
Chapter 357. Pohon Pemangsa Jiwa.
Excel Shimo terdiam setelah Ratu Diao Chin dan jajaran petinggi Ordo Kegelapan menghilang. "Kamprett!! Dari semua misteri yang ada hanya sesederhana ini...!! Apa maksudnya coba ... Benar-benar konyol! Apakah kalian percaya ucapan wanita itu?" sungut Excel Shimo yang jelas dia geram jika semua misteri hanya sebagai pengalihan, dan dia bertanya kepada Lotus Bao, Xi He dan semua wanitanya yang berada di Dunia Jiwa.
"Saya rasa yang diucapkan Ratu Diao Chin benar, sengaja dia membuat semua ini agar Wei Yan terfokus pada tujuannya. Dan tujuan Ratu Diao Chin ingin memperkuat Ordo Kegelapan sehingga mampu melawan Wei Yan dimasa depan. Tuan hanya sebagai pendukung rencana dari Ratu Diao Chin agar tampak nyata!" jawab Lotus Bao dan tidak ingin menyebutkan Excel Shimo sebagian alat untuk memuluskan rencana Ratu Diao Chin.
"Tetap saja konyol! Seandainya, jika Pedang Semesta dan Mahkota Maharaja telah berada di tangan si Wei Yan, apa rencana wanita itu akan berjalan mulus? Jelas tidaklah ... Ini sama saja aku sebagai umpan meriam dari ambisi mereka berdua ... Jadi, pewaris Ordo Kegelapan hanya untuk ini ... !?" Excel Shimo geleng-geleng dengan situasi yang sangat aneh menurutnya, dia sebenarnya sangat marah telah dijadikan pengorbanan, namun Excel Shimo masih menahan emosi.
Selain itu, Excel Shimo tidak memahami pola pikir Ratu Diao Chin yang sulit dia tebak, dia hanya bisa menebak-nebak rencana Ratu Diao Chin secara kasar. Disaat Excel Shimo bersungut-sungut, panca indera Xi He mendeteksi sesuatu.
"Tuan, lihat di singgasana Ratu Diao Chin, tampaknya beliau meninggalkan sesuatu!
Segera Excel Shimo melihat singgasana dan memang terlihat sebuah kotak, buru-buru dia mengambilnya dan membuka kotak itu, lalu terlihatlah sebuah fragmen peta terakhir. Di dalam kotak juga terlihat sebuah catatan.
Excel Shimo pun segera membacanya.
("Karena kamu satu-satunya anggota Ordo Kegelapan di Benua Kelahiran, maka aku memberikanmu bekal untuk melawan Ras Asyura dan menghentikan tujuan Wei Yan. Dan saran ku, kamu jangan mengikuti Konferensi Tianwu, sebab disana sudah ada anak buah Wei Yan. Dengan potensi mu, kamu tidak perlu ikut serta didalamnya.")
Setelah Excel Shimo membacanya, dia terdiam dengan duduk di singgasana Ratu Diao Chin, dia makin kebingungan kenapa dia melarang untuk ikut serta dalam Konferensi Tianwu? Jika ada anak buah Wei Yan disana, kan sudah jelas tujuan mereka untuk membuka segel penjara Pangeran Kun dan Monster Lima Elemental?
"Tuan segera satukan semua fragmen peta!" pinta Xi He dan menyadarkan Excel Shimo ketika sedang berpikir.
Excel Shimo menghela nafas berat. "Kenapa dia melarang ku, tapi disisi lain dia ingin aku tidak mengindahkan ucapannya! Menurut kalian apakah dia ingin aku juga merusak rencana Wei Yan di Alam Tianwu, asal disini aku telah berhasil mengalahkan Ras Asyura dan Wei Yan?" tanya Excel Shimo yang ingin mendapatkan saran dari buah pemikiran.
Ya, karena pesan dari Ratu Diao Chin yang penuh keragu-raguan, walaupun ada semangat di dalam pesannya, dan jelas Excel Shimo segera menebaknya.
"Tampaknya memang begitu! Jika Tuan bisa selamat, diharapkan Tuan juga merusak rencana Wei Yan di Alam Tianwu. Untuk saat ini, Tuan segera menyiapkan diri untuk menghadapi kedatangan mereka!" jawab Lotus Bao.
"Kamu benar, sekarang kita harus tingkatkan kekuatan untuk melawan mereka, dan kita satukan peta setelah keluar dari sini," kata Excel Shimo dan beranjak dari tempat duduk, dan mencari dimana pintu keluarnya.
Kemudian, Excel Shimo melihat Tripod Keberuntungan tapi tidak ada reaksi apapun. "Kita berada dimana sekarang dan dimana pintu keluarnya?" tanya Excel Shimo.
"Tunggu sebentar Tuan!" pinta Xi He.
Segera Xi He menyebarkan indera nya, dan setelah beberapa saat, jarum berwarna merah berputar-putar dengan cepat dan berhenti dengan menuju ke arah belakang.
Segera Excel Shimo membalikkan badan dan melihat dinding dibelakang singgasana, di dinding itu tergambar lambang Ordo Kegelapan, dan segera Excel Shimo mendekati dinding itu.
"Kakak, tungku itu jangan ditinggalkan!" teriak Liu Hualien di dalam Dunia Jiwa, dia kuatir Excel Shimo meninggalkan harta berharga.
__ADS_1
Excel Shimo tersenyum dan melambaikan tangan untuk mengambil semua tungku demi permintaan adiknya. "Apa lagi yang ingin kamu ambil?" tanya Excel Shimo kepada Liu Hualien.
"Biarkan aku keluar!" pinta Liu Hualien.
Segera Excel Shimo mengeluarkan semua wanitanya. Liu Hualien, Tu Yueyin Mei dan She Qinglin langsung berlarian mengambil apapun yang berharga menurut mereka.
"Jadi semua misteri hanya sesederhana ini!" ujar Bao Xue dengan memeluk lengan suaminya dan diikuti oleh Loi Annchi.
"Ya, namanya juga misteri, setelah tahu semuanya sangat sederhana!" jawab Excel Shimo dan anggukan oleh Loi Annchi.
"Berarti Wei Yan tidak hanya berada disini saja ... Aku kuatir dia adalah seseorang yang mampu melintasi waktu masa lalu dan masa depan dengan bebas!" ujar Loi Annchi yang asal berbicara.
Sontak Excel Shimo tersadar dengan menatap wajah Loi Annchi. "Kamu sangat cerdas! Dia kan memiliki Tubuh Bawaan Dimensi, wajar jika dia bisa muncul dimasa depan dan dimasa lalu dengan bebas...," pujian Excel Shimo untuk Loi Annchi, dan kembali dia berpikir.
"Pantas saja Ratu Diao Chin menipu Wei Yan dengan dimensi juga ... Apakah dia juga tahu jika apa yang akan terjadi?" gumam Excel Shimo dengan bertanya kepada dirinya sendiri.
"Tidak sesederhana itu Penguasa, seseorang pelintas harus dengan tepat menghitung koordinat, waktu, jarak dan peristiwa saat ini dan masa lalu. Jika dengan sengaja atau secara acak, maka yang terjadi adalah kekacauan di alam semesta!" sahut galaksi elemen waktu yang menjelaskan kepada Excel Shimo.
Apa yang dikatakan galaksi elemen waktu memang benar, seorang pelintas harus jeli akan tujuannya, entah untuk merubah sejarah maupun untuk menyelidiki sebuah peristiwa.
Jika seorang pelintas yang asal mengatur waktu, titik koordinat, dia akan terdampar pada satu tempat lain karena kesalahan, entah itu maju ribuan tahun atau mundur jutaan tahun. Dengan kata lain, setiap detik, inci dan peristiwa harus benar-benar diperhitungkan jika ingin melintasi waktu.
"Dan Wei Yan hanya mampu melintasi dimensi seperti halnya teleportasi, tapi dia dalam jangkauan yang lebih jauh." lanjut galaksi elemen waktu yang memberikan wawasan kepada Excel Shimo.
"Kakak, semuanya sudah dibersihkan! Ayo kita cari harta milik Ordo Kegelapan!" teriak Liu Hualien setelah selesai menjarah harta, dia tampak bahagia dengan mengelus cincin dimensinya, bahkan singgasana Ratu Diao Chin juga diambil.
Excel Shimo seketika tertawa dan mencubit pipi Liu Hualien. "Memangnya kamu tahu dimana ada harta lagi?" tanya Excel Shimo.
Liu Hualien mengerucutkan bibirnya sambil melihat sekitarnya, namun dia tidak mendapatkan petunjuk ada jalan keluar maupun menuju kesuatu tempat. "Aku tahu Kakak pasti tahu! Ayo cepat kita jarah apapun, nanti keburu banyak orang yang datang!" ajak Liu Hualien yang sangat percaya jika Excel Shimo pasti mengetahuinya.
Excel Shimo tertawa dan segera menuju berjalan menuju dinding, Liu Hualien langsung melompat kegirangan dengan meminta gendong dibelakang punggung.
Loi Annchi tidak mau kalah, dia berubah menjadi Thunderbird kecil dan bertengger di bahu kanan Excel Shimo. She Qinglin juga berubah menjadi ular hijau dan melingkar di kepala, sedangkan Bao Xue dan Tu Yueyin Mei hanya memeluk lengan suaminya.
Kemudian, Excel Shimo meletakkan telapak tangan kanan pada dinding yang berlambang. Segera keluar fluktuasi energi pada dinding dan terbukalah sebuah pintu berukuran lebar dua meter dan tinggi tiga meter. Tampak sebuah lorong lebar, dimana setiap dindingnya berlapis emas.
"Hore...! Kakak memang hebat!" pujian Liu Hualien yang kegirangan dengan mencium pipi Excel Shimo.
Excel Shimo hanya tersenyum dan berjalan masuk ke dalam. Namun, tiba-tiba muncul banyak orang dibelakang Excel Shimo, tepatnya di tengah-tengah gedung seperti posisi Excel Shimo pertama kali datang.
__ADS_1
Semua orang melihat sekitarnya yang sudah kosong, dan melihat Excel Shimo masuk ke dalam lorong. "Kamu berhenti!!" teriak Dewa Matahari kepada Dewa Binatang.
"Oh!! Anteknya Kaisar Iblis! Kamu tidak punya hak menghentikan ku!" sahut Excel Shimo dan tersenyum sinis setelahnya, dan Liu Hualien menjulurkan lidah mengejek Dewa Matahari.
Swosh... Swosh... Boom💥... Boom💥...
Seketika pintu kembali tertutup menjadi dinding seperti semula, dan serangan energi dari Dewa Matahari mengenai dinding.
"Sialan!! Dia pasti tahu semua harta milik Ordo Kegelapan!?" teriakan kemarahan Dewa Matahari.
Dewa Matahari segera menyusul dengan berdiri di depan dinding. "Bagaimana caranya dia membukanya?" tanya Dewa Matahari setelah tidak menemukan pemicu untuk membuka pintu.
Dewa Timur, Dewa Barat dan Dewi Selatan saling bertukar pandangan, tampak mereka mempercayai ucapan Dewa Binatang jika Dewa Matahari ada hubungannya dengan Kaisar Iblis.
Sedangkan Excel Shimo sudah berjalan, dimana Liu Hualien turun dan mengambil emas yang melapisi dinding lorong. "Kakak, bantu aku mengekstrak emas ini biar cepat!" pinta Liu Hualien yang kuatir jika keburu semua orang menyusul.
"Tinggalkan, Kakakmu kan sudah kaya melebihi semua ini!" tolak Tu Yueyin Mei dengan menarik tangan Liu Hualien.
"Iya, tapi kan sayang jika ditinggalkan!"
"Sudah, nanti Kakakmu yang ganti! Ayo cepat!" tarik Tu Yueyin Mei yang tidak ingin ketinggalan jauh dari Excel Shimo.
Dengan berat hati Liu Hualien merelakan dinding yang berlapis emas dan buru-buru menyusul Excel Shimo yang sudah jauh.
Setelah menyusuri lorong, akhirnya Excel Shimo sampai pada ujungnya, dan semua mata melihat hamparan luas yang tumbuh banyak tanaman langka.
Buru-buru Liu Hualien ingin menjarah semuanya, tapi bahunya ditahan oleh Excel Shimo. "Kakak, ada apa? Apa kita harus ditinggalkan juga semua harta berharga ini!" sungut Liu Hualien.
"Periksa dulu sekitarnya! Berbahaya atau tidak!" jawab Excel Shimo.
Liu Hualien segera memeriksa dengan Mata Dewa nya, demikian juga dengan semua istrinya yang menyelidiki hamparan luas. Tapi, setelah penyelidikan, mereka tidak menemukan apapun dan tampak aman.
"Aman dan tidak ada gejala yang aneh," kata Liu Hualien yang sudah tidak sabar untuk menjarah, jika bahunya tidak dipegang.
"Lihat dengan teliti ... Aneh jika kebun ini hening tanpa ada penunggunya ... Kalian lihat pohon besar di tengah kebun itu...!" ungkap Excel Shimo dengan menunjukkan satu-satunya pohon yang ada di hamparan.
Bentuk pohon sangat besar, banyak akar-akarnya menjuntai seperti pohon beringin. Tapi anehnya, banyak buah seperti bentuk kendi yang menggantung dengan warna merah, aromanya juga harum dan tampak matang untuk siap dipanen.
Kembali semua Mata Dewa memeriksa hamparan terutama pohon besar. Tapi semuanya tampak normal dan tidak ada hal yang aneh terjadi. Karena semua wanitanya tidak melihat hal yang ganjil, segera Excel Shimo berbicara.
__ADS_1
"Itu namanya Pohon Pemangsa Jiwa, setelah kalian melangkah dan melewati batas itu, maka akar pohon akan keluar menarik kalian dan menyerap jiwamu...!" ungkap Excel Shimo sambil menunjukkan pembatas yang dibuat oleh Pohon Pemangsa Jiwa, dimana tumbuh Jamur Ganoderma 1.000 tahun sebagai pembatasan wilayah serangan.
Seketika semua wanita bergidik ngeri setelah tahu betapa berbahayanya Pohon Pemangsa Jiwa. Liu Hualien langsung memeluk Excel Shimo dengan wajah terbenam di dada.