya untuk melihat mata indah Excel Shimo. 'Untung saja ini hanya kesalahpahaman pikiranku,' batin Juan Rong sambil tersenyum bahagia.
"Dalam situasi saat ini, sulit menemukan saudara gurumu! Lebih baik kita segera kembali ke Kota Xi'an, siapa tahu saudara gurumu ada disana," kata Juan Rong dan mengajak Excel Shimo.
Sejujurnya, Juan Rong ingin mengenal Excel Shimo lebih jauh. Selain itu ia ingin Excel Shimo untuk mengawal penduduk hingga sampai di tempat pengungsian.
"Tuan, coba tanyakan apa dia memiliki peta baru Benua Jiu Zhou!" Lotus Bao yang sudah tidak lagi tertawa, segera memberikan saran.
"Sebenarnya masih ada yang harus aku kerjakan. Mungkin setelah aku menyelesaikan tugas dari guru, aku akan menuju Kota Xi'an," kata Excel Shimo dengan memberikan alasan, "apa kamu memiliki peta? Sejujurnya baru kali ini aku keluar dari rumah." lanjutnya.
Juan Rong menghela nafas saat tidak bisa mendapatkan bantuan, ia segera memutar otak ketika Excel Shimo menginginkan peta. "Kebetulan aku tidak membawa peta. Tapi di Kota Xi'an banyak peta terbaru. Jika kamu mau dan tidak keburu, nanti aku bisa ambilkan," jawab Juan Rong dengan berkata jujur dengan suara lembut.
"Baiklah, lagian aku juga ingin tahu tentang mayat hidup ini, sekaligus untuk mengenal Kota Xi'an!" ujar Excel Shimo dengan pasrah, karena tidak segera menyelesaikan tujuannya.
__ADS_1
Juan Rong jelas senang dan langsung berjalan dan diikuti oleh Excel Shimo.
Melihat kedatangan Juan Rong semua orang bernafas lega dan sedikit mengerutkan kening, saat melihat seorang pria muda berjalan dibelakang Juan Rong. Hanya Wang Chong dan Hei Shen yang tahu siapa pria itu.