God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 316. Niat Pedang.


__ADS_3

Chapter 316. Niat Pedang dan Memenjarakan Huang Ying.


Semua utusan menghela nafas tak berdaya, sebab mereka tahu ucapan Leng Wang Zeming akan benar-benar dia lakukan. Biarpun begitu tidak ada yang melerai mereka, mereka juga ingin tahu kemampuan Dewa Binatang mengatasi Leng Wang Zeming.


"Aku juga tidak akan tinggal diam! Hidup dan mati!" tantang Excel Shimo, dia akan menggunakan momentum ini untuk membiasakan diri dengan kekuatan Jenderal Surgawi.


Spontan semua orang tercengang dengan tantangan Dewa Binatang yang meminta pertarungan hidup dan mati. Gongsun Quentin langsung muncul di tengah mereka untuk melerai, dia paling kuat diantara semua utusan.


"Hentikan sifat kekanakan ini! Kamu Leng Wang Zeming, seharusnya malu dengan perilaku mu yang tidak pantas dilihat!" ujar Gongsun Quentin kepada Leng Wang Zeming.


Namun, Leng Wang Zeming yang sudah terbawa arus emosi tidak mengindahkan ucapan Gongsun Quentin. "Kamu tidak perlu ikut campur! Dan aku menerima tantangannya. Hidup atau mati!?" hardik Leng Wang Zeming kepada Gongsun Quentin dan menerima tantangan Dewa Binatang.


Gongsun Quentin menghela nafas tak berdaya, dia mengeluarkan sebuah gulungan dari kulit kayu cendana. Lalu melihat Leng Wang Zeming dan Dewa Binatang.


"Kalian harus menandatangani perjanjian pertarungan hidup dan mati. Sebelumnya aku akan memberitahukan dulu kepada Dewa Binatang," kata Gongsun Quentin dan menjelaskan isi perjanjian ini.


Dewan Keamanan telah membuat aturan ketat bagi siapa saja yang memiliki dendam yang tidak bisa terselesaikan dengan pertarungan hidup dan mati. Gongsun Quentin membaca isi aturannya; siapapun yang bertarung tidak akan melanjutkan dendamnya dan berhenti setelah salah satu mati atau masih hidup. Tidak melibatkan orang luar maupun pihak dalam untuk membalas dendam suatu hari nanti. Dilarang menggunakan racun, dan lain sebagainya, semua adil bagi dua petarung.


Kemudian, Leng Wang Zeming menandatangani surat perjanjian dan diikuti oleh Dewa Binatang. Setelah selesai, Gongsun Quentin menjauh dan kembali ke tempat awal.


Leng Wang Zeming mengeluarkan senjata pedang yang menjadi andalannya, pedang Artefak Binatang Satu tahap rendah. Sedangkan Excel Shimo juga menggunakan Yaolai Sword yang juga Artefak Bintang Satu. Namun, ada perbedaannya, dimana Excel Shimo mengeluarkan Niat Pedang.


Ujung mata pedang yang mengarah kebawah seketika mengeluarkan kekuatan yang menghancurkan tanah dan pepohonan.


Niat Pedang yang keluar dari Yaolai Sword membuat semua orang menjauh, mereka sangat ketakutan, mereka merasakan hatinya seakan-akan tertusuk, mereka juga tidak menyangka jika Dewa Binatang telah memahami Niat Pedang yang sangat sulit untuk mendapatkan pencerahan.


Umumnya, siapapun yang mampu mengeluarkan Niat Pedang, adalah usia tua dengan banyak pengalaman bertarung, mengalami hidup dan mati. Tapi, apa yang mereka lihat adalah Dewa Binatang yang masih muda, dan itu seharusnya mustahil bisa dilakukannya tanpa banyak pengalaman hidup.


Leng Wang Zeming bergidik ngeri saat merasakan niat pedang yang kuat, bahkan pedang miliknya bergetar saat merasakan niat pedang, pedangnya seakan-akan berusaha melepaskan diri dan kabur


"Satu serangan!" ujar Excel Shimo dan tersenyum dingin, matanya menatap tajam, ucapannya sekaligus membalikkan perkataan Leng Wang Zeming.


Sling...


Sebelum Leng Wang Zeming berbicara, Excel Shimo telah mengayunkan Yaolai Sword dengan gerakan menebas. Sontak Leng Wang Zeming kaget melihat cahaya melengkung miring menuju kearahnya dengan sangat cepat. Buru-buru Leng Wang Zeming memblokir serangan Niat Pedang dengan kedua tangan memegang ganggang pedangnya.


Boom💥...


Ledakan hebat ketika Niat Pedang menghantam pedang milik Leng Wang Zeming hingga pedang yang merupakan Artefak Bintang Satu terbelah. Seluruh tubuh Leng Wang Zeming bergetar hebat merasakan kekuatan Niat Pedang. Tiba-tiba darah keluar mulai dari atas mata kanan hingga dada kiri Leng Wang Zeming.


Suasana menjadi hening, semua mata menatap bolak-balik antara Dewa Binatang dan Leng Wang Zeming, dan semua syok melihat Leng Wang Zeming terluka dengan sekali tebasan jarak jauh.

__ADS_1


Tidak berhenti disitu, Excel Shimo menggerakkan tangan kanan untuk menebas lagi, sebab Leng Wang Zeming masih hidup. Spontan Zhu Shing, Shang Wei, Bian Taoran dan Xuan Zihan muncul dihadapan Leng Wang Zeming untuk menyelamatkannya.


Sling... Sling... Sling...


Desingan suara pedang menebas berkali-kali kearah kelima orang itu dan cahaya melengkung dengan kecepatan tinggi melesat. Keempat utusan itu juga tidak tinggal diam, dengan senjata andalannya membalas serangan Niat Pedang.


Boom💥... Boom💥... Boom💥...


Rentetan suara ledakan menggema, semakin memporak-porandakan hutan yang sudah berantakan. Excel Shimo jelas tidak terima dengan orang luar ikut campur, sebab itu dia menebaskan pedangnya berkali-kali.


Pyaar...


Senjata andalan keempat utusan juga hancur, tubuh mereka bergetar hebat saat merasakan serangan Niat Pedang, tubuh mereka juga mengeluarkan darah segar, kini mereka baru sadar kekuatan yang terkandung dari Niat Pedang dan merasakan hal sama seperti Leng Wang Zeming alami.


"Karena kalian ikut campur dalam pertarungan hidup dan mati! Maka kalian juga akan ku bunuh!?" raungan kemarahan Excel Shimo kepada keempat utusan itu yang telah melanggar perjanjian, dia segera mengganti senjatanya dengan Tombak Semesta.


"Grorr!!"


Tombak Semesta yang keluar langsung meraung dengan sangat keras, dia juga merasakan kemarahan tuannya. Sontak semua orang tercengang saat melihat Artefak Alami dimiliki oleh Dewa Binatang.


Gongsun Quentin yang awalnya ingin menghentikan pertarungan, kedua matanya mengeluarkan cahaya keserakahan, siapapun melihat Artefak Alami pasti akan menjadi rebutan. Gongsun Quentin langsung muncul didepan kelima rivalnya.


"Serahkan Artefak Alami milikmu jika kamu ingin hidup!?" bentak Huang Ying kepada Excel Shimo, dia sudah menaruh dendam dan kemarahan kepadanya.


Excel Shimo yang melihat dirinya dikepung tersenyum sinis dan melihat wajah-wajah mereka penuh keserakahan. "Hanya kamu!" cemoohan Excel Shimo kepada Huang Ying.


He Xingguang Zhou tertawa dan ikut berbicara. "Ada aku juga!"


Sebelum Excel Shimo membalas ucapan He Xingguang Zhou, Gongsun Quentin terlebih dahulu berbicara. "Anak muda, jangan berlebihan ... Kamu masih mudah dan masa depanmu cerah. Lebih baik sudahi ini semua, dan aku akan menjamin keselamatan-mu ... Tapi, titipkan Artefak Alami kepadaku!" tuturnya.


Excel Shimo tertawa keras mendengarkan ucapan Gongsun Quentin yang aneh, jelas dia tidak mudah dibodohi oleh utusan dari Klan Gongsun. "Idiot! Benar-benar idiot tua!!" geram Excel Shimo dengan menghina Gongsun Quentin, "aku bukan bocah yang mudah tertipu dengan ucapan mu. Jika kamu ikut campur ... Kamu mau mati urutan ke berapa?"


Gongsun Quentin jelas sangat marah dirinya yang dibilang 'idiot', vena biru keluar dari dahinya, wajah memerah dan mengeluarkan senjata tombak baja. Selama ini dirinya tidak pernah dihina sedemikian rupa, di Klan Gongsun, dia sangat dihormati, banyak orang memanggilnya dengan hormat; Penatua, oleh anggota klan, bahkan dirinya diluar dipanggil Penatua Quentin yang ahli Pandai besi tingkat Dewa Langit.


Yang Xiaoping geleng-geleng kepala dan segera dia muncul dihadapan Excel Shimo sambil menatap semua utusan. Melihat Yang Xiaoping berniat melindungi, Fairy Shu juga muncul disampingnya. Lalu, disusul Ratu Barat dan Mu Yu Huang yang melindungi Dewa Binatang disisi kanan kirinya. Walaupun keempat wanita itu kalah dalam hal level kekuatan, mereka tampak tidak gentar melawan semua utusan pria tua.


Excel Shimo heran mengetahui empat wanita berniat melindunginya, kedua matanya terfokus pada sosok wanita muda yang tidak dia kenali, tapi dia segera kembali fokus.


"Sudah cukup!" Perintah Ratu Barat kepada semua utusan pria yang tergolong tua dengan tatapan tajam.


"Kamu jangan ikut campur! Pergi?!" hardik Gongsun Quentin yang sudah sangat marah, jelas dia tidak akan melepaskan Excel Shimo.

__ADS_1


"Terima kasih sudah berniat baik, tapi mereka mudah ditangani!" ujar Excel Shimo kepada keempat wanita yang melindunginya.


"Tap--"


Sebelum Ratu Barat membalas ucapannya, Excel Shimo telah menghilang dan muncul dibelakang Huang Ying yang menjadi target pertamanya. Sontak naluri Huang Ying memberikan tanda marabahaya dibelakang, dia merasakan ada mata ujung tombak mengarah pada tengkuknya.


"Bangsat!?" umpatan Huang Ying yang kaget.


Huang Ying buru-buru menghilang dan muncul dengan jarak tempat semula sejauh 20 meter. Namun, dia kaget karena tidak melihat Dewa Binatang dibelakangnya. Kembali naluri memberikan tanda bahaya dari sebelah kanannya akan ada serangan.


Kembali dia menghilang dan muncul dengan jarak 20 meter lagi, dan sekali lagi dia tercengang tidak melihat musuhnya yang akan memberikan serangan fatal. Semua wanita di Empress Spaceship juga terkejut melihat kecepatan suaminya yang seperti cahaya kunang-kunang.


Excel Shimo tidak menggunakan skill teleportasi, tapi murni karena dia sangat cepat dengan dukungan elemen angin, cahaya dan kekosongan. Sengaja Excel Shimo tidak segera mengeksekusi Huang Ying, dia ingin musuhnya merasakan frustasi sebelum menerima kematian.


Buru-buru semua utusan pria ikut mengejar Dewa Binatang yang semakin jauh mengejar Huang Ying, termasuk keempat wanita yang ingin melindungi Dewa Binatang. Bagi mereka ini adalah kesempatan untuk menunjukkan niat baik mereka merekrut Dewa Binatang.


Excel Shimo tertawa saat melihat Huang Ying yang mulai panik dan frustasi dengan serangan mendadak. Huang Ying selalu mengumpat kesal telah dipermainkan.


"Apa kamu utusan dari Huang Taiji si Kaisar Iblis!" tebak Excel Shimo dengan suara lantang, sehingga didengar oleh semua orang.


Excel Shimo sudah menebak semenjak dirinya dikejar saat berada di Hutan Nafas Setan oleh Huang Ying. Mudah ditebak karena dia tidak pernah bertemu apalagi bermasalah dengan Huang Ying.


Sekali lagi semua orang kaget mendengar ucapan Dewa Binatang, tapi mereka masih meragukan ucapan Dewa Binatang dan terus mengikutinya.


Excel Shimo kesal karena Huang Ying tidak menjawab. "Karena kamu tidak mau mengakuinya! Maka, sudah waktunya aku selesai bermain-main!"


Gerakan Huang Ying semakin cepat untuk menjauhi Dewa Binatang. Namun, tiba-tiba punggung kirinya tertusuk hingga tembus di depan.


Jlebb...


"Arghhh!!" teriakan kesakitan Huang Ying yang merasakan sakit dengan jantung tertusuk dan sangat panas.


Excel Shimo tidak berhenti setelah menusuk jantungnya dari belakang, dia menotok seluruh syarat dan menyegel kekuatannya. Kemudian, dengan gerakan cepat dia memasukkan Huang Ying kedalam Pagoda Penjara yang berada di Dunia Jiwanya.


Semua utusan tercengang dan langsung berhenti, mereka melihat gerakan Dewa Binatang sangat cepat, serangan mematikan dan Huang Ying tiba-tiba menghilang.


Swosh...


Keempat wanita langsung muncul di depan Dewa Binatang, mereka berniat melindunginya dari serangan gabungan. Excel Shimo menghela nafas tak berdaya, begitu gigih utusan wanita yang ingin merekrutnya.


(Author : Halo, Sobat terkasih, Novel dengan Judul 'Trigrams Chaos' tanggal 02 April 2022, pukul 15.00 WIB, telah saya rilis. Semoga menghibur, mohon dukungannya. Sehat selalu, bahagia dan banyak rejekinya. Salam)

__ADS_1


__ADS_2