God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 86 Pertempuran 4 Kerajaan(1).


__ADS_3

Chapter 86 Pertempuran 4 Kerajaan(1).


Pemimpin pasukan infanteri berasal dari Ras Golem. Tingginya mencapai 5 meter, tubuhnya sangat kuat dan kekar.


Setiap langkahnya mengetarkan tanah dan meninggalkan jejak kaki. Kekuatannya berada pada tingkat Kaisar.


Sebelumnya Kerajaan Han juga didukung oleh 4 Klan, dan kini hanya ada 3 Klan sebagai pendukungnya, sebab Klan Ming telah di musnah oleh orang misterius. Hingga kini si pelaku masih belum diketahui, dan menjadi catatan penting di Kerajaan Han.


Klan Wang adalah Ras Golem salah satu kekuatan penting di Kerajaan Han. Klan Li adalah Ras Kura-kura yang juga memiliki pertahanan yang kuat. Klan Shu adalah Ras Manusia. Ras Manusia hampir tersebar diseluruh Benua Jiang Shan, tetapi hanya di Kerajaan Han dan Kerajaan Long manusia masih dihormati.


Kerajaan Long juga sama, memiliki 4 Klan dan satu Sekte, yaitu Sekte Api Nirwana. Klan Zhu adalah Ras Naga Air. Klan Xiao dari Ras Manusia. Klan Huan adalah Ras Angsa salah satu ras yang tergolong diam namun cerdas. Ada Klan Yang dari Ras Binatang Air.


Sekte Api Nirwana juga gabungan beberapa Ras yang berafiliasi unsur Api. Seperti Ras Lava, Ras Lebah Api, dan masih banyak lagi.


Di Akademi merupakan tempat khusus dimana setiap Ras manapun diperbolehkan untuk menjadi muridnya. Dan merupakan tempat yang cocok untuk meningkatkan kekuatan dan memiliki teknik yang sesuai dengan bakat para murid.


"Wow, manusia batu apa kamu tidak keberatan membawa tubuhmu sendiri... Hahaha" ejek pemimpin pasukan Serigala putih saat melihat salah satu Tetua Klan Wang yang menjadi pemimpin pasukan infanteri Kerajaan Han.


Pemimpin Serigala putih memiliki ukuran yang lebih besar, panjangnya mencapai 3 meter, dengan empat taring tajam.


Mendengar provokasinya, Tetua itu tidak terpancing, bahkan ia tersenyum sinis.


"Pasukan, bersiap." perintah Tetua itu pada pasukannya.


Segera pasukannya mengeluarkan senjata pedang di tangan kanan, dan tangan kiri memegang perisai.


Mereka segera memiringkan tubuhnya, perisai di depan dan pedang siap menebas musuh. Posisi siap tempur.


"Huff, payah... Serang!" dengus pemimpin Serigala putih yang kesal, karena musuh tidak terpancing emosinya.


Aouuuu...


Lolongan Serigala putih dan berlari menuju pasukan infanteri. Mereka berlari menuruni sungai kering, yang kedalamannya mencapai 11 meter, dan pasukan Lipan juga tidak tinggal diam.


Sedangkan pasukan infanteri tetap diam di pinggir sungai dan menunggu musuh mereka mendekat. Saat kedua pasukan musuh berada di dasar sungai, Tetua itu mengangkat kaki kanannya, dan menghentakkan pada tanah.

__ADS_1


Banggg.... Crackkk...


Segera tanah menjadi retak, dan rentakan itu menjalar menuju kearah musuh yang sedang berlari.


"Awas, menghindar..." teriak pemimpin Serigala putih.


Dengan lincah serigala itu melompati retakan tanah. Sedangkan binatang lipan tertelan tanah yang retak, tapi kembali para lipan itu merayap dan naik kepermukaan.


"Trik murahan," cemooh pemimpin Serigala sembari terus berlari menuju musuhnya.


"Jadilah pelihara ku, dan aku pastikan hidupmu akan senang," ejek Tetua itu pada pemimpin Serigala.


"Aouuuu... Manusia batu kan ku hancurkan tubuhmu?!" pemimpin Serigala melolong dan berbicara penuh amarah, karena dirinya merasa dihina.


Tetua klan Wang tersenyum sinis, karena berhasil membuat Serigala itu marah.


"Jangan biarkan mereka hidup, dan pemimpin mereka aku yang lawan." titah Tetua itu pada pasukannya.


Segera Tetua itu bergerak menyerang pemimpin Serigala saat mereka sudah dekat.


"Serbuuuu..."


Kedua belah pihak langsung saling serang, saat jarak sudah dekat. Tetua itu langsung memberikan pukulan fatal pada pasukan serigala yang menyerang.


"Pada akhirnya perang tidak bisa dihindari," gumam Penatua Agung Long Wenhua sembari mengawasi diatas kapal angkasa.


"Siapa pria muda itu yang duduk bersama Penatua Agung akademi Pedang Surga?" tanya Wang Kaibo.


Sebagai pemimpin Akademi Langit Abadi, Wang Kaibo tidak mengenali sosok pria muda yang duduk bersama para pemimpin, sebab itu dia bertanya.


Kemudian, Penatua Agung melihat ke arah dimana para pemimpin musuh berada. Demikian juga dengan semua orang yang ikut melihat.


"Peri Benua level 5. Sejak kapan ada murid mereka memiliki kekuatan Peri Benua, padahal Penatua Agung mereka...!," Long Wenhua terkejut dengan kehadiran pria itu yang memiliki kekuatan diatas tingkat Saint, "dia juga berada di tingkat Peri Benua level 1, pantas saja mereka berani mengibarkan panji peperangan." lanjut Long Wenhua setelah memeriksa basis kultivasi setiap pemimpin di pihak musuh.


Wushhhh...

__ADS_1


Sebuah kapal angkasa tiba disebelah kapal utama Raja Han. Mereka adalah Guru muda Qiao, Xiao Qiao. Kapal angkasa itu hanya terdapat murid wanita dari Akademi Langit Abadi.


Ming Mei, Ming Li Ling, Han Xing, Han Chun dan beberapa ratus murid wanita. Mereka terlambat datang, sebab Ming Mei dan Ming Li Ling sedang merawat Ayahnya yang masih terluka parah.


Ke-lima kekasih Excel Shimo, segera mencari keberadaan kekasihnya, tapi tidak menemukan sosoknya. Lalu semua wanita itu melihat medan perang, yang masih saling bertarung dengan sengit.


"Penatua Agung, Pemimpin, Yang Mulia...," serempak semua wanita menyapa para pemimpin.


"Bagaimana keadaan Patriark Ming Kong?" tanya Long Wenhua kepada putri dan keponakan Ming Kong, setelah membalas sapaan mereka.


"Kondisi Ayah sudah cukup membaik, Penatua Agung," jawab Ming Mei sambil menangkupkan kedua tangan, "terima kasih atas perhatian dan perawat untuk Ayah saya." lanjut Ming Mei.


Boommm....


"Aouuuu..."


Lolongan keras saat pemimpin Serigala putih terkena pukulan dari Tetua ketiga. Tubuhnya terpental dan berlumuran darah. Banyak pihak Serigala dan Lipan menelan korban. Sedangkan prajurit infanteri yang terorganisir sedikit mengalami luka.


Segera mata semua orang melihat medan pertempuran, dan tersenyum. Awal yang bagus untuk saat ini, pikir semua pemimpin dari wilayah Barat dan wilayah Selatan.


Berbeda dengan Raja Yue Hui dan Raja Huang, terlihat wajah mereka muram dan penuh kemarahan. Lalu, Raja Huang berdiri dan melihat pasukan Gagak Hitam.


"Pasukan Hyena dan Babi Hutan, serang mereka, kerahkan 20.000 pasukan," perintah Raja Huang.


Raja Huang tidak jadi memberikan perintah pada pasukan Gagak Hitam, sebab Hei Wuya memplototinya.


Segera 20 ribu pasukan binatang itu bergerak, mereka berlari tidak terlalu lambat ataupun cepat. Mengetahui itu, Raja Han segera melihat ajudannya.


Ajudan Raja Han segera mengangkat bendera bergambar kura-kura, dan bendera bergambar pasukan berkuda.


Menerima perintah dengan kode bendera, pasukan kura-kura dan pasukan kavaleri segera bergerak. Jumlahnya mencapai 10 ribu pasukan.


Pasukan kura-kura yang setengah tubuh manusia mampu bergerak dengan cepat, dan dibelakang mereka pasukan kavaleri ikut bergerak. Pasukan kura-kura yang memiliki tempuran kuat sebagai perisai, dan pasukan kavaleri sebagai penyerang. Strategi ini sudah dibahas saat berdiskusi, sehingga setiap gerakan mereka sudah terkoordinasi dengan baik.


Sedangkan Tetua pemimpin pasukan infanteri segera mundur dan bergerak dibelakang pasukan kavaleri. Tugas mereka sebagai pengeksekusi terakhir, jika ada musuh yang lolos dari serangan pasukan kavaleri.

__ADS_1


Sedangkan pria muda yang berada di pihak musuh, melihat kedatangan para wanita dari Akademi Langit Abadi. Sorot matanya penuh nafsu, saat melihat ke-lima wanita yang kecantikannya diatas rata-rata para murid wanita.


(Author : Sobat, untuk beberapa bab si MC tidak muncul terlebih dahulu. Saya memberitahukan ini agar sobat ku semua tidak kecewa. Dan, sekali lagi saya minta maaf, karena tidak bisa membalas satu per satu komentar sobat ku. Tapi, saya hanya mendoakan sobat semua sehat dan banyak rejekinya. Jangan lupa tinggalkan jejak. Jejak kalian adalah motivasi saya untuk terus berkarya. Salam.)


__ADS_2